Menu
KemenkopUKM Gelar FGD Pengembangan Usaha Mikro di Kawasan Wisata Mandalika - Indahnya Keberagaman pada Festival Teluk Jailolo - Pelaku Kreatif Kuliner Bandung Inisiasi Wadah Koperasi untuk Permudah Pembiayaan - MenkopUKM: Berwirausaha Menjadi Pilihan Strategis bagi Kaum Milenial - MenkopUKM Dorong Kopkar RSCM Masuk ke Sektor Usaha Alat Kesehatan - Pemerintah Targetkan 30 Juta Pelaku UMKM Tergabung dalam Ekosistem Digital pada 2030 - Kanwil BRI Jakarta II Salurkan Sembako ke Anak Yatim dan Lansia di Desa Cidokom, Bogor - SeskemenkopUKM: Target Pembangunan Koperasi dan UMKM Tercapai Bila Program Pusat dan Daerah Selaras - MenkopUKM: UMKM Harus Bangun Produk Unggulan yang Khas dan Unik - SeskemenkopUKM Dorong Pelaku UKM Tingkatkan Kapasitas Guna Menembus Pasar Ekspor

Negara Berkembang Amati Program Dana Desa dan Prukades di Indonesia

Mei 8, 2018 | koperasi dan ukm

Bali: (Globalnews.co.id)- Sedikitnya 17 negara berkembang yang berasal dari negara-negara asia pasifik telah membentuk tim yang dikirim ke Indonesia untuk mengamati dan mempelajari program dana desa dan produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades) karena dinilai dapat mengurangi angka kemiskinan.

Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo kepada wartawan disela-sela saat melakukan kunjungan ke Bali pada Selasa (7/5).

Eko menyampaikan bahwa program dana desa itu yang pertama di dunia dan memiliki pendekatan yang berbeda dari negara-negara berkembang. Pasalnya, dana desa yang dikucurkan dari pemerintah pusat bukan hanya untuk mengelola administrasi pemerintahan saja.

“Pemerintah pusat memberikan dana yang cukup besar kepada desa bukan hanya untuk mengelola administrasi pemerintahannya saja. Tapi juga untuk mengelola keuangan dan pemberdayaan ekonomi di desa,” katanya.

Untuk model prukades, Eko menyampaikan bahwa model prukades ini pemerintah pusat mengarahkan agar desa dapat membentuk suatu klustet ekonomi nantinya akan melibatkan semua pemangku kepentingan didesa yakni masyarakat, Pemerintah pusat, daerah, dunia usaha dan perbankan.

“Jadi model ini baru, pendekatannya melibatkan semua stakeholder. Jadi lembaga internasional dan negara berkembang lain saat ini sedang mengamati dan akan mengirim timnya ke Indonesia untuk mempejari lebih lanjut supaya bisa diterapkan di negera-negara merek masing-masing. Ada 17 negara asia pasifik sudah mengirim timnya, malaysia juga sudah mengirim delegeasi ke Indonesia untuk mempelajari prukades dan dana desa,” katanya. (jef)

Related For Negara Berkembang Amati Program Dana Desa dan Prukades di Indonesia