Arsip Kategori: koperasi dan ukm

Dukung Inacraft 2024, BNI Dorong UMKM Go Global

Jakarta:(Globalnews.id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan proaktif mendukung gelaran bertajuk The 24th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2024). Pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 28 Februari hingga 3 Maret 2024.

Presiden RI Joko Widodo hadir dan membuka secara langsung pameran Inacraft 2024. BNI dan Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft (ASEPHI) telah menjalin kerja sama sejak tahun 2005 atau selama 20 tahun melalui event Inacraft.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, BNI terus mempererat engagement dengan UMKM peserta Inacraft 2024 dengan menyediakan wadah UMKM Go Global melalui Xpora.

“BNI Xpora berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan UMKM melalui program one-stop export solution. Sebagai BUMN dengan mandat bank go global, BNI berupaya proaktif membantu UMKM memperluas penetrasi pasar luar negeri,” ujarnya.

Pada acara Inacraft 2024, BNI Xpora akan memberikan layanan konsultasi bisnis Go Global di booth BNI. Pelaku UMKM dapat mengajukan pertanyaan seputar pemberdayaan UMKM, termasuk berbagai pelatihan, pendampingan, program pembiayaan, serta potensi bisnis matching dengan calon pembeli dari luar negeri.

“Kami berharap lebih banyak pelaku UMKM dapat bergabung dengan portal digital BNI Xpora, sehingga mereka akan mendapatkan akses ke berbagai informasi serta kesempatan untuk mengikuti program pelatihan, pendampingan, business matching, dan event pameran dalam dan luar negeri,” tambah Royke.

Royke mengungkapkan, dalam Inacraft 2024 kali ini, BNI Xpora memberikan kesempatan UMKM untuk melakukan business matching dengan calon pembeli dari luar negeri. Adapun hingga akhir Desember 2023, Xpora telah menyelenggarakan 83 pelatihan dengan jumlah peserta mencapai 7.429 UMKM.

“Partisipasi Xpora dalam berbagai acara baik di dalam maupun di luar negeri telah mencapai 72 acara yang diikuti oleh 1.033 UMKM. BNI juga memanfaatkan koneksi Cabang Luar Negeri dan Diaspora untuk menyelenggarakan 793 acara business matching hingga saat ini,” jelasnya.

Selain itu, BNI menawarkan berbagai keuntungan menarik kepada pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam Inacraft pada Februari 2024. Antara lain, bonus saldo rekening hingga Rp3 juta untuk tenant dengan peningkatan saldo tertinggi.

Selain itu ada juga TapCash dengan saldo hingga Rp750 ribu dan Logam Mulia bagi tenant dengan transaksi EDC & QRIS tertinggi, serta special merchandise bagi tenant yang menukarkan struk settlement EDC.

Dalam event Inacraft 2024 ini, terdapat 14 UMKM Binaan Xpora yang merupakan debitur dan nasabah setia yang turut serta, antara lain Genta Guitar & Ukulele, 1719, Aryasena Craft, Golden Dragon Melamine, Nuanza Porcelain, Maeswara Basket, Sunandsand, Apikmen, Mira Muraza Songket, Mendong Jaya, Mamnich, DOWA, Oak Leather Gallery, dan Rumah Mode Bunga. (Jef)

Ciptakan Solusi Transaksi Digital, BNI Raih Penghargaan Best Banking API Solution in Indonesia.

Jakarta:(Globalnews.id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali meraih penghargaan dari Alpha Southeast Asia dengan kategori Best Banking API Solution. Penghargaan ini dianugerahkan kepada BNI pada forum 17th Annual Award 2023 Alpha Southeast Asia di Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan kepada BNI karena dinilai mampu menciptakan dan meningkatkan solusi transaksi digital di Indonesia melalui 280 layanan Application Programming Interface (API) yang disetujui regulator, terbanyak dibandingkan kompetitor.

Secara khusus, BNI berhasil memenangkan enam penghargaan pada tahun 2020-2023, salah satunya adalah “The Best Overall Developer Portal” berturut-turut sejak tahun 2020-2022 dan yang terbaru adalah “The Best International & Localized Portal” pada tahun 2023 dari Devportal Awards.

Dalam keterangannya, Direktur Digital & Integrated Transaction Banking BNI Corina Leyla Karnalies menyampaikan apresiasi kepada Alpha Southeast Asia yang telah memilih BNI untuk kembali meraih penghargaan ini.

“Kami ucapkan terima kasih setingi-tingginya kepada Alpha Southeast Asia karena terus memberikan kepercayaan kepada kami. BNI terus menjadi pionir dalam penguatan digital ekosistem pembayaran di Indonesia,” ujarnya.

