Merdeka Punya Rumah Bersama KPR BTN Bebas Edisi Kemerdekaan

Jakarta:(Globalnews.id)- Aneka ragam cara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, mulai dari upacara bendera malam renungan, hingga perlombaan rakyat yang menghibur, seperti balap karung atau panjat pinang. Namun, berbeda dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Bank fokus pada properti ini memilih untuk “memerdekakan” masyarakat dalam melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi transaksi hunian impian. Adalah Program KPR BTN Bebas Edisi HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Senior Vice President Nonsubsidize Mortgage and Personal Lending Bank BTN Iriska Dewayani mengungkapkan, dengan KPR BTN Bebas Edisi Kemerdekaan, masyarakat benar-benar “merdeka” dari biaya-biaya saat pengajuan kredit, seperti administrasi, appraisal, dan BPHTB. “Masyarakat cukup membayar down payment (DP) sudah bisa punya rumah impian yang selama ini diidam-idamkan,” ungkapnya, Selasa (16/8/2022).

Selain itu, lanjut dia, suku bunga KPR yang ditawarkan juga cukup ringan, mulai dari 2,22% fixed selama setahun, dengan jangka waktu kredit hingga 30 tahun seta angsuran berjenjang. Sehingga, masyarakat yang bertransaksi rumah dengan skema KPR dipastikan lebih mudah tanpa beban biaya tambahan.

“Dengan begitu, masyarakat benar-benar merasakan “kemerdekaan” dalam memiliki hunian impian,” cetus Riska, sapaan akrabnya.

Berdasarkan survei dari IPEX Loyalty Members (ILM) kepada 3.600 calon pembeli bahwa sebanyak 80% adalah milenial dan hampir 90% adalah calon pembeli rumah pertama yang tersebar baik di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek. Untuk itu, BTN sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan tentu akan memaksimalkan potensi yang ada. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan pembiayaan perumahan yang layak kepada seluruh masyarakat, termasuk melalui subsidi maupun non subsidi.

Perumahan begi milenial mengedepankan konsep transit oriented development (TOD) yang telah dimulai sejak 2021. Adapun kriteria model perumahan tersebut meliputi, pembangunan bersifat mix concept, high density occupancy, rumah terjangkau dalam area bisnis, kawasan bisnis terjangkau, jalan setapak dan alur bersepeda, fasilitas publik, tempat parkir minim, ketersediaan bus/LTR/kereta, dan green building.

Riska optimis pasar properti segera bangkit, setelah dua tahun mengalami pasang surut akibat Pandemi Covid-19. Pasca pelonggaran aturan social distancing oleh pemerintah, perlahan namun pasti kepercayaan masyarakat untuk membeli hunian mulai tumbuh. Terbukti, transaksi properti pada ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) bulan Mei lalu meningkat signifikan, bahkan jauh melampaui angka target yang ditentukan Bank BTN.

“Lantaran itu, kami kembali menggelar IPEX tanggal 13 – 21 Agustus 2022 di JCC Senayan, Jakarta. Saat pembukaan, akhir pekan lalu, disambut antusias oleh masyarakat. Di hari pertama, pengunjung membludak. Melihat respons yang cukup tinggi tersebut, kami yakin transaksi pengajuan kredit bisa mencapai Rp 2,5 triliun hingga akhir pameran,” pungkas Riska. (Jef)

Bank Berkapasitas Global Asal Nusantara, Ini Strategi BNI

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi nasabah dalam meningkatkan kapasitas bisnis hingga ke luar negeri. Peningkatan kapabilitas internal hingga penawaran solusi perbankan yang komprehensif menjadi strategi BNI untuk dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank berkapasitas global asal Nusantara.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menyampaikan BNI memiliki DNA sebagai corporate banking yang aktif mendukung ekspansi nasabah korporasi hingga ke kancah dunia, maka Perseroan sejauh ini telah memiliki jaringan kantor di luar negeri hingga 8 jaringan kantor antara lain di Singapura, Hong Kong, Tokyo, Seoul, London, New York, dan sub branch Osaka serta representative office di Amsterdam.

“Tentunya kemampuan jaringan ini akan terus kami perkuat. Dengan kapasitas saat ini kami berharap dapat lebih baik dalam menyediakan layanan yang mampu menjawab kebutuhan bisnis nasabah korporasi yang semakin kompleks” katanya.

Silvano menekankan BNI tidak berpuas diri dengan sekadar menawarkan solusi konvensional. solusi yang lebih kompleks dapat diberikan dengan kapabilitas investment banking yang terus ditingkatkan, antara lain melalui pendirian operasional BNI sekuritas di Singapura serta bergabungnya talent-talent global yang menjadi specialist di bisnis sindikasi dan investment, di cabang-cabang luar negeri BNI.

Strategic value yang juga ditawarkan oleh jaringan global BNI adalah akses pendanaan dari capital market global yang efisien, serta fasilitas pembiayaan valas yang kompetitif untuk mendukung ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri, dan operasional bisnis Indonesia-related company di luar negeri melalui solusi komprehensif.

“Tentunya produk yang BNI miliki juga sangat variative dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah seperti payment dan collection, supply chain financing, trade finance, garansi bank, dan remittance. Itu semua juga dapat diakses dengan platform digital BNIDirect bagi nasabah korporasi beserta value chain-nya sehingga nasabah memperoleh economies of scale yang menguntungkan bagi usahanya,” katanya.

Dalam rangka mendukung setiap nasabah kami untuk Go Global, Silvano melanjukan, BNI pun ikut proaktif mendukung upaya pemasaran dan pengembangan bisnis nasabah di pasar internasional, dengan memfasilItasi Foreign Direct Investment perusahaan multinasional di Indonesia. Bahkan, BNI sering melibatkan jaringan global untuk melakukan business matching antara nasabah dalam negeri dengan beberapa potential buyer dan supplier dari luar negeri.

