Menu
KemenKopUKM Dorong Kabupaten/Kota Lakukan Inkubasi untuk Tumbuhkan Wirausaha Baru - KemenKopUKM Fasilitasi Inkubasi Wirausaha Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Wirausahawan - KemenKopUKM Dampingi Pelaku UKM Bermasalah Hukum - KemenKopUKM Raih Penghargaan Anugerah Meritokrasi 2021 - Menteri Teten Dukung Terbentuknya Korporasi Peternak Domba & Kambing di Karanganyar - Menteri Teten Pastikan Debitur KUR Korban Semeru Dapat Perlakuan Khusus - Resmikan Shopee Creative & Innovation Hub, Menteri Teten Dorong Penciptaan Wirausaha Muda di Kota Solo - KemenKopUKM Latih Barista Aceh Agar Trampil Kelola Kedai Kopi - Mudahnya Akses Layanan Pinjaman Online, Harus Diimbangi Sikap Waspada dari Masyarakat - Hadapi Nataru, Satpol PP dan Satlinmas Dibekali Pelatihan dan Penguatan Komunikasi Kesiapsiagaan dan Sosialisasi Kompetisi Video Melawan COVID

KUR 2018 Targetkan Jaring 15 Ribu Usaha Mikro

April 3, 2018 | koperasi dan ukm

BEKASI:(Globalnews.id)-Dalam rangka mendorong percepatan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2018, Kementerian Koperasi dan UKM sudah merekrut 314 tenaga pendamping KUR dan 34 Koordinator pendamping KUR yang berasal dari 20 Provinsi dengan target sebanyak 15 ribu usaha mikro terdampingi mengakses KUR ke Penyalur KUR.

“Target tahun ini meningkat dari target tahun 2017 sebanyak 14 ribu usaha mikro terdampingi mengakses KUR ke Penyalur KUR”, kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati, pada acara Pembekalan Tenaga Pendamping KUR, di Bekasi, Selasa (3/4). .

Untuk tahun ini, Pemerintah mentargetkan alokasi penyaluran KUR bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun, yang sebelumnya Rp110 triliun pada 2017 lalu. Begitu juga ditetapkan penurunan suku bunga KUR menjadi 7% yang sebelumnya sebesar 9% pada 2017.

“Ini bukti bahwa pemerintah terus menunjukkan keberpihakan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan akses pada sumber pembiayaan”, tegas Yuana.

Yuana berharap, kegiatan ini dapat memberikan informasi dan pemahaman terkait program KUR kepada Para Koordinator dan Tenaga Pendamping KUR agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan efektif.

Kegiatan pembekalan tenaga pendamping KUR tahap I yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 2-4 April 2018 dengan peserta sebanyak 201 orang. Rinciannya, 20 Koordinator dan 181 Tenaga Pendamping KUR dari 10 Provinsi (Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Kalimantan Timur). “Kegiatan pendampingan KUR ini cukup strategis karena dapat memperluas KUR sampai ke pelosok di daerah”, imbuh Yuana.

Menurut Yuana, pendamping dapat berperan mensosialisasikan KUR di wilayahnya. Lebih jauh, tenaga pendamping tersebut melakukan pendampingan bagi UMKM yang masih banyak yang takut berhubungan dengan perbankan dan masih terbatas kemampuannya menyiapkan hal-hal administratif yang dibutuhkan dalam pengajuan KUR. “Dengan demikian, pemahaman KUR akan semakin meluas jauh ke pelosok daerah”, tandas Yuana.

Kegiatan pembekalan ini dihadiri pula Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha dan Inspektur Kementerian Koperasi dan UKM, Perwakilan dari Kemenko Bidang Perekonomian, Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, Bank Penyalur KUR (BRI, Mandiri, BNI, BRI Syariah, BCA dan Bank Artha Graha), PT Telkom dan ABDSI. Nara dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Akademisi dan Konsultan KUMKM, serta Bank Penyalur KUR.(jef)

Related For KUR 2018 Targetkan Jaring 15 Ribu Usaha Mikro