Menu
Angkasa Pura I Berikan Bantuan kepada Korban Banjir Banjar dan Manado - Komitmen KemenkopUKM Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Warteg untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha - Tahun 2021, LPDB-KUMKM Juga Fokus Kembangkan Koperasi Syariah - MESKI PANDEMI, KINERJA 2020 PELINDO 1 TETAP POSITIF - SEMARAK HUT KE-71, BTN GELAR LOMBA KARYA TULIS DAN FOTO JURNALISTIK BTN siapkan hadiah total sebesar Rp171 juta - 2021, LPDB-KUMKM Dampingi Koperasi Potensial Melalui Inkubator Wirausaha - Sriwijaya Air Dampingi Keluarga Penumpang Tabur Bunga di Lokasi Musibah SJ-182 - LPDB-KUMKM Bantu Koperasi Bertahan di Masa Pandemi - MenKopUKM Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM agar Pasar Ekspor Meningkat - KemenKopUKM Fokus Kembangkan Enam Program pada 2021

Tingkatkan Konektivitas Asia dan Eropa Lewat ASEM TMM4

September 14, 2017 | news

JAKARTA:(Globalnews.id)-Asia Europe Meeting Transport Ministers’ Meeting (ASEM TMM) ke-4 akan digelar di Bali pada 26-28 September 2017.  Ada 51 negara Asia dan Eropa dan dua organisasi internasional yang diundang, dimana sampai saat ini sudah 35 negara menyatakan hadir.

Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Perhubungan Agus Prihatin Saptono, di Jakarta Kamis (14/9) mengatakan,  ada 18 negara mengirimkan Menteri Perhubungan/Wakil Menhub-nya hadir, diantaranya dari UK, Rusia, Latvia, Hungaria, Luxemburg dan Polandia (Eropa).

Negara lain yang hadir namun tidak dipimpin Menhubnya adalah Denmark, Bulgaria, Jerman, Spanyol, New Zealand dan Italia. Sedang Menteri Perhubungan dari Asia yang hadir antara lain Malaysia, Filipina, Singapura, Myanmar, Laos, Kabodia, Monglolia, Jepang, China, Korea, India dan Brunei Darussalam (Asia)

ASEM yang dihelat tiga hari itu bertajuk Bridging Asia and Eorope through Integrated Transport Connectivity and Synergized Regional Strategic Plan atau ‘Menjembatani Asia dan Eropa Melalui Konektivitas Transportasi Terpadu dan Rencana Strategis Regional Bersinergi’.

“Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah. Isu yang akan diangkat se-Asia Eropa. Di sini kita mencoba membahas suatu isu yang menjadi kepentingan Asia-Eropa, bagaimana satu visi dari pada pemimpin Asia dan Eropa terkonektivitas di semua dimensi,” kata Agus

Selain itu, ASEM sebagai platform strategis untuk meningkatkan kerja sama Asia dan Eropa memberi partisipasi dari swasta dan mewujudkan transportasi berkelanjutan dengan tujuan pembangunan.

“Jadi ini berkelanjutan, negara-negara bersatu untuk mendorong kerja sama yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan, yang dihadapi oleh negara-negara dan wilayah-daratan yang terkurung daratan, kepulauan, dan wilayah geografis, termasuk daerah terpencil dan luar, untuk membangun sinergi,” jelasnya.

Menurut Agus, ASEM belum mempunyai negara untuk dijadikan sekretariat. Karena itu, ASEM ke-4 ini juga akan membahas tempat kesekretariatan.

Rencananya, acara ini akan dibuka Presiden Joko Widodo. Pertemuan bilateral Indonesia dengan beberapa negara juga akan dilakukan dalam acara itu.

“ASEM akan dibuka oleh Presiden rencananya. Chairman-nya Bapak Menhub Budi Karya Sumadi. Lalu akan dilakukan bisnis forum juga, pameran transportasi, dan logistik. Kami berharap pertemuan ini lancar, sukses, dan mampu ada kerja sama yang kongkret,” ujarnya.

“Pertemuan bilateral, tentunya kepentingan kedua negara bagaimana kita bisa melakukan kerja sama pembangunan sektor transportasi kedua negara. Ada beberapa negara, yakni RI dengan Filipina, Luksemburg, Korea, Hungaria, Malaysia, Polandia, RRC, India, Jepang, Europe Commissioner for Mobilitas and Transport, serta ASEAN Ministers dengan Europe Commissioner for Mobilitas and Transport,” katanya. (jef)

Related For Tingkatkan Konektivitas Asia dan Eropa Lewat ASEM TMM4