Menu
Miliki Varian Beragam dengan Harga Terjangkau, Daging Merah Australia Sasar Pasar Menengah keatas - KemenKopUKM Siap Bawa Galendo, Makanan Khas Ciamis Perluas Pasar Hingga Mancanegara - Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Vokasional Usaha Mikro di Sektor Perikanan dan Peternakan - UNAIDS Dukung Kelompok Marjinal Indonesia Bangkit dari Dampak Pandemi - Gelar Sosialisasi PP No. 7 Tahun 2021, KemenKopUKM Ajak Pelaku UKM dan Koperasi di Ciamis Berdaya Saing - KemenKopUKM dan Komisi VI DPR RI Sinergi Gelar Temu Bisnis Pedagang Pasar Kabupaten Sukoharjo - Kominfo dan MUI Ajak Masyarakat Papua Bangkit dari Pandemi - Karpet Merah bagi Pelaku UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang Jasa Pemerintah - Menko Perekonomian Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Lombok Jelang Perhelatan WSBK 2021 - Lewat Kelas Mengajar Online Sesi III, Kemkominfo dan Kemendikbud Ristek Ajak Pendidik Menjadi Content Creator

Webinar Balitbanghub Bersama UGM dan ITS, Dirjen Hubdar Budi Ungkap Ada Tiga Paradigma Baru dalam Bertransportasi

September 19, 2020 | news

Jakarta(Globalnews.id)- Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) bersama UGM dan ITS menggelar Webinar “Kebijakan Pengendalian dan Ketahanan Bisnis Angkutan Jalan dan Perkeretaapian di Masa Pandemi”, Jumat (18/9/2020).

Diawali pembukaan Webinar dilakukan Kepala Badan Litbanghub Umiyatun Hayati Triastuti setelah laporan kegiatan oleh Kepala Pusat Litbang Darat dan Perkeretaapian Cucu Mulyana.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi sebagai keynote speaker membeberkan Paradigma Baru dalam bertransportasi jalan di masa pandemi Covid-19.

“Ada tiga paradigma baru dalam bertransportasi sehingga total menjadi tujuh yang harus diperhatikan,” tutur Dirjen Budi.

Tiga paradigma itu yakni sehat, bersih, humanis yang diterapkan sejak pandemi Covid-19. Dengan begitu menjadi tujuh dengan aman, selamat, tertib, dan lancar.

Kata dia ada hasil temuan dengan penerapan di masa adaptasi baru dalam bertransportasi ini yakni pertama korelasi interaksi pergerakan dengan episentrum dan penyebaran Covid-19.

“Secara umum terdapat hubungan antara episentrum dengan pergerakan untuk wilayah dalam kota tidak terlalu signifikan. Artinya ada faktor lain lain yang memengaruhi pergerakan,” ujarnya.

Selanjutnya terdapat temuan II yakni korelasi aktivitas dan penyebaran Covid-19 secara umum terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas di pusat keramaian terhadap penyebaran Covid-19 diantaranya pada pusat retail, taman, dan rekreasi.

Dirjen Budi menyampaikan, dalam menyesuaikan dengan pandemi ini, perubahan paradigma yang ada dengan mengedepankan aspek kesehatan sebagai unsur yang harus dipenuhi dalam mewujudkan pelayanan transportasi selain aman, selamat, tertib, dan lancar.

“Dengan menggunakan masker, hand sanitizer, melakukan pembatasan operasi dan penyesuaian load factor angkutan,” ungkapnya.

Selain itu juga perubahan pola pelayanan sektor transportasi darat mulai dari sarana, prasarana, lalu lintas dan angkutan).

Terakhir percepatan penerapaj IT dalam pelayanan sektor transportasi darat seperti perizinan online, e-ticketing, dan lain sebagainya.

“SOP perjalanan menggunakan kendaraan umum juga diatur pada masa adaptasi baru,” pungkasnya. (jef)

Related For Webinar Balitbanghub Bersama UGM dan ITS, Dirjen Hubdar Budi Ungkap Ada Tiga Paradigma Baru dalam Bertransportasi