Global News Indonesia
Menu
Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian - Literasi Keuangan & Kampanye AG 2018, BNI Hadiahi 2.000 Taplus Anak - Bank DKI Raih Penghargaan Top Bank Bidang Fintech - Transaksi Non Tunai - Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM - Kemenkop dan UKM Ajak Pensiunan Bantu Program Pengembangan KUMKM - Bintang Puspayoga Buka Pelatihan Klinik Bisnis Pelaku Usaha Kuliner

Tumbuh 10,6 Persen, BNI Syariah Raih Laba Rp 306,68 Miliar di 2017

Februari 27, 2018 | ekbis

JAKARTA:(Globalnews.id)- PT BNI Syariah membukukan laba bersih Rp306,68 miliar sepanjang kinerja 2017. Pencapaian ini meningkat 10,6 persen dibandingkan 2016 yang mencapai Rp277,37 miliar.” Alhamdulillah bisa double digit, di saat bank syariah lain bergulat dan konsolidasi, kita bisa tumbuh 10,6 persen,” kata Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, Selasa 27 Februari 2018.

       Menurut Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, kenaikan laba tersebut disokong oleh tiga faktor: ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal. Aset BNI Syariah tahun 2017 mencapai Rp34,82 triliun atau naik 23%  dari tahun 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19%. 

       Dari sisi bisnis, anak usah Bank BNI ini telah menyalurkan pembiayaan Rp23,60 triliun atau naik 15,14% sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16 persen. Komposisi pembiayaan tahun 2017 disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp12,16 triliun (51,5%), diikuti segmen kecil dan menengah sebesar Rp5,13 triliun (21,7%), segmen komersial Rp4,53 triliun (19,2%), segmen mikro Rp1,40 triliun (5,9%), dan Hasanah Card Rp371,62 miliar (1,7%).

       Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, di mana tahun 2017 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariahr 2,89 persen, di bawah rata-rata industri yang mencapai 4,77 persen.

       Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp29,38 triliun atau naik 21,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8% dengan jumlah nasabah sebesar 2,5 juta. Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai 51,60 persen.

       Kepercayaan atas kinerja BNI Syariah juga diwujudkan oleh BNI Induk yang telah melakukan penambahan modal di tahun 2017 sebesar Rp1 triliun. Suntikan modal tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio permodalan BNI Syariah menjadi 20,14%, menopang pertumbuhan bisnis pembiayaan serta untuk pengembangan infrastruktur IT termasuk digital banking.

       Hal ini sejalan dengan komitmen BNI Syariah untuk terus mengikuti perkembangan era digital yang bergerak dinamis. Berbagai cara terus dikembangkan di antaranya melalui pendekatan social media engagement, aplikasi digital banking (Hasanah Digital Lifestyle, Wakaf Hasanah, Hasanah Personal) dan pemanfaatan produk digital payment BNI Yap (Your All Payment) serta terus melakukan pengembangan produk yakni BNI Griya Swakarya iB Hasanah, Official Card for Halal Tourism bagi pemegang kartu Hasanah Card. (jef)

Related For Tumbuh 10,6 Persen, BNI Syariah Raih Laba Rp 306,68 Miliar di 2017