Menu
Bank DKI Salurkan Beasiswa Pendidikan Dari Yayasan Beasiswa Jakarta - PETA JALAN EKONOMI KERTHI BALI: LANGKAH AWAL TRANSFORMASI EKONOMI INDONESIA - Menteri Teten Apresiasi 3 Startup Indonesia, Pemenang Event Korea – ASEAN Business Model Competition 2021 on Digital Economy for SDGs - Nasho Brand Lokal Siap Gandeng Investor Internasional pada Ajang IFF 2021 - Sinergi KemenKopUKM dan Perguruan Tinggi Ciptakan Enterpreneurship Melalui Inkubasi - Kukuhkan Diri Sebagai Bank Kampus: Kali ini BNI dukung IPB University Dorong Percepatan Campus Financial Ecosystem melalui Aplikasi IPB Cashless - Holding Perkebunan Nusantara Raih Penghargaan Sebagai "BUMN yang Mempekerjakan Penyandang Disabilitas" dari Kemenaker - MUI dan Kominfo Bahas Keamanan dan Kehalalan Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui - Menteri Teten : Jangan Ragu Memulai Usaha, KUR Siap Mendukung - KemenKopUKM Tingkatkan Kolaborasi Lintas Pilar dalam The 2nd ASEAN Regional Workshop on Creative Economy (ARWCE)

Minimalisir Resiko Kredit, Kemenkop Dorong Koperasi Gunakan SID

Agustus 1, 2017 | koperasi dan ukm

 

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

JOGJAKARTA (Globalnews.id)-Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi menggunakan Sistem Informasi Debitur (SID) guna meminimalisir resiko kredit. Sampai saat ini hanya ada 3 koperasi yang tergabung atau menjadi anggota SID, yakni Kospin Jasa di Pekalongan, Obor Mas Maumere NTT dan Sahabat Mitra Sejati di Jakarta.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Braman Setyo mengatakan manfaat SID ini sangat penting baik bagi anggota maupun koperasi bahkan bagi pemerintah dan masyarakat. Misalnya bagi anggota koperasi kualitas kredit akan terjamin, serta reputasi pinjaman dalam akses pinjaman dari lembaga pemberi kredit.

Sedangkan bagi koperasi manfaatnya sebagai informasi pendukung dalam analisa pinjaman, mempermudah pengambilan keputusan persetujuan pinjaman koperasi serta efisiensi penyaluran pinjaman koperasi.

“Bagi pemerintah terciptanya industri perkreditan yang sehat serta memperluas akses pembiayaan pada pelaku usaha mikro,” kata Braman melalui siaran pers, Selasa (1/8/2017).

Disampaikan pula apabila koperasi di Indonesia bisa memanfaatkan SID akan diberikan kemudahan dalam mengakses pinjaman ke lembaga pengelolahan Dana Bergulir (LPDB).

Untuk diketahui usaha simpan pinjam saat ini sudah tercatat sebanyak 110.189 unit dan jumlah anggota 20,8 juta orang. Pinjaman yang diberikan sebesar Rp 65,57 triliun dan aset Rp 86,81 triliun.(jef)

 

Related For Minimalisir Resiko Kredit, Kemenkop Dorong Koperasi Gunakan SID