Menu
Bank DKI Salurkan Beasiswa Pendidikan Dari Yayasan Beasiswa Jakarta - PETA JALAN EKONOMI KERTHI BALI: LANGKAH AWAL TRANSFORMASI EKONOMI INDONESIA - Menteri Teten Apresiasi 3 Startup Indonesia, Pemenang Event Korea – ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs - Nasho Brand Lokal Siap Gandeng Investor Internasional pada Ajang IFF 2021 - Sinergi KemenKopUKM dan Perguruan Tinggi Ciptakan Enterpreneurship Melalui Inkubasi - Kukuhkan Diri Sebagai Bank Kampus: Kali ini BNI dukung IPB University Dorong Percepatan Campus Financial Ecosystem melalui Aplikasi IPB Cashless - Holding Perkebunan Nusantara Raih Penghargaan Sebagai "BUMN yang Mempekerjakan Penyandang Disabilitas" dari Kemenaker - MUI dan Kominfo Bahas Keamanan dan Kehalalan Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui - Menteri Teten : Jangan Ragu Memulai Usaha, KUR Siap Mendukung - KemenKopUKM Tingkatkan Kolaborasi Lintas Pilar dalam The 2nd ASEAN Regional Workshop on Creative Economy (ARWCE)

Bantu Logistik Bahan Pangan BNI Bangun Jembatan di Sumatera Barat

Maret 23, 2017 | ekbis

_NO_6304

LIMA PULUH KOTA:((Globalnews.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membangun jembatan yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat, baik untuk menopang peningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Sumatera Barat maupun sebagai penghubung dua kawasan yang terisolasi secara ekonomi.

Jembatan tersebut dibangun sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mendapatkan kemudahan dalam memobilisasi produk-produk pangan.

Peresmian dimulainya pembangunan jembatan di Payakumbuh dilaksanakan di dekat jembatan lama yang telah rusak, yaitu Jembatan Jorong (Dusun) Ambacang Kunyik yang terletak di Nagari (Desa) Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten 50 Kota, Kamis (23 Maret 2017). Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Lima Puluh Kota Erfendi Arbi dan Pemimpin BNI Cabang Payakumbuh Muhammad Yusrin.

Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, jembatan baru yang akan menggantikan jembatan lama ini sangat penting untuk mendukung mobilitas sekitar 500 keluarga di Kecamatan Akabiluru. Jembatan lamanya nyaris hancur akibat diterjang banjir pada tahun 2015 sehingga membahayakan penggunanya. Pertumbuhan ekonomi disekitar kawasan itu pun melambat akibat lalu lintas komoditas utama di desa sekitarnya terhambat, mulai dari padi, produk hortikultura, hingga produk perkebunan (karet dan kakao).

“Sebagai sarana penghubung utama, jembatan tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah dan sangat berbahaya untuk dipergunakan oleh warga. Jembatan tersebut berukuran panjang 30 meter dan lebar 3 meter, berada di atas sungai Batang Lampasi yang menghubungkan beberapa jorong yang ada di Nagari Pauh Sangik,” ujarnya.

Dibutuhkan biaya sekitar Rp 500 juta untuk membangun kembali jembatan baru di lokasi yang sama. BNI berharap, jembatan ini nantinya akan lebih memperkuatpemberdayaan komunitas (corporate community responsibility).

Bupati Lima Puluh Kota Erfendi Arbi mengatakan, jembatan ini penting artinya untuk memastikan kelancaran lalu lintas komoditas  buat lintasan produk-produk tanaman pangan, bahan pertanian,  ternak, dan perkebunan. Pasokan komoditas tersebut tidak hanya mengamankan pasokan pangan di Kabupaten Lima Puluh Kota, dan kota- kota di Sumatera Barat tetapi juga mengamankan pasokan  pangan di Provinsi Riau.

“Pembangunan kembali jembatan ini seperti berkah bagi pertumbuhan ekonomi kami, karena artinya sangat penting untuk kelancaran logistik produk-produk pangan setempat,” ujarnya.(jef)

 

Related For Bantu Logistik Bahan Pangan BNI Bangun Jembatan di Sumatera Barat