Arsip Kategori: news

Pelanggaran UU ITE Akan meningkat Jelang Pemilu

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-Eskalasi kasus yang terkait dengan pelanggaran terhadap UU ITE akan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya proses pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden tahun 2024. Biang utamanya adalah hate speech yang akan membanjiri media online dan media sosial.

Di tengah himpitan finansial, media arus utama sekalipun bisa tergoda untuk memanaskan situasi hingga menurunkan berita berbau hate speech atas nama iklan. Namun, seiring dengan meningkatnya suhu politik, mau tak mau, media massa juga bersiap diri lebih sibuk, termasuk sibuk menghadapi peluang untuk digugat atau diadili.

Seburuk-buruknya pengadilan, ini lebih bermartabat dibandingkan dengan penyelesaian jalanan. Media massa tidak perlu bersembunyi di balik “delik pers” yang kontroversial.
Namun, penyelesaian sengketa pers melalui mekanisme UU Pers merupakan mekanisme paling ideal.

Demikian disampaikan Sigit Setiono, Dosen Komunikasi, Redaktur Senior HU Warta Kota dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Bijak Kenal UU ITE, Jaga Dunia Digital yang diselenggarakan hasil kerja sama antara Kemkominfo dan Komisi I DPR RI pada Kamis, 26 Mei 2022.

Selain Sigit, hadir sebagai Pembicara Kunci atau Keynote Speaker Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana SH, Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan dan Trainer, Facilitator Womenwill and Gapura Digital Diana Aletheia Balienda.

Sigit mengingatkan mengenai bahaya hate speech sehingga Kepolisian Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (SE Hate Speech).

Berdasarkan surat tersebut, bentuk-Bentuk Hate Speech penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut dan penyebaran berita bohong.

Facilitator Womenwill and Gapura Digital Diana Aletheia Balienda mengatakan di zaman sekarang, banyak hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan suatu individu atau masyarakat yakni kemajuan teknologi informasi, terutama media sosial.

Dia mengingatkan pentingnya untuk berhati-hati saat menggunakan media sosial supaya perhindar dari ancaman UU ITE. Ada beberapa tips yang disampaikannya yakni batasi Informasi yang akan anda bagikan di dunia maya.

Kemudian ketahui dengan siapa saja anda berinteraksi. Coba sesekali browsing nama anda sendiri. Kemudian ingat bahwa apapun yang anda posting dengan mudah dapat diduplikasi, direpost dan dibagikan tanpa batas.

Dia menambahkan menghapus konten bukan berarti serta merta memusnahkan konten dari internet. Namun, katanya, banyak hal positif yang lebih bermanfaat bisa anda posting di media sosial. “Dunia sekarang bukan hanya darat, laut dan udara, tetapi juga dunia digital,” katanya.(Jef)

Indonesia Perlu UU Perlindungan Data Pribadi

JAKARTA :(GLOBALNEWS.ID)– Perkembangan teknologi dan volume besar informasi yang membanjiri setiap sendi kehidupan telah banyak membantu dan memberi kemudahan, tetapi sekaligus mendatangkan ancaman. Namun, pertumbuhan digital dan internet saat ini belum dibarengi dengan tumbuhnya kesadaran publik dalam melindungi data pribadi mereka.

Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk memiliki UU Perlindungan Data Pribada. Saat ini, DPR RI sedang mempersiapkan RUU Perlindungan Data Pribada dan diharapkan segera dapat dibahas dan disepakati menjadi UU.

Dengan adanya UU Perlindungan Data Pribadi, maka negara hadir melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam hal jaminan keamanan data pribadi. Serta menjadi jaminan stabilitas dan pembangunan hukum dan ekonomi.

Kehadiran UU Perlindungan Data Pribadi juga akan membangun ekosistem ekonomi digital yang aman dengan memberikan kepastian hukum bagi bisnis dan meningkatkan kepercayaan konsumen, bahkan menjadi setara dengan bangsa dan negara lain.

Hal itu disampaikan Dr. Afdal Makkuraga Putra, Dosen Senior Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jakarta pada Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Menjaga Privasi Bersama di Ruang Digital, Selasa, 31 Mei 2022.

Hadir sebagai pembicara kunci Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan Dede Indra Permana SH, Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel Abrijani Pengerapan BSc, dan Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Merdeka Gunawan Permadi.