“Tentunya dari strategi ini kami berharap dapat mencetak pendapatan lebih kuat. Kami berharap posisi kami sebagai bank kebanggan nasional yang berkapasitas global bisa semakin kuat dalam 5-10 tahun mendatang dengan terbangunnya international client-based yang solid,” pungkasnya.(Jef)

Perkuat Keamanan Siber, KemenKopUKM Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber

Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM membentuk Tim Tanggap Insiden Siber bernama Computer Security Incident Response Team (CSIRT-KEMENKOPUKM) untuk memperkuat keamanan informasi siber dan mengantisipasi berbagai macam ancaman siber.

“Sebagai salah satu upaya dan antisipasi dari dampak perkembangan teknologi saat ini, keamanan informasi siber merupakan salah satu unsur utama dan fondasi dalam menjaga keamanan dan keterhubungan seluruh sistem digital”, kata Staff Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga KemenKopUKM Luhur Pradjarto saat melaunching CSIRT-KEMENKOPUKM di Jakarta, Selasa (16/8).

Luhur menyampaikan saat ini KemenKopUKM memiliki lebih dari 40 sistem aplikasi yang berjalan dan akan terus bertambah. Sehingga pembentukan CSIRT-KEMENKOPUKM diharapkan mampu menjaga keamanan dan keberlangsungan sistem aplikasi tersebut dari berbagai bentuk ancaman siber.

“Semua jajaran di lingkup Kementerian Koperasi dan UKM harus peduli dan sadar terhadap keamanan siber, agar digitalisasi dalam mewujudkan good governance dan layanan publik agar dapat berhasil serta mampu memberikan kepuasan kepada para seluruh pemangku kepentingan,” kata Luhur.

Luhur juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atas dipercayanya KemenKopUKM sebagai salah satu instansi pilihan dalam pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber Tahun 2022.

“Saya berharap koordinasi aktif antara BSSN dan KemenKopUKM dapat terus terjalin untuk pendampingan dan penyelesaian insiden-insiden siber yang terjadi, sehingga ancaman siber dapat ditanggulangi dengan cepat dan tepat,” kata Luhur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BSSN yang diwakili oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Mayjen TNI (Mar) Marcos menyampaikan apresiasi kepada KemenKopUKM atas dilaunchingnya CSIRT-KEMENKOPUKM sebagai CSIRT Organisasi.

“Saya berharap CSIRT-KEMENKOPUKM dapat berkolaborasi dengan seluruh stakeholder terutama dalam penanggulangan dan pemulihan insiden siber, sehingga Indonesia dapat memiliki visibilitas yang menyeluruh terhadap aset siber untuk aksi respons dan pemulihan yang cepat,”kata Marcos.

Marcos juga berpendapat bahwa seluruh server dan sistem elektronik KemenKopUKM perlu perlindungan dari aktivitas berbahaya melalui upaya preventif dan represif, salah satunya dengan pembentukan CSIRT-KEMENKOPUKM.

Lebih lanjut, Kepala Biro Komunikasi dan Teknologi Informasi KemenKopUKM Budi Mustopo dalam laporannya juga menyampaikan CSIRT-KEMENKOPUKM akan bertugas menjaga dan mengantisipasi adanya insiden atau serangan siber di Kementerian Koperasi dan UKM, serta berkoordinasi dengan BSSN atau instansi lain.

“Rangkaian proses telah dilakukan dalam rangka membentuk CSIRT-KEMENKOPUKM, mulai dari konsultasi dan pendampingan dari tim BSSN, pemenuhan dokumen pendukung, sampai kegiatan launching pada hari ini,” kata Budi.

Anggota dari CSIRT-KEMENKOPUKM sendiri telah melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan KemenKopUKM sebagai penerima dan pengguna layanan TIK dengan mengoptimalkan SDM Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM.(Jef)

Kolaborasi LPDB-KUMKM dan Medco Group Perkuat Ekonomi dan Bisnis Pesantren

Perkuatan ekonomi pondok pesantren terus ditingkatkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) melalui kolaborasi program dengan berbagai pihak.

Seperti di Jawa Barat, LPDB-KUMKM berkolaborasi dengan Medco Group, Bahana Grup, dan juga Himpunan Bisnis Pesantren (Hebitren) dalam mendukung ekosistem bisnis Pondok Pesantren melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, pengembangan ekosistem bisnis Kopontren Al-Ittifaq yang berbasis sektor pertanian mulai dari produk hortikultura hingga sayur mayur merupakan ide gagasan bersama para tokoh-tokoh yang sangat memperhatikan ekonomi masyarakat melalui pondok pesantren.

Antara lain, Almarhum Arifin Panigoro dari Medco Group, Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin saat masih menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan juga Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat masih menjabat Kepala Staf Kepresidenen (KSP), dan juga Menteri BUMN Erick Thohir.

“Kolaborasi yang baik ini terus dikembangkan oleh Pak Menteri Teten Masduki melalui LPDB-KUMKM, dan ini adalah ide bersama dengan Alm. Arifin Panigoro, dengan maksud ingin mengangkat ekonomi para santri melalui pesantren,” ujar Supomo di Jakarta.

Supomo menambahkan, perkuatan ekosistem bisnis melalui Kopontren Al-Ittifaq dengan LPDB-KUMKM semakin ditingkatkan dengan penandatangan nota kesepahaman antara PUM Netherlands Senior Experts yang merupakan salah satu lembaga non pemerintah dari Belanda yang konsen terhadap pengembangan UMKM dan kewirausahaan di berbagai negara termasuk Indonesia.

“Bahkan kemarin Pak MenKopUKM Teten Masduki beriniasi agar Kementerian Koperasi dan UKM melakukan kerja sama pengembangan Koperasi dan UKM di Indonesia melalui Pemerintah Belanda dan PUM agar lebih serius lagi untuk menduplikasi model bisnis ini ke pesantren pesantren-pesantren lain,” tambah Supomo.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Medco Energi Internasional Yani Panigoro mengungkapkan, Medco Group telah lama mendampingi Kopontren Al-Ittifaq melalui PT Sarana Jabar Ventura yang dibina langsung oleh Alm. Arifin Panigoro.

