Semua tulisan dari globalnewsid

Meriahkan PP Property Fair BNI Berikan Suku Bunga 6%

whatsapp-image-2016-11-23-at-12-29-29-1

JAKARTA:(Globalnews.id) – T Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan suku bunga yang sangat ringan bagi masyarakat yang sedang mencari produk-produk properti yang dibangun oleh PP Properti, yaitu 6% selama 1 tahun pertama.

Penawaran yang sangat langka ini hanya dapat diperoleh pengunjung PP Properti Fair yang berlangsung di Jakarta, pada 23 hingga 27 November 2016.

Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati mengatakan hal itu di Jakarta, Rabu (23 November 2016) saat menghadiri acara pembukaan PP Properti Fair.

Bunga super ringan tersebut diberikan pada saat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR BNI) yang berada di level 8,25% fixed 5 tahun. Untuk itu terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi bagi pengunjung PP Properti Fair agar mendapatkan keringanan bunga tersebut, antara lain memilih salah satu produk properti pada 7 proyek yang sedang dikembangkan oleh PP Properti dan dipamerkan pada Pameran tersebut.

“BNI dan PP Properti melakukan kerja sama pada 9 proyek, dimana kami memberlakukan program dengan bunga rendah 6% serta dilengkapi dengan evaluasi dokumen awal yang disimplifikasi melalui instant approval,” ujar Adi Sulistyowati.

Pada hari pertama PP Properti Fair tersebut, BNI dan PP Properti menandatangani perjanjian kerja sama pemasaran 6 proyek properti yang dibangun di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Kerja sama proyek properti yang berada di Jakarta adalah Proyek Apartemen Ayoma (Bumi Serpong Damai) dan Apartemen Gunung Putri.

Adapun proyek di Semarang adalah Proyek Apartemen Amarta View, sedangkan di Surabaya adalah Proyek Pavilion Permata, Apartemen Grand Dharma Husada Lagoon, dan Proyek Apartemen Grand Sungkono Lagoon.

“Sebelumnya, kami sudah menandatangani perjanjian kerja sama untuk Proyek Paladian Park, Patria Park, dan Proyek Grand Kamala Lagoon di Bekasi,” ungkap Adi Sulistyowati. (jef)

 

Kemenkop Berharap UU Kementrian Negara Diamandemen

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram bersama Deputi Akses Permodalan (BEKRAF) Fadjar Hutomo, Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan, dan Edy Wirawan dari Deloitte melakukan Diskusi Panel Pembiayaan dan kelembagaan dalam Rapat Kerja Nasional Kadin dengan tema Peran Kadin Dalam Mendorong UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Sebagai Unggulan Ekonomi Nasional. Jakarta, Senin (21/11).
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram bersama Deputi Akses Permodalan (BEKRAF) Fadjar Hutomo, Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan, dan Edy Wirawan dari Deloitte melakukan Diskusi Panel Pembiayaan dan kelembagaan dalam Rapat Kerja Nasional Kadin dengan tema Peran Kadin Dalam Mendorong UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Sebagai Unggulan Ekonomi Nasional. Jakarta, Senin (21/11).

JAKARTA: (Globalnews.id) – Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM berharap bahwa UU Kementrian Negara harus segera diamandemen karena sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang.

“Dalam banyak kesempatan, saya selalu mendapat pertanyaan, seperti apa fungsi dari Kementrian Koperasi dan UKM? Kita ini ada di dalam kategori 3 dalam UU Kementrian Negara, dimana tugas intinya hanya merumuskan kebijakan dan tidak mempunyai teknis operasional. Untuk itu, saya menyebutkan bahwa UU itu harus diamandeman”, tandas Agus pada acara Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif, di Jakarta, Senin (21/11).

Menurut Agus, kementrian yang masuk kategori satu itu kementrian yang secara langsung disebut dalam UUD 1945. Seperti, Kemenlu, Kemendagri, Kemenkeu, KemhukHAM, dan Kementrian Agama. Sedangkan kementrian lainnya disebut secara tidak langsung di dalam UUD 1945. “Nah, yang kategori tiga itu tidak disebut dalam UUD 1945. Padahal, koperasi disebut-sebut dalam UUD bahwa kekuatan ekonomi itu ada tiga, yaitu pemerintah, swasta, dan koperasi”, jelas Agus lagi.

Dengan kondisi itu, lanjut Agus, jelas memiliki dampak bagi pengembangan dan pemberdayaan KUMKM di Indonesia. “Kemenkop hanya memberikan ijin usaha koperasi simpan pinjam, pendirian koperasi. Kalau ke sektor tidak ada. Misalnya, mau buka lahan pertanian, ijinnya ke Kementan, mau buka hutan, ijinnya ke Kemenhut. Bila ada koperasi yang ingin membuka sektor perdagangan, seharusnya ijinnya ke Kemenkop, bukan ke Kemendag. Ketika kita sudah memberikan ijin koperasi, lalu koperasi itu ingin membuka usaha peternakan, Kemenkop tidak bisa memberikan ijin, karena harus melalui kementrian terkait. Jadi, agar diketahui bahwa di Kemenkop tidak ada kebijakan teknis, hanya ada ijin mendirikan koperasi, pendirian dan pengawasan koperasi. Ini agar semua menyadari bahwa Kemenkop tidak memiliki kewenangan secara teknis”, papar Agus.