Afdal mengingatkan data pribadi bisa dijadikan sebagai sarana pelecehan seksual, obyek pencemaran nama baik, obyek penipuan keuangan bahkan menjadi bagian hak asasi yang wajib dijaga dan dirahasiakan.

Sebagai negara demokrasi, menyebarkan data pribadi tanpa izin sama dengan mencederai demokrasi karena esensi demokrasi adalah terjaminnya rasa aman bagi warna negaranya.

Bocornya data dapat memicu Doxing (menyebarkan data pribadi di media oleh orang tak bertanggung jawab) dan berdampak terhadap pemilik data pribadi itu seperti rasa malu didepan public, mengalami cyberstalking dan physical stalking serta meningkatkan Kecemasan merasa terancam dan rusaknya reputasi personal maupun profesional.

Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Merdeka Gunawan Permadi mengatakan istilah ruang publik di media internet ini lahir dari Jurgen Habermas pada tahu 1989 dalam buku The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Gourgeois Society.

Ruang publik itu merupakan ruang yang tercipta dari kumpulan orang-orang tertentu (private people) dalam konteks sebagai kalangan borjuis, yang diciptakan seolah-olah sebagai bentuk penyikapan terhadap otoritas publik.
Dia menjelaskan ruang digital harus menampilkan sosok pribadi yang sesungguhnya sehingga dengan demikian maka ruang digital dengan ruang nyata menjadi satu entitas yang tidak ada bedanya. “Esensinya sama, hanya berbeda cara saja,” katanya.

Dia menjelaskan Indonesia sudah mempunyai berbagai regulasi yang mengatur dan untuk melindungi data pribadi bahkan sekarang sedang disiapkan RUU Perlindungan Data Pribadi. Tetapi semua itu, tidak akan cukup. “Gunakan nama yang benar di ruang publik, ruang digital dengan bertanggung jawab,” katanya.(Jef)

Meningkatan Literasi Digital Akan Cegah Kejahatan Digital

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)– Kejahatan dunia digital akan terus ada dan sulit ditiadakan karena eksistensinya sejalan dengan peningkatan intensitas pengguna media, bahkan ruang kejahatan selalu ada dan bergeser seiring dengan hadir dan berkembangnya teknologi SMS, Chat dan Video.

Peningkatan kejahatan melalui komputer tersebut sebanding dengan peningkatan penggunaan media digital itu sendiri. Sebagai informasi, angka pengguna internet di Indonesia hingga awal tahun 2022 sudah mencapai lebih dari 200 juta orang dan angkanya akan terus meningkat.

Upaya yang perlu dilakukan untuk menekan dan menghindari angka kejahatan digital adalah dengan peningkatan literasi digital bagi masyarakat, mengidentifikasi pelaku melalui identitas mereka, identifikasi jenis penawaran dan pastikan baca ketentuan maupun review dari pengguna lain.

Hal itu disampaikan Dr. Aan Widodo, M.I.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Keamanan Berinternet: Mencegah Penipuan di Ranah Daring, Sabtu, 28 Mei 2022. Hadir sebagai Pembicara Kunci Anggota DPR RI Dede Indra Permana SH, Dirjen Aptika Kemkominfo Semual Abrijadi Pangerapan, BSc dan Praktisi Kesehatan Apt. Ridlo Pahlavi, S.Farm., M.Farm.Klin.

Aan menjelaskan cybercrime memiliki tujuan yang ilegal dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Cybercrime melalukan kegiatan yang terlarang seperti untuk melakukan penipuan, perdagangan pornografi anak dan merugikan kekayaan intelektual, mencuri identitas, atau melanggar privasi penggunanya.

Menurut dia, kejahatan dunia maya, terutama melalui Internet semakin penting untuk menjadi perhatian negara karena komputer telah menjadi pusat perdagangan, pusat hiburan, bahkan pemerintahan. “Karakter Kejahatan Dunia Maya Tak terbatas pada jarak dan lokasi dan waktu,” katanya.

Praktisi Kesehatan Apt. Ridlo Pahlavi, S.Farm., M.Farm.Klin mengatakan di bidang kesehatan beberapa media kesehatan dapat menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya. “Media kesehatan yang baik haruslah menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menurunkan berita, serta menyajikan informasi berbasis bukti (evidence based),” katanya.

