Arsip Tag: Bank BNI

Laba BNI Cetak Rekor, Ternyata Ini Kuncinya

Jakarta:(Globalnews.id)–Di tengah ketidakpastian dan tantangan perekonomian global, industri keuangan Indonesia masih mencatat kinerja positif. Hal ini ditandai dengan kinerja dari salah satu bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dengan laba yang mencetak rekor dan ‘terbang’ 68% mencapai Rp 18,31 triliun.

Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI beroperasi dan didukung oleh peningkatan kredit transformasi, dan inovasi. Sepanjang 2022, BNI mencatat penyaluran kredit Rp 646,2 triliun atau tumbuh 10,9% dibandingkan 2021.

Ekonom INDEF Nailul Huda menyebut kinerja positif perbankan tidak lepas dari pulihnya perekonomian nasional sehingga meningkatkan pertumbuhan kredit. Namun, dia tak memungkiri adanya potensi perlambatan penyaluran kredit akibat kenaikan suku bunga acuan.

Menurut dia, pertumbuhan kredit bisa turun ke angka 8% hingga 9%. Sehingga pihak perbankan perlu menyiapkan antisipasi demi tetap menjaga kinerja positif.

“Seperti BNI yang memang mencatatkan kinerja positif baik di kredit dan pertumbuhan DPK. Salah satu kuncinya adalah menjaga nilai NPL turun, sehingga risiko perbankan semakin berkurang. Semakin turun NPL, maka cost of credit-nya akan menurun. Hal ini semakin membuat biaya penyaluran kredit semakin efisien,” jelas Nailul, Selasa (31/1/2023).

Secara terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan peningkatan kinerja yang terlihat pada perbankan di tanah air terutama didorong oleh pemulihan ekonomi. Kemudian dipengaruhi peningkatan permintaan kredit sebesar Rp 272,27 triliun atau 10,35%, terutama pada sektor manufaktur, perdagangan dan pertambangan.

Peningkatan kredit program pun juga memberikan dampak, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KPR Subsidi.

“Selain itu, seiring dengan perbaikan kondisi pasca Covid-19, hal tersebut mendorong menurunnya kredit restrukturisasi, termasuk yang menggunakan stimulus Covid-19. Kondisi perbaikan tersebut berdampak pada penurunan rasio NPL Bank Himbara dari 3,19% (Desember 2021) menjadi 2,54% (Desember 2022),” ungkap dia kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Dian melanjutkan, sejalan dengan pertumbuhan kredit dan penurunan risiko kredit, bank juga mengalami peningkatan fee based income dan peningkatan cost efisiensi. Hal ini didapatkan melalui proses transformasi digital yang sedang berjalan.

“Hal tersebut dengan sendirinya memberikan pengaruh terhadap peningkatan laba bank. Namun demikian, OJK akan terus mencermati perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional, termasuk fungsi intermediasi dan stabilitas sistem keuangan,” ujar dia.

Sementara itu, untuk mendukung kinerja perbankan, pihaknya akan mencermati perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. OJK pun akan meminta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) menyiapkan buffer memadai untuk memitigasi risiko yang mungkin timbul.

“OJK juga akan merespon secara proporsional perkembangan lebih lanjut dengan tetap mengedepankan stabilitas sistem keuangan serta menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional,” tegas Dian.

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan realisasi laba bersih ini lebih tinggi dari estimasi. Sepanjang 2022, penyaluran kredit yang dilakukan secara selektif ini, dan membuat perbaikan kualitas aset.