Oleh karena itu, Agus berharap tidak ada lagi kementrian yang masuk kategori tiga, karena semua kementrian sudah memiliki UU sendiri-sendiri. “Kita ada UU Perkoperasian. Kementrian lain pun sudah memiliki UU seperti UU Olahraga, UU Perlindungan Perempuan dan Anak, dan sebagainya. Jadi, bagaimana jika tidak ada di teknis operasional. Karena seharusnya, selain membuat kebijakan juga melakukan teknis kegiatan, sedangkan saat ini kita hanya merumuskan kebijakan, contohnya KUR”, tukas dia.

Dalam kesempatan itu pula, Agus memaparkan bahwa ada tiga pendekatan dalam membangun koperasi dan UMKM. Pertama, social development (full subsidi). Kedua, social economic development (semi subsidi). Dan ketiga, economic development (no subsidi). “Namun, kadang-kadang di dalam kita melaksanakan kebijakan, kita tidak mengenal social economic development ada di level mana diterapkan, dan dimana economic development diterapkan”, ungkap dia.

Contoh KUR, itu semi subsidi dari sisi pemerintah, dimana mereka perlu pembiayaan perbankan tapi tidak bisa memenuhi syarat penjaminan. “Sedangkan jika kita melihat masyarakat UKM yang jumlah sekitar 57.9 juta, itu ada di tiga level tersebut. Yang social development itu yang betul-betul usaha mikro atau kita kenal dengan istilah gurem. Itu sudah banyak program pemberdayaan masyarakat untuk mereka dari banyak kementrian. itu sudah ada sejak dulu”, kata Agus.

Yang di atas mereka, dimasukkan ke semi subsidi. Di dalam KUR sendiri ada juga level-levelnya, dimana tidak ada lagi strata pembiayaan. “Saya mengusulkan bahwa harus ada level-level untuk KUR karena kalau tidak akan mematikan lembaga keuangan mikro lainnya, karena tidak ada strata pembiayaan lagi. Misalkan, BPR dan koperasi. Karena ada semacam distorsi di pasar. Ini saya sampaikan sebagai informasi atau masukan dari bawah”, kata Agus lagi.

Dimana satu sisi ingin bunga rendah, tapi di sisi lain juga ada yang terganggu. “Pemerintah sedang pikirkan hal ini. Saya sudah bicarakan dengan LPS. Karena sudah banyak yang beralih ke KUR terutama dari sektor perdagangan dan jasa. Sementara yang pertanian belum tertangani. Untuk itu, level dari pembiayaan itu harus diatur. Modal ventura dilakukan oleh PNM, mulai terganggu karena tidak bisa menerapkan bunga yang bersaing karena modalnya dari perbankan. Begitu juga dengan BPR dan koperasi”, tegas Agus.

Agus pun mengharapkan disini ada institutional set-up yang bisa menangni itu. “Apa institutional set-up dari pembiayaan ini? Ada lembaga-lembaga pembiayaan di kementrian-kementrian yaitu badan layanan umum (BLU), di kemenkop ada LPDB-KUMKM. Ini yang harus kita satukan”, kata dia.

Setelah mendapat pembiayaan, lalu kemana memasarkan produknya? “Kalau saja di Indonesia memiliki lembaga penyangga produk UKM, seperti kerja Bulog di sektor beras. Produk-produk UKM itu tentunya dikurasi terlebih dahulu, yang bisa dipasarkan di pamaran-pemaren dengan harga semacam operasi pasar. Ini yang belum terakomodasikan”, pungkas Agus (jef)

Menkop Puspayoga: Pemberdayaan KUKM Perkokoh NKRI

Depok - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyampaikan sambutan dalam acara closing ceremony 11th Hindu For Generation (HFG) di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jabar Minggu (20/11/2016). 11th HFG kali ini mengangkat tema KARMANY - Langkah Kecil untuk Perubahan Besar.
Depok – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyampaikan sambutan dalam acara closing ceremony 11th Hindu For Generation (HFG) di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jabar Minggu (20/11/2016). 11th HFG kali ini mengangkat tema KARMANY – Langkah Kecil untuk Perubahan Besar.

DEPOK:(Globalnews.id) – Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga mengungkapkan langkah pemerintah melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui peran KUKM bukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi semata.

Namun dibalik itu pemerintah ingin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Inilah usaha pemerintah yang harus didukung oleh semua pihak,” ujar Menkop Puspayoga dalam acara closing ceremony 11th Hindu For Generation (HFG) di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jabar, Minggu (20/11/2016). 11th HFG kali ini mengangkat tema “KARMANY – Langkah Kecil untuk Perubahan Besar”.

Turut hadir dalam acara ini antara lain, Deputi bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Meliadi Sembiring, Direktur Kemahasiswaan UI Arman Nefi, Pembina Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) UI I Made Kartika Diputra, Ketua KMHD UI I Dewa Gede Kharisma Yudha, serta puluhan mahasiswa UI asal Bali.

Puspayoga mengatakan kebijakan Presiden Jokowi yang mencanangkan satu harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua dan Papua Barat merupakan salah satu contoh program bagaimana merawat NKRI.

