Semua tulisan dari globalnewsid

KemenKopUKM: Melalui Kemitraan dengan Aggregator dan Usaha Besar Pemerintah Dorong Ekspor UKM

Yogyakarta:(Globalnews.id)- Deputi Bidang UKM, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Hanung Harimba Rachman mengatakan saat ini pemerintah mengajak industri yang berbasis nilai tambah untuk digerakkan menjadi pendorong kinerja ekspor melalui sejumlah insentif.

“Seperti, industri kreatif yang di dalamnya termasuk furniture, homedecor, dan homeware yang memiliki keunggulan kompetitif dibanding negara lain, karena di dunia tidak ada negara yang memiliki limpahan bahan baku sebagaimana di Indonesia,” ucap Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Hanung Harimba Rachman saat membuka acara SME-X 2022 : The Excellence Craftmanship Of Indonesia, di Yogyakarta, Kamis (8/12).

Lebih lanjut, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor furnitur dari kayu nasional pada September 2022 mencapai 395,5 juta dolar AS atau sekitar Rp5,62 triliun.

Guna meningkatkan capaian ekspor dari sektor furnitur ini, Hanung menegaskan, diperlukan juga kemitraan antara usaha besar dan pelaku UMKM.

“Sesuai arahan Presiden untuk membentuk kemitraan UMKM dengan usaha besar dalam rantai produksi global meningkatkan peluang UMKM naik kelas. Saya mengharapkan kemitraan ini tercipta pada level yang sama dan diharapkan agar menguntungkan kedua belah pihak, memberikan peluang bagi UKM untuk masuk pada rantai pasok utama, tidak terbatas pada supply bahan pendukung, dan memberikan transfer teknologi dan pendampingan kualitas produk UKM,” ucap Hanung.

Hanung menekankan pelaku UMKM perlu diberi kesempatan untuk membuat produk baru yang sesuai dengan spesifikasi produk pasar Internasional dan Usaha Besar.

Maka dari itu, perlu juga dilakukan pembinaan UMKM dan bantuan uji coba membuat prototype oleh K/L teknis dan perguruan tinggi serta pendampingan sertifikasi, pembiayaan, dan desain produk.

“Hubungan kemitraan ke depan dapat membentuk dan memperkuat ekosistem hexahelix rantai pasok yaitu pemerintah, perguruan tinggi, pengusaha, komunitas, media, dan perbankan,” tuturnya.

Dia berharap, rangkaian kegiatan ini dapat mendorong sinergi dan kolaborasi antar pelaku UKM dan antara UKM dengan aggregator agar pelaku UKM mampu menciptakan produk–produk yang dapat bersaing dan diterima pasar global.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Srie Nurkyatsiwi mewakili Gubernur DIY mengatakan: “Upgrading UKM dapat ditempuh melalui peningkatan kemitraan usaha antar usaha mikro kecil dan usaha menengah besar; peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha; peningkatan penciptaan peluang usaha dan start up; serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan industri 4.0”.

“Saya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan SME-X 2022: The Excellence Craftmanship of Indonesia, yang dilaksanakan di Jogjakarta. Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum perluasan pasar ekspor produk UKM, melalui keterlibatan perusahaan besar, aggregator, eksportir, distributor, agen, maupun melalui fasilitasi pameran dalam dan luar negeri,” ucap Siwi.(Jef)

MenKopUKM: Sudah Waktunya Kampus Ciptakan Enterpreneur Unggul dan Kreatif

Yogyakarta:(Globalnews id) – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengimbau kepada universitas di Tanah Air untuk mengubah pola pikir melalui kurikulumnya, menghadirkan kampus untuk bisa berperan sebagai laboratorium wirausaha, menciptakan enterpreneur unggul berbasis kreativitas dan inovasi teknologi.

“Tak hanya menjadi laboratorium wirausaha, kita harapkan juga universitas termasuk Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memiliki inkubator bisnisnya serta pusat riset,” ucap MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan kuliah umum secara daring dalam acara Young Entrepreneur Wanted yang diselenggarakan di Kampus ISI Yogyakarta, Kamis (8/12).

Apalagi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebut MenKopUKM, terdapat matching fund yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Sehingga pengembangan kewirausahaan mahasiswa bisa dikoneksikan dengan riset di universitas. Nantinya hasil riset bisa dihilirisasi dan komersialisasi menjadi sebuah produk unggulan para enterpreneur muda yang lahir dari universitas.

“Karena kalau kita lihat sekarang ini, anak muda sangat berminat untuk menjadi enterprenuer. Melihat data dari Asia Pasifik Young Enterpreneur Survei tahun 2021, menunjukkan 72 persen generasi Z dan milenial berkeinginan menjadi wirausaha. Nah berbeda dengan generasi saya dan Pak Rektor dulu. Banyak anak mudanya justru ingin jadi pegawai, baik pegawai Pemerintah maupun pegawai swasta,” ucap MenKopUKM.

