Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

Smesco Designer Parade 2017 & Year End Sale 2017

Desember 19, 2017 | koperasi dan ukm
JAKARTA:(Globalnews.id)- Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) mendorong pertumbuhan industri fesyen dengan melaksanakan serangkaian seri kegiatan promosi dan pemasaran diantaranya menyelenggarakan Smesco Designer Parade 2017” dan “Smesco Year End Sale 2017”.
       Dirut LLP-KUKM Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi di Jakarta Selasa 919/12) menjelaskan,Smesco Designer Pareade 2017 merupakan kerjasama Smesco Indonesia dengan Komunitas Designer Etnik (KDEI) dalam rangka mempromosikan, memasarkan, dan upaya untuk mencintai dan bangga memiliki produk dan brand (merk) lokal anak bangsa. Acara ini juga disemarakan untuk meyongsong tahun baru “Year End Sale 2017” yang berlangsung dari tanggal 9 s/d 31 Desember 2017 di Smesco Indonesia.
       Dalam perhelatan spesial akhir tahun 2017 ini Smesco Designer Parade 2017 menghadirkan 31 designer dalam 40 rancangan busana muslim dan konvensional mitra Smesco Indonesia, diantaranya: Raizal Boeyoeng Rais, Ida  Leman, Jenny Tjahyawati, Nina Nugroho, Nita Seno Aji, Erdan dan lain-lain.
       Sebagaimana tema “Etnic”, para designer menghadirkan kekayaan ragam kain nusantara yang berasal dari: Sulawesi Selatan, Lurik, Tenun Tana Toraja, Tenun NTT, Batik Palembang, Sulaman Karawo, Kain Troso, Lurik Jawa Tengah, Ulos Batak, Songket Sumbar, Batik Palembang, Kain Baduy, Sulam Usus, Tapis Lampung, Tenun Lombok, Batik Garut, Kain Pare-pare, Kain Bali dan lain-lain.
       “Dari 14 sektor industri kreatif, bidang fashion menempati urutan ke dua setelah industry kuliner dalam hal berkontribusi terhadap PDB yaitu sebesar 18.15%” Ujar Emilia Suhaimi, Direktur Utama LLP-KUKM. Lebih lanjut, Emilia menjelaskan, pada tahun 2015 ekspor non migas mengalami penurunan, meski demikian sebaliknya ekspor ekonomi kreatif mengalami penguatan, industri fesyen tercatat menempati posisi pertama ekspor ekonomi kreatif yaitu 56%, diikuti oleh kriya 37%, kuliner 6% dan lainnya 1%.
      “Smesco Designer Parade 2017 merupakan langkah strategis LLP-KUKM  untuk meningkatkan produktivitas daya saing pasar produk fesyen dan kain etnik nusantara di pasar domestik dan internasional dengan strategi peningkatan nilai tambah produk dan perluasan jangkauan pemasaran”. Demikian Emilia menegaskan.
       Lembaga Layanan Pemasran Koperasi dan UKM secara khusus akan menyasar pada kantung-kantung komunitas yang berbisnis pada sektor ekonomi kreatif, demikian Emilia menambahkan. Secara khusus tugas LLP-KUKM menerapkan kebijakan integrasi pemasaran dan sistim distribusi domestic maupun ekspor yang didukung pengembagan. (jef)

Related For Smesco Designer Parade 2017 & Year End Sale 2017