Corina menjelaskan, BNI memberikan solusi pembayaran digital yang terintegrasi langsung terhadap nasabah, baik individu maupun korporasi. Dalam hal ini, BNI terus berinovasi dalam meningkatkan layanan API untuk nasabah korporasi.

“Kami juga proaktif dalam menilai kebutuhan nasabah. Ini alasan mengapa kami terus mengembangkan kemampuan baru agar mampu melayani nasabah melalui layanan API BNI yang terintegrasi,” jelasnya.

Adapun solusi BNI API diperuntukkan bagi nasabah korporasi termasuk fintech, di mana nasabah dapat mengakses layanan perbankan, terutama yang berkaitan dengan transaksional dalam aplikasi keuangan yang dibangun secara mandiri oleh masing-masing perusahaan dengan mengintegrasikan langsung dengan API BNI. Melalui BNI API, kerja sama Business to Business (B2B) dapat dilakukan dengan mudah. Nasabah juga dapat langsung explore BNI API melalui website digital
https://digitalservices.bni.co.id

Untuk itu, kata Corina, penghargaan ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi perusahaan untuk memberi kepercayaan kepada nasabah dan terus mengembangkan solusi layanan transaksi digital BNI yang semakin canggih.

“Semoga penghargaan ini terus memacu kami untuk berkomitmen menciptakan solusi perbankan untuk masyarakat luas,” pungkasnya. (Jef)

Jembatani Diaspora, BNI Sukses Bawa UMKM Sidoarjo Ekspor Keripik Singkong ke Belanda

Jakarta:(Globalnews.id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI proaktif mengantarkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya menembus pasar internasional.

Melalui BNI Xpora, UMKM asal Sidoarjo, Jawa Timur, PT Indorasa Utama, berhasil mengekspor 1 container berukuran 40 feet yang berisikan 1.360 box produk snack olahan singkong ke Rotterdam, Belanda. Selain itu juga terdapat 400 box snack produk olahan teri dan 2.800 box produk olahan bawang ke negara yang sama.

Pengiriman perdana ini merupakan hasil business matching yang dijembatani BNI Xpora, antara PT Indorasa Utama di Sidoarjo dengan Diaspora Buyer Ben Helen Trading yang merupakan anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (ASPINA) di Amsterdam, Belanda.

Acara serah terima produk UMKM tersebut dilakukan di Daxel Warehousing, Rotterdam, Netherland, *akhir Januari 2024.*

Hadir dalam acara Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag Freddy Martin Panggabean, Atase Perdagangan Sabbat Christian Jannes Sirait, Anggota Presidium Asosiasi Pengusaha Indonesia (ASPINA) Belanda Lubis, Head of Amsterdam Office BNI Amsterdam Dwi Wibowo, serta Benny dan Helen dari Ben Helen Trading Belanda.

Dalam keterangannya, Direktur Retail Banking BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, upaya perseroan dalam menjembatani para pelaku UMKM dan diaspora di Belanda kini menunjukkan hasil yang nyata. Hal ini membuktikan bahwa produk-produk UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni sehingga diminati di pasar global.

“Ini adalah hasil business matching yang telah kita arrange di tanggal 10 Juli 2023 secara daring dan kita berhasil mewujudkannya. Semoga ini menjadi awal yang baik,” ujarnya.

Putrama menjelaskan, proses business matching tersebut dilakukan melalui tahapan yang panjang, dari mulai pembahasan spesifikasi produk, packaging, kirim sampel produk, penentuan harga produk, dan pembahasan sales contract untuk kerjasama jangka panjang, hingga akhirnya pengiriman dilakukan pada tanggal 13 November 2023 melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan tiba di Rotterdam pada Senin, 22 Januari 2024. Ben Helen Trading akan mendistribusikan produknya melalui beberapa toko Asia yang ada di sekitar Belanda.

Putrama menambahkan, melalui BNI Xpora, perseroan mendukung peningkatan potensi UMKM Indonesia agar dapat mengembangkan bisnisnya menuju UMKM GO Productive, Go Digital, dan Go Global. Tak hanya itu, melalui channel tersebut, BNI siap melayani para diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai pengusaha di luar negeri untuk menemukan potential supplier di Indonesia.

“Semoga semakin banyak produk-produk lokal Indonesia bisa go global, sehingga para pelaku UMKM bisa naik kelas,” pungkasnya. (Jef)

Pelepah Pisang Jadi Komoditas Berharga di Luar Negeri

Jakarta:(Globalnews.id)-CV Nikmat Sentausa merupakan pelaku UMKM produsen anyaman yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Berbahan baku dari pelepah pisang lokal, olahan anyaman CV Nikmat Sentausa telah dipasarkan tidak hanya di dalam negeri melainkan hingga ke Italia.