Seperti ISI Yogyakarta ini kata Menteri Teten, di mana para mahasiswa yang masuk, adalah mereka yang ingin terjun di sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan riset Deloitte UK menyebutkan, industri kreatif adalah faktor kunci bagi pertumbuhan ekonomi dari sebuah bangsa dalam jangka panjang.

Jika melihat dari negara tetangga seperti Korea Selatan (Korsel) sebut Teten, sukses dengan nation branding mereka di industri kreatif. Korea Selatan sukses melalui budaya K-Pop-nya, yang kemudian mendorong Korsel masuk dalam ekonomi dunia.

“Kita sebenarnya punya potensi ekonomi kreatif yang juga luar biasa. Boleh dikatakan dan banyak juga orang yang mengatakan bahwa, DNA seni budaya kita jauh lebih tinggi dibandingkan bangsa lain. Tinggal saya kira bagaimana ini menjadi kekuatan yang nyata,” ucapnya.

MenKopUKM mengutip data dari Focus Economy Outlook 2021 dan Kemenparekraf bahwa, potensi ekonomi industri kreatif di Tanah Air menyumbang sekitar Rp1,91 triliun terhadap PDB Indonesia tahun lalu. Bahkan di tengah ekonomi Indonesia yang sedang mengalami pandemi, kenaikan rata-rata pertumbuhannya itu mencapai 5,76 persen.

Hal ini menurut Teten, menunjukkan ekonomi kreatif merupakan suatu opportunity ekonomi yang sangat baik. Karena itu penting universitas saat ini bagaimana mengubah mindset melalui kurikulumnya dan bagaimana kampus, bisa berperan sebagai laboratorium wirausaha menciptakan entrepreneur unggul berbasis kreativitas dan inovasi teknologi.

“Saya sudah berbicara dengan beberapa rektor. Mestinya kita sudah selesai, tidak harus lagi memperdebatkan gagasan tersebut. Seperti ISI memang harus melahirkan para seniman, tapi bagaimana juga bisa melahirkan seniman enterpreneur,” ucapnya.

Tak hanya itu, dikatakan MenKopUKM, hal ini juga terkait dengan kemampuan ekonomi Indonesia dalam menyerap lapangan kerja. Setiap tahun, ada 3,5 juta lulusan sekolah baru yang akan masuk ke dunia kerja dan 1,7 juta di antaranya adalah sarjana.

Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata normalnya di kisaran 5 persen, yang hanya terserap lapangan kerja hanya sebanyak 2 juta orang. Untuk itu katanya, penting menyiapkan lulusan kampus melahirkan sarjana bukan lagi sebagai pencari kerja, justru menjadi pencipta lapangan kerja atau job creation, sehingga tak banyak pengangguran di Indonesia.

Pasalnya pada 2045, Indonesia diprediksi menjadi empat kekuatan ekonomi dunia setelah Amerika Serikat (AS), China, dan India. Salah satunya untuk menjadi negara maju adalah dengan meningkatkan jumlah wirausaha, di mana saat ini Indonesia baru sekitar 3,47 persen, dari target minimum adalah 4 persen.

“Target kita seusai arahan Presiden Jokowi, mencetak 1 juta wirausaha baru dari kalangan anak muda terdidik, sehingga bisa tumbuh berkembang model bisnisnya yang inovatif dan produknya bisa berdaya saing. Itu kenapa, kami menyasar mahasiswa di kampus berkerja sama menghadirkan inkubator bisnis,” kata Menteri Teten.

Di banyak negara kata Teten, evolusi UMKM terjadi dari awalnya produk berteknologi rendah, model bisnisnya sederhana bahkan bisa dibilang kurang inovatif. Yang kemudian bertransformasi dari universitas di luar negeri seperti Australia dan AS, hadir berperan menciptakan evolusi kewirausahaan menjadi bisnis model yang inovatif dan unggul.

“Dalam inovasi di kampus, harus mulai menumbuhkan ilmuwan yang mendorong anak-anak muda melahirkan wirausaha yang kreatif. Sudah banyak contoh anak muda Indonesia dengan produk inovasinya berkiprah di dunia. Seperti Nadiem Makariem dengan Gojek-nya, William Tanuwijaya melalui Tokopedia, hingga Muhammad Yuka dengan produk Brodo-nya,” sebut MenKopUKM.

Menteri Teten berharap, melalui kerja sama dengan ISI Yogyakarta dan beberapa kampus, pihaknya bersama-sama dapat mengambil peran menciptakan The Future Enterpreneur yang mampu menguasai ekonomi digital dunia.