BNI mencatat ratio loan at risk (LaR) BNI turun dari 23% menjadi 16% dan tingkat biaya kredit (cost of credit) turun dari 3,3% menjadi 1,9% pada 2022

“Itu merupakan hasil kombinasi antara strategi pertumbuhan bisnis yang prudent, selektif. Kredit kami tumbuh 10,9% secara tahunan dengan sumber pertumbuhan dari nasabah yang tentunya berkualitas baik,” ujar Royke dalam acara BBNI Earnings Call FY2022, Selasa (24/1/2023).(Jef)

Raih Laba Bersih Rp 18,31 Triliun di 2022: Transformasi dan Inovasi Jadi Kunci BNI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jakarta:(Globalnews.id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI berhasil menutup 2022 dengan mencetak kinerja impresif dan berhasil melampaui konsensus pasar. Hal ini tercermin dari laba bersih konsolidasi yang tercatat Rp 18,31 triliun, tumbuh signifikan 68% Year-on-Year (YoY), dan merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI.

Kinerja yang prima ini terwujud melalui kerja keras seluruh insan BNI dalam menjalankan kebijakan strategis yang ditetapkan, di tengah periode pemulihan ekonomi 2022 serta upaya memastikan agenda transformasi perusahaan terus berjalan sesuai dengan blueprint.

Total kredit yang disalurkan di tahun 2022 telah mencapai Rp 646,19 triliun, tumbuh di atas target awal perusahaan yaitu mencapai 10,9% YoY, diikuti dengan Net Interest Margin (NIM) yang terjaga di posisi 4,8%. Pertumbuhan kredit yang sehat ditopang oleh ekspansi bisnis dari debitur top-tier dan bisnis turunannya yang berasal dari value chain debitur.

Dari sisi likuiditas, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang kuat sebesar 10,1% YoY, yang dihasilkan dari strategi perseroan untuk membangun transaction-based CASA, melalui penyediaan solusi keuangan dan transaksi yang komprehensif dan reliable.

Pertumbuhan fee-based income (FBI) pun tercatat sebesar 8,7% YoY menjadi Rp 14,8 triliun. Hal ini dicapai dengan melakukan pergeseran pola pertumbuhan FBI untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan biaya transfer melalui program BI Fast sejalan dengan trend menurunnya transaksi transfer antar bank.

BNI secara inovatif berhasil menumbuhkan pendapatan non bunga yang memberi value-added bagi nasabah. Contohnya di retail banking, fitur billpayment atau pembayaran tagihan saat ini berkontribusi lebih dari Rp 300 miliar ke pendapatan, atau tumbuh 18% YoY.

Selain itu, di segmen Business Banking, BNI semakin aktif dalam memfasilitasi sindikasi dan mampu berkontribusi hampir Rp 1 triliun ke pendapatan non bunga, atau naik 100% dibandingkan tahun lalu.

Hasil kinerja yang positif ini berdampak pada Pre-provisioning Operating Profit (PPOP) yang dibukukan sebesar Rp 34,4 triliun atau tumbuh 10,8% YoY. Selain itu, upaya perbaikan kualitas kredit melalui kebijakan perkreditan yang efektif mampu menekan rasio NPL sebesar 90 basis point (bps) secara tahunan menjadi 2,8%.

Jumlah kredit yang direstrukturisasi dengan stimulus Covid juga terus menurun nilainya menjadi Rp 49,6 triliun atau setara dengan 7,8% dari total kredit. Penurunan di kuartal lalu terutama berasal dari sektor-sektor yang paling terdampak pandemi seperti restoran, hotel, tekstil dan konstruksi, hal ini mengindikasikan bahwa bisnis debitur di sektor tersebut mulai kembali pulih. Trend positif pada kualitas aset ini juga mendorong pembentukan beban CKPN menjadi lebih rendah sehingga Cost of Credit membaik dari 3,3% di tahun sebelumnya menjadi 1,9%.