“Kami memang dari awal ini dengan Pesantren Al-ittifaq melalui Sarana Jabar Ventura yang dibina langsung oleh Alm. Bapak Arifin Panigoro, setelah Kopontren Al-Ittifaq ini menghasilkan banyak komoditi sayur dan buah kemudian selanjutnya dibina oleh LPDB-KUMKM agar semakin berkembang,” ujar Yani.

*Duplikasi Model Bisnis Kopontren Al-Ittifaq*

Supomo menambahkan, dengan keberhasilan menjalankan model bisnis melalui Kopontren dengan kolaborasi berbagai pihak, maka kini LPDB-KUMKM tengah mendorong adanya duplikasi ekosistem bisnis ini dengan pesantren-pesantren lainnya di Indonesia.

Kopontren Al-Ittifaq sendiri berdiri sejak 1977 merupakan contoh koperasi di sektor riil, yaitu sektor agrobisnis dengan komoditas utama sayur-sayuran.

Kopontren ini tidak hanya menjadi aggregator produk pertanian, tetapi juga menjadi off-taker dan perluasan akses pasar produk pertanian.

Kopontren Al-Ittifaq sendiri merupakan mitra LPDB-KUMKM dan menerima pembiayaan dari dana bergulir sebesar Rp6,3 miliar pada 2020.

Saat ini, Kopontren Al-Ittifaq telah mendapatkan persetujuan penambahan fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp12 miliar.

“Ini akan kami diduplikasi, karena permintaan market terhadap produk hotrikultura terus meningkat, seperti di Kopontren Al-Ittifaq ini baru mampu memenuhi 40 persen kebutuhan pasar akan produk hortikultura melalui modern market Superindo,” kata Supomo.

Menurutnya, ke depan pengembangan dan duplikasi model bisnis ini tidak bisa dilakukan oleh Kopontren Al-Ittifaq sendiri, tetapi perlu kolaborasi dengan semua pihak mulai dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM sebagai dukungan pembiayaan, kemudian PUM Netherland Experts sebagai dukungan teknis budidaya dan pasca panen, dan juga Medco Group, hingga Himpunan Bisnis Pesantren (Hebitren).

“Ini tidak mungkin dilakukan oleh Al-Ittifaq sendiri tetapi harus kolaborasi bersama-sama dengan pesantren-pesantren lain, untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pesantren, jadi bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga wilayah lain, dan dengan komoditas-komoditas unggul lainnya bukan hanya sayur dan buah,” papar Supomo.(Jef)

KemenKopUKM Gandeng Peritel Global Perluas Pasar Ekspor UKM

Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama bekerja sama dengan peritel global dari luar maupun dalam negeri untuk sebagai agregator, eksportir, sekaligus lembaga riset bagi produk-produk UKM lokal agar mampu menembus pasar ekspor.

Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman mengungkapkan, rangking ekspor Indonesia di ASEAN berada di posisi ke-5. Sementara kontribusi UKM terhadap ekspor nasional tahun 2020 sebesar 15,69 persen. Di ASEAN, porsi ekspor UKM Indonesia mencapai 15,8 persen. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 19 persen, Vietnam 20 persen, Filipina 20 persen, Sri Langka 20 persen, dan Thailand sebesar 29,5 persen.

“UKM menjadi salah satu sektor yang turut serta berkontribusi pada peningkatan kinerja ekspor Indonesia. KemenKopUKM terus mendorong pelaku UKM untuk bisa menembus pasar ekspor,” ucap Hanung dalam acara diskusi Indonesia Retail Summit 2022 bertajuk ‘Peningkatan Kolaborasi UKM dengan Retail Luar Negeri Untuk Produk-produk Baru’ di Sarinah, Jakarta, Senin (15/8).

Ia melanjutkan, beberapa strategi pun dilakukan dalam meningkatkan kontribusi ekspor UKM ini. Di antaranya, KemenKopUKM aktif melakukan identifikasi dan pemetaan potensi produk dan potensi pasar luar negeri.

Kemudian pihaknya juga memfasilitasi akses pembiayaan dan investasi bagi UKM ekspor melalui Lembaga pembiayaan Perbankan maupun Non Perbankan (Fintech, Peer to Peer Lending, dan SKOPI). Selanjutnya, perluasan pasar produk UKM ekspor bekerja sama dengan aggregator, eksportir, distributor, agen, maupun melalui fasilitasi pameran dalam dan luar negeri.

“Kami juga mendorong digitalisasi produk UKM ekspor baik dengan menggunakan website sendiri atau melalui online marketplace seperti Alibaba, dBay, Amazon, Etsy, Rakuten, dan lainnya,” ucap Hanung.

Terakhir, KemenKopUKM melakukan peningkatan kapasitas SDM dan produk UKM melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, capacity building, dan fasilitasi standarisasi sertifikasi. “Dengan strategi ini, kami optimistis target kontribusi ekspor UKM Indonesia tercapai secara bertahap yakni di 2022 sebesar 15,8 persen, tahun 2023 sebesar 16,4 persen, dan di tahun 2021 sebesar 17,0 persen,” ucapnya.

Selanjutnya sebagai upaya nyata dukungan KemenKopUKM mendorong kontribusi ekspor UKM, sepanjang 2021 pihaknya menggandeng berbagai perusahaan ritel besar mancanegara. Pada September 2021, KemenKopUKM memfasilitasi perjanjian kerja sama antara IKEA dengan PT Rumah Mebel Nusantara. Di mana hingga Juli 2022, sebanyak 40 UKM telah masuk dalam jaringan IKEA yang ada di Jakarta, Tangerang, dan Bali.

“Nanti juga akan dilakukan pembahasan menggunakan kerja sama dengan IKEA untuk memenuhi supply di luar negeri. Kerja sama ini sangat menguntungkan tak hanya bagi IKEA tapi juga UKM, mengingat pada 2021 pendapatan IKEA mencapai 42 miliar Euro di mana 70,7 persen penjualan terjadi di Eropa, 18 persen di Amerika, dan 11,3 persen di Asia, termasuk Indonesia,” kata Hanung.