Pada kesempatan yang sama Rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan KemenKopUKM dan juga dipilihnya ISI Yogyakarta untuk menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Young Entrepreneur Wanted.

“Semoga kegiatan Young Entrepreneur Wanted ini dapat menggugah harapan dan semangat baru para calon wirausahan muda dan tentunya juga yang hadir di sini,” ucap Agus.

Selanjutnya, Agus menambahkan dalam hal inilah program KemenKopUKM tersebut sejalan dengan semangat dan program ISI Yogyakarta untuk bisa memberikan kesadaran pada mahasiswa-mahasiswa calon wirausaha di bidang ekonomi kreatif yang menjadi core keahlian dari sumber daya manusia di ISI Yogyakarta.

“Demikian juga acara ini tentu menjadi semangat yang berkelanjutan dalam upaya ISI Yogyakarta untuk membangun inkubator bisnis mahasiswa khususnya di bidang ekonomi kreatif,” kata Agus.(Jef)

Dukungan BUMN Genjot Pembukaan Lapangan Kerja Sektor UMKM

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peranan besar dalam pembukaan lapangan kerja. Selain fokus pada aspek bisnis, BUMN juga memiliki kewajiban sebagai agen pembangunan.

“Contoh program BUMN yang membantu UMKM terlalu banyak (untuk disebutkan). Pada prinsipnya BUMN itu bisa mengisi atau melakukan langkah yang tidak umum yang biasanya dilakukan perusahaan yang _fully commercial_,” ujar Faisal di Jakarta, belum lama ini.

Faisal mengapresiasi komitmen BUMN dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Faisal, langkah ini amat tepat mengingat kontribusi sektor UMKM sangat besar dalam membuka lapangan kerja.

“Padahal kalau kita melihat serapan tenaga kerja, jelas UMKM jauh lebih banyak. Tetapi perkembangannya tidak maksimal karena mereka punya keterbatasan banyak hal dari dana, kapasitas, dan akses pasar,” ujar Faisal.

Langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN membangun sinergisitas dengan UMKM menjadi hal yang tepat. Faisal mengatakan, kolaborasi BUMN dan UMKM menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pasalnya BUMN dan UMKM merupakan kekuatan ekonomi utama yang dimiliki bangsa ini.

“Salah satu upaya yang jitu yang mendorong pengembangan UMKM bisa naik kelas ialah dengan kemitraan dengan BUMN. Apalagi kalau bisa bersinergi juga dengan yang lain, ini semakin luar biasa dampaknya,” ucap Faisal.

Dia menyebut kehadiran BUMN dapat memberikan jawaban atas sejumlah persoalan yang selama ini menghambat para pelaku UMKM, baik dari sisi permodalan, peningkatan kapasitas, pemasaran, dan akses pasar. BUMN, lanjut Faisal, juga dapat menjadi offtaker dalam menyerap produk-produk dari UMKM.

“Dukungan BUMN membuat sektor UMKM semakin berkembang. Dengan jumlah UMKM yang besar, maka ini akan berdampak positif dalam peningkatan pembukaan lapangan kerja,” pungkas Faisal.(Jef)

Langkah Erick Thohir Revitalisasi Lokasi Bersejarah Dipuji Megawati

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID) – Revitalisasi lokasi bersejarah adalah salah satu gebrakan yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir. Salah satunya dituangkan lewat transformasi Sarinah. Tak hanya memugar fisik Sarinah, tapi Erick mengembalikan ide Bung Karno untuk menjadikan Sarinah sebagai pusat perbelanjaan produk asli Indonesia yang mampu bersaing dengan produk bangsa lain.

Saat mengunjungi Sarinah, putri Bung Karno yang juga presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri mengapresiasi langkah Erick memugar Sarinah.

Seperti yang termuat dalam buku biografi berjudul (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir, Mega menilai bahwa transformasi Sarinah telah mengembalikan sejarah yang selama beberapa waktu sempat tertutupi.

“Luar biasa sekali karena mungkin anak muda sekarang mungkin belum mengetahuinya (Sejarah Sarinah). Jadi dari sisi makna, itu bukan main, Indonesia,” ujar Mega seperti termuat dalam buku (Bukan Kisah) Sukses Erick Thohir halaman 266.

Tak hanya Sarinah, Erick juga melakukan transformasi pada lokasi bersejarah yang selama ini nyaris terlupakan.

Erick menghidupkan kembali lokasi bersejarah sebagai sentra utama anak muda dalam beraktivitas.

Ini seperti langkah Erick mentransformasi Post Bloc di Blok M dan Kota Tua. Yang teranyar adalah langkah Erick bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam menghidupkan kembali gedung Lokananta di Solo.

