Arsip Kategori: koperasi dan ukm

KSP Surya Kencana Tingkatkan Pengawasan dan Pendampingan Anggota

Jakarta:(Globalnews.id)-Teknologi dan digitalisasi mendorong koperasi untuk meningkatkan kualitas kompetensi, kemitraan, pemasaran, dan informasi. Kehadiran inovasi teknologi diharapkan mempermudah koperasi menuju arah modern, dengan perkuatan permodalan dalam pengembangan bisnis dan produktivitas usaha.

Kehadiran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) di tengah masyarakat dapat memperkuat peranannya dalam mendukung pembiayaan kepada koperasi. Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyatakan komitmennya dalam memudahkan akses dana bergulir. LPDB-KUMKM berharap akses pembiayaan dapat memperluas operasional koperasi, meningkatkan pelayanan anggota, meningkatkan kapasitas produksi, serta membuka peluang baru dalam memasarkan usaha.

“Perkembangan zaman berdampak pada sektor usaha, demikian dengan koperasi yang dihadapkan dengan tantangan-tantangan ekonomi dan kebutuhan permodalan. Oleh sebab itu, koperasi diharapkan terus beradaptasi, berinovasi, dan meng-upgrade diri melalui pelatihan-pelatihan, pemasaran, peningkatan keterampilan, serta pengelolaan keuangan,” ujar Supomo.

Perkuatan permodalan yang digulirkan LPDB-KUMKM, lanjut Supomo, diharapkan dapat mendorong koperasi untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. LPDB-KUMKM juga berharap dapat terus menjadi pilar utama penyangga ekonomi rakyat, melalui suntikan pembiayaan kepada pelaku usaha koperasi dan UMKM di tanah air, tutur Supomo.

Demikian yang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Surya Kencana di Provinsi DKI Jakarta. Koperasi yang beralamat di Jalan Haji Muchtar Raya Nomor 14 Kelurahan Joglo Kecamatan Kembangan Jakarta Barat, berdiri sejak tahun 2005 dan telah memiliki dua kantor cabang di Tangerang Kota dan Tangerang Selatan. KSP Surya Kencana hingga akhir Desember 2023 mencatatkan total anggota sebanyak 4.111 orang dan 44 orang karyawan.

Menurut Ketua KSP Surya Kencana Agung Setiawan, koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional diharapkan dapat menyejahterakan anggotanya. Koperasi bersama pemerintah sebagai pembina tetap diharapkan tercipta sinergi dalam mengembangkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan, mengingat peran pentingnya koperasi dalam penggerak ekonomi rakyat.

Pembinaan dan pendampingan dalam meningkatkan kualitas layanan telah diterapkan KSP Surya Kencana melalui aplikasi berbasis digital “Surya Kencana Mobile” sejak tahun 2021. Aplikasi yang dapat diunduh melalui playstore, jelas Agung, dilengkapi berbagai fitur layanan kemudahan. Di antaranya pengajuan pinjaman secara online, info pinjaman berjalan, saldo simpanan anggota yaitu Simpok, Simwa, Sukarela, Simpanan Berjangka, Tabungan, Tabungan Arisan Surya, serta pemungutan suara (votting) saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) berlangsung.

“Di samping itu, melalui perkembangan teknologi informasi, KSP Surya Kencana berharap dapat menjadi wadah usaha yang diminati masyarakat sekitar. Koperasi mencari banyak informasi mengenai sumber permodalan murah yang berasal dari pemerintah dalam upaya memperluas usahanya. Hingga akhirnya mengenal Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM),” tutur Agung.

Informasi mengenai LPDB-KUMKM yang menyalurkan pinjaman murah kepada koperasi, lanjut Agung, diperoleh melalui sosialisasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi dan UKM setempat, serta dari Forum Komunikasi Pengurus Koperasi, yang sebelumnya pernah mendapatkan pelayanan serupa dari LPDB-KUMKM.

“KSP Surya Kencana mengajukan pinjaman kepada LPDB-KUMKM dengan beberapa pertimbangan, antara lain mendapatkan penawaran bunga pinjaman yang lebih murah dibanding lembaga pembiayaan lain, proses pencairan mudah dan tidak memakan waktu lama, dan dana tambahan untuk penyaluran pembiayaan kembali kepada anggota dangan bunga yang kompetitif,” jelas Agung.

Setelah mendapat pinjaman LPDB-KUMKM, Agung menuturkan, koperasi mendapat banyak manfaat, salah satunya adalah rate bunga pinjaman yang rendah dan memberi dampak langsung berupa meningkatnya produktivitas usaha KSP Surya Kencana. Selain itu, dana bergulir menjadi penambah modal kerja bagi koperasi sehingga mampu meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada anggota.

“Harapan ke depan, keberadaan LPDB-KUMKM dapat memberi kemudahan akses pembiayaan dan investasi, sehingga manfaatnya dirasakan oleh koperasi-koperasi di tanah air. Dengan memaksimalkan prinsip pelayanan termasuk pendampingan, dapat mewujudkan tujuan koperasi sebagai salah satu penggerak perekonomian dan menyejahterakan masyarakat,” kata Agung.