Dia menjelaskan sosial media efektif sebagai sarana pendidikan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman, mengembangkan kesadaran, dan perilaku sehat. “Media sosial memungkinkan pendidikan kesehatan untuk diselenggarakan secara bervariasi, misalnya melalui foto, gambar, video, meme, animasi, dan infografis,” ujarnya.

Internet dan media sosial membawa berbagai manfaat dan kemudahan bagi praktik pelayanan kesehatan. Penggunaan media sosial juga rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan berita yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya. “Masyarakat harus bisa mengidentifikasi berita yang tidak benar,” katanya.(Jef)

Content Kreator Penting untuk UMKM di Era Industri Digital

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah bagian yang paling signifikan dalam perekonomian di Indonesia. Sektor UMKM merupakan salah satu pilar perekonomian nasional yang memiliki peran strategis untuk menopang perekonomian rakyat, antara lain dalam hal pemerataan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, serta wadah sosial ekonomi masyarakat.

Namun masih banyak UMKM yang belum memahami bagaimana caranya agar terus tumbuh dan memperluas bisnis. Terlebih di era industri 4.0 seperti saat ini dimana pemanfaatan teknologi merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh UMKM agar dapat berkembang.

Padahal UMKM memiliki beberapa keunggulan potensial yakni penyedia lapangan kerja di sektor usaha industri kecil yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 50% tenaga kerja yang tersedia, keberadaan usaha kecil dan menengah selama ini terbukti mampu menciptakan wirausaha baru yang dapat membangkitkan tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru;
Kemudian mempunyai bagian sendiri usaha pasar yang unik, menggunakan manajemen yang sederhana dan fleksibel dari kemungkinan perubahan pasar, mampu diberdayakannya sumber daya alam yang ada di sekitar dan emiliki potensi untuk berkembang.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Banjarnegara Wachyu Hidayat dalam dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Generap Digital Peduli UMKM, Jumat, 27 Mei 2022.

Hadir sebagai Pembicara Kunci Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Dirjen Aptika Kemkominfo Semual Abrijadi Pangerapan dan Business & Strategist Manager PT KreatifHub Ario Eko Wicaksono.

Dia menjelaskan era digitalisasi Revolusi Industri 4.0 sudah mulai di rasakan pada sejumlah sektor UMKM, para UMKM yang mampu memanfaatkan keunggulan teknologi 4.0 mengalami kemajuan pesat dalam proses bisnisnya, dapat meningkatkan kapasitas produksi, pemasaran, pembiayaan dan pembayaran.

Digitaliasi ini sangat penting dan harus di lakukan oleh para unit usaha UMKM, keuntungan dengan adanya digitalisasi ini adalah keharusan ketika bisnis atau usaha dalam Less Contact Economy, peningkatan akses pasar yang lebih luas, peningkatan akses pembiayaaan dan peningkatan daya saing UMKM serta peningkatan efisiensi produksi dan proses bisnis.

Penguatan literasi digital bagi pelaku UMKM akan mengangkat produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal, dibentuknya pola pembinaan dan pelatihan, misalnya adanya kakak Asuh UMKM dan adanya katalog digital dan kolaborasi komunitas dan solusi teknologi serta dukungan promosi dan pemasaran produk UMKM.

Business & Strategist Manager PT KreatifHub Ario Eko Wicaksono menjelaskan mengenai KreatifHub yakni sebuah platform yang memudahkan UMKM untuk mencari jasa penyedia konten untuk membuat foto, video, desain. “Dalam dunia konten, segalanya butuh konten,” katanya.

Dia mengakui jika jasa konten kreator sangat dibutuhkan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui dunia digital. Melalui konten kreator ini, akan dipertemukan para penyedia jasa konten dengan para pelaku UMKM.(Jef)

Gus Syaifuddin,Ketua PBVSI Jakarta Pusat 2022-2026: Bangkitkan Lagi Prestasi Bola Voli,Siap Gelar Turnamen Antar Kelurahan Perebutkan Piala Pak Walikota

JAKARTA – Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jakarta Pusat masa bhakti 2022-2026 dilantik dan dikukuhkan oleh Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma.   