Revitalisasi lokasi bersejarah menjadi sentra baru anak muda yang digagas Erick ini tak hanya menjadi langkah strategis secara ekonomis, melainkan pula secara historis.

Sebab anak muda jadi mengerti dan paham jejak masa lalu bangsanya. Ini sesuai pula dengan amanah Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah).

“Revitalisasi sejumlah lokasi berserah yang terkait BUMN punya ide yang luas tak sekadar membangkitkan kembali sentra ekonomi masa lalu, melainkan juga agar kita semua tidak terputus dengan sejarah kita. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan belajar dari sejarahnya,” tutup Erick.(Jef)

KemenKopUKM Gelar Business Matching UKM Unggulan dengan Calon Investor

Jakarta:(Globalnews.id) – Dalam rangkaian acara Nusantara Festival Koperasi dan UKM 2022 di Jakarta, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mempertemukan pelaku UKM unggulan dengan calon investor potensial, lembaga pembiayaan, buyer, dan mitra yang berasal dari dalam dan luar negeri melalui kegiatan business matching.

“Selain mengundang lembaga pembiayaan, buyer dan mitra potensial, kami juga mengundang investor dari dalam dan luar negeri diantaranya Saratoga Investama, Cyberport incubation hub, Findolainen business hub, Value for Women, Food story Group, PT anugrah pratama logistindo, Sampoerna Entrepreneurship Training Center, PT Prima Solusi Medika, BNI, Seed Uno dan Global Innovation & Technology Platform,” kata Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman, di Jakarta, Rabu (7/12).

Hanung mengatakan peserta pitching adalah sembilan UKM yang telah melalui proses pendaftaran terbuka pada awal tahun 2022 dan melalui tahapan pendampingan oleh lembaga inkubator Inotek dan MBN Consultant.

Sembilan UKM tersebut bergerak di sektor teknologi dan makanan minuman, diantaranya SPD Speedometer, Botika Teknologi Indonesia, CV. Kirey Natural, CV Nusantara Jaya Food, ZEO Bent Indonesia, Martabak Hawaii, Markas Walet, PT. Bhinneka Karya Jaya Bersama, dan PT. Integrasi BIsnis Eksekutif.

Sebelum melakukan business matching, kata Hanung, pihaknya telah melakukan pendampingan untuk berbagai aspek dalam upaya menarik minat investor dan mitra potensial.

“Kami harapkan segera ada feedback, pertemuan dan diskusi lanjutan guna mencapai kerja sama berkelanjutan,” ucap Hanung.

Hanung juga meyakini dengan adanya business matching ini ke depan akan semakin memperkuat kolaborasi dan kapasitas UKM di Indonesia.

“Semakin kuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, usaha besar, media, dan lembaga inkubator maka semakin kuat UKM kita, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Hanung.(Jef)

Tiga Strategi Ini Jadi Andalan BUMN Kejar Target Dekarbonasi

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong inisiatif strategis untuk mendukung upaya Dekarbonisasi menuju Indonesia net zero emission tahun 2060. Target tersebut terus dikejar dengan mempersiapkan tiga program simultan, yaitu Pertama, Renewable Development melalui Energy Transition Mechanism (ETM). Kedua, pengembangan EV Ecosystem. Ketiga, Green Industrial Cluster.

Untuk Renewable Development melalui ETM, BUMN mempersiapkan berbagai Program, antara lain Percepatan Penghentian Dini PLTU Batubara (CFPP), dan Peningkatan kapasitas energi terbarukan termasuk panas bumi, dan surya. Terdapat empat BUMN yang aktif mengejar target program Renewable Development melalui ETM ini, yaitu Pertamina, PLN, Perkebunan Nusantara, dan Pupuk Indonesia.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, Percepatan Penghentian Dini PLTU Batubara (CFPP) tersebut telah banyak kemajuannya, antara lain karena masuknya dukungan finansial dari luar negeri terhadap program bauran pembiayaan hijau. Bauran pembiayaan tersebut sebagai bagian dari ETM.

“Waktu (Konferensi Tingkat Tinggi/ KTT) G20 ada dana – dana baru untuk EBT, dari Amerika dan yang lainnya, kita hitung. Ini bagus (karena) akan mempercepat investasi EBT, selama bunganya tidak memberatkan,” ujarnya kepada Media di Jakarta, akhir bulan lalu.

Sebelumnya, Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pembiayaan senilai US$ 500 juta untuk mendukung reformasi sektor energi Indonesia untuk meningkatkan keberlanjutan dan tata kelola fiskal, memperluas investasi sektor swasta di bidang energi bersih dan terbarukan, serta mempromosikan pemulihan hijau dari pandemi COVID-19.