Di sisi lain, KSP Surya Kencana memandang bahwa pengawasan dan pembenahan wajib dilakukan LPDB-KUMKM. Dalam bentuk pendampingan, ini merupakan upaya menjadikan koperasi dan UMKM memiliki usaha profesional dan mencegah pinjaman bermasalah. Salah satu cara yang biasa dilakukan KSP Surya Kencana adalah melakukan kunjungan dan memberi penyuluhan langsung kepada anggota mengenai cara menjalankan usaha yang baik.

“Selain pendampingan kepada anggota, KSP Surya Kencana juga fokus pada kualitas produk dengan monitoring yang ketat, memiliki target pencapaian usaha yang jelas dan terukur, serta membuat pencatatan pembukuan atau laporan keuangan yang transparan dan tertib. Selain dukungan pembiayaan dari LPDB-KUMKM, KSP Surya Kencana juga mendapat pembinaan dari sisi peningkatan usaha dari Suku Dinas (SUDIN) Koperasi Jakarta barat dan DEKOPINDA Jakarta Barat,” ujar Agung.(jef)

Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, BNI Edukasi Masyarakat Pengelola Sampah

JAKARTA:(Globalnews.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen untuk mendukung program literasi dan inklusi keuangan yang diadvokasi oleh pemerintah. Bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNI berpartisipasi dalam program Edukasi Keuangan Bagi Pengelola Sampah dan Masyarakat Peduli Sampah di Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan mereka di masa depan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan perbankan, serta risiko-risiko keuangan yang mungkin timbul.

Acara edukasi ini diadakan di Gedung Serbaguna Kantor Lurah Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/6/2024).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, PJ. Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhammad, Direktur Pengurangan Sampah Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Republik Indonesia Vinda Damayanti Ansjar, dan Direktur Network and Services BNI Ronny Venir.

Dalam sambutannya, Ronny Venir mengungkapkan komitmen BNI sebagai bank milik negara untuk proaktif dalam memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. BNI juga berkomitmen untuk memberikan informasi terkait kemudahan dalam mengakses produk dan layanan perbankan.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BNI menerapkan Sustainable Banking, khususnya Green Banking, melalui program Bank Sampah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah.

“Bank Sampah merupakan terobosan kami yang telah berhasil diimplementasikan di beberapa daerah. Kami ingin Bank Sampah ini menjadi sebuah model yang dapat menjadi percontohan positif bagi pelaku usaha atau UMKM,” ujar Ronny.

Keberadaan Bank Sampah memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan menabung. Masyarakat dapat memilah sampah, menyetorkannya secara periodik, dan nilai sampahnya akan dikonversikan menjadi nominal tabungan. Pencatatan dilakukan secara online menggunakan Electronic Data Capture (EDC) Agen46 sehingga konversi sampah langsung tercatat di buku tabungan.

BNI juga membuka peluang bagi para pengelola sampah untuk bergabung menjadi BNI Agen46 dengan berbagai benefit yang bisa didapatkan. Hal ini sejalan dengan ketentuan OJK tentang peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor Jasa Keuangan bagi konsumen dan masyarakat.

Keberadaan BNI Agen46 mencerminkan komitmen serius BNI dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia dan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil menengah untuk menjadi bagian dari ekosistem perbankan. Dengan menjadi agen, mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga memperluas jangkauan layanan keuangan di komunitas mereka sendiri.

Sebagai wujud komitmen BNI dalam memberikan kemudahan akses perbankan bagi para pengelola sampah, BNI memberikan sertifikat Agen46 dan Tabungan Bisnis kepada dua peserta terpilih. BNI juga memberikan dukungan pembiayaan BNI KUR kepada UMKM setempat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

“Kami tidak hanya membuka akses bagi transaksi keuangan, tetapi juga membantu mengatasi kesenjangan akses terhadap layanan keuangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dan regulator keuangan dalam memperluas inklusi keuangan ke seluruh penjuru negeri,” ungkap Ronny. (jef)

BNI Xpora Berangkatkan 12 UKM Makanan dan Minuman ke Indonesia in Korea – SFH 2024

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui BNI Xpora memberangkatkan 12 pelaku usaha kecil, dan menengah (UKM) makanan dan minuman untuk mengikuti pameran Indonesia in Korea – Seoul Food & Hotel (SFH) 2024. SFH merupakan pameran makanan terbesar di Korea Selatan yang menjadi platform strategis bagi para UKM Indonesia untuk menjangkau pasar global.

Keikutsertaan BNI dalam “Indonesia in Korea – SFH 2024” ini merupakan kelanjutan sinergi dan kolaborasi antar elemen Pemerintah dan BUMN untuk mempromosikan produk-produk Indonesia di pasar ekspor.