Di mana selama ini, masyarakat yang berada di Indonesia bagian barat maupun sebagaian besar Indonesi timur sudah menikmati harga BBM yang sama, sementara di Papua dan Papua Barat harnya masih selangit.

“Cara seperti inilah yang akan memperkokoh NKRI, sebab di Papua harga BBM bisa tinggi. Jadi ini bukan hanya urusan ekonomi,” tegasnya.

Untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat, pemerintah sedang fokus pada pembangunan infrastruktur, tourism, energi dan maritim. Dikatakannya program unggulan ini saling korelasi satu Sama yang lain. Jika infrastruktur dibangun maka secara merata maka koperasi dan UKM di daerah akan tumbuh pesat.

Dengan KUKM tumbuh secara otomatis akan membuka lapangan kerja baru dan tentu angka kemiskinan akan semakin ditekan. Selain itu, juga akan memberikan masukan kepada daerah setempat tentang pengembangan pariwisata.”Makanya pemerintah fokus pada pemberdayaan koperasi dan UKM,” tukas Menkop.

Menurut Puspayoga UMKM merupakan sumber penghidupan terbesar bagi masyarakat. Data Kementerian KUKM dan BI tahun 2015 menunjukkan jumlah UMKM per 2014 sejumlah 59,3juta unit (99,9% unit usaha), kontribusi 96,7% tenagakerja, dan kontribusi 57,6% terhadap PDB.

Walaupun peran UMKM sangat strategis dalam mengurangi pengangguran, namun menurut BPS (Agustus 2015) angka penganguran sedikit bertambah menjadi 7,56 juta orang atau meningkat 320 ribu dari tahun 2014.

“Kondisi ini dapat dikurangi jika kita berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk itun semua masyarakat khususnya kalangan mahasiswa yang memiliki kreatifitas dan bekal ilmu yang telah diperolehnya di dunia perkuliahan, sebaiknya memiliki mental untuk berwirausaha dibanding menggantungkan diri dengan berburu pekerjaan bersama jutaan pengangguran yang juga mencari kerja,” imbuh Menkop.

‎Dengan membuka suatu usaha, kata Puspayoga banyak peluang-peluang baru bagi para pengusaha. Misalnya peluang menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar, peluang mengembangkan usaha dengan membuka cabang di berbagai kota, serta peluang untuk mencoba usaha baru yang masih berhubungan dengan induk usaha.

“Kelebihan berwirausaha juga bermanfaat bagi masyarakat, karena secara otomatis saudara membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan,” katanya. (dan)

KSP Amoghasiddhi Perbanyak Anggota dengan Member Get Member

Deputi bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring di dampingi Bintang Puspayoga meninjau  Kantor Koperasi Amoghasiddhi usai diresmikan pada hari Sabtu 19/11/2016 di Denpasar Bali.
Deputi bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring di dampingi Bintang Puspayoga meninjau Kantor Koperasi Amoghasiddhi usai diresmikan pada hari Sabtu 19/11/2016 di Denpasar Bali.

DENPASAR (Globalnews.id)  Sistem rekrutmen Koperasi Simpan Pinjam Amoghasiddhi di Bali dinilai bisa jadi contoh bagi koperasi-koperasi lain yang ingin meningkatkan jumlah anggotanya. Sistem member get member yang diterapkan Koperasi Amoghasiddhi akan menjamin kualitas anggota yang baru masuk.

Deputi Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menegaskan rekrutmen anggota baru koperasi tidak bisa asal-asalan dan tidak bisa memaksakan siapapun jadi anggota koperasi.

“Sistem member get member yang diterapkan Koperasi Amoghasiddhi bisa menjamin kualitas anggota. Karena anggota baru yang masuk dikenali dan dijamin oleh anggota lama yang membawanya dan juga diterapkan sistem tanggung renteng,” kata Meliadi usai peresmian gedung kantor Koperasi Amoghasiddhi, Sabtu (19/11) di Denpasar, Bali. Peresmian juga dihadiri Ibu Bintang Puspayoga dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra.

Meliadi yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, mengapresiasi Koperasi Amoghasiddhi yang tegas menerapkan prinsip-prinsip koperasi yang hanya melayani anggota. Kunci keberhasilan usaha koperasi adalah partisipasi anggota sebagai pengguna jasa.

Gedung kantor Koperasi Amoghasiddhi menarik perhatian Bintang Puspayoga dan Meliadi Sembiring karena gedung menggunakan energi solar panel. Penggunaan solar panel ini membuat Koperasi Amoghasiddhi mendapat penghargaan dari Kementerian ESDM.

Koperasi Amoghasiddhi didirikan pada 2005 namun baru memperoleh badan hukum tahun 2011. Koperasi ini diprakarsai oleh 31 pemuda lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

Ketua Koperasi Amoghasiddhi Ketut Meniartha mengatakan sistem member get member yang mereka terapkan telah membuat jumlah anggota bertambah signifikan. Kini anggota koperasi Amoghasiddhi berjumlah 2.000 orang.