“Program ini mendukung pemerintah dalam pelaksanaan kerangka kebijakan guna mencapai keuangan berkelanjutan di sektor energi dan meningkatkan akses energi, sekaligus komitmen untuk bertransisi ke energi bersih.” kata Spesialis Energi Senior ADB Yuki Inoue dalam siaran pers yang dipublikasikan pada 24 November 2022.

ADB juga mengutip pernyataan bersama Pemerintah Indonesia untuk Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan dan Mekanisme Transisi Energi yang telah diumumkan pada pertemuan G20 di Bali pada November 2022. Program tersebut juga mendukung komitmen pemerintah untuk mengembangkan strategi pensiun dini PLTU batu bara di Indonesia serta transisi energi bersih, yang akan menjadi fokus dukungan ADB bagi sektor energi Indonesia ke depannya.

*Industri Baterai*

Untuk EV Ecosystem, Kementerian BUMN mendorong Pengembangan bisnis ekosistem Electric Vehicle melalui tiga langkah strategis, yaitu Penyiapan bahan baku untuk Industri baterai EV; Menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur EV; dan Investasi secara masiv untuk Stasiun Pengisian Daya (PLN). Pengembangan EV Ecosystem ini akan aktif dilaksanakan oleh Indonesia Battery Corporation (IBC).

Sementara untuk pengembangan Green Industrial Cluster dilaksanakan dengan Implementasi solusi dekarbonisasi skala besar (carbon capture, hingga efficiency improvement). Selain itu, upaya menciptakan industri hijau pada BUMN Industri Intensif Energi (Contohnya semen dan pupuk) dan Kawasan Industri. Pupuk Indonesia dan PLN akan menjadi lead program ini.

Kementerian BUMN telah menetapkan 7 BUMN akan melaksanakan pilot project dekarbonisasi ini, dan menjadikannya sebagai KPI direksi. Ketujuh BUMN tersebut adalah Pertamina, PLN, Perkebunan Nusantara, Pupuk Indonesia Holding Company, Semen Indonesia, Perhutani, dan Bukit Asam. (Jef)

BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima, Mencover Seluruh Dunia kecuali AS, Juga Layani Pengobatan Tradisional Tiongkok

Jakarta:(Globalnews id)- PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life), anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan produk terbaru asuransi kesehatan, BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima. Produk ini merupakan solusi untuk melengkapi kebutuhan jaminan kesehatan yang komprehensif dan mengikuti gaya hidup masyarakat Indonesia.

Pertumbuhan asuransi kesehatan semakin meningkat sejak masa pandemi dimana kesehatan menjadi hal utama dan terpenting yang perlu selalu dijaga. Seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat ini, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terjadi peningkatan pendapatan premi asuransi kesehatan di Indonesia pada Q3-2022 sebesar 21,7% (year on year) dengan total premi Rp12,07 triliun, angka ini menunjukan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan Q3-2021 yang hanya meningkat 3,4% (year on year) dari tahun 2020 dengan total premi sebesar Rp9,91 triliun.

Sejalan dengan hal itu, kembali mengutip data AAJI, klaim asuransi kesehatan sepanjang tahun 2022 mencapai Rp11,47 triliun atau meningkat sebesar 35,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya dimana sebagian besar pembayaran klaim berasal dari klaim kesehatan perorangan. Hal ini menandakan bahwa proteksi jiwa dan kesehatan sangat diperlukan, terlebih dengan terus munculnya berbagai varian baru covid-19 serta berbagai kebutuhan perlindungan kesehatan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

Peluncuran BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima

Menjawab kebutuhan tersebut, BCA Life meluncurkan BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima, asuransi kesehatan cashless dengan manfaat komprehensif, flexible dengan premi terjangkau untuk menambah kenyamanan proteksi Kesehatan di Indonesia.

“Kami memahami pentingnya asuransi kesehatan bagi keluarga Indonesia, terlebih setelah melewati masa pandemi dan menjalani era new normal kita semakin memperhatikan kesehatan agar dapat terus berkumpul bersama keluarga tercinta,” ungkap Christine Setyabudhi, Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life pada acara tersebut.

Menurut data Mercer Marsh Benefits (MMB), peningkatan biaya medis mencapai 3,5% pada tahun 2020 dan 8,8% pada tahun 2021. Diperkirakan pada tahun 2022 biaya medis akan kembali mengalami peningkatan hingga 10% atau empat kali lipat dibandingkan perkiraan tingkat inflasi secara umum untuk wilayah Asia. Biaya medis yang terus meningkat ini yang perlu diantisipasi dengan adanya asuransi kesehatan yang bisa memberikan proteksi dan kenyamanan kepada setiap nasabahnya.

“BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima berfokus pada proteksi kesehatan dengan beragam manfaat yang komprehensif sehingga nasabah tidak perlu khawatir jika terjadi risiko sakit karena biaya perawatan akan ditanggung oleh BCA Life. Hanya dengan satu kartu, nasabah akan mendapatkan akses layanan kesehatan di rumah sakit terkemuka hampir seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat,” tambahnya.

Pada sesi peluncuran produk BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima ini, BCA Life juga menggelar Health Talk yang bekerja sama dengan Good Doctor bertajuk “Pola Hidup Sehat dengan Olahraga dan

Nutrisi Tepat” dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat yang sederhana dan mudah dilakukan dirumah serta mengkonsumsi makanan dan minuman yang kaya nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh dalam menjalani rutinitas sehari-hari ketika beraktivitas, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Karena berdasarkan data dari Good Doctor terdapat 5 penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh individu berusia produktif dengan rentang usia 25 – 45 tahun yaitu Covid-19 yang saat ini masih terus ada, infeksi saluran pernapasan atas (urti), gangguan pencernaan (dyspepsia), masalah kulit, serta demam (fever). Oleh karena itu, sangat perlu untuk menjaga kesehatan agar dapat terus produktif dan menjalani aktivitas.

Sebelumnya, dalam menyambut peluncuran produk BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima, BCA Life telah menyelenggarakan ajang lari virtual bertajuk AjakTemanmu Ultima Race pada bulan Juli lalu yang sukses diikuti oleh lebih dari 7.500 peserta dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Ajang virtual race ini bertujuan untuk mendorong serta menginspirasi masyarakat untuk terus menjalani gaya hidup sehat dan aktif serta mengajak komunitas agar saling mendukung dalam menjalani aktivitas gaya hidup sehat.

BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima
BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima adalah asuransi kesehatan cashless dari BCA Life yang dipasarkan melalui jalur pemasaran keagenan. Ditujukan untuk seluruh keluarga di Indonesia mulai usia 30 hari sampai dengan 70 tahun. Dengan masa pertanggungan tahunan dan dapat diperpanjang hingga usia 99 tahun.

BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima memberikan manfaat komprehensif, flexible dengan premi terjangkau antara lain:
Manfaat rawat inap & pembedahan
Manfaat rawat jalan
Manfaat perawatan penyakit kritis
Manfaat perawatan kecelakaan
Santunan kematian dan manfaat lainnya.

BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima menawarkan beberapa pilihan plan perlindungan layanan kesehatan yang mencover wilayah Indonesia, Asia, hingga seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat). Limit manfaat tahunan hingga Rp15 miliar dengan tambahan manfaat booster tahunan hingga Rp45 miliar. Produk ini juga mengcover pengobatan tradisional Tiongkok, cuci darah, serta santunan meninggal dunia karena sebab apapun.

Selain beragam kenyamanan diatas, jika nasabah membutuhkan layanan diluar area dari plan yang diambil, BCA Life akan membayarkan prorate sesuai aturan polis.

“BCA Life senantiasa berinovasi dan hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan Asuransi bagi masyarakat Indonesia. Dengan perkembangan teknologi dunia kesehatan, pilihan wilayah yang hampir mencapai seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat) diyakini akan menjadikan BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima ini sebagai pelengkap proteksi kesehatan seluruh keluarga di Indonesia agar hidup jadi lebih bahagia,” tutup Christine.

Seluruh nasabah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima akan mendapatkan kartu kepesertaan sehingga pelayanan Kesehatan semakin dimudahkan dan nyaman. Karena BCA Life akan senantiasa melindungi setiap nasabahnya.(Jef)

Bangun Empat Masjid di Dalam dan Luar Negeri, Kaukus Pemuda Muslim Banten Raya Apresiasi Erick Thohir pada Umat

JAKARTA – Pembina Kaukus Pemuda Muslim Banten Raya, Akhmad Yuslizar mengapresiasi kepedulian Menteri BUMN Erick Thohir terhadap umat Islam. Erick Thohir diketahui membangun empat masjid di Dalam dan di luar Negeri.

“Kami bisa tengok apa yang sudah dilakukan Erick. Beliau bangun 1 masjid di Los Angeles, sisanya di Lampung, Kalsel dan Depok,” kata Akhmad dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022)

Di Depok, kata dia, masjid At Thohir yang dibangun Erick Thohir menjadi tempat wisata religi karena bentuknya yang megah dan fasilitasnya yang lengkap.

Mantan Ketua Ilumni Universitas Satyanegara Indonesia itu mengatakan Erick juga membantu pembangunan Islamic Centre di Den Haag Belanda untuk memudahkan umat Islam di Belanda.

