Global News Indonesia
Menu
Pemerintah Akan Perkuat UMKM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi - Angkasa Pura Logistik Kini Cashless dengan BNI - Wirausaha Indonesia Harus Mampu Adaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 - Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian - Literasi Keuangan & Kampanye AG 2018, BNI Hadiahi 2.000 Taplus Anak - Bank DKI Raih Penghargaan Top Bank Bidang Fintech - Transaksi Non Tunai

SMESCO Promosikan Alat Musik Lokal ke Manca Negara

Mei 1, 2017 | koperasi dan ukm

IMG-20170430-WA0006

JAKARTA(Globalnews.id)–Gedung SMESCO Indonesia mendadak makin padat kemarin (30/4). Pengunjung pun tampak menikmati pergelaran SMESCO Musik & Audio Exhibition Local Heroes.

Sejak pagi, pengunjung sudah menikmati rangkaian acara yang digagas Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM di kawasan Gedung SMESCO RumahKU, Pancoran, Jakarta Selatan.

Event yang dihelat sejak Jumat (28/4) tersebut menyuguhkan pameran alat musik, audio musik, dan alat-alat pendukung musik produk Indonesia yang berkualitas serta berdaya saing. ’

’SMESCO Local Heroes mengusung produk lokal untuk dapat menguasai pasar global,’’ ujar Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi di sela-sela acara Minggu (30/4).

Dia menambahkan, sama seperti produk fashion, furniture, dan home decoration, selama ini produk alat musik dan instrumen musik asli anak bangsa sudah menjadi trendsetter baik di Indonesia, bahkan di pasar internasional.

’’Dari sisi kualitas dan desain produk alat musik Indonesia mampu bersaing dengan produk asing. Karena itu, kami ingin produk tersebut dapat berkembang di pasar luar negeri,’’ ujar Zabadi.

Zabadi menambahkan, semua pihak patut berbangga karena tidak hanya musisi Indonesia yang mendunia, alat musik dan instrumen musik buatan Indonesia juga sudah dikenal di dunia internasional.

’’Karena itu, kami ingin mendorong pelaku usaha alat musik dan instrumen musik Indonesia lainnya untuk mengikuti jejak para pendahulunya menjadi jawara di pasar internasional,’’ papar Zabadi.

Zabadi menambahkan, event SMESCO Local Heroes terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran. Selain pameran alat musik, event ini juga menyajikan beberapa kegiatan lain seperti workshop mengenai bisnis musik, musik produksi, coaching clinic, dan demo dan pertunjukan musik.

’’Para pengunjung dapat membeli produk yang ada, serta mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di SMESCO RumahKU tersebut secara gratis,’’ ujar Zabadi.

Zabadi menyebutkan, bukan hanya musisi Indonesia yang masuk ke pasar global, tapi alat musik buatan Indonesia juga sudah masuk mancanegara. Produk alat musik dan alat pendukung musik karya anak bangsa ini tidak kalah dengan produk asing. Dari sisi kualitas maupun desain, produk alat musik Indonesia mampu menyamai merek-merek asing, bahkan mengalahkan brand awareness produk asing.

Sebut saja gitar merek Rick Hanes buatan Sidoarjo yang lahir 2012 dan sudah masuk pasar musik Amerika Serikat. Gitar Rick Hanes, kini mampu menyisihkan gitar merek internasional seperti Ibanez dan Fender.

Begitu pula dengan gitar merek Radix. Gitar ini adalah brand asli Indonesia, tepatnya dari Kota Tangerang. Gitar Radix memang menyasar konsumen luar negeri. Hingga saat ini dari 120-an gitar yang dihasilkan setiap bulan sebanyak 50 persen produknya dikonsumsi pasar di negara-negara Eropa.

’’Selain gitar, SMESCO Local Heroes juga menampilkan alat musik lain seperti drum, dan sound system buatan Indonesia yang produknya dapat dijumpai di Exhibition Hall SMESCO RumahKU,’’ ucap Zabadi.

Pameran yang berlangsung di exhibition hall ini juga dilengkapi dengan pameran produk Koperasi dan UKM Indonesia koleksi dari Galeri Indonesia WOW. Menurut Zabadi, alat musik adalah salah satu kategori produk yang di-display dan dipasarkan Galeri Indonesia WOW.

Kategori produk lainnya antara lain batik, tenun dan kain, tas dan aksesoris, furniture, kuliner, dan spa. Produk yang dipasarkan di Galeri Indonesia WOW adalah produk Koperasi dan UKM berkualitas hasil kurasi para dewan kurator Galeri Indonesia WOW seperti desainer nasional Samuel Watimena.

Zabadi menjelaskan, produk di Galeri Indonesia WOW ditujukan untuk pasar nasional maupun mancanegera. Hampir setiap minggu, Galeri Indonesia WOW dikunjungi delegasi maupun buyer dari luar negeri seperti Jerman, Belanda, Korea, Tiongkok, Afrika Selatan, Senegal, India, hingga Timur Tengah. Para delegasi asing menjadikan Galeri Indonesia WOW yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 19.00 itu sebagai destinasi wisata dan belanja.

’’Mereka yang datang ke Galeri Indonesia WOW, tidak hanya membeli produk secara ritel, tetapi juga memesan produk UKM untuk diekspor ke negaranya. Seperti produk furniture bamboountuk pasar Senegal dan Jerman, produk furniture rustik untuk pasar Naning Tiongkok, dan home decoration untuk pasar Arab Saudi,’’ papar Zabadi. (jef)

Related For SMESCO Promosikan Alat Musik Lokal ke Manca Negara