Menu
Dukung Pengembangan UMKM DIY, Angkasa Pura I Berikan Pelatihan Pemasaran Digital pada Mitra Binaan - Melalui Pelatihan SDM Akan Tercipta Koperasi Koperasi Modern - Penjelasan Pelaksanaan Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro - MenKopUKM Minta UMKM Masuk ke Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk UKM di Kuningan Jabar - Almaira Balques Kemalputri Juarai Kejurnas Taekwondo " Bharaduta Open2 Online Championship" di Kelas Poomsae. - MenKopUKM Tegaskan Kelembagaan Ekonomi Petani Perlu Dibenahi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan - Digitalisasi UMKM Indonesia Timur Episode Kota Jayapura, Bangkitkan Ekonomi Lokal - Bukti Kontribusi terhadap Dunia Pendidikan, Angkasa Pura I Raih Penghargaan ISDA 2021 - MenKopUKM Lepas Ekspor Biji Kopi Hasil Koperasi Ke Arab Saudi

Pemerintah disarankan Fokus Bangun Infrastruktur Kereta Api diluar Jawa

Mei 31, 2017 | news

IMG-20170531-WA0048

JAKARTA: (Globalnews.id) – Mulai menggeliatnya pembangunan infrastruktur kereta api diluar pulau Jawa dinilai langkah yang strategis. Karena itu Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) menyarankan  pemerintah untuk mulai fokus pada pembangunan proyek infrastruktur kereta api di luar Pulau Jawa.

Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) Hermanto Dwiatmoko mengatakan saat ini pembangunan infrastruktur kereta api masih fokus di Jawa.

Menurutnya, pemerintah harus segera memulai pembanguann infrastruktur kereta api di luar Jawa.”Sekarang masih fokus di Jawa. Trans Sulawesi harus dimulai,” kata Hermanto di dalam acara buka puasa bersama Maska dengan Forwahub (Forum Wartawan Perhubungan)  di Jakarta,  Rabu (31/5/2017).

Saran untuk fokus memangun inftrastuktur kereta api di luar Jawa itu juga terkait rencana pemerintah yang akan mengaktifkan kembali jalur rel peninggalan Belanda, karena tak semuanya efisien, dan tentunya membutuhkan dana cukup besar.

Dia mengingatkan infrastruktur perkeretaapian di luar Jawa akan terus tertinggal jika pemerintah mengabaikannya. Membangun infrastruktur perkeretaan, lanjutnya, memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Pengembalian investasi pembangunan infrastruktur juga memerlukan waktu cukup lama, terlebih pembangunan infrastruktur kereta perintis.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur perkeretaapian perintis di Jawa tetap menjadi kewajiban pemerintah. “Jadi, tak mungkin yang perintis diserahkan ke swasta.”katanya.(jef)

 

Related For Pemerintah disarankan Fokus Bangun Infrastruktur Kereta Api diluar Jawa