Dhany Suka berharap prestasi olahraga bola voli di tingkat Jakarta Pusat bisa dikembalikan seperti dulu. “Untuk mengembalikan prestasi bola voli di Jakarta Pusat tidak bisa instan, harus dengan proses seperti digelarnya turnamen yang terjadwal dan pembinaan yang rutin. Kompetisi rutin bisa memunculkan atlet yang berprestasi baik untuk tingkat kota, provinsi dan nasional,” katanya dalam acara pengukuhan dan pelantikan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Gambir, Kamis (16/6).

Sejalan dengan harapan tersebut, Gus Syaifuddin dan jajarannya pengurus PBVSI Jakarta Pusat juga mencanangkan peningkatan prestasi dalam masa kepengursannya. “Atlet bola voli dari Jakarta Pusat diharapkan bisa menorehkan prestasi nasional bahkan internasional. Langkah awal kami setelah pelantikan adalah turnamen bola voli antar kelurahan se Jakarta Pusat yang akan memperebutkan trofi Walikota Jakarta Pusat,”  kata Gus Syaifuddin.

Dalam masa bakti kepengurusan PBVSI Gus Syaifuddin punya target mengembalikan prestasi bola voli di Jakarta Pusat. “Kami mencanangkan target agar prestasi bola voli Jakarta pusat bisa kembali seperti dulu. Dulu Jakarta Pusat itu prestasinya amat dominan. Kita harapkan bisa menyuplai atlet di tingkat DKI Jakarta dan juga nasional,” katanya.

Untuk meraih prestasi perlu latihan, dan untuk berlatih dibutuhkan sarana dan prasarana. “Di Jakarta Pusat lapangan sebagai sarana untuk berlatih masih sangat kurang. Ada gelanggang olahraga namun tidak ada lapangan bola voli. Kami menyerukan kepada Pemkot DKI Jakarta Pusat dan Kepala Dinas Olahraga untuk bisa membantu ketersediaan lapangan,” harapnya.(Jef)

 

Universitas Mercu Buana dan PWI Jaya Gelar Seminar Kuliah Tamu bertajuk “Robot Journalist Sebagai Tantangan Broadcaster Muda

Jakarta:(Globalnews.id) – Mewujudkan kerjasama yang sudah disepakati beberapa waktu lalu, PWI Jaya dan Universitas Mercu Buana menggelar kegiatan bersama berupa Seminar Kuliah Tamu bertajuk “Robot Journalist Sebagai Tantangan Broadcaster Muda”.

Seminar Kuliah Tamu ini dilaksanakan hibrid dihadiri sekitar 30 mahasiswa semester 4 dan 6 jurusan Broadcasting Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana yang hadir langsung secara tatap muka, serta sebanyak 118 mahasiswa lainnya mengikuti event ini secara online.

Acara dilaksanakan di Gedung Multi Media Kampus Universitas Mercu Buana Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat, Rabu, (15/6/2022).

Tampil sebagai pembicara sekaligus mewakili PWI Jaya, Wakil Ketua PWI Jaya Bidang Antar Lembaga Amy Atmanto yang juga dikenal selaku Jurnalis Senior, Desainer dan Pemerhati Jurnalisme Digital.
Turut hadir Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, Wakil Ketua PWI Jaya Bidang Pendidikan Budi Nugraha.

Sedangkan dari Universitas Mercu Buana hadir Ketua Program Studi Broadcasting Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Dr Suraya Muflihun, MSi, Kepala Biro Humas Universitas Mercu Buana Riki Arsendi, Wakil Kepala Biro Humas Dudi Hartono.

Seminar sendiri dipandu oleh Ridho Azlam Ambo Asse yang juga Sekretaris Bidang Studi Broadcasting Fakultas Ilmu Komunikasi.
Dalam sambutannya Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi para mahasiswa sekaligus menjadi motivasi para mahasisiswa jurusan Broadcast dalam menyelesaikan studinya.

“Supaya para mahasiswa broadcast ini dapat mendapat ilmu langsung dari praktisi media sehingga ilmu yang diperoleh para mahasiswa menjadi lengkap,” harapnya.

Sementara itu Ketua Jurusan Program Studi Broadcasting Dr Suraya Muflihun,MSi mengatakan,program ini sangat bermanfaat karena dirasakan langsung manfaatnya oleh para mahasiswa.