“Pertumbuhan PPOP yang kuat dan diikuti dengan perbaikan kualitas aset ini membuat kami mampu menutup 2022 dengan capaian yang menggembirakan. Laba bersih ini adalah tertinggi sepanjang sejarah dan berada di atas ekspektasi pasar,” kata kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

*Inisiatif Digital*

Terkait dengan digitalisasi, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyampaikan, BNI fokus menggarap potensi bisnis nasabah di setiap aspek, dengan konsisten meningkatkan kapabilitas digital untuk mengembangkan berbagai solusi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Dari segmen retail, jumlah user BNI Mobile Banking pada tahun 2022 mencapai 13,6 juta, tumbuh 26,1% YoY, yang diikuti dengan nilai transaksi yang tumbuh sebesar 30,4% YoY menjadi sebesar Rp 802 triliun, jauh melampaui transaksi di ATM yang sebesar Rp 676 triliun, dengan jumlah transaksi mencapai 597 juta atau tumbuh 37,6% YoY.

Angka tersebut menunjukkan bahwa nasabah BNI terus menshifting transaksinya dari platform konvensional ke platform digital. Hal ini sejalan dengan strategi BNI untuk menjadikan BNI Mobile Banking sebagai One Stop Financial Solutions bagi nasabah.

Dari segmen Wholesale Banking, BNI memiliki BNIDirect untuk menunjang transaksi bisnis nasabah dan debitur non perorangan secara digital dan mampu memenuhi semua kebutuhan klien dalam satu portal terintegrasi.

Sepanjang tahun 2022, tercatat jumlah user BNIDirect tumbuh 24,9% YoY menjadi 100.000 user, diikuti oleh pertumbuhan volume transaksi sebesar 47% YoY atau setara Rp 6.168 triliun, dengan jumlah transaksi yang juga meningkat 18,4% YoY atau mencapai 764 juta transaksi.

Masih dari Transformasi Digital, perseroan berencana untuk mentransformasi Bank Mayora yang diakuisisi pada 2022 untuk menjadi bank digital yang berfokus pada segmen UMKM. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mayora tanggal 6 Januari 2023, telah menunjuk manajemen baru yang merupakan kombinasi dari profesional dan ahli dengan latar belakang perbankan, startup business, hingga financial technology.

“Pengangkatan manajemen baru Bank Mayora ini diharapkan dapat memperkuat struktur manajemen perseroan dalam melakukan transformasi bank digital sebagai penyedia solusi finansial terintegrasi berbasis digital bagi UMKM yang terdepan dan terunggul di Indonesia,” ujar dia.

*Korporasi Blue Chip Jadi Penopang Pertumbuhan Kredit*

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini memaparkan, pertumbuhan kredit BNI sebesar 10,9% YoY melebihi guidance yang ditetapkan perusahaan di awal 2022 yakni di kisaran 7% hingga 10%.

“Pertumbuhan tersebut dicapai di tengah upaya BNI melakukan transformasi dan fokus membangun portofolio kredit yang sehat melalui ekspansi pada debitur top tier di masing-masing industri dan regional,” kata Novita.

Adapun sektor Business Banking mencatat pertumbuhan 10,3% YoY menjadi Rp 532,2 triliun. Pertumbuhan dari segmen tersebut didorong oleh segmen Korporasi Blue Chip yang tumbuh 28,9% YoY menjadi Rp 232,7 triliun; segmen Large Commercial meningkat 29,9% YoY menjadi Rp 53,1 triliun; segmen kecil terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tumbuh 19,8% YoY menjadi Rp 52,7 triliun.

Sementara di sektor Consumer Banking, Kredit Payroll masih menjadi fokus dengan pertumbuhan 20,3% YoY menjadi Rp 43,1 triliun, kemudian diikuti oleh Kredit Pemilikan Rumah yang tumbuh 7,9% YoY menjadi Rp 53,5 triliun. Sehingga secara keseluruhan, kredit konsumer tumbuh 11,2% YoY menjadi Rp 110,1 triliun.

Lebih lanjut, BNI juga melihat debitur yang terdampak pandemi terus mengalami pemulihan. Hal ini berdampak positif pada portofolio restrukturisasi kredit akibat Covid-19 yang hingga akhir 2022 tersisa Rp 49,6 triliun, turun 31,2% YoY. Rasio Loan At Risk (LaR) ikut membaik menjadi 16%, dibandingkan 2021 yang berada di posisi 23,3%.

