Menu
Bank DKI Salurkan Beasiswa Pendidikan Dari Yayasan Beasiswa Jakarta - PETA JALAN EKONOMI KERTHI BALI: LANGKAH AWAL TRANSFORMASI EKONOMI INDONESIA - Menteri Teten Apresiasi 3 Startup Indonesia, Pemenang Event Korea – ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs - Nasho Brand Lokal Siap Gandeng Investor Internasional pada Ajang IFF 2021 - Sinergi KemenKopUKM dan Perguruan Tinggi Ciptakan Enterpreneurship Melalui Inkubasi - Kukuhkan Diri Sebagai Bank Kampus: Kali ini BNI dukung IPB University Dorong Percepatan Campus Financial Ecosystem melalui Aplikasi IPB Cashless - Holding Perkebunan Nusantara Raih Penghargaan Sebagai "BUMN yang Mempekerjakan Penyandang Disabilitas" dari Kemenaker - MUI dan Kominfo Bahas Keamanan dan Kehalalan Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui - Menteri Teten : Jangan Ragu Memulai Usaha, KUR Siap Mendukung - KemenKopUKM Tingkatkan Kolaborasi Lintas Pilar dalam The 2nd ASEAN Regional Workshop on Creative Economy (ARWCE)

Kemenpupera Gandeng BNI Salurkan Subsidi Selisih Bunga

Agustus 30, 2017 | ekbis

JAKARTA(Globalnews.id)-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Republik Indonesia menunjuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai salah satu bank yang menyalurkan fasilitas subsidi selisih bunga (SSB). Penyaluran subsidi tahap pertama akan diberikan untuk sekitar 15.000 unit rumah khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang layak memperoleh manfaat.

Penyaluran SSB oleh BNI tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang  Penyaluran Subsidi Bunga Kredit Perumahan Dalam Rangka Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tahun 2017 antara Kemenpupera RI dengan BNI. Acara tersebut dilaksanakan di Jakarta, Rabu (30 Agustus 2017) yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kemenpupera RI Lana Winayanti dan Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo.

Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, dukungan BNI sebagai penyalur fasilitas SSB tersebut akan turut membantu pemerintah dalam merealisasikan Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2015. Dengan adanya fasilitas SSB ini, akan semakin banyak kelompok MBR yang memiliki akses pada pembiayaan perumahan murah.

“Ketersediaan rumah yang terjangkau daya beli masyarakat berpenghasilan rendah merupakan prioritas nasional saat ini, kami berharap BNI akan menjadi bagian dari solusi atas ketersediaan rumah tersebut,” ujar Anggoro.

Saat ini, angka kebutuhan perumahan mencapai sekitar 11,4 juta unit. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan tersebut maka pemerintah mengalokasikan anggaran SSB, yang diharapkan akan semakin menggairahkan pembangunan perumahan bagi kalangan MBR. Proyek hunian yang layak mendapatkan SSB adalah rumah bernilai jual sekitar Rp 123 juta per unit, dan Apartemen atau rumah susun yang bernilai jual Rp 320 juta per unit.

SSB hanya diberikan kepada pekerja tetap yang memiliki penghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan, untuk pembelian rumah bersubsidi. SSB juga diberikan kepada pekerja tetap yang memiliki penghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan, untuk pembelian apartemen bersubsidi.

Untuk memudahkan masyarakat mengakses pembelian rumah,murah, pemerintah telah menyediakan berbagai skema program diantaranya meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Saat ini, BNI ikut dalam program untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui FLPP, SSB, Kerja sama dengan Bapertarum, BPJS TK, dan YKPP Asabri.

BNI juga memberikan kemudahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat mengakses pembiayaan dengan uang muka mulai dari 1% dan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/ Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) hanya 5%. Kredit tersebut juga diberikan untuk angsuran tetap selama 25 tahun. Jauh lebih ringan dari KPR komersial.(jef)

Related For Kemenpupera Gandeng BNI Salurkan Subsidi Selisih Bunga