Kemudian kolaborasi antara KemenKopUKM dengan PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo) pada 28 September 2021 tercatat sampai Juli 2022 sebanyak 196 UKM telah masuk dalam jaringan Uniqlo yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, dan NTB.

Lalu bersama Lulu grup yang merupakan jaringan ritel terbesar di Kawasan GCC dan Asia yang menguasai 32 persen pasar ritel, KemenKopUKM mendorong UKM masuk dalam Lulu Group Riteil. “Setelah ini, akan dilakukan buyer session dengan pihak Lulu, untuk mempertemukan UKM dengan buyer (Lulu),” katanya.

Tak berhenti di situ, KemenKopUKM lanjut Hanung, turut melakukan pengembangan kawasan dan rantai pasok seperti PLUT sebagai pusat layanan pendampingan ekspor, insentif pengembangan usaha antara mitra usaha besar dengan UKM, serta korporatisasi petani.

Pihaknya juga melakukan peningkatan layanan dengan mempermudah pengurusan izin serta perolehan sertifikasi mulai dari ISO, HACCP, FSSC, BRC, Organic, dan lainnya. Ditambah ada upaya pemetaan buyer potensial sebagai bantuan kepastian akses pasar, dengan kolaborasi bersama ITPC, KBRI, Atase Dagang, dan SIPPO.

“Upaya kami untuk bagaimana membangun kerja sama dengan agregator dan buyer representatif untuk mendapatkan info buyer. Selain itu kami punya program logistik dengan kargo terjadwal, jika mengirim barang kecil, UKM sendiri-sendiri itu mahal, dan ini kita integrasikan supaya biayanya lebih murah,” ucap Hanung.

Di tempat yang sama Corporate Affairs Director Uniqlo Irma Yunita menambahkan, dalam mendukung UKM, sebanyak 25 toko dari total 50 toko Uniqlo di Indonesia sudah dibangun instalasi UKM dengan menampilkan produk-produk UKM lokal terpilih yang berasal dari wilayah lokasi toko Uniqlo berada. “Sisanya 25 toko lagi sedang kami kurasi produknya untuk dibangun instalasi UKM,” katanya.

Tak hanya itu, terkait rantai pasok, Uniqlo juga bekerja sama dengan 14 pabrik lokal dalam memproduksi pakaian untuk diekspor. Di mana saat ini produk-produk tersebut telah melakukan ekspor sebanyak 3 kali lipat, sehingga tak heran jumlah ekspor Uniqlo lebih besar mencapai Rp334 juta dibanding dengan impor yang mencapai Rp118 juta hingga pertengahan tahun 2022.

Dewan Penasehat Hippindo Tutum Rahanta berharap ke depan akan lebih banyak lagi pihak swasta seperti Uniqlo yang bisa memberikan fasilitas bagi UKM dalam memperluas aksesnya untuk pasar ekspor. Ia juga meminta, agar aturan Pemerintah yang ada mampu menguatkan produk lokal dalam negeri untuk UKM agar naik kelas.

“Welcome terhadap Uniqlo yang memberikan kesempatan kepada UKM untuk berkembang. Bisa dibilang, selama ini sulitnya produk UKM ekspor karena tak mampu bersaing dengan barang impor. Melalui kerja sama pihak ritel luar negeri, justru akan mendapatkan pengetahuan dalam pemenuhan standarisasi kebutuhan ekspor seperti apa,” ucapnya.(Jef)

MenKopUKM Fokus Modernisasi Koperasi Pangan dan Ajak Perempuan Berkoperasi

Bandung:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyatakan fokus untuk memodernisasi koperasi sektor pangan dan memperbesar pelibatan perempuan dan generasi muda untuk berkoperasi.

MenKopUKM Teten Masduki mengatakan pengembangan koperasi bertujuan untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan dengan salah satu strateginya adalah fokus pada sektor riil, seperti sektor pangan, hingga pelibatan perempuan dan generasi muda untuk berkoperasi.

“Sektor pangan menjadi salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga, pemanfaatan teknologi digital untuk kemandirian pangan Indonesia adalah sebuah keniscayaan,” kata Menteri Teten pada pembukaan acara 2 seminar dengan tema Transformasi Digital Koperasi: Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia, dan Pemberdayaan UMKM Perempuan Melalui Koperasi, yang merupakan bagian dari Road to G20 secara daring di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/8).

Data SUTAS BPS 2018 mencatat dari total 33,487 juta petani Indonesia, sebanyak 85,10 persen di antaranya berusia 35 tahun ke atas, sedangkan yang dapat dikelompokkan sebagai generasi milenial hanya sekitar 14,89 persen.

“Melihat ketimpangan generasi tersebut, saya yakin melalui pemanfaatan teknologi digital yang baik akan mampu meningkatkan partisipasi kalangan muda untuk masuk dan mengelola sektor pangan,” ucap MenKopUKM.

Bagi Menteri Teten, pemanfaatan teknologi digital pada koperasi pangan membuat fungsi koperasi sebagai konsolidator lahan dan petani akan semakin presisi. Akses terhadap sumber pembiayaan juga akan lebih mudah, karena tingkat produktivitas dan tren yang dapat diukur.

“Pada kondisi ini, koperasi dapat berperan sebagai avalis, karena tingkat ‘repayment capacity’ dari masing-masing petani atau nelayan dapat dihitung,” kata MenKopUKM.

Di samping itu, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan dengan presentase sebesar 64,5 persen yang menunjukkan betapa pentingnya menggali potensi dan memberdayakan UMKM perempuan untuk mendukung pemerataan ekonomi.

“Salah satunya dengan mengkonsolidasikan UMKM perempuan dalam wadah koperasi. Sehingga, mereka dapat mengakses beragam fasilitas dan manfaat yang dimiliki oleh koperasi,” kata Menteri Teten.