Pemilik CV Nikmat Sentausa, Hendri Sugiaji mengatakan bahwa dirinya telah menjalin kerjasama bisnis dengan berbagai mitra di Italia.

“Para buyer dari Italia memberikan order kemasan botol minuman anggur dari anyaman pelepah pisang. Selain estetika, anyaman ini berfungsi untuk menahan benturan saat pengiriman dan memberikan aroma wangi yang khas,” ujar Hendri.

Hendri menambahkan bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah banyak membantunya dalam menjalankan bisnis ekspornya melaluui program BNI Xpora.

“Bersama BNI, usaha ekspor saya berhasil. Tidak hanya kredit, BNI banyak memudahkan saya untuk berbagai transaksi keuangan baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Hendri.

Melihat hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea memberikan apresiasi terhadap langkah BNI dalam mendukung UMKM Go Global.

“Banyak sekali UMKM termasuk UMKM di Tangerang yang memproduksi barang yang unik dan bernilai tinggi sehingga layak untuk dipasarkan di luar negeri. Terima kasih kepada BNI atas dukungannya bagi UMKM sehingga bisa melakukan ekspor melalui program BNI Xpora,” ujar Marinus.

Marinus juga mengatakan bahwa upaya BNI dalam mewujudkan semakin UMKM yang Go Global menjadi modal penting dalam membangun perekonomian rakyat.

“Tidak hanya UMKM-nya saja yang maju, tetapi turut menggerakan perekonomian salah satunya membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” tutupnya.(Jef)

Erick Thohir Sebut, BUMN Diubah Jadi Koperasi Merupakan Isu Tidak Sehat

JAKARTA:(Globalnews.id)- Menteri BUMN, Erick Thohir menilai pandangan timses salah satu paslon yang menyatakan akan membubarkan BUMN dan diganti dengan koperasi sama saja dengan memunculkan pengangguran baru sebanyak 1,6 juta orang yang merupakan pegawai BUMN. Padahal, Erick menambahkan, selama puluhan tahun para karyawan BUMN telah membuktikan diri sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang pertumbuhannya mencapai 5%.

“Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi, maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang butuh lapangan pekerjaan. Sangat tidak masuk akal. Apalagi selama ini, para karyawan BUMN sudah menunjukkan hasil kerjanya sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan ekonomi Indonesia,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Sabtu(3/2).

Sederet sumbangsih BUMN sebagai agen perubahan dan pada tahun 2023 telah menghasilkan deviden terbesar dalam sejarah dari BUMN ke negara senilai Rp 82,1 triliun, menurut Erick, telah menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

“BUMN itu agent of change atau tempat perubahan dengan munculnya banyak investasi awal seperti kereta api, airport, ataupun saat COVID dengan membagikan vaksin gratis kepada masyarakat. Yang jelas, jika dibubarkan maka 1,6 juta hilang pekerjaan, ditambah keluarganya, ini menurut saya isu yang tidak sehat,” tambah Erick.

Erick juga memastikan saat ini, seluruh BUMN bekerja dengan baik dan penugasan-penugasan yang diberikan pemerintah sudah dilakukan dengan baik.

“Jika dinilai ada kekurangan, memang tidak ada yang sempurna. Tapi kita lihat hasilnya hari ini sudah terbukti bagaimana BUMN itu bisa untung Rp 250 triliun, sudah memberikan kontribusi besar, kepada negara yang dipakai untuk program-program yang sedang dilakukan pemerintah, seperti program kesehatan, pangan,” tegasnya.(Jef)

Dirut LPDB-KUMKM Lantik 13 Pejabat Struktural dan Pilih 5 Kandidat Agent of Change

Jakarta:(Globalnews.id)-Guna memberikan apresiasi bagi pegawai Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang memiliki kinerja terbaik dalam menjalankan tugasnya, LPDB-KUMKM melaksanakan kegiatan Pemilihan Pegawai Teladan LPDB-KUMKM Tahun 2023 pada Kamis (1/2/2024).

Kegiatan ini bertujuan, memberikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh pegawai di lingkup LPDB-KUMKM agar terpacu memberikan kinerja terbaik dalam melayani koperasi dan UMKM (KUMKM) di Indonesia.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, acara Pemilihan Pegawai Teladan Tahun 2023 telah melalui seleksi yang diawali dari usulan kandidat dari masing-masing lingkup Direktorat LPDB-KUMKM.

“Berdasarkan hasil penyeleksian dan penilaian dari kriteria yang ditetapkan, terpilih lima kandidat Pegawai Teladan Tahun 2023, dengan rincian tiga pegawai pria dan dua pegawai wanita. Kelima kandidat tersebut telah mempresentasikan karya tulisnya dihadapan Direksi dan seluruh karyawan dengan tema “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Pelayanan”, terang Supomo.

