Menu
MenkopUKM: Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM yang Terdampak PPKM - ASDP Salurkan Bantuan 2000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol di 4 Kota - Respons PPKM KemenkopUKM Terus Salurkan BPUM Tahap 2 - MenkopUKM: Kolaborasi Berbagai Pihak, Kunci Selamatkan UMKM di Masa Pandemi - ASDP Raih Pendapatan 1,69 Triliun dan Cetak Laba 147 Miliar di Semester I - 2021 - KPLP EVAKUASI JENAZAH ABK WNI YANG MENINGGAL SAAT BEKERJA DI KAPAL IKAN BERBENDERA CINA - BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS - PELNI Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Khusus OTG Covid-19 - KemenKopUKM Gencarkan Vaksinasi Pelaku UMKM ke Berbagai Daerah - Terpilih Jadi President ICSB Global,Hermawan Kartajaya Bagikan Kiat UKM Hadapi Musim Pandemi

Market Share Perbankan Syariah Tumbuh Menjadi 5,74 Persen

April 16, 2018 | ekbis

JAKARTA:(Globalnews.id)- Market share perbankan syariah di Indonesia pada 2017 sudah mencapai 5,74 persen. Meskipun masih kecil market sharenya, namun perbankan syariah mengalami pertumbuhan cukup tinggi yakni 15, 2 persen atau jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan konvensional secara nasional yang mencapai 8,4 persen.

“ Perbankan syariah telah berhasil keluar dari five percent traps. Walaupun market share perbankan syariah telah tembus 5 persen. Meskipun masih kecil market sharenya, namun perbankan syariah mengalami pertumbuhan cukup tinggi yakni 15, 2 persen atau jauh lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan konvensional secara nasional yang mencapai 8,4 persen,” kata  Pemimpin Divisi Keuangan BNI Syariah Wahyu Avianto, pada acara workshop perbankan syariah dengan tema “Meneropong Celah Bisnis Melalui Akad- Akad di Perbankan Syariah” di Jakarta, Senin (16/4).

Dijelaskan, khusus untuk BNI Syariah,  market sharenya mencapai 8,21 persen atau lebih tinggi dari market share bank syariah secara nasional. Sementara untuk aset, tambahnya, untuk BNI Syariah asetnya mencapai Rp 35 triliun sedangkan  aset perbankan syariah secara nasional mencapai Rp 240 triliun serta aset perbankan konvensional secara nasional yang mencapai Rp 7.387 triliun. Dikatakan, salah satu upaya perbankan syariah untuk meningkatkan market share adalah dengan melakukan sosialisasi produk dan layanannya ke masyarakat mengingat tingkat literasi keuangan .

Sementara itu Ketua V Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto Mingka, mengatakan, akad akad yang bisa dilakukan dalam bisnis syariah antara lain akad  Istishna yang digunakan dalam transaksi jual beli dengan adanya pemesanan barang dan pembayaran dilakukan dengan cara dicicil atau bertahap.  Kemudian akad Kafalah yakni akad yang digunakan dengan adanya pemberian jaminan dalam suatu transaksi.

Selanjutnya akad Ijarah.Akad yang digunakan untuk transaksi sewa-menyewa barang atau objek yang dimilik. Selain itu ada akad Hiwalah yakni akad yang digunakan untuk pemindahan piutang. Serta akad Murabahah yakni akad ini juga diguankan untuk transaksi jual beli . Jua ada akad Qardh yakni akad yang digunakan untuk peminjaman dimana pengembalian dana yang dipinjam besarnya tetap sama atau tidak bertambah.

Selain itu ada juga akad Rahn yakni akad yang digunakan dalam proses gadai barang . Ada juga akad Salam. Akad ini hampir sama dengan akad ishtisna’, yaitu akad yang digunakan dalam jual beli barang yang dipesan. Yang membedakan adalah sistem pemabayaran dilakukan secara penuh di awal. Juga ada akad Sharf yakni akad yang digunakan dalam penjualan valuta asing. Ada akad Wakalah yakni akad yang digunakan untuk memberikan kuasa atas sesuatu. (dan)

Related For Market Share Perbankan Syariah Tumbuh Menjadi 5,74 Persen