Menu
Semester I 2021, Bank DKI Catat Pertumbuhan Laba 40.8% - BNI Kembali Salurkan Program Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro - KemenKopUKM dan Bank Indonesia Hadirkan Pusat Wastra Nusantara - KemenkopUKM Percepat Vaksinasi Pelaku UMKM Didaerah - Kuartal II/2021, Kredit dan Laba BTN Tumbuh Perkasa - Bangkit Dari Pandemi, MenkopUKM Ajak Milenial Berwirausaha - Mulai 9 Agustus 2021, Perusahaan di Arab Saudi Siap Terima Jamaah Umrah Asing yang Tervaksinasi - Corona Hengkang, Pelaku Industri Rantai Pasok Lari Kencang - KemenkopUKM Apresiasi Program Summer Act Dalam Membantu Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Bertahan di Masa Pandemi - TNI AL- KKP Wilayah II Banten-Kemenhub dan ASDP Gelar Serbuan Vaksin Covid-19

Sukriansyah: Siapkan Mitigasi Meminimalisir Ketidakpuasan Soal Restrukturisasi dan Penyelamatan Polis Jiwasraya

November 30, 2020 | ekbis

Jakarta: Restrukturisasi, Transfer dan Bail In adalah opsi yang paling optimal untuk penyelamatan pemegang polis demikian disampaikan oleh Direktur Utama, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko dalam rapat kordinasi yang dipimpin oleh Staf Khusus Wakil Presiden bidang Restrukturisasi dan Investasi, DR.Sukriansyah S. Latief di Kantor Wakil Presiden pada Rabu, 25 November 2020 lalu.

Rapat juga dihadiri oleh Indra Widjadja, Direktur Pemasaran Korporat Jiwasraya, Yulian Hadromi, Asisten Staf Khusus Bidang Investasi, Guntur Subagja, Asisten Staf Khusus bidang Ekonomi & Keuangan dan Ahmad Lutfie,Asisten Deputi Keuangan Investasi dan Badan Usaha Sekretariat Wakil Presiden.

Opsi Restrukturisasi, Transfer dan Bail In tersebut diatas diambil setelah mempertimbangkan aspek hukum, sosial, politik.

Sebelumnya diberitakan bahwa Panja Komisi VI DPR RI dan Kementerian BUMN telah menyepakati penyertaan modal negara (PMN) untuk holding asuransi yaitu PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group (IFG) dengan total Rp 22 triliun.

PMN ini dibagi dua tahap yakni Rp 12 triliun untuk tahun anggaran 2021 dan Rp 10 triliun ditambah bunga hutang akan dimintakan dalam RAPBN tahun 2022. Dengan menggunakan dana PMN, dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) Taspen, dan fundraising lainnya, IFG akan melakukan setoran modal sebanyak Rp.26,7 triliun ditahun 2021 ke anak perusahaan asuransi jiwa baru yang bernama IFG Life.

Untuk memastikan Jiwasraya tidak mewariskan kerugian kepada IFG Life setelah transfer portofolio, Jiwasraya akan melaksanakan proses retrukturisasi polis dan penyesuaian nilai pelunasan polis. Pengalihan polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi kepada IFG Life disertai pengalihan asset clean and clear.

Diharapkan proses restrukturisasi ini dapat diselesaikan pada bulan Mei 2021. Setelah pelaksanaan transfer polis, Jiwasraya akan tetap beroperasi untuk menyelesaikan permasalahan aset Non Clean & Clear dan mengelola portofolio pemegang polis yang menolak pemindahan polis.

Dalam kesempatan tersebut DR.Sukriansyah S. Latief, Staf Khusus Wapres juga menyampaikan Jiwasraya hendaknya dapat mengelola ekspektasi nasabah-nasabah dengan baik dengan menyiapkan mitigasi-mitigasi sehingga dapat meminimalisir potensi-potensi ketidakpuasan nasabah yang dapat berujung gugatan hukum.(Jef)

Related For Sukriansyah: Siapkan Mitigasi Meminimalisir Ketidakpuasan Soal Restrukturisasi dan Penyelamatan Polis Jiwasraya