Supomo melanjutkan, seluruh karyawan di lingkup LPDB-KUMKM juga dilibatkan untuk memilih kandidat terbaik melalui web polling yang dilaksanakan pada hari ini dan secara transparansi akan diumumkan hasilnya pada tanggal 6 Februari 2024. Melalui Pemilihan Pegawai Teladan LPDB-KUMKM Tahun 2023 harapannya dapat memotivasi dan menginspirasi pegawai-pegawai lain di lingkup LPDB-KUMKM untuk meningkatkan kinerja dan memberi pelayanan prima kepada mitra-mitranya di tanah air.

Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Oetje Koesoema Prasetia mengatakan, Pemilihan Pegawai Teladan LPDB-KUMKM Tahun 2023 bertujuan untuk memberikan penghargaan dan peningkatan motivasi kerja pegawai di lingkup LPDB-KUMKM.

“Masing-masing di lingkup Direktorat LPDB-KUMKM mengusulkan kandidat Pegawai Teladan Tahun 2023 kepada Direktur Utama LPDB-KUMKM. Atas usulan tersebut, diperoleh 29 (dua puluh sembilan) pegawai untuk mengikuti seleksi pemilihan Pegawai Teladan Tahun 2023,” jelas Oetje.

Adapun kriteria penilaian Pegawai Teladan Tahun 2023, lanjut Oetje, memiliki masa kerja minimal dua tahun berturut-turut sejak pengangkatan sebagai pegawai LPDB-KUMKM, tidak pernah mendapatkan hukuman disiplin selama masa kerja, dan tidak sedang dalam proses pemeriksaan penjatuhan hukuman disiplin berdasarkan Peraturan Direksi LPDB-KUMKM yang berlaku.

“Selain itu, kandidat pegawai terbaik juga memiliki persentase kehadiran minimal 95 persen, tidak mengalami penurunan dalam dua tahun berturut-turut, serta memiliki rata-rata Capaian Kinerja Pegawai (CKP) minimal kategori “Sangat Baik” dan tidak mengalami penurunan dalam dua tahun berturut-turut,” terang Oetje.

Oetje menambahkan, dari 29 nama yang masuk kriteria dari masing-masing direktorat, terseleksi menjadi lima nama yang memiliki hasil terbaik. Lima kandidat tersebut telah memaparkan presentasi mengenai “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Pelayanan” di hadapan Direksi dan Pegawai LPDB-KUMKM, dan juga dilakukan pemungutan suara (voting) melalui web polling guna memilih kandidat terbaik, masing-masing satu pria dan satu wanita.

“Harapannya, dengan terpilihnya dua pegawai teladan LPDB-KUMKM, dan satu pegawai terfavorit sesuai poling terbanyak, bisa menjadi “Agent of Change” dalam mentransformasi kinerja dan pelayanan LPDB-KUMKM menjadi lebih maksimal. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh pegawai LPDB-KUMKM agar optimal melayani mitra-mitra koperasi di Indonesia,” harap Oetje.

Dirut Lantik 13 Pejabat Struktural LPDB-KUMKM

Setelah melaksanakan kegiatan Pemilihan Pegawai Teladan Tahun 2023, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo melantik 13 (tiga belas) Kepala Divisi dan Kepala Subdivisi di lingkungan LPDB-KUMKM di Jakarta, Kamis (01/02/2024).

“Sebagai penyegaran organisasi dan upaya mencapai target-target penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM, kami melantik 13 Pejabat Struktural LPDB-KUMKM. Pelantikan ini merupakan wujud implementasi Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 15 Oktober 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja LPDB-KUMKM,” jelas Supomo.

Supomo mengatakan, LPDB-KUMKM mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pinjaman atau pembiayaan kepada koperasi dan UMKM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sedangkan untuk penataan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan, diperlukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja LPDB-KUMKM.

“Semangat sinergi, transparansi, dan gotong kiranya tercipta di lingkungan LPDB-KUMKM agar core value dan culture lembaga dapat terwujud. Mari kita tingkatkan kualitas layanan dan memperluas program-program inovatif, sehingga dalam menjalankan visi dan misinya LPDB-KUMKM terus dipercaya masyarakat untuk memajukan koperasi dan UMKM di Indonesia,” pesan Supomo.(Jef)

Indonesia Perlu Lahirkan Entrepreneur dan Wujudkan Ekonomi Baru Berbasis Inovasi dan Teknologi

Jakarta:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menekankan Indonesia perlu melahirkan lebih banyak entrepreneur dan mewujudkan ekonomi baru melalui pendekatan inkubasi berbasis inovasi dan teknologi untuk menghasilkan produk baru yang kompetitif.