Menurut Menteri Teten, transformasi digital koperasi dan upaya mendorong UMKM perempuan untuk berkoperasi merupakan sebuah langkah besar untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus menciptakan pemerataan ekonomi masyarakat khususnya perempuan.

“Saya berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mewujudkan kemandirian pangan di tanah air, melalui proses memahami, menggunakan, dan meningkatkan keterampilan digital. Sehingga, manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi menambahkan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi di tengah pandemi saat ini adalah melalui modernisasi koperasi.

“Kami akan melakukan penguatan kelompok tani untuk berkoperasi serta pendampingan koperasi modern,” ucap Zabadi.

Dalam upaya menghadapi tantangan pengembangan koperasi, beberapa strategi yang dilakukan KemenKopUKM. Diantaranya, melalui koperasi berbasis “inclusive closed loop”, fokus koperasi di sektor riil, pembiayaan, amalgamasi yaitu merger sesama koperasi dan merger dengan unit usaha koperasi, serta upaya digitalisasi.

Di era digital ini, kata Zabadi, digitalisasi koperasi dirasakan sangat penting yang menjadi peluang bagi koperasi karena saat ini pasar digital di Indonesia mencapai 44 miliar dolar AS dan pada 2025 diprediksi mencapai 125 miliar dolar AS.

“Jika seluruh koperasi ini onboarding digital atau masuk ke ekosistem digital, dengan anggota yang lebih dari 28 juta, tentu akan menjadi nilai yang luar biasa,” kata Zabadi.

Terkait Koperasi Wanita, Zabadi menilai hal itu merupakan potensi yang cukup besar sekaligus melaksanakan pemberdayaan perempuan. Dimana nantinya koperasi tersebut dapat menjadi wadah bagi perempuan dalam hal pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Juga, menciptakan peluang bagi perempuan untuk membantu diri sendiri dan tidak banyak terhambat ideologi patriarki yang mengutamakan pria, karena dalam koperasi, semua anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama,” kata Zabadi.

Zabadi pun menekankan bahwa koperasi berperan strategis dalam memberdayakan perempuan. Dan dengan koperasi, perempuan dapat membuktikan kompetensi dan kelebihannya, sebagaimana ditunjukkan keberhasilan beberapa koperasi dan UMKM yang dikelola perempuan, tanpa harus mengorbankan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sekaligus Chair of DEWG-G20, Mira Tayyiba, mengatakan bahwa teknologi digital tidak bisa dipisahkan dari seluruh sektor kehidupan saat ini.

Mira menunjuk digitalisasi di sektor pertanian, dimana di level hulu sudah mampu menampilkan “Smart Farming”. Hal itu banyak membantu para petani, salah satunya dapat menentukan waktu panen, yang berujung pada peningkatan produktivitas.

“Di sektor hilir, dengan digitalisasi, para petani memiliki akses pasar yang lebih luas, mempersempit rantai pasok, hingga meningkatkan nilai tawar petani,” kata Mira.

Oleh karena itu, Mira berharap koperasi pada sektor pangan bisa menyesuaikan diri terhadap kemajuan teknologi. “Jadi, transformasi digital perlu terus didorong dari hulu hingga hilir,” ucap Mira.

Untuk itu, Mira mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meningkatkan jaringan internet, hingga menembus wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). “Sudah tercatat ada 77,2 persen penetrasi internet di Indonesia. Dan sudah ada 7.600 titik akses internet gratis, termasuk untuk membantu usaha mikro dan ultra mikro,” katanya.

*Pengusaha Perempuan*

Sementara Chair Women 20 (W20) G20 Hadriani Uli Silalahi mengungkapkan, dari semua UKM di Indonesia, sebanyak 62 persen dimiliki perempuan dalam tingkat mikro. “Ini menjadi jelas bahwa peran perempuan sebagai wirausaha harus diberdayakan,” kata Hadriani.

Namun, kata Hadriani, pengusaha perempuan menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya literasi keuangan, minimnya akses ke sumber pembiayaan/kredit, dan rendahnya akses ke investasi. Wirausaha perempuan juga menghadapi tantangan untuk masuk ke urusan pengadaan publik.

“Karena itu kita sangat mengapresiasi kolaborasi antara W20 sebagai ‘engagement group’ dan Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah, dan perwakilan untuk membuat aksi nyata dalam mendukung pengusaha perempuan agar mencapai praktik bisnis yang lebih inklusif,” ucap Hadriani.

Hadriani berharap ada komitmen lebih yang akan segera dilakukan pemerintah, asosiasi, dan pemilik usaha dalam hal pemberdayaan pengusaha perempuan. “Mari kita sama-sama menempatkan pemulihan sebagai garda terdepan dalam pencapaian upaya G20 menuju kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” ucapnya.(Jef)

MenKopUKM: Indonesia Retail Summit 2022 Dongkrak Daya Beli Masyarakat dan Pulihkan Ekonomi

Jakarta:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyambut baik penyelenggaraan Indonesia Retail Summit 2022 dalam momentum memulihkan industri ritel modern di Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19 sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat atas produk lokal.

MenKopUKM Teten Masduki menyambut baik inisiatif Hippindo tersebut karena diyakini akan mampu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. “Hal itu penting karena struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini digerakkan oleh konsumsi rumah tangga,” kata MenKopUKM Teten Masduki.

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menggelar Indonesia Retail Summit 2022 dan Hari Retail Modern Indonesia 2022 di Sarinah, Jakarta, Senin (15/8).

Agenda juga ini menjadi media penyatuan visi misi para pelaku usaha di sektor ritel dan pusat belanja modern dalam menyepakati upaya dan langkah bersama untuk bangkit dan pulih setelah pandemi.

Melalui agenda tersebut, Menteri Teten optimistis masyarakat akan terpacu untuk kembali berbelanja sehingga diharapkan pada kuartal III 2022, pertumbuhan ekonomi nasional tetap tumbuh tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2022 sebesar 5,44 persen.

