Menu
Ciptakan Bisnis yang Sehat, MenKopUKM Harap Koperasi-koperasi Kecil Segera Merger - Dukung TEI 2021, BNI Xpora Resmi Diluncurkan - Dongkrak Kinerja Ekspor, MenKopUKM Lepas Pengiriman Mangga Gresik ke Singapura - LABA BERSIH BTN PERIODE JANUARI- SEPTEMBER 2021 TUMBUH 35,32% MENJADI Rp 1,52 TRILIUN - Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2021: Akselerasi Jejaring Kota/Kabupaten Kreatif Bangkit Lebih Kuat Pascapandemi - Batik Sampang Ikut Meriahkan APKASI Otonomi Expo 2021 - KemenKopUKM dan Mabes Polri Koordinasi Terkait Kasus Perizinan Usaha Makanan Beku - MenKopUKM Sebut Darussyifa Al-Fithroh Sukabumi Sebagai Prototype Ponpes Modern - Sinergitas Kominfo dan MUI Dorong Strategi dan Inovasi Pembelajaran Untuk Bangkit dari Pandemi - Kementerian Kominfo Dukung Digitalisasi UMKM di Majelis Taklim Muslimat NU

DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI

Februari 6, 2018 | news

dialog publik DPP Gema Mathlaul Anwar

JAKARTA: (Globalnews.id)-DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar menggelar  Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI, di Jakarta, Selasa (6/2/2018). Dialog itu menampilkan tiga pembicara , yaitu Prof.Dr Azyumardi Azra MA CBE (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah), Dr Ahmad Mukhlis Yusuf M Mgt (Pokja Revolusi Mentan  Kemenkp BPMK) dan K.H. Zaenal Abidin Syuza’i Lc (Wakil Kteua Umum PB Mathla’ul Anwar) .

Terkait digelarnya dialog ini, Ketua Umum DPP Gema Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawasi Ssi menjelaskan, semula istilah radikal merujuk pada karakter berfikir filsafat yang mendalam hingga menyentuh akar suatu masalah.

“Namun lamban lain, makna positif tersebut bergeser menjadi negatif ketika radikal menjadi sebuah radikalisme yang berarti paham atau aliran yang radikal dalam politik maupun paham atau aliran yang menginginkan perubahan  sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, maupun sikap ekstrem dalam aliran politik,” katanya.

Pada konteks beragama, sering dimaknakan, sikap ekstrem dalam beragama yang merupakan wujud dari cara berkipir ekslusif yang mengedepankan truth claim, sehinga berujung pad asikap intoleren. Sikap turunannya berupa meras amenjadi kelompok yang paling benar. “Sikap ekstrem dalam beragama tersebut ada dalam semua agama,” katanya.

Logika radikalisme menjaid bermaslah  jika merambah ke ruang publik yang serba heterogen  dengan begaram keyakinan, agam dan ras dan warna kulit, suku bangsa  dan bahsan.

“Diperlukan langkah penyeimbang yang responsif, relevan, dan kokoh ditengah kondisi agar  keutuhan NKRI tetap terjaga, itulah latar belakang digelarnya dialog publik ini,” tutupnya. (jef)

 

 

Related For DPP Gema Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Publik bertema Radikalisme Agama dan Ancamannya terhadap NKRI