Menu
Gubernur Lampung Apresiasi Kesiapan Layanan Pelabuhan Bakauheni Hadapi Masa Angkutan Lebaran - KemenkopUKM Menggapai Berkah Ramadan di Masa Pandemi Dengan Berbagi - KemenkopUKM Pastikan Pemerintah All Out Bantu Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi - Berkah Ramadan Bersama LPDB-KUMKM,Upaya Mendukung Ekonomi Nasional Melalui UMKM - DPP ORGANDA: Pemasangan Stiker Merupakan Langkah Solutif Dan Terukur DITJEN HUBDAT - Pemerintah Daerah Diminta Fokus Kawal Transformasi Pelaku UMKM Informal ke Formal - MenkopUKM Sebut Wirausaha Jadi Pilihan Strategis Milenial - DPP ORGANDA APRESIASI LANGKAH KEPOLISIAN TANGKAP TRAVEL ILEGAL - Produk Pakan Ternak Milik Koperasi Mampu Ekspor ke Brunei Darussalam - OJK: Meski Nilai Restrukturisasi Kredit Besar Namun Sektor Usaha Mulai Membaik dan Dampaknya ke Perbankan Berkurang

Usaha Mikro di Tabanan Kembali Menggeliat Berkat Sentuhan Banpres Produktif

Desember 5, 2020 | koperasi dan ukm

Tabanan:(Globalnews.id) – Dampak pandemi Covid-19 memang teramat dahsyat dirasakan hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia. Tak terkecuali, bagi Kabupaten Tabanan, Bali. Bahkan, dengan ditutupnya jalur pariwisata Bali membuat para pelaku usaha disana kesulitan berkembang.

“Bisa dibayangkan beban berat yang kita rasakan di Bali. Terlebih lagi, kehidupan UMKM kita amat bergantung kepada kehadiran para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ungkap Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, I Wayan Murda, beberapa waktu lalu.

Banyak pelaku usaha di Tabanan tiarap tanpa melakukan kegiatan usaha apa pun. “Karena, hampir semua pasar yang ada di Tabanan tutup,” keluh Wayan Murda.

Namun, aku Wayan Murda, ketika Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) cair, seiring mulai dibukanya kegiatan ekonomi, para pelaku UMKM yang tadinya babak belur kembali menggeliat.

“Oleh karena itu, saya berharap program Banpres Produktif bisa terus dilanjutkan. Dimana yang belum tercover pada tahun ini, akan dapat pada tahun depan,” kata Wayan Murda.

Salah satu pelaku usaha di Tabanan yang terdampak pandemi dan merasakan manfaat Banpres Produktif adalah I Gusti Nyoman Yagnye. Dia melakoni usaha sebagai penjual sembako dan menerima pesanan babi guling.

Sebelum pandemi, kata Nyoman, setiap bulan mendapat orderan tak kurang dari lima ekor babi. Sementara pendapatannya dari jualan di warung sembako berkisar antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu sehati.

“Sekarang ini, penjualan sangat merosot sepi, sedangkan orderan babi guling kurang lebih hanya satu sampai dua ekor,” ucap Wayan, seraya menyebutkan bahwa dari penjualan sembako hanya dapat Rp100 sampai Rp150 ribu perhari. Bahkan, terkadang tidak dapat penghasilan sama sekali.

Wayan beruntung, di tengah kesulitan tersebut, dirinya mendapat Banpres Produktif sebesar Rp2,4 juta. “Saya diberitahu Bank BRI dan langsung saya datang ke BRI pada waktu itu dan langsung cair dananya,” cerita Wayan.

Dana hibah tersebut, Wayan pergunakan untuk membeli barang-barang sembako, seperti, minyak dan tepung. “Selain itu, saya juga beli bibit babi, untuk orderan babi guling,” tukas Wayan.

Wayan pun berterimakasih atas bantuan dari Presiden Jokowi tersebut, serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan dan Bank BRI. “Harapan saya, semoga ke depannya, bantuan seperti ini terus berlanjut dan mudah mendapatkannya. Sehingga, usaha saya bisa lancar kembali,” pungkas Wayan.(Jef)

Related For Usaha Mikro di Tabanan Kembali Menggeliat Berkat Sentuhan Banpres Produktif