BNI sebelumnya telah sukses menggelar “Indonesia In SG” di Singapura pada April 2024, berkolaborasi dengan KBRI Singapura dan Kementerian Perdagangan melalui Kantor Atase Perdagangan Singapura.

Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, keikutsertaan dalam SFH 2024 ini merupakan komitmen BNI untuk mendukung UKM Indonesia dalam meningkatkan daya saing dan menembus pasar internasional, khususnya Korea Selatan yang memiliki potensi besar.

“Kami optimistis produk-produk unggulan dari 12 UKM terpilih ini akan menarik minat para pembeli di Korea Selatan dan dapat meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia,” ujar Corina.

SFH 2024, yang diselenggarakan di Kintex, Seoul, Korea Selatan, dari tanggal 11 hingga 14 Juni 2024, menjadi wadah ideal bagi para profesional global dan pelaku industri F&B untuk menjalin koneksi dan peluang bisnis.

BNI bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), Kementerian Luar Negeri (KBRI Seoul), dan Kementerian Perdagangan (ITPC dan Atase Perdagangan Seoul) untuk menghadirkan “Indonesia Pavilion” di Hall 4.

Paviliun ini membuka akses bagi UKM BNI, BI, Kemenlu, dan Atdag kepada importir, distributor, pelaku bisnis perhotelan, pemilik restoran, dan retailer Korea Selatan yang mencari produk makanan dan minuman, produk perhotelan dan jasa makanan, serta bahan-bahan makanan.

SFH 2024 menawarkan layanan business matching untuk menghubungkan peserta pameran asing dengan pembeli lokal, sehingga membuka peluang komersial dan akses pasar Korea Selatan bagi para UKM.

Produk-produk yang diberangkatkan BNI Xpora telah melalui kurasi ketat oleh Atase Perdagangan Seoul dan kurator lokal untuk memastikan kesesuaian dengan pasar Korea Selatan. Terdapat 12 UKM terpilih dengan produk camilan keripik, camilan manis, kacang-kacangan, rempah, makanan kaleng, olahan ikan, olahan buah, dan olahan kelapa.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul Zelda Wulan Kartika menambahkan, melalui SFH 2024, UKM dapat memperkenalkan produk makanan dan minuman unggulan ke mancanegara, dan meningkatkan transaksi internasionalnya. Selain juga diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi ekspor ke Korea Selatan dan negara-negara lainnya.

“Partisipasi dalam SFH 2024 merupakan wujud sinergi dan komitmen BNI, KBRI Seoul, Kementerian Perdagangan, dan Bank Indonesia untuk meningkatkan ekspor nasional. KBRI Seoul siap mendukung penuh upaya BNI dan BNI Xpora dalam mendorong ekspor produk Indonesia ke Korea Selatan,” jelas Zelda.

Setelah Indonesia in Korea – SFH 2024, BNI Xpora akan melanjutkan rangkaian keikutsertaan di berbagai pameran internasional lainnya untuk mendukung UKM Indonesia Go Global. (jef)

BNI Gelar BNI Exporters Forum di Bandung, Dorong UKM Tembus Pasar Global

BANDUNG;(Globalnews.id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia agar dapat menembus pasar global dan meningkatkan devisa negara. Kali ini, melalui program Xpora, BNI menyelenggarakan BNI Exporters Forum di Bandung.

Mengusung tema “Prospek Pasar Ekspor 2024”, forum yang digelar di Kantor Wilayah BNI Bandung ini dihadiri oleh 40 UMKM eksportir dari wilayah Bandung dan sekitarnya yang merupakan mitra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Barat, Kementerian Perdagangan – INDAG Jawa Barat, dan nasabah BNI.

Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan devisa.

“Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk terus mendukung UMKM Indonesia untuk menembus pasar global dan meningkatkan daya saing mereka di kancah internasional, salah satunya melalui BNI Exporters Forum ini,” kata Corina.

Forum yang dibuka oleh Pemimpin Divisi Retail Productive Banking BNI M Safri Hidayat ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten, seperti Bambang Lusanto (Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Dino Kusnadi (Pejabat Madya) Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri, dan Herman Gunadi dari PT Mitra Kargotama Sejahtera.

Para narasumber berbagi wawasan dan informasi terkini mengenai lanskap pasar ekspor saat ini, membekali para UMKM dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk menavigasi pasar global secara efektif.

Selain sesi pemaparan, forum ini juga menghadirkan sesi diskusi yang memungkinkan para UMKM untuk bertukar ide dan pengalaman, serta mendapatkan solusi praktis atas berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan bisnis ekspor.

Tak hanya itu, BNI juga memperkenalkan solusi transaksi keuangan BNI serta program Xpora kepada para peserta.

Untuk diketahui, BNI Xpora merupakan program khusus yang dirancang untuk mendukung UMKM dalam mengembangkan usahanya dan menjangkau pasar internasional.

