Menu
KemenKopUKM Latih Barista Aceh Agar Trampil Kelola Kedai Kopi - Mudahnya Akses Layanan Pinjaman Online, Harus Diimbangi Sikap Waspada dari Masyarakat - Hadapi Nataru, Satpol PP dan Satlinmas Dibekali Pelatihan dan Penguatan Komunikasi Kesiapsiagaan dan Sosialisasi Kompetisi Video Melawan COVID - KemenKopUKM Rilis Kriteria Lembaga Inkubator Untuk Tingkatkan Kewirausahaan - KemenKopUKM: Festival Diskon Nasional, Pacu Pemulihan Ekonomi - Ini Dia 5 Sektor Pengaduan Konsumen Jasa Keuangan Terbanyak 2021 - Sampai Kuartal III 2021, Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir Tersalur Rp 1,25 Triliun pada 131 Ribu Debitur - KemenKopUKM Gandeng Du Anyam Digitalisasi Wirausaha Kriya NTT - KemenKopUKM  Lakukan Pendampingan KUMKM untuk Perluasan Akses Pembiayaan - Menteri Teten Masduki: Pemerintah Serius Dorong UMKM Naik Kelas

Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Vokasional Usaha Mikro di Sektor Perikanan dan Peternakan

Oktober 16, 2021 | koperasi dan ukm

Bukittinggi:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan vokasional bagi usaha mikro di sektor peternakan dan perikanan. Kedua sektor ini merupakan bidang usaha yang sangat banyak ditekuni oleh pelaku usaha mikro sehingga perlu peningkatan kompetensi pelaku usahanya.

Pelatihan dibuka oleh Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya, di Bukittinggi, Kamis (14/10/2021) yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bukittinggi Isra Yonza.

Eddy mengatakan pelatihan dilakukan untuk membantu pelaku usaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 dan pelaku usaha didorong untuk terus dapat menjalankan usahanya.

Sektor peternakan dan perikanan sangat potensial karena sektor budidaya dan penangkapan terus berkembang. Perikanan budidaya terus mengalami peningkatan, seperti misalnya, budidaya lele yang banyak dikelola oleh masyarakat. Lele telah diekspor ke Thailand, Inggris, Korea Selatan, Uni Eropa da Arab Saudi dengan nilai ekspor US$5,7 juta tahun 2019. Produk lele tidak hanya dalam bentuk ikan segara, tapi mengalami diversifikasi olahan, seperti olahan beku dan produk makanan kering. Potensi pasar yang luas ini menjadi sasaran peningkatan kompetensi pelaku usaha mikro

Kepala Dinas Kota Bukittinggi Isra Yonza mengatakan ada 7.454 pelaku UMKM dan 6.771 pelaku usaha mikro. Ia mengatakan kondisi UMKM di Kota Bukittinggi saat ini masih menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan baik internal maupun eksternal antara lain, masih rendahnya kualitas SDM. Selain itu, kurangnya akses terhadap sumber modal, akses pasar, penguasaan teknologi, kemasan dari sebagian besar UMKM di Kota Bukittinggi masih sederhana, yaitu berupa kemasan yang di ikat karet, di lem menggunakan api/lilin, kantong kresek seadanya.

Dengan berbagai kekurangan kemampuan usaha itu, dikatakan Isra, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kemajuan perkembangan UMKM di Kota Bukittinggi dalam hal kualitas dan inovasi produk.

Sejumlah pelaku usaha yang ikut dalam pelatihan tersebut juga mengakui sangat membantu mereka mengembangkan usahanya. Eslim, salah seorang peserta yang juga pelaku usaha mikro pengolahan kerupuk kulit mengatakan sangat berbangga mendapat kesempatan ikut pelatihan terlebih pelatihan tidak hanya teori, tapi juga praktek.(Jef)

Related For Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Vokasional Usaha Mikro di Sektor Perikanan dan Peternakan