Sementara total asetnya mencapai Rp 19 Miliar yang sebagian besar berasal dari anggota. Ketut menegaskan pengurus berkomitmen menjadi koperasi mandiri, tidak bergantung pada dana dari luar. (jef)

Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal III 2016 Tetap Tumbuh Meski Perekonomian Belum Pulih

asuransi

JAKARTA – (Globalnews.id) : Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan, meskipun perekonomian ekonomi belum pulih sepenuhnya, namun industri asuransi jiwa di Indonesia terus tumbuh. Hal ini terlihat dari kinerja asuransi jiwa pada kuartal III tahun 2016, misalnya untuk total pendapatan mencapai Rp 158,65 triliun atau meningkat 78,1 petrsen dari gtahun 2015 yang mencapai Rp 89,10 persen,

Menyinggung tentang prediksi tahun 2017, Hendrisman memperkirakan pada tahun 2017 mendatang industri asuransi jiwa di Indonesia akan tumbuh sekitar 10-30 persen. Hal ini dikarenakan adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017.Selain itu adanya prospek bisnis asuransi semakin banyak yang dilakukan serta adanya pertambahan perusahaan asuransi di Indonesia.

“Kondisi pasar asuransi jiwa di Indonesia pasti mengalami pertumbuhan setiap tahun. Dalam 10 tahun terakhir tidak pernah asuransi ini tidak tumbuh, pasti mengalami pertumbuhan. Tahun 2017 asuransi jiwa diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 10-30 persen,” katanya. .

“Walaupun ekonomi belum sepenuhnya pulih, tetapi inustri asuransi jiwa tetap tumbuh, Hal ini terlihat dari kinerja asuransi jiwa pada kuartal III tahun 2016, misalnya untuk total pendapatan mencapai Rp 158,65 triliun atau meningkat 78,1 persen dari tahun 2015 yang mencapai Rp 89,10 persen,” kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim pada acara paparan kinerja AAJI pada kuartal III tahun 2016 di Jakarta, Jumat (18/11).

Sementara untuk total aset pada kuartal III tahun ini juga meningkat 23,1 persen mencapai Rp 437,28 triliun sedangkan tahun lalu hanya Rp 355,37 triliun dan diperkirakan hingga akhir tahun mencapai Rp 453,53 triliun.

Sedangkan untuk jumlah investasi, pada kuartal III tahun ini mencapai Rp 386,18 triliun meningkat 25,7 persen dari tahun lalu yang mencapai Rp 307,29 triliun dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai Rp 404,68 triliun.

Sedangkan untuk jumlah pendapatan premi mencapai Rp 116,06 triliun atau meningkat 15,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 100,80 triliun.

Adapun rincian pendapatan premi ini antara lain, untuk premi baru, pada kuartal III tahun ini mencapai Rp 69,42 triliun atau meningkat sebesar 20,5 persen dari rahun lalu yang mencapai Rp 57,60 triliun dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai Rp 94,29 triliun.

Sedangkan untuk jumlah premi lanjutan, pada kuartal III tahun ini mencapai Rp 46,64 triliun atau meningkat sebesar 7,9 persen dari gtahun lalu yang mencapai Rp 43,21 triliun dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai Rp 62,4 triliun.

Sementara itu, pembayaran klaim nilai tebus mencapai Rp 39,82 triliun, atau meningkat sebesar 38,3( persen dibanding tgahun sebelumnya.Adapun rincian klaim ini antara lain, klaim kesehatan meningkat 22,3 persen menjadi Rp 7,34 triliun dari Rp 6 triliun yang dibayarkan pada gtahun 2015.

Adapun klaim akhir kontrak meningkat 17,8 persen menjadi Rp 7,06 triliun dari Rp 5,99 triliun pada tahun 2017.Dan klaim meninggal dunia meningkat 16,5 persen menjadi Rp 6,12 triliun dari Rp 5,26 triliun tahun lalu

Jumlah Tertanggung

Sementara itu, Kepala Departemen AAJI Nini Sumohandoyo mengatakan,  untuk jumlah tertanggung individu, pada kuartal III tahun ini mencapai 17,41 juta orang  dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai 17,54 juta orang. Serta untuk jumlah tertanggung kumpulan , pada kuartal III tahun ini mencapai 40,75 juta orang  dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai 42,11 juta orang.

Adapun  jumlah agen, pada kuartal III tahun ini mencapai 520 ribu orang atau meningkat 16,3 persen tahun 2015 yang mencapai 447 ribu orang dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai 535,27 orang. jumlah agen yang berlisensi dengan rincian, jumlah tenaga pemasaran dari saluran keagenan meningkat 11,9 persen menjadi 471.667 orang dibanding dengan tahun lalu yang mencapai 421.338 orang.

Jumlah pemasar dari saluran bancassurance meningkat 70 persen menjadi 2/6 ribu orang dibanding tahun lalu yang mencapai 15.303 orang dan jumlah pemasar dari saluran alternatif meningkat 109 persen menjadi 220,594 orang dari tahun lalu yang mencapai 421.338 orang. (jef)

Menkop Puspayoga Dukung Bengkulu Jadi Destinasi Wisata dan UKM

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menorehkan tinta batik pada kain besurek menandakan dibukanya acara Bengkulu Expo 2016 di Lapangan Sport Center Kota Bengkulu, Kamis, (17/11). Kain besurek menjadi salah satu produk unggulan yang diharapkan mampu mengangkat popularitas UKM dan pariwisata Bengkulu.
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menorehkan tinta batik pada kain besurek menandakan dibukanya acara Bengkulu Expo 2016 di Lapangan Sport Center Kota Bengkulu, Kamis, (17/11). Kain besurek menjadi salah satu produk unggulan yang diharapkan mampu mengangkat popularitas UKM dan pariwisata Bengkulu.