“Dengan mendapat ilmu dari praktisi langsung apalagi praktisi tingkat nasional, tentunya pengetahuan mahasiswa kian bertambah Tentu hal ini sangat positif,” kata Dr Suraya Muflihun MSi.

Dalam pemaparannya, Amy Atmanto mengungkapkan Robot Jurnalism yang merupakan wujud Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan, menurut Stanford Computer Science, didefinisikan sebagai ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas, yang melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer.

AI merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan komputer, perangkat lunak, dan robot, untuk ‘berpikir’ cerdas layaknya manusia.

AI dipakai untuk bekerja taktis dengan zero mistake. Saat ini, AI melalui ragam jenis robot dan mesin sudah hadir di dunia industri (manufacturing) lalu mendepak ribuan pekerja manusia dari pabrik

“AI kemudian tidak hanya hadir di manufaktur tapi juga masuk ke jurnalisme, ranah yang selama ini identik dengan kemampuan berpikir kritis, logika, dan kepiawaian menulis,” kata Amy.

Lantas, apakah robot akan mengambil alih jurnalisme?. “Tidak akan pernah,” tegas Charlie Beckett, Direktur media think tank Polis di London School of Economics, yang baru-baru ini memimpin penelitian terhadap 71 organisasi berita di 32 negara,kutip Amy Atmanto.

Lebih lanjut Amy memaparkan, laporan penelitian tim Beckett menunjukkan bahwa ruang redaksi umumnya menggunakan AI dalam tiga bidang yaitu pengumpulan berita, produksi, dan distribusi.

Beckett melihat potensi kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan pemrosesan data dapat dimanfaatkan jurnalis sebagai kekuatan baru. Namun demikian, “kekuatan baru” tersebut membuahkan tanggung jawab baru bagi jurnalis untuk memastikan kebenaran data tersebut.

Jurnalis Masa Depan

Gary Cameron dari Reuters menyatakan jurnalis manusia tetap dibutuhkan untuk membuat template naskah. Jurnalis manusia juga dibutuhkan karena memiliki “rasa” untuk memilih diksi yang tepat dan sesuai konteks. Hal yang tak bisa dilakukan robot atau komputer.

Ada beberapa aktivitas jurnalisme yang tetap membutuhkan eksistensi jurnalis manusia. Hubungan dengan Narasumber di mana Jurnalis manusia terampil dalam mengembangkan hubungan dengan narasumber untuk menggali lebih banyak informasi semua hal yang tidak bisa dilakukan AI.

Arti lain, adalah adaptasi dengan Media Sosial yang berarti Platform media sosial juga membentuk tren dalam jurnalisme, karena semakin banyak ruang redaksi yang menggunakan Facebook dan Twitter untuk menyampaikan berita secara real time.
Masih kata Amy, Jurnalisme Merek
Jurnalisme merek merupakan paduan komunikasi korporat, hubungan masyarakat, dan pemasaran konten.

Bentuknya berupa blog, artikel online, dan unggahan media sosial berisi hal positif seputar perusahaan/ produk demi membangkitkan kesukaan terhadap merek tersebut.

Terakhir, Berita Terbaru (Breaking News)
Liputan berita terkini (breaking news) akan sangat sulit dibuat oleh AI.

Dibutuhkan jurnalis manusia untuk melaporkan langsung dari lokasi, mengabarkan setiap perkembangan secara intens ,sekaligus bergerak mencari sidebar informasi untuk mempertajam analisis.

Selama lebih kurang satu jam Amy Atmanto memaparkan robot jurnalis ini yang mendapat respon positif dari peserta. Sehingga diskusi berlangsung interaktif karena sejumlah mahasiswa secara bergantian mengajukan berbagai pertanyaan.

Di akhir acara diberikan penghargaan berupa souvenir kepada penanya terbaik baik yang bertanya langsung di ruang acara maupun yang lewat zoom.

