Menu
Pengguna Jasa Ferry Tujuan Jawa dari Sumatera dan Bali Wajib Bawa Surat Hasil Negatif Covid-19 - KemenkopUKM Dorong Kemitraan Koperasi Dengan Pertamina di Pertashop - Sesmenkop UKM Bersama Deputi UKM Menyiapkan Rumah Produksi Bersama Olahan Nanas di Kab Subang - Bank DKI Sediakan Fitur Scan To Pay Permudah Masyarakat Bayar Zakat, Infaq, dan Sedekah - KemenkopUKM Siap Dirikan Rumah Produksi Bersama Kluster Bawang Merah di Brebes - Praperadilankan KPK, Eks Bupati Talaud Tuding KPK Langgar HAM - MenkopUKM: Belanja Melalui LPSE LKPP Dapat Cegah Praktik Korupsi - Penuhi Kebutuhan Lebaran, BNI Siapkan Uang Tunai Rp 12,9 Triliun per Minggu - Transaksi Digital BNI Alami Kenaikan Signifikan - Inilah Rangkaian Promo Berkah Ramadan dari BNI

Tumbuh 58,1 Persen, BNI Syariah Raih Laba Rp 214 Miliar di Kuartal 1 2020

Mei 28, 2020 | ekbis

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp214 miliar pada kuartal I/2020, atau tumbuh 58,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menyampaikan secara rasio keuangan, return of assets dan return of equity meningkat signifikan, masing-masingnya menjadi 17,95% dan 2,24%.

Di samping itu, perseroan juga berhasil menjaga efiensi, baik dari biaya dana dan operasional, tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang menurun dari 82,96% pada kuartal I/2020 menjadi 76,53% pada kuartal I/2020.

“Strategi ini sangat membuahkan hasil, terutama dari sisi biaya dana (cost of fund). Dana murah di BNI Syariah naik terus menjadi 64,96%, ini yang menekan CoF, jadi dari sisi yield bisa lebih baik,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (28/5/2020).

Sejalan dengan pertumbuhan profit, BNI Syariah mencatat pertumbuhan aset sebesar 16,2% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp44 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp51,12 triliun pada 2020.

Dana pihak ketiga (DPK) menjadi kontributor pertumbuhan tersebut, yaitu meningkat 16,6% yoy menjadi Rp44,85 triliun.

Sementara, pembiayaan perseroan mengalami pertumbuhan 9,8% yoy, dari Rp29,44 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp32,32 triliun pada kuartal I/2020.

Pembiayaan perseroan masih didominasi oleh  segmen konsumer, yaitu sebesar 48,6% dari total portofolio pembiayaan BNI Syariah.“Dampak dari pandemi Covid-19 belum begitu terasa di awal tahun, tapi di kuartal selanjutnya akan terasa. Namun harapannya bisa diminimalisir,” tutur Firman.

Firman mengatakan, yang menjadi tantangan perseroan saat ini adalah dari sisi rasio dana terhadap pembiayaan (financing to deposit ratio/FDR). Saat ini, perseroan tengah fokus pada konsolidasi aset, yang mana ekspansi pembiayaan akan dilakukan secara pruden dan lebih selektif.

Pasalnya, pembiayaan bermasalah pada kuartal pertama tahun ini juga mengalami peningkatan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BNI Syariah secara gross tercatat meningkat dari 2,9% pada kuartal I/2019 menjadi 3,8% pada kuartal I/2020).

“Kami tidak berani terlalu agresif karena kondisi ekonomi tidak memungkinkan. Di situasi sulit seperti ini ada peningkatan NPF, tapi kami berusaha semaksimal mungkin memanage NPF ini,” pungkasnya. (jef)

Related For Tumbuh 58,1 Persen, BNI Syariah Raih Laba Rp 214 Miliar di Kuartal 1 2020