BENGKULU- (Globalnews.id) :Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meyakini popularitas Provinsi Bengkulu baik dari sisi UKM maupun pariwisata dapat terdongkrak secara efektif melalui Bengkulu Expo 2016.

“Expo ini paling efektif untuk meningkatkan popularitas, mendorong kreativitas, ditunjang dengan peran media semakin membuka peluang Bengkulu untuk berkembang,” kata Menteri Puspayoga saat membuka acara Bengkulu Expo 2016 dan Karnaval Kain Besurek, Batik Nusantara di Lapangan Sport Center, Bengkulu, Kamis.

Menteri Puspayoga mendorong dilakukannya lebih banyak pameran atau expo sebagai upaya promosi provinsi tersebut sekaligus pengembangan iklim UKM agar semakin berkembang.

Menurut dia, UKM dan pariwisata merupakan dua hal yang saling terkait dan sulit dipisahkan satu sama lain.”Pariwisata tidak akan maju tanpa UKM demikian juga sebaliknya, oleh karena itu mari kita bersinergi membangun bangsa ini karena NKRI tidak akan terbentuk tanpa silaturahmi,” katanya.

Menteri mengapresiasi visi Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Mukti yang memiliki visi pembangunan yang jelas menuju Bengkulu 2020 termasuk pengembangan pariwisata.

Bengkulu memiliki potensi pariwisata yang melimpah dengan garis pantai yang panjang, didukung pariwisata budaya dengan seni dan budaya yang masih terpelihara dengan baik.”Di sepanjang pantai ada UKM dan pedagang-pedagang, ini potensi walau belum tertata tapi menunjukkan bibit-bibit wirausaha yang tumbuh,” katanya.

Bengkulu, kata Menteri, juga memiliki ikatan historis yang kuat dengan bangsa-bangsa Eropa sehingga potensial menarik kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut.”Tinggal bagaimana memasarkannya termasuk menata dengan baik UKM-nya hingga menyiapkan infrastrukturnya,” katanya.

Puspayoga juga menyadari perlunya waktu bagi masyarakat Bengkulu agar bisa memahami keterlibatannya dalam pengembangan pariwisata daerahnya.”Bagaimana membuat masyarakat Bengkulu tersenyum, ini yang perlu waktu,” katanya.

Ia mencontohkan Bali membutuhkan waktu ratusan tahun untuk menjadikan dirinya sebagai destinasi wisata kelas dunia.Oleh karena itu, wajar menurut Menteri jika Bengkulu pun memerlukan waktu untuk membangun dan mengoptimalkan potensi pariwisatanya agar mampu dikelola untuk sumber kesejahteraan masyarakatnya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengatakan, pihaknya sedang berupaya mengangkat potensi provinsinya melalui berbagai ajang termasuk Bengkulu Expo 2016 yang mengangkat potensi kain khas Bengkulu yakni kain besurek agar menjadi salah satu pendongkrak popularitas UKM dan pariwisata Bengkulu.

“Potensi wisata Bengkulu sangat besar, alam yang luar biasa, wisata sejarah berupa Rumah Bung Karno, Rumah Fatmawati, Masjid Jamie, Benteng Marlboro. Kami juga sedang menggalakkan gerakan Bengkulu Tersenyum dan toilet bersih,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu Ismed Lakoni yang juga Panitia Penyelenggara Bengkulu Expo 2016 mengatakan Bengkulu Expo bertujuan mensosialiasikan dan mempromosikan produk KUKM dan mitra binaan BUMN di Bengkulu.

Acara itu juga diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat pada produk unggulan daerah dan meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Bengkulu Expo 2016 digelar di Lapangan Sport Center Bengkulu pada 17-21 November 2016 diikuti oleh 89 peserta stand berikut pasar rakyat sebanyak 30 stand yang terdiri 90 UKM di Provinsi Bengkulu.

Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada perintis, pelopor, inisiator, dan pemrakarsa kain besurek oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga. dan)

OJK Dorong Industri Asuransi Manfaatkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2017

20161117_091933

JAKARTA – (Globalnews.id) : Pertumbuhan ekonomi 2017 yang diperkirakan di  kisaran 5,2-5,3 persen atau diatas pertumbuhan 2016, menjadi peluang bagi lembaga asuransi untuk menyasar sektor-sektor yang kembali bertumbuh, terutama pertambangan.

“Pertumbuhan ekonomi 2017 bisa 5,2-5,3 persen dan harus dimanfaatkan industri asuransi,” kata Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani dalam seminar “Media Asuransi: Outlook Insurance 2017″ di Jakarta, Kamis (17/11).

Ia menjelaskan, bila pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,3 persen bisa terealisasi, tentu akan membuat  perbaikan indikator makroekonomi domestik dan pemulihan sektor-sektor bisnis.

Untuk itu pelaku industri perasuransian diminta fokus menangkap peluang pada program infrastruktur BUMN maupun industri yang tengah mengalami recovery menuju perbaikan, terutama industri pertambangan.”Asuransi di sektor tambang rendah, saatnya masuk di saat sektor ini kembali bertumbuh lagi,” paparnya.