Melalui rangkaian layanan yang komprehensif, seperti pelatihan, pendampingan, pembiayaan, dan fasilitasi akses pasar global, BNI Xpora diharapkan dapat memberdayakan UMKM untuk menjadi pemain global yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan perekonomian Indonesia.

Adapun BNI Exporters Forum di Bandung ini merupakan kegiatan ketiga setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Jakarta dan Lampung.

“BNI berkomitmen untuk terus menyelenggarakan forum serupa di berbagai kota utama di Indonesia guna menjangkau lebih banyak UMKM dan membantu mereka dalam meraih kesuksesan di pasar global,” tutup Corina. (jef)

Bantu Rakyat Palestina, Kunci Sukses Bisnis d’Besto

Jakarta:(Globalnews.id)-Brand lokal d’Besto Group meyakini keberkahan menjadi kunci kesuksesan, yang bahkan mampu melebihi perhitungan matematika bisnis manusia. Dukungan kemanusian dari manajemen kepada saudara-saudara Palestina atas tindakan genosida di Palestina oleh Israel semakin membuka pintu keberkahan bagi d’Besto Group.

Adapun, perseroan telah memberi dukungan konsumsi berupa ribuan paket d’Besto kepada sejumlah peserta aksi kemanusiaan Palestina di Jakarta sejak tanggal 5 November 2023, 2 Desember 2023, dan 13 Januari 2024.

Selanjutnya, ada pula penyerahan donasi Ambulance untuk Palestina pada tanggal 13 Desember 2023 yang disaksikan langsung oleh perwakilan MUI dan Baznas. Perusahaan juga telah merampungkan penyerahan bantuan obat-obat dan pendidikan bagi pengungsi Palestina di Turki pada tanggal 18 Februari 2024.

Founder d’Besto Evalinda menyampaikan keberkahan sering kali dianggap tidak masuk akal. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi manajemen Brand lokal d’Besto Group.

Dengan komitmen kami untuk terus menyuarakan pesan-pesan positif khususnya pada bencana kemanusiaan yang dialami saudara muslim di Palestina, bisnis Brand lokal d’Besto Group justru mampu bersaing dengan menu makanan cepat saji seperti ayam goreng yang telah lama menjamur di Indonesia.

“Kami sangat meyakini bahwa ketika strategi akhirat kita terapkan, maka insya Allah target dunia akan Allah berikan” ungkap Evalinda.

Lebih lanjut, CEO d’Besto EBM Wildan menambahkan bahwa perusahaan menerapkan implementasi manajemen mutu secara menyeluruh kepada semua divisi dan semua jenjang manajerial perusahaan.

Setelah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 dari TUV NORD pada tanggal 18 Desember 2023 lalu untuk manajemen kantor pusat, perseroan terus mendorong sertifikasi resto-resto pada semester 1 tahun 2024 sampai kepada target sertifikasi ISO 22000 tentang Food Safety Management yang diharapkan rampung pada semester kedua 2024.

“Semua itu di lakukan untuk bisa memberikan kualitas produk terbaik serta mekanisme pelayanan pelanggan yang optimal,” imbuhnya.

Wildan menyampaikan perusahaan ingin mendapatkan keberkahan pada setiap kegiatan manajemen perusahaan.

“Keberkahan pada produk yang disantap oleh pelanggan, keberkahan untuk setiap supplier, keberkahan untuk semua karyawan serta semua pihak yang terlibat dengan manajemen d’Besto Group.

*d’Besto Group Hadiri Konferensi Internasional Tufanul Ahrar*

Bukti komitmen dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, di ungkapkan langsung oleh Evalinda di hadapan para pengungsi Palestina di Turki Selatan, saat melakukan perjalanan kegiatan Kemanusiaan internasional untuk Palestina.

Evalinda pun melakukan kunjungan langsung ke Turki Selatan menyalurkan bantuan pangan, obat-obatan dan uang kepada pengungsi melalui kerjasama dengan NGO setempat.

“Kami dari d’Besto Group tidak akan membiarkan kalian berjuang sendiri menghadapi kekejaman Zionis Israel, kami akan menyerukan dan mengajak semua mitra kami di Indonesia ikut serta memberikan donasi kepada seluruh rakyat palestina yang terkena dampak genosida ini,” sebut Evalinda.

Pernyataan Evalinda ini di sambut dengan penuh haru oleh semua pengungsi, peluk cium dan air mata senantiasa menghiasi setiap pertemuan tersebut. Bahkan beberapa perwakilan pengungsi mendoakan d’Besto Group bertambah besar, agar bisa lebih besar lagi kontribusi d’Besto terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Evalinda pun mengingatkan kepada semua pelanggan d’Besto, bahwa setiap santapan terdapat donasi untuk rakyat Palestina serta doa-doa keberkahan dari rakyat mereka.