“Di negara maju seperti Jepang dan Korsel, UMKM menjadi bagian dari ‘Supply Chain Industry’ atau rantai pasok industri,” kata MenkopUKM, Teten Masduki, pada acara Kick-Off bjbPreneur, di Jakarta, Kamis (1/2).

Menteri Teten pun mengajak asosiasi-asosiasi dalam pengembangan UMKM mulai melirik penggunaan inovasi dan teknologi. Karena, untuk melahirkan entrepreneur baru, maka harus memiliki kompetensi inovasi dan teknologi.

“Ini yang kita harus bangun. Ini yang sedang kita pelajari di berbagai negara tentang startup. Dari situ saya punya catatan, kita tidak memiliki ekosistem yang cukup untuk mengembangkan startup berbasis inovasi dan teknologi. Kita belum memiliki itu, karena harus menghubungkan riset dari BRIN dan perguruan tinggi, serta pembiayaan,” kata Menteri Teten.

Sebab, Menteri Teten menyebut, UMKM tidak mungkin ada lompatan teknologi kalau tidak tergabung dalam industri (rantai pasok). “Yang ideal, bagaimana UMKM sebagian besar harus menjadi bagian dari rantai pasok industri. Industri maju UMKM-nya juga ikut maju,” kata MenkopUKM.

Menurut MenkopUKM, Indonesia memiliki potensi menjadi negara maju dengan minimum pendapatan perkapita 13.000 dolar AS. Kalau tidak ada perubahan, tidak mungkin bisa mencapai pendapatan itu untuk menuju 2045. “Yang kita butuhkan adalah bagaimana kita ada lompatan untuk ke arah sana,” kata Menteri Teten.

Oleh karena itu, MenkopUKM berharap muncul entrepreneur baru yang terdidik dari kampus. “Kita perlu pendekatan entrepreneur seperti ini, tidak bisa hanya pelatihan-pelatihan sepintas. Kita harus pilih telur yang bagus untuk dierami dan dibesarkan,” kata Menteri Teten.

Dan untuk mengembangkan lembaga inkubator di kampus, MenkopUKM ingin agar hal ini ditekankan oleh kampus-kampus. “Survei kami menyebutkan 72 persen mahasiswa ingin menjadi entrepreneur. Ini sedang didiskusikan untuk dikembangkan bersama para rektor perguruan tinggi,” kata Menteri Teten.

Lebih dari itu, MenkopUKM menekankan investasi asing harus bermitra dengan UMKM. Perusahaan besar mencari startup yang bisa bekerja sama dengan mereka, bukan mengambil alih yang kecil.

Terkait digitalisasi, MenkopUKM mengatakan akan terus mendorong upaya UMKM go digital. “Jangan, mereka hanya jualan saja. Hanya payment saja, tidak menggunakan IoT di hulu. Jadi, tidak melahirkan ekonomi baru,” kata Menteri Teten.

Lebih dari itu, Menteri Teten juga terus mendorong digital ekonomi agar tidak dikuasai platform global. “Digital ekonomi kita harapkan tidak hanya berjualan di e-commerce, tapi juga meningkatkan penggunaan aplikasi digital untuk mengagresi usaha kecil,” ucap MenkopUKM.

Di KemenKopUKM, ada yang namanya Entrepreneur Hub, yang akan bekerja sama dengan Korsel, Jepang, dan Belanda. “Ada 500 startup yang docking di kami, kita inkubasi untuk lebih ke hulu agribisnis dan aquaculture,” kata Menteri Teten.

*Agribisnis dan Aquaculture*

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari menyatakan, strategi Bank BJB dalam mengembangkan UMKM sejalan dengan KemenkopUKM, dimana fokusnya pada upaya menumbuhkan UMKM di sektor agribisnis dan aquaculture.

“Selain itu, kami menerapkan pola kemitraan, dan saat ini sudah ada 80 offtaker di bidang agribisnis. Sehingga, ini tentu sejalan dengan strategi yang sudah dijalankan KemenkopUKM,” kata Nancy.

Nancy menambahkan, program bjbPreneuer merupakan upaya pengembangan UMKM yang dibantu Bank BJB untuk tumbuh dengan mengembangkan inovasi dan bisa meningkatkan daya saing.

“Kegiatan yang diikuti sekitar 2000 peserta ini, kami harapkan bisa memacu pengusaha baru dan berusia muda. Karena yang penting bagaimana kita mengembangkan jiwa entrepreneur sejak dini,” kata Nancy.

Sebab, kata Nancy, program bjbPreneur yang dilaksanakan pada Februari-Mei 2024 ini merupakan strategi pemberdayaan untuk melakukan pengembangan kompetensi dan penciptaan pengusaha baru.