“Tentunya untuk tahun ini, kami menargetkan kualitas aset yang lebih baik lagi. Kami sangat bergembira karena sebagian besar debitur yang terdampak Covid-19 sudah mulai pulih dan bersiap ekspansi,” ujarnya.

BNI mendapat banyak lesson learned mengenai bagaimana meningkatkan efisiensi bisnis dari pandemi. Sepanjang tahun 2022, biaya operasional umum dan admin hampir tidak naik, hanya tumbuh 1%. Berbekal efisiensi biaya operasional umum ini, BNI berkesempatan membangun kapabilitas Human Capital dengan menaikkan biaya personalia sebesar 11%, atau hampir 2 kali lipat inflasi.

Kenaikan ini terutama di area seperti investasi training pegawai dan remunerasi variabel untuk mendorong kinerja dan semangat pegawai BNI agar memberikan service terbaik kepada nasabah. Meskipun demikian, BNI masih menjaga efisiensi bisnis yang tercermin dari rasio cost-to-income yang sebesar 42,6%, membaik 70 bps dibandingkan tahun lalu.

*Komitmen BNI Pada Keuangan Berkelanjutan*

Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengungkapkan, sebagai bank pionir Green Banking dan motor penggerak pelaksana Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) di Indonesia, perseroan berkomitmen menginternalisasi prinsip keuangan berkelanjutan pada nilai-nilai, budaya kerja, strategi perusahaan, kebijakan operasional, serta sistem dan prosedur operasional perseroan.

Komitmen ini salah satunya diwujudkan dalam Sustainable Portofolio yang BNI lakukan untuk sektor-sektor ramah lingkungan. Sepanjang 2022 pembiayaan pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) mencapai Rp 182,9 triliun atau 28,5% dari total portofolio kredit BNI.

Sustainable Portfolio ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen kecil sebesar Rp 123,2 triliun; pengelolaan bisnis ramah lingkungan dan sumber daya alam hayati sebesar Rp 19,7 triliun; energi baru dan terbarukan sebesar Rp 10,9 triliun; pembiayaan untuk pencegahan polusi sebesar Rp 4 triliun; serta Sustainable Portfolio lainnya sebesar Rp 25,1 triliun.

BNI juga memiliki komitmen untuk mengembangkan praktik usaha berkelanjutan sejalan dengan agenda global. BNI mulai proaktif memperkenalkan Sustainability Linked Loan (SLL), di mana salah satu aspek utama SLL adalah pemberian insentif bagi nasabah untuk memperbaiki aspek ESG dalam bisnis mereka.

Sepanjang tahun 2022, BNI telah menyalurkan SLL sebesar USD 355 juta atau ekuivalen Rp 5,3 triliun yang disalurkan kepada debitur top tier di sektor industri prioritas, seperti Fast-Moving Consumer Goods dan manufaktur.

“Kami juga menawarkan pricing yang menarik sebagai insentif bagi debitur dalam rangka meningkatkan pencapaian aspek ESG dalam bisnis usaha mereka sesuai jangka waktu yang telah disepakati. Untuk jangka panjang, kami ingin terus meningkatkan inisiatif tersebut agar menjadi bank dengan praktik ESG terbaik di Indonesia,” kata David.

*Kinerja Saham dan Fokus 2023*

Direktur Corporate & International Banking Silvano Rumantir menyampaikan, harga saham BNI di akhir 2022 tercatat meningkat 36,7% YoY, jauh lebih tinggi dari peningkatan harga saham LQ-45 yang sebesar 0,7% YoY. Pertumbuhan tersebut terlepas dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak cukup fluktuatif di tahun 2022 serta diwarnai dinamika kondisi geopolitik, harga komoditas, dan kebijakan moneter bank-bank sentral dunia dalam melakukan rate adjustment.

