Menu
Berkat BNI & Berkah Kelapa,Kopwan Srikandi Sukses Ekspor Gula Semut dan VCO - Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat - Butuh Konsolidasi Agar Produk UMKM Masuk Skala Ekonomi - MenKopUKM Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM agar Usaha Terus Bergerak - Kolaborasi Indonesia dan Korea Mendukung Future SMEs - Dukung Pengembangan UMKM DIY, Angkasa Pura I Berikan Pelatihan Pemasaran Digital pada Mitra Binaan - Melalui Pelatihan SDM Akan Tercipta Koperasi Koperasi Modern - Penjelasan Pelaksanaan Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro - MenKopUKM Minta UMKM Masuk ke Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk UKM di Kuningan Jabar

Kopma Harus Tumbuh Sebagai Koperasi Kreatif

Februari 19, 2018 | koperasi dan ukm
SURABAYA:(Globalnews.id) -Gelombang disrupsi ekonomi memberi ruang bagi siapapun untuk berkreativitas dan berinovasi. Koperasi mahasiswa (Kopma) sebagai  gerakan koperasi yang melibatkan partisipasi generasi muda seharusnya ikut  menjadi koperasi yang kreatif. Kreativitas dan inovasi dalam koperasi merupakan refleksi dari gerakan rebranding koperasi yang tengah digencarkan Kemenkop dan UKM dalam rangka Reformasi Total Koperasi.
     Demikian disampaikan Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring pada seminar yang diselenggarakan Kopma Universitas Negeri Surabaya dengan tema “Peran Kopersi Mahasiswa dalam Mewujudkan Ikon Re-Branding Koperasi”, Sabtu (17/2).
     Rebranding koperasi  bertujuan melibatkan lebih banyak generasi muda masa kini atau generasi milenial untuk berkoperasi. Ciri generasi ini adalah akrab dengan teknologi internet  dan menggunakan internet untuk menjawab kebutuhannya. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang, maka berbagai macam tools digunakan seperti search, rating dan review (SRR)  menjadi pertimbangan penting dalam memutuskan pembelian, sehingga “brand consideration” bergeser ke “value consideration”. Sebagai contoh para pengguna aplikasi transportasi online juga akan memilih mana yang memberikan harga paling murah dan benefit yang paling bagus saat itu, sehingga merek menjadi kurang relevan lagi.
     “Karena itu, para pengurus Kopma  harus membuat suatu format bisnis yang dapat memenuhi keinginan para anggotanya, bukan hanya dalam penyediaan kebutuhan akademik mahasiswa, namun juga melibatkan mereka dalam berbagai aktivitas koperasi yang menjamin adanya sharing economy (saling berbagi),” kata  Meliadi.
     Meliadi mendorong Kopma  dapat memposisikan diri  menjadi koperasi yang berkualitas, yang ditunjukkan melalui pelayanan kepada anggota yang dapat memberikan nilai (value) terbaik. Para mahasiswa sebagai anggota Kopma,  sebagai generasi milenial memerlukan pengalaman (experience) yang dapat memberikan mereka kepuasan yang nyata saat ikut aktif berkoperasi.
     Ditegaskannya,  pengurus kopma harus cepat merespon era ekonomi kreatif denngan cepat   memproduksi dan menjual suatu barang sesuai dengan fungsinya, tetapi juga memikirkan desain seperti apa yang dapat memenuhi permintaan konsumen. Kopma diminta tidak melakukan usaha yang biasa-biasa saja, harus ada nilai tambah koperasi yang dikelola mahasiswa.  “Misalnya, perlu dibuat  story behind the product  pada barang dan jasa yang ditawarkan. Bagaimana menciptakan ikatan emosional antara barang dan jasa yang ditawarkan dengan konsumen, sehingga ada pengalaman  saat menggunakan produk tersebut,” kata Meliadi mencontohkan.
     Dia mengatakan rebranding koperasi diperlukan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap koperasi  yang dianggap lemah, tidak berdaya dan harus selalu mendapat bantuan.  Padahal, koperasi adalah salah satu badan hukum privat dan badan usaha yang mempunyai kedudukan dan status yang sama dengan badan hukum dan badan usaha yang lain seperti perseroan terbatas.  Bahkan   koperasi disebut sebagai soko guru perekonomian nasional, namun kenyataaannya sampai saat ini koperasi belum bisa seperti yang diharapkan. (jef)

Related For Kopma Harus Tumbuh Sebagai Koperasi Kreatif