Bank BJB juga bekerja sama dengan 100 perguruan tinggi yang tersebar di 5 wilayah kantor Bank BJB, yakni Universitas Parahiyangan Bandung (Wilayah 1), Universitas Esa Unggul Jakarta (Wilayah 2), Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Wilayah 3), Universitas Bina Nusantara Tangerang (Wilayah 4), dan Universitas 11 Maret Solo/UNS (Wilayah 5).

“Fokus kita di tiga pilar, yaitu Womenpreneur, Agripreneur, dan Digipreneur,” kata Nancy.

Nancy pun menjelaskan, dari 2000 peserta bjbPreneur, pihaknya melakukan pelatihan daring sebanyak 500 orang. Di sini, ada pembelajaran, riset, branding, digitalisasi, dan inovasi khususnya tentang pembangunan berkelanjutan.

Tahap berikutnya, masuk dalam tahap mentoring, dimana ada 100 peserta yang mendapatkan pendampingan secara langsung. “Kami mempertajam untuk melakukan ekspor, kurasi, dan memastikan pelatihan yang sebelumnya bisa terimplementasi dengan baik,” kata Nancy.

Selanjutnya, akan ada 20 UMKM yang masuk ke tahap penjurian. “Yang kita harapkan dari 20 orang yang terpilih, bisa menularkan semangat baru untuk berinovasi, berkembang, dan berusaha,” ujar Nancy.(Jef)

Dongkrak Pasar Produk Lokal, BNI Sediakan Vending Machine untuk UMKM Binaan

Tangerang:(Globalnews.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai bank milik negara terus berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa naik kelas.

Salah satu upaya yang diwujudkan dengan menyediakan penempatan vending machine di Terminal 1A, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten,

Penempatan vending machine tersebut merupakan kolaborasi antara UMKM dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu BNI, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT PLN (Persero), dan PT Angkasa Pura II (Persero) yang diresmikan di Bandara Soekarno Hatta Terminal 1,2, dan 3, Selasa (30/1/2024).

Hadir dalam acara Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, Pemimpin BNI Wilayah 14 Faizal Arief Setiawan, VP Corporate Communication Angkasa Pura II Cin Asmoro, Senior Manager Rumah BUMN CDC Telkom Adrian Sani Harahap, Direktur Telkom, Executive Vice President Niaga dan Pemasaran PLN Fintje Lumembang, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Lasiran dan perwakilan Humas BUMN.

Dalam keterangannya, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan, melalui peresmian tersebut, produk-produk UMKM binaan BNI bisa dipajang di etalase vending machine di Bandara Soetta sehingga memudahkan masyarakat untuk bertransaksi.

Dengan begitu, jangkauan pasar produk UMKM juga dapat bisa lebih luas dengan durasi waktu operasional penjualan yang lebih lama melalui vending machine tersebut.

“Ini merupakan hasil kolaborasi antar BUMN dengan tujuan yang sama yaitu mendorong UMKM naik kelas dengan memperluas pasar mereka,” ujarnya.

Okki menjelaskan, langkah kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata BUMN dalam memberikan akses pasar yang lebih luas kepada UMKM.

Menurutnya, penempatan vending machine di Bandara menjadi salah satu hal yang menarik karena merupakan lokasi yang ramai sehingga bisa menggaet banyak konsumen.

“Bandara adalah salah satu lokasi yang cukup strategis untuk bisa memasarkan produk-produk UMKM. Lewat penempatan vending machine yang bisa diakses 24 jam akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan produk-produk UMKM,” jelasnya.

Okki menambahkan, kolaborasi ini diharapkan bisa mewujudkan tujuan bersama untuk mengantarkan UMKM semakin sukses dan bisa memperluas pasar.

“Ini menjadi langkah awal untuk mendorong UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, selanjutnya atas kerja sama dengan pihak penyedia vending machine, kami akan melakukan kurasi bagi produk UMKM dari berbagai kota di Indonesia, sehingga produk-produk tersebut dapat masuk ke berbagai vending machine secara nasional,” pungkasnya. (Jef)

Ecovivo Kembangkan Bisnis Sampo dan Sabun Ramah Lingkungan

Jakarta:(Globalnews.id)-Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) semakin proaktif menerapkan konsep bisnis berkelanjutan demi mendukung program besar penjagaan lingkungan nasional.

Ecovivo merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak pada bidang produk perawatan diri, khususnya sabun dan sampo dengan keunggulan pada bahan baku alami yang mengandung antioksidan tanpa aditif bahan kimia penyebab tumor dan kanker.

