Menu
MenkopUKM: Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM yang Terdampak PPKM - ASDP Salurkan Bantuan 2000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol di 4 Kota - Respons PPKM KemenkopUKM Terus Salurkan BPUM Tahap 2 - MenkopUKM: Kolaborasi Berbagai Pihak, Kunci Selamatkan UMKM di Masa Pandemi - ASDP Raih Pendapatan 1,69 Triliun dan Cetak Laba 147 Miliar di Semester I - 2021 - KPLP EVAKUASI JENAZAH ABK WNI YANG MENINGGAL SAAT BEKERJA DI KAPAL IKAN BERBENDERA CINA - BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS - PELNI Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Khusus OTG Covid-19 - KemenKopUKM Gencarkan Vaksinasi Pelaku UMKM ke Berbagai Daerah - Terpilih Jadi President ICSB Global,Hermawan Kartajaya Bagikan Kiat UKM Hadapi Musim Pandemi

Kemenkop Mulai Genjot KUR Sektor Produksi

Januari 25, 2017 | ekbis, koperasi dan ukm
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi  Bupati Kabupaten Malang menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani cabe, sebelum meresmikan pasar desa Sumberoto, kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, Selasa (24/1/2017)

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi Bupati Kabupaten Malang menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani cabe, sebelum meresmikan pasar desa Sumberoto, kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, Selasa (24/1/2017)

MALANG:(Globalnews.id)-Menkop dan UKM Puspayoga optimis target penyaluran Kredit Usaha  Rakyat (KUR) 2017 sebesar Rp 110 triliun dimana 40 persennya untuk sektor produksi (pertanian, perikanan dan industri) bakal tercapai.

” Saya optimis target KUR 2017 bakal terserap sesuai alokasinya, KUR  sektor produksi mulai digenjot sambil disiapkan skim yang tepat,” kata Puspayoga usai meresmikan pasar rakyat Desa Sumberoto Kec Donomulyo Kab Malang, Selasa (24/1)

Dalam kesempatan tersebut Menkop menyerahkan sejumlah program strategis Kementerian diantaranya KUR. Tiga bank BUMN yaitu BRI,BNI dan Bank Mandiri, menyerahkan KUR mikro (plafon kredit sampai dengan Rp 25 juta)  dan ritel (plafon kredit sampai Rp 500 juta) unruk petani cabe, petani tebu, peternak sapi dan industri batako.

Menkop Puspayoga menjelaskan dari jumlah Rp 110 triliun itu, alokasi untuk KUR ritel 81 persen, KUR mikro 18 persen, sisanya 1 persen KUR penempatan  TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, berharap penyaluran KUR untuk sektor produksi pertanian lebih merata pada komoditas-komoditas selain padi.“Tapi juga bisa tebu, bawang merah, dan lain sebagainya,” ujar Darmin .

Hingga 31 Desember 2016, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 94,4 triliun atau 94,4 persen dari target penyaluran sebesar Rp 100 triliun. KUR tersebut tersalurkan pada 4.362.599 debitur. Adapun kredit macet atau non performing loan (NPL) hanya mencapai 0,37 persen.

Tahun lalu, KUR mikro mencatatkan porsi penyaluran terbesar, mencapai Rp 65,6 triliun atau 69,5 persen, kemudian diikuti dengan KUR ritel sebesar Rp 28,6 triliun atau 30,3 persen dan KUR penempatan TKI sebesar Rp 177 miliar atau 0,2 persen.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyalur KUR dengan jumlah tertinggi, yakni sebesar Rp 69,4 triliun. Bank penyalur KUR lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyalurkan Rp 13,3 triliun dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyalurkan Rp 10,3 triliun. Adapun sisanya disalurkan oleh bank pembangunan daerah (BPD).

Sementara itu, berdasarkan wilayahnya, penyaluran KUR masih didominasi wilayah-wilayah di Jawa. Tiga provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sementara itu, provinsi di luar Jawa dengan penyaluran KUR yang tinggi adalah Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.(jef)

Related For Kemenkop Mulai Genjot KUR Sektor Produksi