Menu
Heboh! Jerome Polin Buka Rekening di Bank BUMN Cabang Tokyo - Pengguna Jasa Ferry Tujuan Jawa dari Sumatera dan Bali Wajib Bawa Surat Hasil Negatif Covid-19 - KemenkopUKM Dorong Kemitraan Koperasi Dengan Pertamina di Pertashop - Sesmenkop UKM Bersama Deputi UKM Menyiapkan Rumah Produksi Bersama Olahan Nanas di Kab Subang - Bank DKI Sediakan Fitur Scan To Pay Permudah Masyarakat Bayar Zakat, Infaq, dan Sedekah - KemenkopUKM Siap Dirikan Rumah Produksi Bersama Kluster Bawang Merah di Brebes - Praperadilankan KPK, Eks Bupati Talaud Tuding KPK Langgar HAM - MenkopUKM: Belanja Melalui LPSE LKPP Dapat Cegah Praktik Korupsi - Penuhi Kebutuhan Lebaran, BNI Siapkan Uang Tunai Rp 12,9 Triliun per Minggu - Transaksi Digital BNI Alami Kenaikan Signifikan

Kemenkop Dukung “Kampoeng BNI”di Klungkung Bali Jadi Desa Wisata

Januari 28, 2017 | ekbis, koperasi dan ukm

IMG-20170127-WA0041
KLUNGKUNG(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM mendukung lebih banyak pengembangan desa di Bali sebagai desa wisata yang potensial. Salah satunya, ditetapkannya Desa Kamasan di Kabupaten Klungkung, Bali.  Menandai dukungan itu, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menorehkan canting di pola batik klasik produk Desa Kamasan, Jumat (27/1).

Para warga yang juga pengusaha kecil (UKM) juga mendapat fasilitas kredit dari Bank Negara Indonesia (BNI) dalam mengembangkan usahanya. ‘’Para pengusaha di sini sudah mulai profesional dalam mengelola usahanya, sehingga kredit macet (NPL)-nya sangat kecil di bawah satu persen,’’ tutur Menkop Puspayoga.

Desa Kamasan merupakan desa ‘binaan’ BNI. Karenanya, desa itu juga dinamakan sebagai ‘Kampoeng BNI’. “Pembiayaan untuk UKM sudah bagus, produksinya juga sudah bagus, tinggal pemasarannya, apa bisa laku, itu yang harus diusahakan,’’ tutur Puspayoga yang didampingi Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati Barnas.

Senada dengan Menkop, CEO BNI Wilayah Bali, NTB, dan NTT AAGA Darmawan mengungkapkan pihaknya berhasil menyalurkan seluruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan lewat BNI.

IMG-20170127-WA0042

Di desa itu, BNI menjuluki sebagai Kampoeng BNI. Menurut Dermawan, BNI ingin terus bersinergi dengan masyarakat dan pemda. ’’Termasuk mengembangkan lukisan klasik Kemasan dan dicanangkannya Gerakan Santun dan Kreatif,” kata dia.

Di tempat yang sama, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan, mendukung  pengembangaan Desa Wisata tesebut, pihaknya sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan desa itu sebagai desa wisata.

Dukungan kongkretnya, Pemkab Klungkung juga sudah memperbaiki  infrastruktur desa seperti jalan-jalan dan got-got. ‘’Kami juga mengupayakan diadakannya suttle bus  ke sini,’’ tutur bupati yang juga berlatar belakang pengusaha ini.

Suwirta juga berharap agar BNI membantu mengembangkan city tour ke desa-desa wisata di Klungkung. Menurut Bupati Klunkung, selain lukisan dan kain tenun, potensi wisata di desa Kemasan yang bisa dikembangkan adalah kerajinan perak, emas, dan kepang.

I Gede Surya Atmaja mengungkapkan, dirinya  adalah perajin tenun yang telah mendapat kredit dari BNI sebesar Rp 30 juta untuk menambah jumlah produksi dan memperluas pemasaran. ‘’Selain membuka showroom di rumah, saya juga punya kios di pasar,’ kata pengrajin jinah bolong ‘Taksu Agung’ ini.

Surya mengungkapkan, selain sebagai pedagang, dirinya juga perajin tenun.  ‘’Dari pola atau gambar yang saya bikin, saya bawa benang untuk ditenun dan kami beri ongkos menenun. Jadi saya juga bisa  disebut  perajin tenun, kan desainnya saya yang bikin,’’ ujarnya di sela-sela pameran di balai desa Kamasan. (jef)

Related For Kemenkop Dukung “Kampoeng BNI”di Klungkung Bali Jadi Desa Wisata