Global News Indonesia
Menu
Lanjutan Gerakan Kawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019, BNI Garap Deli Serdang - Hari Ibu dan HUT DWP Momentum Kebangkitan Perempuan Indonesia - Bluebird Jalin Kerja Sama dengan UNICEF untuk Pendidikan Anak Indonesia - Penerapan Cukai Plastik Diragukan Bisa Mengubah Perilaku Masyarakat - Bank DKI - Taspen Dukung Layanan Keuangan bagi Pensiunan - Peresmian Kampung Nelayan Teknologi Warnai Baksos Dharma Pertiwi - Milenial BUMN Diajak Peduli Petani, Gerakan Kawal Masa Tanam Sentuh Banyumas - KSP Harus Terapkan Tata Kelola Keuangan Yang Bertanggung Jawab - Sambut Nataru, Lima Proyek di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan 2 Minggu - Mulai di Malang, KUR BNI Wujudkan Drying Center Petani

UKM ASEAN-Korea Sepakat Dirikan Pusat Human Entrepreneur 

Desember 6, 2017 | koperasi dan ukm
JAKARTA: (Globalnewsid.id)- ASEAN dan Korea, sepakat untuk melakukan pengembangan pusat Human Entrepreneurship, bisnis yang memberikan manfaat pada manusia dan lingkungan sekitar.
          “Pengembangan Human Entrepreneur ini untuk mencari  masukan bagaimana perkembangan UKM dan kewirausahaan di negara  -negara ASEAN dan Korea, dan apa yang bisa diterapkan di negara masing-masing,”kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, I Wayan Dipta, di sela ASEAN-Korea Business Meeting 2017, di Jakarta, Selasa (5/12).
           Menurut Wayan, meski rasio kewirausahaan Indonesia sudah mencapai 3,1 persen, namun  masih harus mengejar ketertinggalannya, misalnya dibanding Malaysia yang 5,2 persen maupun Singapura yang 7 persen.
         “Korea menjadi best practice bagaimana mengembangkan kewirausahaan, banyak start up yang muncul dan berkembang dengan bagus di sana,” katanya.
Tumbuhkan Semangat
          Sementara itu Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya mengatakan, dengan adanya Human Entrepreneurship ini diharapkan memicu semangat nkewirausahaan di Indonesia.
        “Kami berharap upaya ini semakin memicu dan menumbuhkan semangat kewirausahaan Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa kita serius dalam hal itu,” katanya.
          Hermawan yang juga president ICSB itu  mengatakan, Indonesia secara aktif untuk terus terlibat dalam pengembangan Human Entrepreneurship bersama negara-negara anggota International Council for Small Business (ICSB).
         Menurut dia, dengan rutin ikut berpartisipasi dalam pengembangan Human Entrepreneurship akan semakin menunjukan,  pemerintah Indonesia serius dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi yang memiliki dampak sosial.
          Human Entrepreneurship merupakan sebuah konsep (kewirausahaan yang dikembangkan oleh Prof Ki-Chan Kim dari Korea, bersama Tim Indonesia yang diketuai DR Jacky Mussry, Dean MarkPlus Institute.
         Prof Kim membagi definisi kewirausahaan ke dalam tiga kategori yakni pertama, Entrepreneurship 1.0, yaitu pengusaha yang bekerja untuk dirinya sendiri demi mencari nafkah pribadi.
         Kedua, Entrepreneurship 2.0, adalah pengusaha yang bekerja untuk sebuah organisasi. Dan Ketiga, Entrepreneurship 3.0 yang bekerja untuk masyarakat dan kemanusiaan.
          Sedangkan Hermawan berpendapat entrepreneur tradisional itu terdiri dari tiga bagian yakni pertama, Entrepreneur 1.0 tentang “product centric”.
         Kedua, Entrepreneur 2.0, adalah “customer centric”. Sedangkan “Human Entrepreneurship” adalah bagian dari “Sociotechnopreneurship”, masuk dalam bagian 3.0 dan “human centric”.(fan)

Related For UKM ASEAN-Korea Sepakat Dirikan Pusat Human Entrepreneur