Founder Ecovivo Tri Suhartini mengatakan bahwa bisnis ini bermula dari kegemarannya berkebun dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya di Magelang, Jawa Tengah.

Tanaman yang dia miliki di antaranya bunga edible dan aromatic yang bisa dikonsumsi. Dari tanaman tersebut Tri terinspirasi membuat produk perawatan tubuh mulai dari sampo cair hingga sabun ramah ramah lingkungan.

Ecovivo juga proaktif menciptakan produk dengan bentuk yang lebih ramah lingkungan. Sampo produksi Ecovivo berbentuk padat guna mengurangi konsumsi packaging plastik masyarakat.

“Kami bersyukur dapat menjadi pelaku UMKM yang berkontribusi pada penjagaan lingkungan ini. Memang awalnya saya terinspirasi dari kampung halaman dengan lahan yang terbatas jadi saya menanam tanaman yang aromatic dan edible, yang kemudian saya buat jadi produk perawatan tubuh yang ramah digunakan dan ramah juga terhadap lingkungan,” paparnya.

Saat pandemi Covid-19 masuk Indonesia, Tri bercerita dirinya menemukan ide untuk memanfaatkan tanaman edible flower yang ada di sekitar rumahnya. Dia pun berpikir menjadikan tanaman tersebut menjadi teh untuk memperkuat daya tahan tubuh.

“Karena pada saat pandemi butuh sesuatu untuk memperkuat, jadi semua tanaman edible dan aromatic kami bikin teh yang bagus dan rempahnya untuk memperkuat daya tahan tubuh,” katanya.

Tri menyampaikan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan petani guna mendapatkan rempah untuk bahan baku pembuatan sabun dan sampo ramah lingkungan serta teh yang berasal langsung dari pekarangan petani.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng perajin di wilayah Magelang untuk memasok kemasan produknya.

“Kami bekerja sama dengan petani untuk memasok bahan baku. Untuk sabun dan sampo rempahnya melalui petani. Untuk teh berasal dari tanaman pekarangan petani yang diolah dengan gabah jadi tidak diroasting dengan mesin. Kami juga bekerja sama dengan perajin sekitar Magelang untuk memasok kemasan hand made yang eco-friendly,” jelasnya.

Dalam memasarkan produknya, Ecovivo memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk pemasaran online, sementara penjualan secara offline di Workshop yang terletak di Banyurojo, Magelang. Selain itu, Ecovivo juga bekerja sama dengan toko organik dan salah satu hotel di Yogyakarta dalam menjual sabun, sampo, dan teh.

Kapasitas produksi Ecovivo mencapai 300 pcs per bulan dengan harga produk yang dijual berkisar dari Rp20.000 hingga Rp150.000. Adapun negara tujuan ekspor produk ramah lingkungan ini di antaranya Singapura, Jepang, dan Belgia.

Ecovivo merupakan salah satu peserta di pameran Inacraft on October 2023. Ajang tersebut didukung oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang turut menyediakan layanan konsultasi bisnis go global melalui BNI Xpora.

Melalui BNI Xpora, pelaku UMKM bisa on boarding ke digital dan berkesempatan mengikuti berbagai program pelatihan, pendampingan, business matching, hingga event pameran di luar negeri. (Jef)

Berprinsip Ndeso Rasa Bule, Yudi Eko Santosa Bawa Kaytama Ekspor ke Mancanegara

BANJARSARI, CIAMIS:(Globalnews.id)- Yudi Eko Santosa, membangun bisnisnya, Kaytama, dari Jalan Cigayam, Sukasari, Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Terpaut sekitar 308 kilometer dari pusat bisnis Jakarta, Kawasan Sudirman. Namun, usahanya yang berbasis kayu itu tidak ciut, malah berkibar hingga mancanegara.

Bagi Yudi, membangun sebuah bisnis bukan tergantung pada kantor operasi yang harus berlokasi di pusat bisnis, tetapi rasa cintanya pada bisnis itu yang akan menguatkan. Itulah mengapa, Yudi berpegang pada prinsip “Ndeso Rasa Bule”, yang bisa diartikan, meski dari pedesaan yang jauh dari Kota metropolitan Jakarta, dia bisa membawa produk – produknya ke 17 negara, Dimana 35 kliennya berada.
Justru, katanya, dengan tetap berkantor di desa, dirinya sekaligus dapat menantang para UMKM lainnya untuk membangun bisnis dari desa.

“Kami memiliki tagline Ndeso rasa bule, karena biasanya eksportir itu berkantor pusat di Jalan Jendral Sudirman di Jakarta. Nah, teman buyer saya nggak pernah mau saya ajak kesini (Banjarsari) karena gurauan mereka: tempat kamu itu ga ada di google map. Namun, Alhamdulillah, saya bukannya minder, malah justru sering menantang teman-teman dari kota-kota besar, Ayo, saya saja yang di kampung bisa,” ujar Yudi.

