Menu
MenkopUKM: Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM yang Terdampak PPKM - ASDP Salurkan Bantuan 2000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol di 4 Kota - Respons PPKM KemenkopUKM Terus Salurkan BPUM Tahap 2 - MenkopUKM: Kolaborasi Berbagai Pihak, Kunci Selamatkan UMKM di Masa Pandemi - ASDP Raih Pendapatan 1,69 Triliun dan Cetak Laba 147 Miliar di Semester I - 2021 - KPLP EVAKUASI JENAZAH ABK WNI YANG MENINGGAL SAAT BEKERJA DI KAPAL IKAN BERBENDERA CINA - BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS - PELNI Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Khusus OTG Covid-19 - KemenKopUKM Gencarkan Vaksinasi Pelaku UMKM ke Berbagai Daerah - Terpilih Jadi President ICSB Global,Hermawan Kartajaya Bagikan Kiat UKM Hadapi Musim Pandemi

ADS-B Buatan Dalam Negeri Siap Masuk Pasar Domestik dan Global

Maret 15, 2017 | ekbis
dok kemenhub

dok kemenhub

JAKARTA:(Globalnews.id)- Industri dirgantara nasional patut bangga, kini alat untuk mengetahui lokasi pesawat terbang saat mengudara, produksi dalam negeri atau Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) sudah teruji, dan siap masuk pasar domestik maupun global..

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan sertifikat uji tipe Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) milik PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (INTI). Dengan adanya sertifikat tersebut, maka ADS-B milik INTI telah laik digunakan di Indonesia.

ADS-B sendiri merupakan teknologi pengawasan untuk mengetahui lokasi pesawat terbang saat mengudara. ADS-B dioperasikan oleh petugas dari Air Traffic Control.

“Ads-B membanggakan ya, karena alat navigasi sekarang kita gunakan dari Perancis, Rusia, dan sebagainya. Kita sudah melewati barrier entry, dari pengguna menjadi pembuat. Makanya saya dorong Airnav menggunakan ADS-B milik INTI,” ujar Budi Karya di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Budi Karya juga menekankan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memanfaatkan ADS-B tersebut. Ke depan, dirinya berharap Indonesia dapat mengekspor teknologi ADS-B.”Secara ekonomis, ada indsutri baru. Sekarang kan kita bisa ekspor kereta. Nantinya kita mendorong ekspor alat itu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, saat ini sudah terpasang 30 ADS-B di wilayah Indonesia. Menurut dia, ADS-B buatan dalam negeri akan melampaui teknologi negara lain.

“Pemberian sertifikat ini dilakukan setelah ADS-B ini lolos dari pengujian yang dilakukan sejak tahun 2012 di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Husein Sastranegara Bandung,” tandas Agus. (jef)

Related For ADS-B Buatan Dalam Negeri Siap Masuk Pasar Domestik dan Global