“Kami mengapresiasi Hippindo yang menyelenggarakan kegiatan ini karena sangat baik untuk memulihkan industri ritel kita yang selama dua tahun terakhir ini mengalami stagnasi. Kita tahu di kuartal II pertumbuhan ekonomi kita membaik dan 53 persen ditunjang oleh konsumsi rumah tangga. Jadi kita harus bersama menggerakkan konsumsi rumah tangga,” kata Menteri Teten dalam sambutannya pada acara tersebut.

Selain dengan memperbanyak agenda yang bisa menyedot perhatian publik, Menteri Teten juga berharap agar Hippindo turut menggencarkan program diskon nasional. Hal ini dinilai sangat efektif untuk mendongkrak minat belanja masyarakat. Oleh karena itu Hippindo perlu menyediakan ruang tertentu di setiap jaringan ritelnya untuk produk-produk UMKM.

“Tentu kita juga harus mendorong belanja produk buatan dalam negeri terutama brand lokal. Dari pengalaman Sarinah, saya kira pengelola mall swasta juga harus berani menampilkan brand lokal, terbukti Sarinah bisa menarik trafik pengunjung yang luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga memberikan dukungan penuh Indonesia Retail Summit 2022 dan Hari Retail Modern Indonesia 2022. Menurutnya agenda ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemangku kepentingan dan swasta dalam mendorong peningkatan UMKM di Indonesia. Dia berharap Hippindo terus aktif memberikan dukungan terhadap brand-brand lokal khususnya produk UMKM untuk bisa tampil di mall-mall besar di berbagai wilayah di Indonesia.

“Saya titip ke Hippindo jangan hanya kita jadi market tapi bagaimana kita ada kesepakatan nasional seberapa persen brand lokal bisa mendapat tempat di mall di Indonesia, ini mesti saling asuh,” ujar Erick.

Menurut Erick, Hippindo dan asosiasi lainnya juga punya tanggung jawab yang sama untuk mendorong sektor UMKM agar lebih bersaing. Sebab faktanya 97 persen lapangan pekerjaan di Indonesia disediakan oleh sektor ini. Erick juga berharap Hippindo memberikan dukungan pada UMKM agar bisa go internasional sehingga produknya bisa masuk pasar ekspor.

“Ini fondasi bagi kita untuk UMKM, jangan sampai kita dinomerduakan. Tentu ini yang harus jadi diskusi bersama dengan pengusaha ritel tanpa pemaksaaan. Itu tugas kita semua untuk mendampingi dan memberikan UMKM kesempatan yang sama,” kata Erick.

Sementara itu Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah membenarkan bahwa selama pandemi bahkan hingga saat ini bisnis ritel modern di Indonesia terdampak signifikan. Hal itu membuat para peritel mengalami kerugian dan banyak tenaga kerja yang terpaksa harus dirumahkan.

“Tiga tahun ini sektor ritel offline menghadapi tekanan yang berat. Jadi kami berdiskusi dengan semua stakeholder bahwa pandemi tidak boleh ditakuti, jadi kita harus berani dan bangkit kembali,” kata Budihardjo.

Berkat dukungan semua pihak khususnya pemerintah, Hippindo optimistis sektor ritel modern akan kembali bangkit. Dengan melihat tren pengunjung yang berbelanja di Sarinah begitu tinggi di tengah pandemi, Hippindo semakin yakin bahwa sektor perdagangan ini bisa menjadi penyumbang utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami harapkan Indonesia Great Sale bisa ikut mendorong perekonomian. Kita harap ini bisa bangkit lagi sebab ritel ini menjadi lokomotif yang positif, untuk itu ritel harus segera disehatkan kembali,” katanya.(Jef)

Uji Coba Rampung Januari 2023, MenKopUKM Pastikan Minyak Makan Merah Diserap Pasar

Jakarta:(Globalnews.id) – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki memastikan produk minyak makan merah akan diserap oleh pasar setelah proyek uji coba atau piloting project pengembangannya ditargetkan rampung pada Januari 2023.

“Teknologi produksi minyak makan merah ini sudah ada, petaninya sudah mau, pembiayaan pun sudah oke, bisnis modelnya sudah ada. Sekarang ini kepastian pasarnya. Perkembangannya Agustus DED (Detail Engineering Design) selesai, produksi mulai jalan, Januari 2023 kick off,” kata MenKopUKM Teten Masduki.

Dalam upaya mempersiapkan penyerapan oleh pasar agar lebih kuat, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Tentang Kerja Sama Kemitraan Dalam Rangka Inovasi Teknologi Pengolahan Minyak Makan Merah, antara Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Dinas Koperasi dan UKM Sumatra Utara (Diskopsu), Koperasi Produsen Sawit dan Himpunan Peritel, dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Jakarta, Senin (15/8).

Tujuan MoU ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui kemitraan, pemberian pendampingan dan konsultasi kelembagaan, inovasi teknologi dan produk, digitalisasi, kewirausahaan, dan kepastian pemasaran atas hasil produk minyak makan merah ke depan.

MenKopUKM Teten menyatakan, saat ini koperasi sudah mulai memperkenalkan pada perani untuk mengolah kelapa sawitnya yang masih dalam bentuk tandan buah segar (TBS) menjadi produk turunan. Hal ini menjadi solusi bagi para petani sawit agar kesejahteraannya meningkat.

“Sekarang petani sawit senang karena mereka tidak lagi hanya menjual TBS tapi juga punya nilai tambah karena bisa mengolah TBS sawitnya jadi minyak makan merah dan itu bisa didistribusikan ke masyarakat. Ini solusi bagaimana kita menyejahterakan petani sawit,” ucap Menteri Teten.

Menteri Teten juga mengapresiasi komitmen Hippindo yang sudah bersedia membuka ruang bagi para petani sawit untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Hal itu ditandai dengan komitmen anggota jaringan Hippindo yang melakukan kontrak dengan petani sawit untuk menyuplai minyak makan merah.