“Kami juga mengajak seluruh pengusaha di Indonesia untuk bisa berkontribusi nyata menghentikan tragedi kemanusiaan rakyat Palestina, sebagai bagian dari sikap bangsa Indonesia yang mendukung kemerdakaan bangsa Palestina,” ungkap Evalinda. (jef)

RI minta Bantuan Teknologi, Belanda Silahkan Banjiri Pasar Indonesia

Belanda:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Belanda dengan misi untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan di bidang UMKM dan peningkatan kapasitas perusahaan rintisan di Indonesia yang selama ini sudah terjalin dengan sangat baik.

Pada kunjungannya tersebut, MenKopUKM Teten Masduki menghadiri forum The Netherland Trade, Tourism, & Investment (TTI) Forum yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda dan dilanjutkan pertemuan bilateral dengan dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja sama Pembangunan Belanda, Liesje Schreinnemacher, guna membahas peluang kerja sama antara Indonesia-Belanda.

Forum TTI digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda di Den Haag dan dihadiri oleh 150 pelaku bisnis dari Belanda dan Indonesia. Menurut Menteri Teten, forum ini menjadi sarana strategis untuk menggali potensi kerja sama yang lebih erat antar kedua negara.

MenKopUKM Teten di Belanda, Selasa (28/5), menegaskan, Belanda telah menjadi mitra dagang dan investasi yang strategis bagi Indonesia.

“Keberhasilan kerja sama ini perlu ditingkatkan dan direplikasi karena masih banyak sektor yang berpeluang besar untuk dapat dikembangkan secara bersama terutama di sektor UMKM, startup, hingga perkoperasian di Indonesia, salah satu yang paling potensial adalah sektor agroculture dan aquaculture,” kata MenKopUKM Teten Masduki.

Selain itu, keberhasilan Belanda dalam mengembangan sektor pertanian dengan teknologi tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan juga menjadi perhatian MenkopUKM. Secara khusus juga disampaikan mengenai peluang kerjasama dengan perusaan lokal Indonesia agar dapat memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam belanja pengadaan Pemerintah Indonesia di bidang teknologi peralatan pertanian, perikanan dan perkebunan.

“Bagi kami di Indonesia, kerjasama yang dilakukan akan menjadi peluang untuk transfer pengetahuan mengenai teknologi terbaru di bidang agri-tech, sementara bagi perusahaan Belanda akan mempunyai kesempatan produknya dipasarkan di Indonesia,” kata Menteri Teten.

Pada pertemuan bilateral yang dilakukan dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Belanda, Liesje Schreinnemacher; dibahas peluang kerjasama pada bidang floating solar, airport solutions dan hilirisasi untuk transisi energi. Disampaikan juga, saat KemenKopUKM sedang fokus melakukan pembinaan terhadap 500 startup dari 2560 startup untuk siap go global.

“Kami perlu dukungan baik pendanaan maupun pembinaan lebih lanjut dan berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan para startup,” kata MenKopUKM Teten.

Kunjungan juga membahas kerjasama stratejik dengan Rabo Foundation untuk bidang sustainable financing serta meninjau langsung upaya peningkatan kapasitas beberapa inkubator startup, yang merupakan hasil Kerjasama dengan PUM Belanda.(jef)

Dana Bergulir LPDB Buat Koperasi Sehat

Banyuwangi:(Globalnews.id)- Koperasi menjadi tonggak bersejarah dari pergerakan ekonomi nasional dan ekonomi global. Wadah usaha yang berdasar pada asas kekeluargaan dan kebersamaan dengan prinsip-prinsip koperasi menekankan pada kesetaraan, partisipasi anggota, serta pembagian keuntungan yang adil. Kehadiran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, berperan penting dalam menyukseskan dan memajukan perekonomian rakyat.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) telah mengeluarkan undang-undang dan kebijakan guna mendukung dan menggalakkan berdirinya koperasi. KemenkopUKM melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) memberikan akselerasi perkuatan permodalan kepada koperasi dalam bentuk pinjaman atau pembiayaan.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, LPDB-KUMKM memberikan dukungan finansial yang lebih baik kepada koperasi, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi dan berkontribusi aktif terhadap perekonomian nasional.

“Dalam melayani pinjaman atau pembiayaan kepada koperasi, LPDB-KUMKM menyediakan dua pola, yakni pola konvensional dan pola syariah. Dari sisi tarif layanan, LPDB-KUMKM memiliki tarif layanan yang lebih terjangkau dan murah bagi koperasi dibanding lembaga keuangan lain,” kata Supomo.

Koperasi yang mendapat fasilitas dana bergulir, lanjut Supomo, harus memiliki legalitas hukum yang jelas, memiliki bisnis yang sehat, serta laporan keuangan tercatat baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Dana yang disalurkan pun harus terus dikembalikan dan digulirkan secara merata, karena merupakan dana pemerintah yang sumbernya dari APBN.

“Harapannya, selain memberikan perkuatan permodalan, LPDB-KUMKM juga melakukan pendampingan terhadap koperasi dari sisi kelembangaan dan juga tata kelola. Pendampingan ditujukan agar tercipta usaha koperasi yang lebih profesional dan mencegah pembiayaan bermasalah di kemudian hari,” harap Supomo.