Namun demikian, tambahnya, trend perbaikan ekonomi nasional juga tetap memiliki risiko global terkait dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.  “Yang ditakuti sekarang ini adalah masa transisi Trump, karena tim transisi di sana masih keluarga dan kerabat. Tetapi, kami yakin prospek ekonomi kita baik,” ujar Firdaus.

Firdaus menilai, reaksi berlebihan di pasar keuangan dalam negeri pasca terpilihnya Trump telah memicu pelemahan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan. “Pelemahan rupiah dan IHSG itu temporer. Setelah Trump terpilih, memang dollar AS naik di emerging melemah. Mata uang lain yang menguat hanya pounsterling,” paparnya.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan, saat ini sikap Trump yang akan mendorong peningkatan kesempatan kerja dan keterbukaan informasi bisnis telah memicu pasar global bereaksi positif,

“Jadi, jika program pemerintah kita terus direalisasikan, maka pada 2017 prospek ekonomi Indonesia akan terus membaik,” tegas Firdaus.

Menurut Firdaus, keyakinan sebagian besar kalangan terhadap perbaikan ekonomi nasional di 2017 juga harus dimanfaatkan industri perasuransian. “Yang perlu diingat, pemanfaatan itu harus melalui persaingan yang sehat dan jangan banting harga premi dan melanggar kesepakatan batas minimum-maksimum,” katanya.

Dikatakan,  pada dasarnya premi asuransi yang lebih rendah dari kompetitor diyakini tidak akan mampu memberikan layanan optimal terkait pengurusan klaim.”Jangan bermimpi kita bisa mendapatkan layanan bagus, kalau preminya murah,” tegas Firdaus. (dan)

 

Menkop Puspayoga : Langkah Perhimpunan BMT Indonesia Selaras dengan Reformasi Total Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memukul Gong tanda dibukanya Silatnas 2016 Perhimpunan BMT Indonesia di Kab.Boyolali Rabu (16/11), turut mendampingi Ketua umum Perhimpunan BMT Indonesia H. Jularso, Sekretaris Daerah Kab.Boyolali Sri Adiningsih dan Deputi bidang pembiayaan  Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo.
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memukul Gong tanda dibukanya Silatnas 2016 Perhimpunan BMT Indonesia di Kab.Boyolali Rabu (16/11), turut mendampingi Ketua umum Perhimpunan BMT Indonesia H. Jularso, Sekretaris Daerah Kab.Boyolali Sri Adiningsih dan Deputi bidang pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo.

BOYOLALI – (Globalnews.id):  Langkah Perhimpunan BMT (Baitul Mall Wa Tamwil) Indonesia, atau KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah) yang menverifikasi keaktifan anggotanya, sudah sesuai dengan program Kemenkop dan UKM terkait reformasi total koperasi.

” Menuju BMT berkualitas atau BMT go quality, ini sudah sejalan dengan reformasi total koperasi,” kata Menkop dan UKM Puspayoga, saat membuka Silatnas 2016 Perhimpunan BMT Indonesia, di gedung asrama haji Donoyudan, kab Boyolali, Rabu (16/11).

Menurut Puspayoga, dalam reformasi total koporasi yg mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi, antara lain menghasilkan 62 ribu koperasi tak aktif.

‘Kami memberikan waktu 6 bulan pada 62 ribu koperasi untuk.memberikan tanggapan. Setelah itu koperasi tersebut akan dimasukkan ke lembaran negara untuk secara resmi dibubarkan,” kata Menkop.

Menkop menegaskan, ia tidak bangga dengan jumlah koperasi yang banyak.namun tidak berkualitas, karena hal itu malah menjadikan beban.

“Saya malah bangga dengan sedikit koperasi namun berkualitas seperti juga yang ditunjukkan oleh beberapa BMT, dimana ada yang sudah membuka cabang di Singapura, ada yang omsetnya ratusan miliar, ada yang bangun institute BMT dan masih banyak lagi,” ujar Puspayoga.

Menkop menjelaskan, pertumbuhan BMT sendiri cukuo signifikan. Berdasarkan data PBMT, terdapat 4.500 BMT tahun 2015 yang melayani 3,7 juta orang dengan  aset sekitar rp 16 triliun yang dikelola sekitar 20 ribu orang.

Data di Kemenkop dan UKM menunjukka  jumlah unit usaha koperasi di Indonesia mencapai 150.223 unit usaha, dimana terdapat 1,5 persen koperasi yang berbadam hukum KSPPS.

”Kami optimis jumlah BMT/KPPS  akan berkembang terus demikian juga kualitasnya semakin meningkat,” katanya.

Menkop berharap PBMT Indonesia bisa menjadi  salah satu motor penggerak berkembangnya BMT/KSPPS. Menkop juga mendorong agar Kopontren dapat melakukan   perubahan anggaran dasar menjadi KSPPS/UPPS Koperasi.

Kalah Kasta

Sementara itu Ketua Umum Perhimpunan  BMT Indonesia, Jularso mengatakan dalam Silatnas 2016 ini pihaknya melakukan verifikasi ulang terhadap anggotanya, dimana dari 550 BMT yanh terdaftar, sebanyak 200 BMT tidak melakukan registrasi ulang.

