Menu
Dorong UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Enterpreneur Produktif, Menteri Teten Luncurkan New PLUT - Menteri Teten Dorong Kopi Robusta Lombok Go Internasional Melalui Ajang MotoGP - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Bagi Penyandang Disabilitas Di NTB - Laba BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat - LPDB-KUMKM Siap Lakukan Pendampingan Koperasi Potensial - Lepas Lair Band Tur ke Enam Negara, MenKopUKM: Akar Budaya Indonesia Adalah Sumber Ekonomi Kreatif - MenKopUKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia - MenKopUKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian - Tim Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Audiensi dengan Kejagung RI - Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Sampai Kuartal III 2021, Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir Tersalur Rp 1,25 Triliun pada 131 Ribu Debitur

Desember 5, 2021 | ekbis

JAKARTA (GLOBALNEW.ID): Program Kredit/ Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) sudah terealisasi sebesar Rp1,25 triliun hingga kuartal III-2021. Nilai kredit pembiayaan lawan rentenir itu sudah menjangkau 131.000 debitur.

“Kita berharap program kredit tersebut bisa membantu banyak masyarakat maupun pelaku UKM terhindar dari jerat rentenir,” kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tirta Segara dalam pelatihan wartawan di Bandung,Sabtu (4/12/2021)

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Kristianti Puji Rahayu mengatakan, program K/PMR diberikan oleh lembaga jasa keuangan formal kepada pelaku UMK dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah.

Sehingga dapat mengurangi Ketergantungan/ pengaruh entitas kredit informal/ilegal yang kerap merugikan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) domestik dengan bunga pinjaman yang tinggi.

“Generic Model Skema K/PMR ini sekali lagi menjadi solusi bagi pelaku UMK yang membutuhkan kredit atau pembiayaan yang lebih baik,” ujar Puji dalam menyambut Hari Indonesia Menabung Nasional 2020.

Dia tegaskan, hal ini diupayakan untuk mencegah praktik rentenir atau lintah darat yang kerap merugikan usaha masyarakat kecil di berbagai daerah nusantara.

Menurutnya setidaknya ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai OJK melalui peluncuran Generic Model Skema K/PMR ini. Pertama, mengurangi kecenderungan masyarakat khususnya UMK untuk meminjam dari entitas ilegal.

Lalu, mendorong peran dan fungsi TPKAD dalam pengembangan sektor UMK di daerah melalui pemberian kredit/pembiayaan dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah.

Ketiga, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan UMK terkait produk layanan keuangan khususnya produk kredit/pembiayaan.

Namun, saat ini baru ada 27.890 debitur yang telah memanfaatkan layanan kredit/pembiayaan yang ramah bagi pelaku UMK ini. Tercatat anggaran yang telah disalurkan OJK mencapai Rp 140,9 miliar.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong TPAKD di seluruh wilayah Indonesia agar mengimplementasikan skema K/PMR. Demi membantu kemudahan pelaku UMK dalam mengakses kebutuhan modal kerja dan menghindarkannya dari jerat lintah darat. (Jef)

Related For Sampai Kuartal III 2021, Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir Tersalur Rp 1,25 Triliun pada 131 Ribu Debitur