Usai acara, Amy Amanto beserta pengurus PWI Jaya dan jajaran Jurusan Broadcasting Universitas Mercu Buana melakukan foto bersama.(Jef)

Pojok Literasi: Kominfo Ajak Masyarakat Selamatkan Laut dari Sampah Plastik

Krui, Kabupaten Pesisir Barat:(Globalnews.id)- Hal penting dalam pengelolaan sampah adalah kesadaran masyarakat akan lingkungan dan partisipasi aktif untuk mengurangi, memanfaatkan kembali, serta mendaur ulang.

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary, dalam sambutannya membuka acara webinar Creative Talks Pojok Literasi “Penanganan Sampah untuk Laut yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan di Krui Pesisir Barat, Lampung (11/6)

“Pengelolaan sampah, baik di darat maupun di laut, membutuhkan komitmen dan kontribusi dari seluruh stakeholders, baik pemerintah pusat, daerah, swasta, dan yang terpenting unsur masyarakat”, ungkap Septriana.

Acara yang digagas oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kementerian Kominfo tersebut diselenggarakan secara hybrid dari Aula Lamban Yoso Kabupaten Pesisir Barat dan dapat disaksikan melalui Zoom Meeting serta disiarkan secara live streaming melalui kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo.

Sampah plastik adalah ancaman berbahaya yang dapat merusak tatanan kehidupan di muka bumi. Bukan hanya dapat merusak kesehatan manusia, sampah plastik juga berpotensi merusak ekosistem di laut dan berdampak pada perubahan iklim. Dimana 80% sampah di laut berasal dari daratan dan 30% dari sampah tersebut adalah sampah plastik. 

Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc., menyampaikan bahwa target dan indikator pengelolaan sampah ada dua yaitu 30% pengurangan sampah pada 2025 dan 70% penanganan sampah pada 2025. 

“Pemerintah Indonesia merespon cepat persoalan sampah laut melalui penerbitan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut yang diatur dalam Peraturan Presiden no. 83/2018 tentang penanganan sampai laut dengan target pengurangan sampah lau sebesar 70% pada 2025,” jelas Sinta.

“Setidaknya 74 pemerintah provinsi/kota/kabupaten di Indonesia telah menerbitkan peraturan tentang pengurangan sampah plastik sekali pakai sebagai upaya penanganan sampah untuk laut yang berkelanjutan, lanjutnya.

Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Barat, Rio Niko Fernando Ahra menyampaikan beberapa kendala dalam penanganan sampah yang dialami di Kabupaten Pesisir Barat, mulai dari minimnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah hingga keterbatasan anggaran Pemkab.

“Salah satu kendalanya adalah cakupan wilayah penanganan dan pengelolaan sampah saat ini belum dapat mengakomodir seluruh wilayah kabupaten. Dari 11 kecamatan, baru 2 kecamatan yang ditangani oleh Dinas LHK.” kata Rio.

Namun kendala yang terbesar menurut Rio adalah dari minimnya kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Senada dengan Rio, Ketua Komunitas Krui Kecah Ko, Mizariadi juga menyampaikan pentingnya kerjasama dan kesadaran diri dari masyarakat dan pemegang kepentingan sangat diperlukan, sebab fasilitas umum penopang kebersihan di obyek wisata saat ini masih jauh dari harapan. 

“Kalau tidak mau mengangkat sampah orang lain minimal kita jangan jadi agen pembuang sampah sembarangan”, tuturnya.

Mizar juga memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas Krui Kecah Ko, seperti memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, melakukan penanaman terumbu karang, hingga aksi bersih pantai yang dinamakan “ALISA” atau Aksi LIhat Sampah Angkat. Mizariadi 

Menurut Mizar, cara menarik masyarakat untuk lebih peduli lingkungan adalah dengan bergerak, tanpa perlu banyak kata-kata dan data-data, langsung aksi!
(Jef)

Sandiaga Uno: Liga Selancar Dunia Krui Pro 2022 Bangkitkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi

LAMPUNG:(GLOBALNEWS.ID)- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan World Surf League (WSL) Krui Pro 2022 merupakan salah satu upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal tersebut dikatakan saat membuka liga selancar dunia tersebut di Tanjung Setia, Pesisir Barat, Lampung, Sabtu (11/06)

“Pak Bupati Pesisir Barat datang langsung ke Kemenparekraf untuk memastikan dukungan semua atas kebangkitan ekonomi kita, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui Krui Pro 2022 ini,” kata Sandi. Sandi mengatakan bahwa Pesisir Barat, Lampung merupakan salah satu spot surfing terbaik di dunia yang harus diperkenalkan kepada dunia dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Wisata ini perlu kita kembangkan dan perkenalkan kepada dunia, tidak usah bangun sirkuit yang mahal, Allah sudah memberikan alam yang bagus untuk kita manfaatkan bersama dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat” ujarnya.

