Menu
Bank DKI Salurkan Beasiswa Pendidikan Dari Yayasan Beasiswa Jakarta - PETA JALAN EKONOMI KERTHI BALI: LANGKAH AWAL TRANSFORMASI EKONOMI INDONESIA - Menteri Teten Apresiasi 3 Startup Indonesia, Pemenang Event Korea – ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs - Nasho Brand Lokal Siap Gandeng Investor Internasional pada Ajang IFF 2021 - Sinergi KemenKopUKM dan Perguruan Tinggi Ciptakan Enterpreneurship Melalui Inkubasi - Kukuhkan Diri Sebagai Bank Kampus: Kali ini BNI dukung IPB University Dorong Percepatan Campus Financial Ecosystem melalui Aplikasi IPB Cashless - Holding Perkebunan Nusantara Raih Penghargaan Sebagai "BUMN yang Mempekerjakan Penyandang Disabilitas" dari Kemenaker - MUI dan Kominfo Bahas Keamanan dan Kehalalan Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui - Menteri Teten : Jangan Ragu Memulai Usaha, KUR Siap Mendukung - KemenKopUKM Tingkatkan Kolaborasi Lintas Pilar dalam The 2nd ASEAN Regional Workshop on Creative Economy (ARWCE)

Kemenkop Dukung “Kampoeng BNI”di Klungkung Bali Jadi Desa Wisata

Januari 28, 2017 | ekbis, koperasi dan ukm

IMG-20170127-WA0041
KLUNGKUNG(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM mendukung lebih banyak pengembangan desa di Bali sebagai desa wisata yang potensial. Salah satunya, ditetapkannya Desa Kamasan di Kabupaten Klungkung, Bali.  Menandai dukungan itu, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menorehkan canting di pola batik klasik produk Desa Kamasan, Jumat (27/1).

Para warga yang juga pengusaha kecil (UKM) juga mendapat fasilitas kredit dari Bank Negara Indonesia (BNI) dalam mengembangkan usahanya. ‘’Para pengusaha di sini sudah mulai profesional dalam mengelola usahanya, sehingga kredit macet (NPL)-nya sangat kecil di bawah satu persen,’’ tutur Menkop Puspayoga.

Desa Kamasan merupakan desa ‘binaan’ BNI. Karenanya, desa itu juga dinamakan sebagai ‘Kampoeng BNI’. “Pembiayaan untuk UKM sudah bagus, produksinya juga sudah bagus, tinggal pemasarannya, apa bisa laku, itu yang harus diusahakan,’’ tutur Puspayoga yang didampingi Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati Barnas.

Senada dengan Menkop, CEO BNI Wilayah Bali, NTB, dan NTT AAGA Darmawan mengungkapkan pihaknya berhasil menyalurkan seluruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan lewat BNI.

IMG-20170127-WA0042

Di desa itu, BNI menjuluki sebagai Kampoeng BNI. Menurut Dermawan, BNI ingin terus bersinergi dengan masyarakat dan pemda. ’’Termasuk mengembangkan lukisan klasik Kemasan dan dicanangkannya Gerakan Santun dan Kreatif,” kata dia.

Di tempat yang sama, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan, mendukung  pengembangaan Desa Wisata tesebut, pihaknya sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan desa itu sebagai desa wisata.

Dukungan kongkretnya, Pemkab Klungkung juga sudah memperbaiki  infrastruktur desa seperti jalan-jalan dan got-got. ‘’Kami juga mengupayakan diadakannya suttle bus  ke sini,’’ tutur bupati yang juga berlatar belakang pengusaha ini.

Suwirta juga berharap agar BNI membantu mengembangkan city tour ke desa-desa wisata di Klungkung. Menurut Bupati Klunkung, selain lukisan dan kain tenun, potensi wisata di desa Kemasan yang bisa dikembangkan adalah kerajinan perak, emas, dan kepang.

I Gede Surya Atmaja mengungkapkan, dirinya  adalah perajin tenun yang telah mendapat kredit dari BNI sebesar Rp 30 juta untuk menambah jumlah produksi dan memperluas pemasaran. ‘’Selain membuka showroom di rumah, saya juga punya kios di pasar,’ kata pengrajin jinah bolong ‘Taksu Agung’ ini.

Surya mengungkapkan, selain sebagai pedagang, dirinya juga perajin tenun.  ‘’Dari pola atau gambar yang saya bikin, saya bawa benang untuk ditenun dan kami beri ongkos menenun. Jadi saya juga bisa  disebut  perajin tenun, kan desainnya saya yang bikin,’’ ujarnya di sela-sela pameran di balai desa Kamasan. (jef)

Related For Kemenkop Dukung “Kampoeng BNI”di Klungkung Bali Jadi Desa Wisata