“Saya mendapat informasi bahwa dari jaringan restoran sudah ada permintaan 200 ton, jadi nggak usah ragu setiap 1.000 hektare sawit kita bisa bangun mini pabrik untuk CPO dan minyak makan merah,” ucapnya.

Menteri Teten menegaskan, pihaknya mencoba mengembangan minyak makan merah bersama koperasi guna mendorong kemandirian pangan, serta agar ada alternatif produk dan solusi bagi keterbatasan bahan baku dan ketidakstabilan harga minyak goreng selama ini.

Di Indonesia, dari 14,59 juta hektare luas perkebunan sawit, 6,04 juta hektare atau 41 persennya dikelola oleh petani swadaya dan dari total produksi sebanyak 44,8 juta ton, 35 persen diantaranya atau 15,68 juta ton adalah hasil dari sawit rakyat, angka ini merupakan potensi yang sangat besar.

“Minyak makan merah sudah dipraktikkan oleh negara lain. Minyak makan merah juga terbukti memiliki kandungan gizi lebih tinggi dari minyak goreng komersil bahkan minyak sawit merah Malaysia,” kata Menteri Teten.

Bahkan sebagai Functional Food, minyak makan merah ini tidak hanya untuk menggoreng, tapi bisa dikonsumsi sebagai minyak makan, suplemen atau emulsi anti-stunting, dan kosmetik alami.

MenKopUKM menegaskan, ekosistem usaha pengembangan minyak makan merah bisa dilakukan koperasi, dengan kerja sama dan kolaborasi multipihak yang meliputi petani swadaya terkonsolidasi dalam wadah koperasi. Di mana koperasi berperan sebagai agregator sekaligus offtaker pertama hasil sawit rakyat (tandan buah segar/TBS) dengan HPP terbaik.

Kemudian pendampingan kelembagaan dan proses bisnis koperasi oleh KemenkopUKM, pembiayaan modal kerja bagi petani sawit anggota koperasi melalui KUR oleh Himbara, pembiayaan modal kerja bagi koperasi untuk membeli TBS dari petani (offtaker pertama) oleh LPDB-KUKM.

“Sementara koperasi yang mengelola pabrik CPO dan pabrik minyak makan merah pembiayaannya akan didukung oleh pembiayaan modal investasi (mesin) oleh BPDPKS dan pembiayan modal kerja bagi koperasi oleh LPDB-KUKM,” katanya.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah menyampaikan, MoU ini meliputi penelitian dan pengkajian isu-isu penting dan strategis tentang pengembangan dan pembangunan industri agro minyak makan merah (suplemen makanan) berbasis kelapa sawit, pengembangan SDM, hingga inovasi terkait teknologi dalam proses produksi, guna menghasilkan minyak makan merah (suplemen makanan) berbasis kelapa sawit yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Selain juga melakukan program dan kegiatan strategis pemasaran, maupun penjualan atas hasil produk minyak makan merah (suplemen makanan) yang akan dilakukan oleh Hippindo,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Dr Edwin Syahputra Lubis merinci, pabrik minyak makan merah terdiri dari 12 komponen mesin dengan kandungan lokal (TKDN) 70 persen, dengan kebutuhan pembiayaan yang murah yaitu Rp8,142 miliar untuk kapasitas 10 ton per hari, sedangkan untuk pabrik CPO membutuhkan biaya Rp15 miliar untuk kapasitas 50 ton perhari (5 ton per jam).

“Diproyeksikan koperasi akan mendapat profit per hari sebesar Rp17.813.000 atau Rp5.343.900.000 per tahun dengan payback periode 4 tahun dan 3 bulan,” katanya.

Untuk itu katanya, harus ada skema pembiayaan terintegrasi yang terbentuk dari kolaborasi antara BPDPKS untuk modal pengadaan mesin, LPDB-KUMKM untuk modal kerja dan pembiayaan KUR (Himbara) bagi modal kerja petani sawit.

Proyek uji coba pengembangan minyak makan merah ditargetkan bisa terealisasi pada Januari 2023. Hasil Ratas (Rapat Terbatas) 18 Juli 2022, Presiden Jokowi telah menginstruksikan untuk membangun tiga lokasi awal sebagai pilot project.

Progres saat ini, penyusunan DED pabrik minyak makan merah oleh PPKS dan pembahasan RSNI khusus minyak makan merah oleh BSN akan selesai pada Agustus 2022.(Jef)

Luar Biasa, BNIDirect catatkan volume Transaksi lebih dari Rp2.500 triliun

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID) — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus berinovasi untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dan menjadi pilihan dalam melakukan transaksi digital di tengah geliat bisnis yang meningkat dan industri yang semakin ekspansif. 

Sampai dengan semester pertama tahun 2022, Corporate digital service BNI, yaitu BNIDirect, mencatatkan penambahan user 17,5% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi 79.800 user, diikuti oleh pertumbuhan Volume transaksi sebesar 35,4% (YoY) atau mencapai Rp2.587 triliun, dengan jumlah transaksi yang juga meningkat 25,8% YoY atau 462 juta transaksi. 

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyampaikan perseroan akan terus berinovasi untuk terus memberikan kenyamanan untuk nasabah. BNIDirect adalah channel terpercaya bagi nasabah bisnis untuk bertransaksi secara aman kapanpun dan dimanapun. 

Dia melanjutkan BNI gencar melakukan akuisisi dan mendorong nasabah agar bertransaksi melalui BNIDirect, baik dari kalangan nasabah korporasi, komersial dan usaha kecil. 

Disamping itu, BNI turut mendukung juga untuk pebisnis rintisan, baik pebisnis Indonesia yang jangkauan usahanya di luar negeri dan/atau memiliki group usaha di luar negeri, pebisnis luar negeri yang memiliki bisnis partner di Indonesia, hingga perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di luar negeri serta para Diaspora Indonesia. 