Adapun tentang negara – negara yang menjadi sasaran ekspor produknya, Yudi menambahkan, “Alhamdulillah kami telah mengekspor kayu olahan ke berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Korea Selatan, USA, Germany, Polandia, Belanda, Belgia, Prancis, Slovakia, Yunani, Ukraina, China, Vietnam, Singapura, Taiwan dan UAE,” paparnya.

Saat ini, Kaytama adalah pemasok produk kayu olahan yang menawarkan berbagai macam jenis kayu dalam berbagai bentuk produk jadi seperti. Mulai dari Exterior Decking (R1F/E4E/Groove/AntiSkid), Structural Engineered Timber Products (Glue Laminated & Plywood), Solid Timber Panel (Edge Glued & Finger Jointed Panels) dan Industrial components (Laminated Scantlings, Beams, Door Jambs & Frames).

Produk kayu olahan produksi Kaytama sudah dilengkapi dengan Sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) No. : 0133-VLK-MMS-017- IDN dengan Tanda SVLK No. : VLHH-32-09-0004. Saat ini, Kaytama juga telah menjadi perwakilan resmi perusahaan Australia.

‘Kami bangga bahwa seluruh fasilitas kami telah mematuhi skema yang merupakan implementasi dari Voluntary Partnership Agreement (VPA) on Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) yang ditandatangani oleh Negara-negara Uni Eropa,” jelasnya.

“Hal ini seiring dengan upaya Pemerintah Indonesia untuk mengkampanyekan pengakuan yang lebih luas khususnya untuk produk kayu olahan di pasar lain,’ sambungnya.

*Saat Memulai*

Muncul pertanyaan, bagaimana Yudi membangun Kaytama pada saat – saat awalnya berbisnis? Mantan karyawan Perhutani ini pun mengakui, pada awal dirinya mengawali usaha kayu olahan, ada bank yang membantunya memberi modal awal, sebesar Rp 150 juta pada tahun 2014. Saat itu perusahannya baru dari tahap merintis usaha jasa ekspor impor kayu olahan.

Bank yang Yudi maksud adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI. Beruntung, bank ini tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga membangun sebuah program yang khusus didesain untuk membantu para pelaku UMKM agar mengglobal, yaitu BNI Xpora.

Dari BNI Xpora inilah, ujar Yudi, dia memperoleh bonus berupa informasi terkait calon buyer di luar negeri. Kaytama dapat terhubung dengan para buyer di luar negeri melalui business match-making yang diinisiasi oleh BNI Expora melalui jaringan kantor cabang BNI di luar negeri.

“Kami selaku perusahaan ekportir sangat terbantu dengan hadirnya BNI Expora, dimana kami bisa mendapatkan informasi apa saja yang dicari dan dinginkan buyer di luar negeri,” ujarnya.

Yudi menyebutkan akan terus menjalin kerja sama dan terus berharap mendapatkan dukungan dari BNI. Terbaru, Yudi berujar telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 1,5 miliar dari bank yang sama.

“Saya dibesarkan oleh BNI sejak tahun 2014, dan kini sudah jalah 10 tahun, ini sebuah penghormatan dan penghargaan bagi saya dan perusahaan saya. Kedepan kami berharap terus mendapatkan dukungan dari BNI, untuk mewujudkan cita-cita dan impian kami,” ungkapnya.

Dia ingin BNI dapat terus mendukung Kaytama terutama dalam mewujudkan impiannya yakni memiliki pabrik pengolahan kayu sendiri.

“Impian kami ingin memiliki pabrik Industri Penggergajian dan Pengolahan Kayu, kami sudah memiliki rencana untuk membangun pabrik tersebut di daerah Lamongan, Jawa Timur,” harapnya.

Sementara itu, Branch Service Manager BNI Kantor Cabang Banjar, Yoli Rinadi mengatakan, BNI Expora merupakan satu dari sejumlah inovasi dan transformasi yang dilakukan BNI untuk mendukung UMKM menembus pasar global.

Dalam BNI Expora ini, lanjutnya, BNI memaksimal kekuatan kantor cabang luar negeri yang berada di pusat-pusat perdagangan dunia, seperti Inggris, Singapura, Hong Kong, Seoul, New York, hingga sub branch di Osaka.

Kaytama merupakan salah satu mitra BNI dari empat UMKM terbesar yang ada di Banjar. Kisah sukses Kaytama ini diharapkan bisa menjadi pemicu UMKM lainnya di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.

“Tentunya kami berharap keberhasian Pak Yudi bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Banjar,” ungkapnya. (Jef)