Hadir juga dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subianto, serta tamu undangan lainnya.

Menurut Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim dibukanya kembali pelaksanaan agenda kepariwisataan pada Kalender Event Pariwisata Lampung tahun 2022 menjadi kabar baik bangkitnya sektor pariwisata akibat pandemi Covid19.

“Festival seperti ini sangat baik, dan daya ungkitnya untuk kesejahteraan luar biasa, ekomomi kreatif bangkit, permintaan hotel meningkat dan diharapkan menjadi tahun kebangkitan bersama, tahun mendatang bisa pulih lagi” katanya.

Senada dengan Wakil Gubernur, Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Krui Pro 3 merupakan bentuk kekompakan bersama demi meningkatkan citra pariwisata Indonesia kepada dunia.

“Program Krui Pro 3 Lampung merupakan kegiatan bersama, tanpa dukungan dan kekompakan modal kita, apapun yang kita laksanakan tidak akan berhasil” katanya.

Bupati menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan tahun berikutnya untuk melaksanakan kegiatan Krui Pro 3 QS 10.000.

“Kegiatan Krui Pro 3 QS 5.000 ini menyongsong QS 10.000, kedepan kami butuh perhatian, karena kami yakin ekonomi kreatif akan berkembang dan bangkit di Pesisir Barat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary menyatakan, WSL ini adalah suatu program yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya di masing-masing kabupaten/kota. Ada 130.000 UMKM yang ada di Lampung dan ini merupakan suatu peluang bagi UMKM Lampung untuk bisa membangun pasar digital.

“Kominfo sebagai Government Public Relation juga mendukung seluruh Kementerian/Lembaga/Daerah untuk bisa mensosialisasikan program-programnya sehingga masyarakat Indonesia paham program-program prioritas,” ujar Septriana seraya mendampingi Menparekraf meninjau lokasi pameran UMKM di sela-sela pembukaan WSL Krui Pro tersebut.

Kegiatan WSL Krui Pro 3 WSL QS 5000 merupakan kegiatan liga selancar dunia yang dilaksanakan pada tanggal 11–17 Juni 2022 dan diikuti oleh 218 peserta dari 17 negara di dunia.(Jef)

Manfaatkan Media Sosial untuk Promosikan Budaya Indonesia

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-upaya meningkatkan literasi digital adalah dengan mengedukasi masyarakat agar tidak mudah menyebarkan/menerima konten buruk dari internet, baik aplikasi chat, media sosial, website guna menyaring informasi di dunia digital yang bisa saja berisi malware (virus), penipuan online, hoaks, hate speech dan lainnya.

Esensi peningkatan literasi ini bertujuan agar masyarakat memiliki kebiasaan bersikap skeptis (tidak mudah percaya) dan kritis terhadap apapun yang dibaca melalui internet.

Literasi digital merupakan satu kesatuan sikap, pemahaman, keterampilan dalam menangani dan mengomunikasikan informasi dan menggunakan pengetahuan dengan efektif pada berbagai media dan format.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Budiharjo, M.Si, Direktur Program Pascasarjana Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Promosi Budaya Melalui Peningkatan Literasi Digital, Selasa, 24 Mei 2022.

Selain Prof. Dr. Budiharjo, M.Si, hadir sebagai Pembicara Kunci Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana, Dirjen Aptika Kemkominfo Semual Abrijadi Pangerapan dan Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Jakarta.

Dia menjelaskan kemampuan literasi dalam aspek kehidupan menjadi penyangga bagi kemajuan peradaban suatu bangsa. Literasi dimaksudkan sebagai upaya keberaksaraan, yaitu kemampuan membaca dan menulis.

“Budaya literasi ditujukan sebagai pembiasaan berpikir yang diawali dengan kegiatan membaca dan menulis hingga tercipta sebuah karya yang diharapkan terjadinya perubahan tingkah laku dan budi pekerti,” katanya.