Harapan serupa juga ingin dicapai Koperasi Konsumen Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Artha Insani (BMT Arin) di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Koperasi yang berdiri pada tahun 1998 dan beralamat di Jalan Gunung Agung Nomor 5 Kelurahan Singotrunan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, berupaya memperkokoh usaha koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota dengan mengajukan permohonan pembiayaan ke LPDB-KUMKM.

Ketua BMT Arin Thamrin Mulyono mengatakan, BMT Arin yang memiliki total anggota sebanyak 823 orang, telah mendapatkan empat kali fasilitas dana bergulir LPDB-KUMKM sejak tahun 2011 hingga 2024. LPDB-KUMKM menjadi pertimbangan utama karena menawarkan margin rate atau bagi hasil (basil) yang sangat rendah bila dibandingkan lembaga sejenis apalagi perbankan.

“Pertimbangan lain BMT Arin bermitra dengan LPDB-KUMKM adalah dari sisi pendampingan yang didapat koperasi. Pendampingan tersebut terdiri dari banyak aspek, mulai dari legalitas kelembagaan, pengelolaan koperasi, hingga peningkatan usaha. Setelah bermitra dan mendapat pembiayaan LPDB-KUMKM, koperasi menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang signifikan,” tutur Thamrin.

Secara umum, tambah Thamrin, BMT Arin tidak menemui kendala berarti. Latar belakang koperasi yang patuh terhadap regulasi perkoperasian, sehingga syarat-syarat kelengkapan dokumen dan proses pengajuan proposal sampai pencairan bisa dipenuhi dengan baik. Kendala yang muncul pun dapat teratasi berkat bantuan, masukan, dan saran dari LPDB-KUMKM.

“Di samping itu, guna mencegah dan mengantisipasi kondisi gagal bayar BMT Arin menerapkan beberapa strategi, di antaranya mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pembiayaan, menegakkan Standar Operasional Manajemen (SOM), meningkatkan kapasitas SDM pengurus, manajer dan karyawan, serta melakukan pembinaan dan pendampingan anggota secara berkala,” jelas Thamrin.

Harapannya, koperasi di Indonesia menjadi soko guru perekonomian bangsa dengan mengutamakan keterlibatan anggota dalam berbagai usaha. Kehadiran LPDB-KUMKM sebagai lembaga pembiayaan yang peduli dengan keberlangsungan koperasi menjadi oase segar bagi kami. Apresiasi kami sampaikan terhadap layanan LPDB-KUMKM, diharapkan ke depan dapat lebih fleksibel dalam melayani koperasi.

“Pelayanan yang prudent dan tidak kaku, serta melayani sepenuh hati dengan menawarkan solusi-solusi praktis merupakan jawaban dari segala permasalahan koperasi khususnya permodalan. Harapannya, jati diri “dari, oleh, dan untuk anggota” tidak hilang dari kehidupan berkoperasi di Indonesia, tutup Thamrin.(jef)

Gula Aren Banyumas jadi Bahan Masakan Restoran di Belanda

Jakarta:(Globalnews.id)- Belanda menjadi salah satu negara dengan diaspora Indonesia terbanyak di dunia. Tentunya bisnis Indonesian-related menjadi potensi yang menggiurkan bagi para pengusaha diaspora Indonesia di Belanda.

Setelah sebelumnya bekerja di perusahaan lain, Takim Santosa memulai bisnis sebagai importir produk Indonesia ke Belanda yang dinamakan Nesia Food VOF.

“Saya lebih fokus mengimpor bahan makanan kering dari supplier UMKM dan korporasi di Indonesia. Dengan banyaknya perantau dari Indonesia yang tinggal di Belanda, produk-produk ini dicari oleh mereka baik untuk konsumsi langsung ataupun diolah kembali,” ujar Takim.

Takim juga mengatakan, salah satu supplier terbesarnya adalah produsen gula aren yaitu CV Hugo Inovasi yang berbasis di Banyumas, Jawa Tengah.

“Gula aren sangat dibutuhkan di Belanda untuk diolah kembali menjadi menu khas Indonesia di restoran milik diaspora. Saya dipertemukan dengan CV Hugo Inovasi melalui program business matching dari BNI,” ujarnya.

Takim berharap dapat terus bekerja sama dengan BNI supaya dipertemukan dengan supplier-supplier UMKM yang berkualitas. Takim juga telah berencana untuk mengajukan fasilitas Diaspora Loan BNI untuk pembelian gudang.

Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan bahwa gula aren Banyumas telah diekspor ke berbagai negara.

“CV Hugo Inovasi adalah debitur BNI yang memberdayakan petani lokal Banyumas dan mengekspor produk gula aren ke luar negeri. Melalui aktivitas business matching dari BNI, CV Hugo Inovasi dipertemukan dengan Nesia Food dan berhasil mengekspor dua ton gula aren per bulannya,” ujar Adisatrya.

