Menu
Gandeng Ina Produk Indonesia, MenKopUKM Ingin Direktori Digital Perluas Pasar UMKM Tanah Air - Animo Berbisnis Tinggi, Aku Saudagar Muda 2021 Terima 2.510 Pendaftar - Sinergi LPDB-KUMKM dan Perbankan Percepat Rekonsiliasi Data Rekening Dana Bergulir Periode 2000-2007 - KemenKopUKM Temukan Koperasi Diduga Lakukan Praktik Pinjol Ilegal - Meski Merupakan Pelaku Mayoritas, Namun Kontribusi UMKM Terhadap Nilai Ekspor Masih Kecil - MenKopUKM: Sinergi Perkuat Daya Saing UMKM untuk Kembangkan Pasar Nasional dan Global - Sinergi KemenkopUKM dan Pemkab Gianyar Bangkitkan Usaha Mikro Sektor Pariwisata di Bali - GMF dan Angkasa Pura I Tandatangani Nota Kesepahaman Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Lahan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar - Banking & Property Outlook 2022: Sektor Properti Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi - Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Pemerintah Agar Serius Memperhatikan Keamanan Siber

Ketua MPR Beri Tiga Solusi Penguatan Koperasi

April 11, 2017 | koperasi dan ukm

IMG-20170410-WA0010

BANDUNG:(Globalnews.id)- Keberadaan koperasi di Indonesia harus diperkuat sebab koperasi merupakan wujud sistem ekonomi Pancasila. 

Hal itu ditegaskan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pembukaan semiloka Koperasi Pemuda Indonesia,  Senin (10/4) di Bandung.  Acara juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

Zulkifli mengatakan UUD 1945 dalam pasal 33 ayat 1 menyatakan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. “Oleh sebab itu, soku guru perekonomian kita yang paling tepat adalah koperasi. Koperasi jangan dibiarkan mengalami tarung bebas melawan liberalisme dan kapitalisme,” tegasnya.  

Untuk itu, Zulkifli menyarankan agar  koperasi ikut dalam segala hal yang menguasai kebutuhan hidup orang banyak.  Hal itu akan menunjukkan keberpihakan negara terhadap koperasi.  

Dia menuturkan ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk memperkuat koperasi,  yaitu 1. Mengembalikan pengelolaan sembilan bahan pokok ke Bulog, dan Bulog melakukan kerjasama dengan koperasi untuk sumber produksi dan dalam hal distribusi; 2. Melibatkan koperasi dalam semua proyek-proyek pemerintah daerah; dan 3. Membantu permodalan dan manajemen koperasi bekerjasama dengan bank.  “Jika ketiga hal ini dilakukan,  saya yakin koperasi akan tumbuh pesat sehingga kesejahteraan meningkat,” tegasnya.  

Menteri Puspayoga juga mengatakan koperasi merupakan amanat dari UUD 1945. Karena itu,  pemerintah melakukan koperasi pemberdayaan dan pembenahan melalui Reformasi Koperasi.  

Dia menegaskan bentuk koperasi yang hendak dicapai pemerintah adalah koperasi yang sehat,  berkualitas dan berdaya saing.  “Pemerintah tidak mengarahkan sebanyak-banyaknya lembaga koperasi,  tetapi yang banyak harus anggotanya.  Itu indikator koperasi berkualitas. Dengan kualitas koperasi lebih mudah dibina dan diawasi, ” tegas Puspayoga. 

Dengan keberpihakan juga, pemerintah melaksanakan reforma agraria dengan mendistribusikan lahan-lahan perkebunan bagi koperasi.  Tahun 2017 ditargetkan redistribusi lahan akan diterima 400 koperasi dengan luas lahan 590.000 ha.  

Puspayoga melanjutkan,  untuk meningkatkan mutu koperasi,  pihaknya sedang memperbanyak Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi. Diharapkan LSP Koperasi akan berdiri di semua provinsi.  (jef)

Related For Ketua MPR Beri Tiga Solusi Penguatan Koperasi