Menu
Gandeng Ina Produk Indonesia, MenKopUKM Ingin Direktori Digital Perluas Pasar UMKM Tanah Air - Animo Berbisnis Tinggi, Aku Saudagar Muda 2021 Terima 2.510 Pendaftar - Sinergi LPDB-KUMKM dan Perbankan Percepat Rekonsiliasi Data Rekening Dana Bergulir Periode 2000-2007 - KemenKopUKM Temukan Koperasi Diduga Lakukan Praktik Pinjol Ilegal - Meski Merupakan Pelaku Mayoritas, Namun Kontribusi UMKM Terhadap Nilai Ekspor Masih Kecil - MenKopUKM: Sinergi Perkuat Daya Saing UMKM untuk Kembangkan Pasar Nasional dan Global - Sinergi KemenkopUKM dan Pemkab Gianyar Bangkitkan Usaha Mikro Sektor Pariwisata di Bali - GMF dan Angkasa Pura I Tandatangani Nota Kesepahaman Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Lahan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar - Banking & Property Outlook 2022: Sektor Properti Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi - Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Pemerintah Agar Serius Memperhatikan Keamanan Siber

Kloter Pertama Jemaah Haji NTB diberangkatkan dari LIA

Agustus 12, 2017 | news


PRAYA:(Globalnews.id)- Kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah calon haji 1438 H /2017 asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai diberangkatkan dari Lombok International Airport (LIA) pada Sabtu (12/8) pukul 12.25 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA 8122.

Panitia yang terlibat diantaranya Kementrian Agama, Dishub NTB, Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura I cabang LIA, Damri, Kantor Kesehatan Kelas II Mataram, Kantor Karantina Pelabuhan, Bea & Cukai, Imigrasi, TNI, Polri, serta PT Gapura Angkasa.

“Jumlah keseluruhan jemaah calon haji yang diberamgkatkan dari LIA sebanyak 4510 orang yang akan dibagi dalam 11 kloter penerbangan (10 dari LIA dan 1 kloter campuran-red) ,”ujar General Manager LIA, I Gusti Ngurah Ardita, di bandara LIA, Praya kab Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/8).

Ardita menjelaskan, untuk jadwal keberangkatan atau embarkasi dimulai 12-25 Agustus 2017.

Ardita menambahkan LIA telah menyiapkan beberapa fasilitas untuk menunjang penerbangan haji 1438 H/2017 dimana PKP-PK yang sebelumnya berada pada kategori 7, ditingkatkan menjadi kategori 8.

“Kami telah memastikan kesiapan failitas serta peralatan pendukung angkutan haji 2017 bersama Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, Otoritas Bandara Udara wilayah IV serta instansi terkait lainnya,” tegas Ardita.

Menurut Ardita, memang akan ada beberapa jadwal keberangjatan haji yang bersamaan dengan penèbangan reguler. ” Tapi kami sudah antisipasi dengan memanfaatkan secara maksimal waktu yang ada agar tak brdampak pada operasional bandara,” tambahnya.(jef)

Related For Kloter Pertama Jemaah Haji NTB diberangkatkan dari LIA