“Tentunya hal ini berkat upaya yang konsisten dalam melakukan inovasi terhadap fitur dan layanan sesuai kebutuhan nasabah, yang tentunya sejalan pula dengan Visi Kami untuk menjadi lembaga keuangan yang terunggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan serta memenuhi mandat Kementerian BUMN untuk BNI agar menjadi bank yang Go Global,” katanya. 

Adapun, Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi memaparkan fitur-fitur pada BNIDirect meliputi collection Management yang dapat membantu pengguna dalam aktivitas collection, seperti Autodebet, Virtual Account, Cash collection dan Autocollection 

Layanan payment management dapat membantu pengguna untuk lebih mudah melakukan seluruh jenis pembayaran. Mulai dari pembayaran Payroll, Pajak, PNBP, Bea cukai, BPJS, PLN, Asuransi dan Utilities lainnya, hingga ke proses transfer baik online antar bank, Kliring, RTGS, serta international transfer dan juga menyediakan fasilitas untuk transaksi jual beli valuta asing. 

Solusi digital bisnis BNI ini, juga memiliki fitur liquidity management yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengaturan keuangan/ cashflow perusahaan dengan menggunakan fitur Cash pooling, Range Balance, Cash distribution dan lainnya 

Untuk menunjang bisnis nasabah, fitur trade pada BNIDirect dapat mempercepat proses dokumen-dokumen terkait Trade, seperti LC impor dan ekspor. 

Kapabilitas online open account juga dapat mempermudah Pengguna BNIDirect agar dapat langsung membuka rekening Giro dan Deposito sehingga tidak perlu berkunjung ke cabang 

Perseroan menyematkan pula fitur information management yang memberikan informasi saldo, mutasi, rekening koran, kurs nilai tukar, suku bunga, serta laporan lainnya yang dapat di download dan dikirimkan melalui email. 

“Tentunya, seluruh otorisasi transaksi BNIDirect diamankan dengan PIN Dinamis yang dihasilkan oleh token fisik atau mobile token. Peran BNIDirect sebagai Corporate Digital Services selama ini sangat besar dalam membantu nasabah bisnis, baik dalam mempermudah transaksi maupun mendukung efisiensi aktivitas transaksi nasabah, sehingga BNIDirect terus dapat respons positif” pungkas Susi.(Jef)

SMESCO Indonesia Gandeng PT Jaya Hotel Lestari Pulihkan Ekonomi Melalui Sektor Perhotelan

Tangerang:(Globalnews.id) – Dalam upaya memulihkan ekonomi dan memperluas jangkauan pemasaran produk UKM, khususnya bagi para produsen produk lokal, Direktur Bisnis SMESCO Indonesia Wientor Rah Mada menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur PT. Jaya Hotel Lestari atau Episode Hotel Viktor A Sin.

“Bagi SMESCO Indonesia, Nota Kesepahaman ini  bertujuan untuk mendorong, memajukan, dan memberikan kontribusi bagi pembentukan hubungan kemitraan saling menguntungkan dalam promosi dan pemanfaatan produk UKM untuk pemulihan ekonomi, khususnya pada bidang jasa perhotelan,” kata Wientor saat acara Penandatanganan MoU antara SMESCO Indonesia dengan PT. Jaya Hotel Lestari di Tangerang, Sabtu (13/8).

Dalam nota kesepahaman tersebut, kedua pihak bersepakat untuk mewujudkan SMESCO Indonesia sebagai satu-satunya lembaga resmi pemerintah, yang bertugas memasarkan produk UKM di Indonesia. SMESCO juga bertugas untuk melakukan “quick out of the box business model shifting”, yakni menjadikan momentum pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19  sebagai pelatuk peningkatan penjualan produk UKM.

“MoU tersebut sekaligus menjadikan produk UKM origin Indonesia memiliki legal standing naik kelas, dimana produk UKM kini memiliki ruang pasar yang terdistribusi langsung pada jaringan hotel berbintang,” ujar Wientor.

Melalui kerja sama ini kedua belah pihak akan menitikberatkan pada berbagai rencana bisnis berkelanjutan. Di antaranya adalah dengan mendorong pengembangan UKM melalui kegiatan pemetaan produk UKM yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan jasa perhotelan, maupun sinergi program dan pemanfaatan tanggung jawab sosial korporasi dalam pengembangan produk UKM.

Lebih lanjut, melalui kerja sama tersebut jaringan Episode Hotel juga akan melakukan pengembangan jejaring pemasaran produk UKM yang telah memenuhi standardisasi, hingga memberikan fasilitasi difusi hasil usaha kecil dan menengah untuk mendukung pemulihan ekonomi pada bidang jasa perhotelan.

Pada kesempatan yang sama, Staff Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto menyampaikan, di era globalisasi seperti sekarang UKM tidak bisa berdiri sendiri, sehingga Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut juga menjadi bentuk kepeduilan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendorong UMKM Naik Kelas.

“Melalui MoU ini saya berharap nantinya produk-produk UKM seperti “wellness product”, maupun kerajinan untuk suvenir dengan bahan baku dari sumber daya alam lokal bisa memasok kebutuhan hotel”, kata Luhur.

Luhur juga berpendapat bahwa pemasaran produk UMKM bukan hanya di ranah lokal, tapi juga bisa dilakukan melalui jaringan hotel yang ada di luar negeri.

“Dengan pemasaran ke jaringan hotel internasional maupun melalui e-commerce, saya yakin UMKM dapat didorong untuk masuk dalam Global Value Chain (GVC)”, Kata Luhur.

Data Asian Development Bank (ADB) tahun 2021 sendiri menyebutkan partisipasi UKM dalam GVC baru 4,1%, sementara usaha besar 25,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa UKM Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk masuk dalam GVC.

Kolaborasi SMESCO dengan melibatkan jaringan Episode Hotel ini merupakan rangkaian program Konvoi Produk Nasional. Di mana Konvoi Produk Nasional merupakan kumpulan produk unggulan UKM seluruh Indonesia yang telah melalui serangkaian kurasi, untuk kemudian didistribusikan kepada pasar dan konsumen sebagai end user.(Jef)

globalnews.id