“Sehingga Silatnas 2016 ini diikuti 350 BMT seluruh Indonesia. Kami memberikan kesempatan pada BMT yang tidak melakukan registrasi ulang juga pada BMT yang ingin bergabung untuk mendaftar lagi buat Silatnas tahun depan,” katanya.

Terkait eksistensi BMT, Jularso mengatakan saat ini tantangannya jauh lebih berat baik eksternal.maupun internal.

“Program KUR misalnya, disatu sisi itu menggembirakan karena ada akses dana murah, namun disisi lain juga menjadi masalah, karena perbankan konvensional juga telah masuk ke sektor mikro dimana  banyak.BMT beroperasi, jelas kami kalah kasta, kalah kelas dibanding bank, karena itu kami minta perlakuan yang fair,'” katanya.

Menurut ia, salah satu modal.yang membuat BMT bertahan adalah, BMT tidak semata-mata memberikan jasa keuangan,namun juga menfasilitasi masalah kesehatan, pendidikan sampai pendalaman masalah kerohanian.

“Maka tak heran jika antara lain anggota kami.mampu memberikan wakaf sebesar rp 10 miliar untuk pembangunan BMT Institute di yogyakarta, dimana Rp 2 miliar diserahka  pada silatnas kali ini ke panitia,” tambahnya.

Sementara itu Sekda Kab Boyolali Sri Adiningsih mengakui, kehadiram BMT di wilayahnya sudab banyak memberikan manfaat bagi masyarakat kab Boyolali.

Ia memberi contoh, BMT Tumang Boyolali yang sudab mampu melakukan ekspor ke Amerika Serikat dan asetnya sudah mencapai Rp 100 miliar lebih. (jef)

Perekonomian 2017 Tumbuh Moderat dengan Fundamental yang Kuat

20161115_133858

JAKARTA- (Globalnews.id) : Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 mendatang akan bisa mencapai 5,1 persen. Sementara pertumbuhan global hanya sekitar 3,2 persen.Hal ini dikarenakan harga komoditas pada tahun depan diperkirakan  akan tumbuh sekitar 7 persen dari tahun 2016 hanya 3,2 persen.

“Kami optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sekitar 5,1 persen, karena harga komoditas meningkat hingga 7 persen,” kata Direktur Eksekutif Dept Ekonomi &  Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung , dalam Economic Outlook 2017, yang digelar KJR (Komunitas Jurnalis Radio) di Jakarta, Selasa (15/11).

Selain Yuda,acara ini juga menghadirkan  praktisi perbankan Ryan Kiryanto,Direktur Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Parjiono, dan Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia.

Sementara pada tahun 2016 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 5 persen. Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh konsumsi dalam negeri seperti konsumsi rumah tangga serta adanya fiskal atau belanja pemerintah dibidang investasi atau di sektor infrastruktur.

Lebih lanjut dikatakan Juda, untuk pencapaian target pada tahun 2017 sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah serta BI tahun 2016 seperti adanya pengeluaran paket kebijakan, serta adanya penurunan BI rate atau Repo rate hingga 150 basis poin, bahkan tingkat suku bunga juga sudah mulai turun 108 basis poin, serta tingkat suku bunga kredit yang juga sudah turun hingga 60 basis poin.

Namun, tambah Juda, meskipun tingkat suku bunga kredit sudah turun, namun perbankan sangat hati hati menyalurkan kreditnya, karena kredit bermasalah (NPL) sangat tinggi, serta permintaan kredit yang cenderung berkurang. Bahkan di sektor investasi permintaannya juga mengalami negatif.

“Penurunan suku bunga kredit ini memang tidak bisa dipisahkan dari konsolidasi perbankan, walaupun saat ini NPL sudah berada di puncak dan diperkirakan akan menurun, tetapi hal ini membuat perbankan cenderung sangat hati hati dalam menyalurkan kreditnya,”tegasnya.

Dikatakan, untuk investasi ini, sangat diharapkan pembiayaan dari sektor swasta non bank. Hingga September 2016 pembiayaan dari non bank  sudah mencapai Rp 154 triliun. Jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu yang mencapai Rp 80 triliun.

Juda juga mengatakan, dengan adanya dana repatriasi yang masuk ke perbankan hingga akhir tahun mencapai Rp 143 triliun, maka likuiditas di pasar akan lebih banyak, sehinga dana pembiayaan untuk tahun 2017 mendatang juga lebih besar.

“Sumber dana pembiayaan kita berasal dari repatriasi, yang hingga Desember 2016 ini diperkirakan mencapai Rp 143 triliun, yang sudah masuk September Rp 10 triliun, dan bulan Oktober akan masuk Rp 40 triliun, jadi hingga Desember kita perkirakan akan masuk Rp 100 triliun. Masih ada sisa waktu 1,5 bula. Bila dana ini semua masuk, maka likuiditas kita sangat cukup untuk pembiayaan tahun 2017 mendatang,” tegasnya.

Juga juga mengakui, tantangan pada tahun 2017 tidak ringan, terutama dari faktor eksternal. Misalnya pengaruh dari terpilihnya presiden. Amerika Serikat Donal Trump yang diluar perkiraan banyak pihak yang membuat pasar cenderung bergerak cepar.