Adisatrya menambahkan, “BNI Amsterdam juga mengelola nasabah diaspora yang memiliki berbagai restoran mulai dari makanan padang hingga fine dining khas Indonesia. Gula aren yang diimpor dari Banyumas tersebut telah menjadi bahan baku hidangan di restoran-restoran tersebut.”

“Semoga ke depannya BNI mampu terus mendorong UMKM lokal agar siap berkompetisi di pasar global serta mendampingi diaspora wiraswasta agar semakin berhasil di luar negeri,” tutup Adisatrya.(jef)

Program Pendampingan Usaha Mikro Mandiri, Gagal Atau Sukses?

Bogor:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM. merilis capaian program Pendampingan Usaha Mikro Mandiri pada 2023, menunjukkan , 36 persen peserta program naik omzetnya, 28 persen mengalami kenaikan aset, dan 23 persen bertambah tenaga kerjanya.

Hal itu dikemukakan Deputi Bidang Usaha Mikro Yulius dalam acara meet up Pendampingan Usaha Mikro Mandiri di Bogor, Rabu (22/5) yang juga dihadiri MenKopUKM Teten Masduki.

Jika dibaca sebaliknya, berarti sebagian besar peserta program ini atau 64 persen gagal menaikkan omzetnya, 72 persen peserta tidak bisa menaikkan asetnya dan 77 persen peserta tidak mampu menambah tenaga kerjanya. Apakah ini berarti program ini sukses atau gagal dalam mengangkat usaha mikro untuk naik kelas? tampaknya perlu penjelasan lebih rinci soal monev (monitoring dan evaluasi) program pendampingan usaha mikro mandiri ini.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya mengubah pola pikir pelaku usaha mikro dari sekadar survival (bertahan hidup) menjadi bermental kuat enterpreneur yang ingin terus maju dan berkembang.

“Problemnya itu ada di pola pikir usaha mikro yang merasa sudah cukup. Karena, awal berbisnisnya hanya untuk menghidupi keluarga,” kata MenKopUKM, Teten Masduki, pada acara Meet Up Forum Pendampingan Usaha Mikro Mandiri di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5).

Menteri Teten mengakui, ada masalah yang menjadi kendala pelaku usaha mikro untuk tumbuh. Yaitu, sulit mengakses pasar, bahan baku, hingga akses ke teknologi. “Oleh karena itu, program pendampingan usaha mikro seperti ini dari hulu hingga hilir harus terus dilanjutkan dan diperkuat,” ucap MenKopUKM.

Sebab, Menteri Teten melihat banyak peluang dan kesempatan bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang. Dicontohkannya usaha mikro di Jepang yang sukses membangun produk oleh-oleh khas Negeri Sakura dengan kemasan super cantik. “Peluang produk usaha mikro itu adanya di toko oleh-oleh. Maka, kemasan produk harus berkonsep gift atau kado, seperti yang dilakukan di Jepang,” ucap MenKopUKM.

Oleh karena itu, menurut Menteri Teten, program seperti ini harus dilanjutkan dengan memadukan dan memperkaya pola atau strategi yang terintegrasi ke depan. “Kedepankan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder dan komunitas kreatif UMKM untuk mendukung kesuksesan program. Seperti agenda kerja sama yang akan dirilis bersama ITB dan UGM. Program inkubasi seperti ini sudah tepat,” kata Menteri Teten.

MenKopUKM berharap ke depan dengan UMKM berbasis kewirausahaan, akan tumbuh ekonomi baru di subsektor UMKM, tidak hanya kuliner, fesyen, ataupun kriya. Namun juga UMKM di bidang jasa dan digital (games, aplikasi, film, musik, dan fotografi).

Sebelumnya Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Yulius menjelaskan, program Pendampingan Usaha Mikro Mandiri ini bertujuan untuk memberikan akses dan ruang bagi pelaku usaha mikro dalam meningkatkan skill serta kemampuan entrepreneurial dan manajerialnya. Termasuk akses untuk sertifikasi produk (Sertifikasi Halal, SPP-PIRT, dan HKI) hingga akses perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

Kedua, menyediakan media showcase produk unggulan dan jejaring pasar bagi peserta. “Dan ketiga, meningkatkan komitmen dan sinergi berbagai pihak dalam program pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro,” kata Yulius.

Tahun ini, kata Yulius, pihaknya akan menggandeng dua perguruan tinggi untuk melanjutkan program tersebut, yaitu dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM). “Kami berharap ekosistem pendampingan usaha mikro semakin kuat dan berkembang untuk menumbuhkan ekonomi baru dan juga eksisting usaha mikro yang naik kelas, mandiri, juga berkelanjutan,” kata Yulius.

