Menu
KemenkopUKM Percepat Vaksinasi Pelaku UMKM Didaerah - Kuartal II/2021, Kredit dan Laba BTN Tumbuh Perkasa - Bangkit Dari Pandemi, MenkopUKM Ajak Milenial Berwirausaha - Mulai 9 Agustus 2021, Perusahaan di Arab Saudi Siap Terima Jamaah Umrah Asing yang Tervaksinasi - Corona Hengkang, Pelaku Industri Rantai Pasok Lari Kencang - KemenkopUKM Apresiasi Program Summer Act Dalam Membantu Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Bertahan di Masa Pandemi - TNI AL- KKP Wilayah II Banten-Kemenhub dan ASDP Gelar Serbuan Vaksin Covid-19 - KemenkopUKM Gandeng KPPU Tingkatkan Pengawasan Kemitraan Usaha Mikro dengan Usaha Besar - BNI Percepat Penyaluran Bansos PKH & Sembako - MenkopUKM Terus Dukung Program Vaksinasi Bagi UMKM di Indonesia

Smesco Indonesia Fasilitasi lebih dari 1.000 peserta KUKM Terdampak Covid-19 ikut Program dukungan Daring

April 21, 2020 | koperasi dan ukm

Jakarta: (Globalnews.id)-Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), atau Smesco Indonesia membuka Program Dukungan daring bagi pelaku koperasi dan UKM terdampak pandemi virus Corona, Covid-19, yang dikemas dalam Sparc Campus. Program ini telah berjalan selama dua minggu, dimulai sejak awal April, masing-masing 5 kali dalam sepekan. Ke depannya Smesco akan membuka kerja sama dengan Telkomsel untuk memperluas jangkauan komunikasinya.

“Kita percaya tempat ini mampu mengajak UKM Indonesia ke kualitas yang lebih baik di masa depan. Jadi tugasnya adalah mendampingi yang sekarang, sekaligus menginkubasi future UKM untuk masa depan,” Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Sparc Campus menggandeng para tenaga ahli di bidangnya, di antaranya: Sadikin Gani yang membidangi

Fashion, Eka Prawira di bidang Online Marketing/e-commerce, Agung Darmawan di bidang Legalitas/Perizinan, Avianti Armand di bidang Kriya, Janice Widjaja di bidang Business Development, Illona Gunawan di bidang Pajak dan Pembiayaan, dan Ade Putri Paramadita di bidang Kuliner.

Program Dukungan yang sudah berjalan secara online melalui zoom dan media sosial Smesco Indonesia, baik YouTube, Facebook dan website tersebut mendapat respon positif dari para pelaku KUKM. Mereka mendaftarkan diri melalui tautan yang disebarkan melalui media sosial Smesco Indonesia.

“Sampai hari ini sudah diunggah 13 video ke Youtube dan website, sementara di Facebook live sampai hari ini ada 8 video, karena kami baru mulai (menggunakannya) hari Kamis minggu pertama bulan ini,” ujarnya.

Diharapkan Program Dukungan online tersebut dapat meminimalisir dampak ekonomi bagi para pelaku KUKM, meningkatkan kapasitas SDM, dan membantu para pelaku UKM dalam meningkatkan daya saing produk, yang pada akhirnya dapat mengembangkan bisnis pelaku KUKM hingga mampu menembus pasar global.

Leonard mengatakan, UKM perlu menguatkan eksistensinya dan menjalankan bisnisnya secara berjejaring. Oleh karena itu, salah satu caranya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Smesco Indonesia. Ia memastikan akan membantu para pengusaha UKM demi meningkatkan kualitas produk dan penjualan mereka.

“Jadi, selain edukasi, kami akan bantu secara komersial, melalui trading house, sehingga mereka bisa menjadi UKM unggul,” papar Leonard.

Total peserta yang ikut dalam program Sparc Campus sementara ini adalah sebanyak 432 UMKM. Program ini mengangkat banyak isu. Dari jumlah peserta yang beragam, bisa dilihat bagaimana dampak pandemi ini terhadap KUKM.

Untuk program “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Industri Fesyen” ada sejumlah 170 UMKM yang jadi peserta, atau setara dengan 39 persen dari peserta keseluruhan. Sebaran wilayahnya meliputi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Utara.

Pesereta program “Dari Limbah ke Produk Bermakna” berjumlah 41 UMKM, atau setara dengan 10 persen dari peserta keseluruhan.
Sebaran wilayahnya mencangkup Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Peserta program dengan bahasan “Bagaimana F&B Tetap Bergerak di Krisis Pandemi” berjumlah 95 UMKM, atau setara dengan 22 persen dari peserta keseluruhan. Mereka tersebar di DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Banten, Sulawesi Utara, dan Lampung.

Untuk program “Perubahan Paradigma Radikal dalam Berproduksi” ada sejumlah 28 UMKM yang jadi peserta, setara dengan 6 persen dari peserta keseluruhan. Sebarannya di Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Program “Fasilitas Pajak yang Tersedia Bagi Wajib Pajak yang Terdampak Covid-19” diikuti sejumlah 35 UMKM, atau setara dengan 8 persen dari peserta keseluruhan, yang tersebar mulai dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.

Program “Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online” diikuti sejumlah 63 UMKM, atau setara dengan 15 persen dari peserta keseluruhan. Mereka tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Bengkulu, dan Sulawesi Barat.

Berikut beberapa link kegiatan yang sudah berjalan di media sosial Smesco Indonesia antara lain :





https://youtu.be/27xwfv7hJpc https://youtu.be/vfCax1CFg0U
https://youtu.be/5_2H6h1nmeU





Kementerian Koperasi dan UKM terbuka bagi siapa saja yang hadir untuk berdiskusi, ataupun berbagi gagasan untuk pengembangan KUMKM. Ini sebagai bentuk keterbukaan Kementerian Koperasi dan UKM yang berkomitmen untuk bersama-sama dengan masyarakat memajukan KUMKM, mulai dari pelaku usaha, koperasi, asosiasi pendamping, universitas, kalangan akademisi, institusi pembiayaan, platform e-commerce, payment gateway, inkubator, agregator, komunitas usaha, dan masih banyak lagi, “tegas Leonard.”(jef)

Related For Smesco Indonesia Fasilitasi lebih dari 1.000 peserta KUKM Terdampak Covid-19 ikut Program dukungan Daring