Siswanto Rusdi, Direktur Namarin menyampaikan fakta tentang Indonesia dimana dua pertiga dari wilayah Indonesia terdiri dari air, baik laut, sungai maupun danau dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada dengan panjang mencapai 99.083 KM.

Dia menambahkan Indonesia merupakan negara kepulauan yang seluruhnya terdiri atas kepulauan-kepulauan dan mencakup pulaupulau besar dan kecil yang merupakan satu kesatuan wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan historis yang batas-batas wilayahnya ditarik dari garis pangkal kepulauan.

Pada Webinar tersebut, Dede Indra Permana SH, Anggota Komisi I DPR RI mengatakan kemajuan internet telah memberikan kemudahan proses komunikasi dan membawa perubahan dan mendukung kegiatan masyarakat. “Manfaatkan kemajuan digital dengan maksimal mungkin, sefektif mungkin dan se-kreatif mungkin,” katanya.

Dia menjelaskan media sosial seperti youtube, facebook, tik tok dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kemauan untuk belajar tentang dunia digital. Namun, harus juga pinter melindungi data pribadi kita di dunia internet, jangan mudah terprovokasi dengan berita bohong atau bahkan ikut menyebarkan berita bohong.(Jef)

“Keluarga di Era Digital Hadapi Tantangan”

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Keluarga di era digital menghadapi banyak tantangab. Orang tua dituntut mengenali media digital dan memanfaatkanya untuk kepentingan proses pendidikan anak. Pemahaman orang tua tentang nilai dari dunia digital menjadi hal pokok yang harus disadari.

Sebab, perkembangan teknologi tidak dapat dielakkan, untuk itu kita harus mengelola serta diperlukan kecerdasan dan kesadaran dalam memahami dunia digital. Salah satu contoh, ketidaktahuan dalam bermedia sosial di era digital saat ini dapat menjadi bumerang, karena jejak digital akan tertinggal

Hal itu dikatakan Sayid Iskandarsyah, Praktisi Media, Ketua PWI DKI Jakarta dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Keluarga di Era Digital, Minggu, 22 Mei 2022. Hadir sebagai Pembicara Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana, Dirjen Aptika Kemkominfo Semual Abrijadi Pangerapan dan Presenter Zahra Shalimah.

“Perkembangan era digital juga terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Karena sebenarnya masyarakat sendiri yang meminta dan menuntut segala sesuatu menjadi lebih praktis dan efisien,” kata Sayid.

Dia menjelaskan kemajuan teknologi memberikan pengaruh signifikan terhadap tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. Hadirnya teknologi mengubah budaya perilaku dan komunikasi para anggota keluarga.

Hal ini bisa terjadi lantaran di era sekarang masing-masing anggota keluarga sibuk dengan gawai. Perilaku tersebut juga menggeser nilai kepedulian dan komunikasi antar anggota keluarga. Bahkan rentan terhadap informasi yg menyesatkan.

Senada dengan Sayid, Presenter Zahra Shalimah mengatakan orang tua harus mengikuti digitalisasi, melek tekhnologi. Karena Fungsi orang tua dalam keluarga di era digital sebagai pemegang kebijaksanaan, pemegang control, seyogyanya orang tua harus belajar mengikuti kecepatan kemajuan teknologi, harus dan pasti bisa.

Dia menjelaskan keluarga/individu yang masuk ketegori minim akses internet ini memiliki potensi tertinggal. Di sisi lain, anggota keluarga merasa semakin independent sehingga berpotensi semakin menjauh karena hampir semua dilakukan di kamar masing-masing. “Era digital berpotensi menghilangkan batas antara kehidupan kerja dan keluarga,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana SH pada webinar itu mengatakan era digital telah memudahkan proses komunikasi dan membawa perubahan dan mendukung kegiatan masyarakat. “Era digital seperti inilah yang mau tidak mau harus dihadapi,” katanya.

Selama Pandemi Covid-19, berkat internet, masyarakat tetap bisa saling berkomunikasi. Mendekatkan yang jauh namun jangan yang dekat malah menjauh. Untuk itu, diperlukan kemauan untuk belajar tentang dunia digital.”Tetapi ingat, harus melindungi data pribadi kita di dunia internet,” katanya.(jef)