Terkait capaian program ini pada 2023, menunjukkan bahwa 36 persen peserta program naik omzetnya, 28 persen mengalami kenaikan aset, dan 23 persen bertambah tenaga kerjanya. “Selain itu, program ini juga menghubungkan peserta dengan akses pemasaran ke agregator, seperti Evermos, Transmart, Yomart, Krisna, dan Hamzah Batik,” ucap Yulius. (jef)

Inabuyer 2024 ditutup, Bukukan Transaksi Lebih dari Rp 1 Triliun

Jakarta:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyatakan gelaran Inabuyer B2B2G (Bussines to Bussines & Bussines to Government) Expo 2024 menjadi wadah strategis bagi upaya perluasan pasar produk barang/jasa UMKM.

“Inabuyer B2B2G Expo 2024 menjadi sangat penting untuk mendukung perluasan akses produk dan pasar UMKM, seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 bahwa pengadaan barang dan jasa Pemerintah, BUMN, dan Pemerintah Daerah minimal 40 persen anggaran belanjanya harus bisa menyerap produk dalam negeri termasuk UMKM,” kata Menteri Teten Masduki dalam sambutannya pada acara Inabuyer B2B2G Expo 2024 di Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (17/05).

Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2024, penjual dan pembeli bisa saling bertemu dan menjalin kesepakatan transaksi terhadap produk/jasa yang ditawarkan. Menteri Teten juga menegaskan, Inabuyer ini juga dapat menjadi kesempatan bagi UMKM untuk mengisi ruang kosong dalam rantai pasok terutama dari sisi produksi.

Menteri Teten mengapresiasi gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2024 ini karena menjadi wadah yang efektif dalam mendorong peningkatan penjualan produk UMKM dan koperasi. Ajang itu digelar sebagai hasil kerja sama antara KemenKopUKM, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).

Berdasarkan laporan Hippindo, nilai transaksi yang dibukukan dalam gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2024 sampai hari kedua mencapai Rp946,82 miliar. Potensi transaksi diyakini masih akan terus bertambah hingga hari terakhir.

“Sudah hampir Rp1 triliun (potensial transaksi), yakin bisa tembuslah (Rp1 triliun), maka Inabuyer ini akan kita perkuat ekosistemnya antara suplier dan buyer, akan kita lakukan bisnis matching antara suplier dan buyer,” kata Teten Masduki.

MenKopUKM Teten Masduki menegaskan, pemerintah berkomitmen merealisasikan belanja APBN minimal 40 persen untuk barang dan jasa dalam negeri termasuk produk UMKM dan koperasi. KemenKopUKM, LKPP, dan HIPPINDO juga berkomitmen untuk terus melanjutkan sinergi untuk mendorong pelaku UMKM dan pelaku usaha dalam negeri bisa tetap tumbuh di tengah gejolak ekonomi dunia.

“Ekonomi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, meski Indonesia cukup kuat (pertumbuhan ekonomi) di level 5 persen tapi kita harus sepakat agar Kementerian, Lembaga, BUMN, dan Pemerintah Daerah atau masyarakat untuk membeli belanja produk dalam negeri untuk memperkuat ekonomi,” kata Menteri Teten.

Selain meningkatkan transaksi, kata Menteri Teten, gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2024 ini juga harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha khususnya UMKM untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak terkait akses teknologi dan sumber dayanya. Hal ini penting dilakukan agar ke depan produk dan jasa UMKM bisa semakin berdaya saing.

“Dari hari ke hari kerja sama kita antara KemenKopUKM, LKPP, dan HIPPINDO terlihat semakin efektif, kita semakin tahu bahwa pemerintah punya suplier sehingga semua bisa bertemu,” kata Menteri Teten.

Di tempat yang sama, Sekretaris Utama LKPP Iwan Herniwan menambahkan, pengadaan barang/jasa pemerintah, BUMN/BUMD sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan pelaku usaha domestik karena adanya kewajiban belanja produk UMKM sebesar 40 persen.

Iwan meminta kepada suplier khususnya UMKM dan koperasi agar dapat terus berinovasi sehingga produk barang/jasa yang ditawarkan bisa semakin banyak peminatnya. Dengan begitu kapasitas dan kapabilitas usahanya dapat semakin berkembang.

“Kita akan mengutamakan belanja produk dalam negeri. Kita harap proses pengadaan ini dapat diselenggarkan sesuai dengan prinsip keadilan, terbuka, dan akuntabel sehingga hasilnya efektif dan efisien,” kata Iwan.

Sementara itu Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, dalam gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2024 kali ini diadakan kegiatan pemberian penghargaan bagi Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah yang telah menjalankan komitmennya dalam membelanjakan produk dalam negeri di tahun 2023.

Dia berharap, penghargaan tersebut bisa menjadi pemantik bagi upaya peningkatan transaksi dan belanja produk barang/jasa dalam negeri. Dengan transaksi yang terjadi di dalam negeri diharapkan juga bisa semakin mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di masa mendatang.

“Kami sebagai peritel punya tanggung jawab dan sebagai offtaker untuk memastikan semakin banyak pihak yang untuk belanja di dalam negeri. Ini adalah momentum bagi kami untuk menjalankan visi dan misi kami,” kata Budihardjo.(jef)