Menu
KemenKopUKM Dorong Kabupaten/Kota Lakukan Inkubasi untuk Tumbuhkan Wirausaha Baru - KemenKopUKM Fasilitasi Inkubasi Wirausaha Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Wirausahawan - KemenKopUKM Dampingi Pelaku UKM Bermasalah Hukum - KemenKopUKM Raih Penghargaan Anugerah Meritokrasi 2021 - Menteri Teten Dukung Terbentuknya Korporasi Peternak Domba & Kambing di Karanganyar - Menteri Teten Pastikan Debitur KUR Korban Semeru Dapat Perlakuan Khusus - Resmikan Shopee Creative & Innovation Hub, Menteri Teten Dorong Penciptaan Wirausaha Muda di Kota Solo - KemenKopUKM Latih Barista Aceh Agar Trampil Kelola Kedai Kopi - Mudahnya Akses Layanan Pinjaman Online, Harus Diimbangi Sikap Waspada dari Masyarakat - Hadapi Nataru, Satpol PP dan Satlinmas Dibekali Pelatihan dan Penguatan Komunikasi Kesiapsiagaan dan Sosialisasi Kompetisi Video Melawan COVID

2018, Rumah Zakat Gandeng Tiga Kementrian Bangun 1.234 Desa Berdaya di 34 Provinsi

Februari 28, 2018 | news


JAKARTA:(Globalnews.id)- Rumah Zakat menjalin kerja sama dengan tiga kementerian Republik Indonesia untuk pembangunan 5.323 Desa Berdaya di tahun 2023. Untuk tahun 2018, ditargetkan berdiri 1.234 Desa Berdaya di 34 Provinsi.

Adapun ketiga kementerian tersebut adalah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo berharap dengan adanya Desa Berdaya bisa berdampak pada penurunan kemiskinan masyarakat desa. “Kami siap mendukung program Desa Berdaya, Program ini sudah jalan dan bagus dengan konsep yang sudah jelas,” ujarnya, di Jakarta Rabu (28/2).

Sedangkan CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, kerja sama ini menjadi wujud komitmen Rumah Zakat untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pembangunan desa.
Ia menjelaskan, saat ini salah satu konsentrasi dari Pemerintah Indonesia adalah melakukan pembangunan Desa Tertinggal dan Desa Berkembang untuk akhirnya menjadi Desa Mandiri.

Rumah Zakat juga memiliki program Desa Berdaya yang didanai oleh zakat, infak dan sedekah (ZIS). Program tersebut bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam rangkaian pembangunan desa yang sedang dilakukan pemerintah. Ia berharap dengan kolaborasi ini, pembangunan desa bisa dengan cepat terwujud.

Desa berdaya merupakan program pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi yaitu program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana dengan target tumbuh dan berkembangnya kelembangaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahan sendiri serta berkolaborasi dengan pihak lain terutama pemerintah desa.

Saat ini, Rumah Zakat membina 1.056 Desa Berdaya di 172 kota/kabupaten di 21 provinsi. Setiap desa punya keunikan potensi dan sumberdaya. Oleh karena itu Rumah Zakat menggagas forum desa berdaya. Melalui forum tersebut, diharapkan para pemuda pelopor di pedesaan bisa saling berbagi dan berkolaborasi untuk memberdayakan desanya.

Forum desa berdaya juga diharapkan bisa menjadi penghubung komunitas desa dengan pemerintah lokal dan nasional. “Kami targetkan Rumah Zakat dapat membina 1.234 desa berdaya di 34 provinsi di tahun 2018, jadi di semua provinsi ada desa berdaya binaan Rumah Zakat,” ujarnya.(jef)

Related For 2018, Rumah Zakat Gandeng Tiga Kementrian Bangun 1.234 Desa Berdaya di 34 Provinsi