BNI memiliki komitmen untuk terus mencetak profitabilitas yang sehat dan sustain sehingga memberikan value yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama para pemegang saham. Meskipun kondisi perekonomian global masih penuh tantangan, BNI yakin kondisi Indonesia jauh lebih baik dibanding negara-negara lain.

“Kami melihat banyak peluang di tahun 2023 yang dapat kami tangkap. Untuk itu, upaya transformasi perusahaan di tahun ini akan fokus di beberapa area seperti pengembangan solusi transaksi dan ekosistem dalam memenuhi kebutuhan nasabah,” kata Silvano.

Terdapat tujuh kebijakan strategis yang akan menjadi fokus pada 2023. Pertama, BNI mengembangkan solusi transaksi & ekosistem dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Kedua, mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital melalui data driven berbasis analytics, customer experience, dan perluasan partnership.

Ketiga, BNI fokus pada peningkatan CASA dan FBI yang sustain. Keempat, BNI meningkatkan ekspansi bisnis pada corporate top tier serta sektor prioritas, value chain, dan cross selling dengan mengutamakan budaya risiko.

Kelima, perseroan melanjutkan Transformasi Human Capital, Culture, dan Operasional sehingga lebih agile dan lean dalam mendukung bisnis. Keenam, perseroan memperkuat jaringan bisnis Internasional dalam mendukung penetrasi pasar global. Ketujuh, BNI juga mengoptimalisasi sinergi BNI Grup dalam memperkuat posisi Perusahaan Anak.

“Dengan berpedoman kepada tujuh kebijakan strategis tersebut, kami percaya dan optimis akan mencetak kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2023 ini,” pungkasnya. (Jef)

BNI Siap Salurkan KUR Senilai Rp 36,5 di 2023 Dorong UMKM Go Global

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)– PT Bank Negara Indonesia (BNI) mendapat mandat untuk mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp36,5 triliun di 2023 dengan fokus pada sektor produksi agar terbentuk ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Go Global.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan BNI sebagai bank milik negara berupaya mendorong ekosistem UMKM Go Global dengan melakukan penyaluran kredit secara klaster yang efektif untuk mempercepat penyaluran KUR sejak 2017. “Hingga akhir 2022 kemarin, strategi klaster masih secara konsisten dilakukan BNI dan hasilnya penyaluran yang masif dan berkualitas. Tahun ini, KUR akan tetap kami dorong untuk dapat terus membantu UMKM naik kelas sekaligus mendorong Go Global,” ujar Okki dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/1).

Okki mengungkapkan BNI saat ini fokus pada pembentukan ekosistem UMKM Go Global melalui klaster-klaster baru yang salah satunya pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan), alat perkebunan, perikanan, pembangunan pasar, dan pembiayaan ekonomi kreatif.

BNI telah mempersiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan serapan klaster dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait.

Okki menambahkan mayoritas KUR BNI disalurkan kepada sektor produksi secara kluster, utamanya kepada sektor pertanian, sebagai wujud mendorong ketahanan pangan nasional. “BNI fokus menggarap delapan klaster unggulan pertanian sesuai arahan kementerian BUMN. Selain itu, BNI juga telah menginisiasi penyaluran digitalisasi ekosistem KUR secara kluster,” ucapnya.

Menurut Okki, hal tersebut membuat BNI lebih mudah melakukan akuisisi potensi bisnis dalam suatu klaster yang bukan hanya kredit namun juga Dana Pihak Ketiga (DPK) dan transaksi lainnya. Dari tahun ke tahun, porsi penyaluran secara klaster BNI meningkat dengan kualitas yang terjaga. “Ke depan kami harapkan nilai baki kredit, dana masyarakat, hingga transaksi tersebut terus meningkat, sehingga sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat dan mendukung klaster-klaster bisnis UMKM,” sebutnya. (son)

BNI Siap Salurkan KUR di 2023 sebesar Rp36,5 T dengan Fokus Sektor Produksi UMKM Agar Terbentuk Ekosistem Go Global

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID) – PT Bank Negara Indonesia (BNI) mendapat mandat untuk mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp36,5 triliun di 2023 dengan fokus pada sektor produksi agar terbentuk ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Go Global.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengungkapkan BNI sebagai bank milik negara berupaya mendorong ekosistem UMKM Go Global dengan melakukan penyaluran kredit secara klaster yang efektif untuk mempercepat penyaluran KUR sejak 2017.