“Beliau pemimpin yang berakhlak mulia. Kemana beliau pergi selalu melakukan syiar Islam,” kata Yos. Aktivis pemuda ini juga mengungkap, Erick tentu punya komitmen yang tinggi terhadap NKRI.

Beliau tidak pernah menggunakan politik identitas untuk memperkuat popularitasnya. Semua dilakukan Erick secara ikhlas sekadar syiar dan mendekatkan diri kepada Pencipta.

Aktivis pemuda ini mengatakan Erick Thohir punya nilai nilai kebangsaan yang luar biasa. “Kami tentunya berharap partai politik memilih ET sebagai calon cawapres berdasarkan nilai nilai kebangsaan yang dimilikinya,” tegas Yos sapaan akrabnya.

Menyoal Kaukus Pemuda Muslim Banten, aktivis pemuda dan pers ini mengungkap kini mereka sedang melakukan penggalangan di Banten baik Serang, Pandeglang, Lebak hingga Tangerang raya.

Mereka tegas Yos, akan fokus mensosialisasikan keberhasilan Erick sebagai Menteri BUMN, tokoh nasionalis yang peduli terhadap umat dan tingginya komitmen Erick terhadap NKRI. (Jef)

KemenKopUKM Gelar Pelatihan Vokacional Bagi Pelaku UMKM Gula Semut Banyumas

Banyumas:(Globalnews id)- Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menggelar pelatihan khusus bagi para pelaku UMKM gula semut di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, agar semakin berdaya saing untuk menembus pasar ekspor yang lebih luas.

Deputi Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius secara daring dalam acara pembukaan Pelatihan Bagi Usaha Mikro Potensi Lokal Berbasis Ekspor di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (7/12), mengatakan Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah penghasil gula semut atau gula kelapa terbesar di Jawa Tengah yang sudah menjangkau pasar ekspor.

“Industri rumahan gula semut turut bertumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan gula semut di pasar domestik maupun pasar global,” katanya.

Hal itu mendorong KemenKopUKM untuk menggelar pelatihan bagi pelaku usaha gula semut di Banyumas agar daya saing mereka di pasar ekspor semakin meningkat. Pelatihan tersebut diselenggarakan dari 6-9 Desember 2022 di Banyumas.

“Banyumas dikenal dengan gula kelapanya yang berkualitas serta merupakan salah satu kabupaten dengan produksi gula semut kelapa tertinggi di Indonesia. Diversifikasi produk gula kelapa menjadi gula semut yang dilakukan bahkan telah menembus pasar ekspor,” katanya.

Pelatihan yang diikuti 35 pelaku usaha gula semut ini bersinergi dengan benihbaik.com dan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Banyumas.

Pelatihan ini juga menghadirkan ahli bidang ekspor dan pelaku usaha ekspor yang memberikan wawasan dan pola pikir bisnis ekspor bagi peningkatan kapasitas pelaku usaha gula semut.

Lebih dari itu, ada materi pendukung lain mencakup tips membangun fondasi bisnis, Digital Marketing, Optimasi E-Commerce, Perencanaan Periklanan dan Penjualan, Selling Skill, Mencari Pembeli Potensial dari Luar Negeri, Penyiapan Produk, Perhitungan Harga, Pemasaran, Penjualan, Pembayaran, dan Dokumen Ekspor.

Dalam pelatihan ini juga dilakukan Business Matching yang melibatkan Atase Perdagangan Indonesia di Canberra, Australia, Agung Harris Setiawan.

Lebih lanjut Yulius mengharapkan dalam pelatihan tersebut, pelaku usaha dapat memproleh informasi tentang gambaran negara-negara tujuan ekspor baru. Dengan membuka akses pasar ke negara baru tujuan ekspor maka akan dapat meningkatkan skala ekspor gula semut dari Banyumas.

“Kementerian Koperasi dan UKM concern untuk pemberdayaan KUKMKM, salah satunya melalui kegiatan pengembangan kapasitas usaha mikro melalui pelatihan. Kali ini fokus pada pengembangan pasar baik lokal maupun ekspor di sektor pertanian khsususnya produksi gula semut,” kata Yulius.

Yulius mendorong peserta pelatihan memanfaatkan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut untuk menambah wawasan, membangun inovasi, dan semakin mantap menjalankan usaha.

Di samping itu, Yulius menekankan pentingnya beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ada dan menjalan kolaborasi atau jejaring dengan sesama pelaku usaha.

Usaha gula semut, dikemukakan Yulius, telah berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi Provinsi Jawa Tengah termasuk berkontribusi bagi ekspor UKM nasional hingga mencapai 14,4 persen.

