Menu
Gandeng Ina Produk Indonesia, MenKopUKM Ingin Direktori Digital Perluas Pasar UMKM Tanah Air - Animo Berbisnis Tinggi, Aku Saudagar Muda 2021 Terima 2.510 Pendaftar - Sinergi LPDB-KUMKM dan Perbankan Percepat Rekonsiliasi Data Rekening Dana Bergulir Periode 2000-2007 - KemenKopUKM Temukan Koperasi Diduga Lakukan Praktik Pinjol Ilegal - Meski Merupakan Pelaku Mayoritas, Namun Kontribusi UMKM Terhadap Nilai Ekspor Masih Kecil - MenKopUKM: Sinergi Perkuat Daya Saing UMKM untuk Kembangkan Pasar Nasional dan Global - Sinergi KemenkopUKM dan Pemkab Gianyar Bangkitkan Usaha Mikro Sektor Pariwisata di Bali - GMF dan Angkasa Pura I Tandatangani Nota Kesepahaman Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Lahan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar - Banking & Property Outlook 2022: Sektor Properti Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi - Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Pemerintah Agar Serius Memperhatikan Keamanan Siber

KEK Mandalika Akan Jadi Trigger Perekonomian NTB

April 21, 2018 | ekbis


LOMBOK (Globalnews.id): Perekonomian di kawasan Indonesia timur khususnya Nusa tenggara barat(NTB) terus menggeliat. Manajer Fungsi Data Ekonomi Statistik Keuangan Perwakilan Kepala Kantor BI Nusa Tenggara Barat (NTB), Suwarha Warno Wirapermana mengatakan pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 7,1 persen.

Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh sektor pertanian dan di luar sektor tambang.

“Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 7,1 persen melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,06 persen. Untuk perekonomian ini 19 persen ditopang sektor pertambangan,” jelasnya dalam pelatihan dengan tema Kondisi Perekonomian Terkini dan Respons Kebijakan Ekonomi di Katamaran hotel and resort,senggigi,lombok Sabtu (21/4/2018).

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, NTB juga mengalami perbaikan. Tingkat kemiskinan NTB menurun dari 23,08 persen di 2008 menjadi 15,05 persen periode 2017. Tingkat pengangguran juga menurun dari 6,25 persen di tahun 2009 menjadi 3,32 persen di tahun 2017.

Sementara untuk laju inflasi di tahun 2017 sebesar 3,7 persen, lebih rendah dari target 4 plus minus 1 persen.

Untuk prospek ke depan, perekonomian NTB diprediksi akan semakin kuat. Salah satunya dikarenakan investasi pembangunan yang sedang marak dilakukan, seperti Kawasan Eonomi Khusus (KEK) Mandalika dan pembangunan Pelabuhan Gili Mas.

“Jadi diharapkan kedua proyek ini bisa mendorong ekonomi NTB ke depan, selain sektor pariwisata yang juga semakin membaik,terutama Mandalika yang nantinya akan menjadi pusat konfrensi tingkat dunia layaknya Nusa dua, bali ,” pungkas Suwarha. (jef)

Related For KEK Mandalika Akan Jadi Trigger Perekonomian NTB