“Dipasar keuangan terus bergeraK lebih cepat dengan terpilihnya presiden AS yang di luar perkiraan semua pihak, ini membuat emerging market  mengalami shok, “paparnya. (jef)

 

Keling Kumang‎ Kalbar, Layak Jadi Koperasi Percontohan

Menteri  Puspayoga  meresmikan Hotel Ladja milik Koperasi Kredit Keling Kumang di Kabupaten Sintang,  Kalimantan Barat.  Turut mendampingi dalam peresmian tersebut Bupati Sintang, Jarot Winarno dan Bupati Sekadau, Rupinus. Minggu (13/11).
Menteri Puspayoga meresmikan Hotel Ladja milik Koperasi Kredit Keling Kumang di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Turut mendampingi dalam peresmian tersebut Bupati Sintang, Jarot Winarno dan Bupati Sekadau, Rupinus. Minggu (13/11).

SINTANG (Globalnews.id) – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengungkapkan bahwa Credit Union (CU) atau Koperasi Kredit Keling Kumang merupakan salah satu contoh konkrit koperasi berkualitas di Kalimantan Barat.

“Ini membuktikan bahwa program Reformasi Total Koperasi yang digulirkan pemerintah berhasil diwujudkan di Kalimantan Barat. Koperasi berkualitas itu yang anggotanya banyak dan terus bertambah setiap tahunnya, serta memiliki aneka unit usaha yang maju. Koperasi seperti Keling Kumang itu yang kita harapkan”, kata Menkop saat meresmikan Hotel Ladja, salah satu unit usaha dari CU Keling Kumang di Kabupaten Sintang, Kalbar, Minggu (13/11).‎

Acara tersebut juga dihadiri Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta, Bupati Sintang Jarot Winarno, Bupati Sekadau Rupinus, dan seluruh jajaran pengurus CU Keling Kumang.

Saat ini, Keling Kumang yang didirikan pada 20 Maret 1993 itu memiliki 164 ribu lebih anggota dengan aset sebesar Rp1,2 triliun. Tak hanya itu, Keling Kumang yang sudah menjadi holding (Keling Kumang Grup) memiliki beberapa unit usaha yang dikelola anak usaha berbentuk koperasi.

Diantaranya, hotel (Koperasi Jasa Ladja), ritel dan minimarket (Koperasi Konsumen Lima Dua), pertanian (Koperasi Tujuh-Tujuh), serta unit usaha lainnya seperti pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi).

‎Dengan kinerja seperti itu, Puspayoga mengatakan, Keling Kumang bisa mengajukan diri sebagai penyalur Kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun 2017. Pasalnya, Keling Kumang memiliki segala persyaratan sebagai penyalur KUR yang tak diragukan lagi, seperti modal, manajemen, dan online sistem

. “Selain itu, saya akan berkoordinasi dengan kementrian terkait HGU lahan, agar Keling Kumang mendapatkan hak konsesi lahan perkebunan. Artinya, koperasi mampu menjadi pemilik lahan, bukan sekadar pekerja di perkebunan. Dengan begitu, koperasi pun bakal memiliki bargaining position yang tinggi di sektor itu”, imbuh Menkop.

Terkait bisnis ritel (K-52 Mart), Puspayoga berharap, produk yang dijajakan di minimarket tersebut dapat menampung sebanyak-banyaknya produksi KUKM. “Pokoknya, produk lokal harus mendapat tempat yang istimewa di K-52 Mart dan terus dikembangkan ke segala pelosok, khususnya di Kalbar”, tandas Menkop yang juga berkesempatan mengunjungi kantor pusat CU Keling Kumang di Kabupaten Sekadau.

‎I Wayan Dipta menambahkan, Keling Kumang bisa mengajukan proposal sebagai penyalur pupuk bersubsidi. Pasalnya, mereka sudah memiliki ritel, gudang, juga alat angkutan (truk).

“Kami siap mendukung untuk hal itu dengan melengkapi segala persyaratan yang ada. Sedangkan menyangkut HGU konsesi lahan, kami bisa merekomendasikan ke Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk diproses mendapatkan hak konsesi lahan tersebut”, kata Wayan.

Toserba Sampai Hotel

img-20161114-wa0002

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR) Munaldus, yang merupakan anak usaha dari Keling Kumang Grup, menyebutkan bahwa INKUR mengelola unit usaha grup yang bergerak di sektor jasa (hotel) dan minimarket (K-52 Mart).

‎”Kita sekarang sudah memiliki sembilan toserba yang tersebar di Kalbar. Sementara untuk hotel, kita menampilkan nuansa budaya lokal, yakni Dayak sebagai bentuk kearifan lokal yang terus kita jaga”, kata dia.

Munaldus mengaku, pihaknya memiliki dua mimpi besar, yaitu K-77 bisa menyalurkan pupuk bersubsidi dan kita dapat mengelola hak konsesi lahan HGU perkebunan Sawit. “Hanya saja, kami di sini masih memiliki hambatan berupa pajak yang harus dibayarkan oleh koperasi. Saya berharap, pemerintah dapat memberikan penghapusan atau keringanan pajak bagi koperasi di seluruh Indonesia”, pungkas Munaldus.(jef)