Oleh sebab itu, dengan semakin meningkatnya ekspor gula semut maka diharapkan berdampak pula terhadap pencapain target ekspor UKM nasional.(Jef)

Ogah diawasi OJK, KemenKopUKM Ingin Ada Otoritas Pengawasan Koperasi di RUU Perkoperasian

Jakarta:(Gobalnews.id) – Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM,) Ahmad Zabadi mengungkapkan bahwa pengawasan untuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) akan dilakukan satu lembaga bernama Otoritas Pengawasan Koperasi atau OPK.

“Itu tertuang dalam RUU Perkoperasian. Nantinya, akan dibentuk sebuah institusi pengawasan tersendiri yang independen, atau tidak di bawah kedeputian di KemenKopUKM,” ucap Zabadi, saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Selasa malam (6/12).

Zabadi memastikan bahwa OPK akan didesain tidak sepenuhnya diisi orang-orang KemenKopUKM saja, melainkan ada perwakilan dari gerakan koperasi dan stakeholder lainnya.

“Kita ada benchmark di beberapa negara seperti AS dan Jepang, dimana pengawasan koperasi dilakukan dengan cara seperti ini. Tidak di bawah otoritas semacam OJK, dan tidak di bawah bank sentral,” ucap Zabadi.

Oleh karena itu, Zabadi memastikan bahwa pengawasan KSP sepenuhnya berada di bawah KemenkopUKM, alias tidak di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu sudah ditegaskan dalam RUU PPSK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) dan juga RUU Perkoperasian.

“Yang diatur di RUU PPSK itu, koperasi yang existing berada di sektor keuangan. Artinya, RUU PPSK itu hanya mengatur koperasi yang bersifat open loop,” kata Zabadi.

Jadi, lanjut Zabadi, hanya koperasi yang bersifat open loop pengawasannya berada di bawah OJK. Contoh, BPR yang dimiliki koperasi, LKM yang berbadan hukum koperasi, dan asuransi berbadan hukum koperasi. Itu termasuk bila nanti ada koperasi kripto, atau koperasi yang bergerak di sektor pinjaman online.

“Itu semua adalah koperasi yang bersifat open loop. Sehingga, proses perijinan dan pengawasannya berada di bawah OJK,” ucap Zabadi.

Sementara koperasi yang sifatnya close loop, kata Zabadi, adalah yang murni KSP. “KSP itu hanya yang dari, oleh, dan untuk anggota koperasi, serta tidak boleh menyelenggarakan kegiatan di luar usaha simpan pinjam,” jelas Zabadi.

Dengan begitu, Zabadi menyatakan, nantinya akan diatur rasio modalnya, rasio penyaluran, rasio BMPK-nya, dan sebagainya. “Permodalan KSP tidak boleh dominan dari luar. Harus dominan dari anggota. Begitu dapat modal dari luar secara dominan, masuk kategori open loop,” kata Zabadi.

Dicontohkan, bila 60 persen sumber modalnya dari luar, itu masuk kategori open loop, sementara bila hanya 20-30 persen masih close loop. “Kira-kira seperti itu pengaturannya. Tapi, berapa pastinya prosentase permodalan KSP akan kita atur,” imbuh Zabadi.

Menurut Zabadi, terminologi koperasi yang open loop dan close loop itu hanya untuk memudahkan pemahaman saat membahas RUU PPSK. “Jadi, jelas tergambar, mana koperasi yang harus diawasi OJK dan mana yang tidak,” tegas Zabadi.

*Lembaga Penjamin*

Terkait keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Koperasi, Zabadi menyebutkan bahwa bagi pihaknya dan seluruh gerakan koperasi, keberadaan LPS Koperasi ini akan menjadi komitmen esensial hadirnya negara untuk melindungi simpanan anggota koperasi.

Selain itu, lanjut Zabadi, keberadaan LPS Koperasi akan menempatkan koperasi lebih equal dengan lembaga keuangan lain seperti perbankan. “Sehingga, kita melihat urgensinya LPS Koperasi ini layak dituangkan ke dalam RUU Perkoperasian,” kata Zabadi.

Zabadi mengakui sudah ada komitmen bersama dengan Kementerian Keuangan untuk merumuskan satu model LPS bagi koperasi. “Makanya, saya setuju hadirnya LPS Koperasi ini harus didukung pengawasan yang efektif melalui OPK,” ucap Zabadi.

Zabadi menambahkan, RUU Perkoperasian tidak perlu harus masuk ke dalam Prolegnas, karena ini RUU kumulatif terbuka. “Begitu kami siap, mendapat persetujuan Presiden RI, kemudian diajukan ke DPR untuk dibahas. Saya berharap awal 2023 sudah bisa masuk DPR,” kata Zabadi.(Jef)