“Hingga akhir 2022 kemarin, strategi klaster masih secara konsisten dilakukan BNI dan hasilnya penyaluran yang masif dan berkualitas. Tahun ini, KUR akan tetap kami dorong untuk dapat terus membantu UMKM naik kelas sekaligus mendorong Go Global,” ujar Okki dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/1).

Okki mengungkapkan BNI saat ini fokus pada pembentukan ekosistem UMKM Go Global melalui klaster-klaster baru yang salah satunya pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan), alat perkebunan, perikanan, pembangunan pasar, dan pembiayaan ekonomi kreatif.

BNI telah mempersiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan serapan klaster dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait.

Okki menambahkan mayoritas KUR BNI disalurkan kepada sektor produksi secara kluster, utamanya kepada sektor pertanian, sebagai wujud mendorong ketahanan pangan nasional. “BNI fokus menggarap delapan klaster unggulan pertanian sesuai arahan kementerian BUMN. Selain itu, BNI juga telah menginisiasi penyaluran digitalisasi ekosistem KUR secara kluster,” ucapnya.

Menurut Okki, hal tersebut membuat BNI lebih mudah melakukan akuisisi potensi bisnis dalam suatu klaster yang bukan hanya kredit namun juga Dana Pihak Ketiga (DPK) dan transaksi lainnya. Dari tahun ke tahun, porsi penyaluran secara klaster BNI meningkat dengan kualitas yang terjaga.

“Ke depan kami harapkan nilai baki kredit, dana masyarakat, hingga transaksi tersebut terus meningkat, sehingga sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat dan mendukung klaster-klaster bisnis UMKM,” sebutnya. (Jef)

GRP & BNI Kerjasama Sustainability Linked Loan US$32 juta

Jakarta:(Globalnews.id)- PT Gunung Raja Paksi atau GRP bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI bekerja sama dalam inisiatif strategi environmental, social and governance (ESG) guna mewujudkan ekonomi berkelanjutan

GRP sebagai anggota Gunung Steel Group, salah satu pembuat baja swasta terbesar di Indonesia ini menjadi pabrik baja pertama yang mendapatkan sustainability linked loan (SLL) sebesar US$32 juta equivalen Rp500 miliar melalui BNI.

Kredit bilateral lima tahun yang telah ditandatangi sejak Juni 2022 ini akan digunakan untuk mendanai salah satu inisiatif keberlanjutan GRP, yang mencakup proyek Light Section Mill (LSM) yang baru saja diresmikan.

Awal kerjasama ini ditandai kunjungan langsung ke Pabrik GRP oleh Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal serta General Manager Divisi Enterprise Banking, Rangga Bhirawa, dan disambut Chief Financial Officer GRP Roymond Wong serta, Head of Sustainability GRP Sheren Omega di Cikarang Barat, Bekasi, Rabu (28/12/2022).

Roymond Wong menyampaikan hal ini merupakan lanjutan dari rangkaian insiatif perusahaan setelah peresmian ESG Strategy Handbook bulan Oktober lalu yang proses nya berkolaborasi dengan PT ERM Indonesia. Proses penilaian ESG Risk Rating ini pun dilakukan oleh pihak independen dan berskala internasional, dengan diserahkannya kedua laporan ini kepada pihak bank, perusahaan akan mendapatkan insentif ekonomi lebih lanjut.

Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penurunan konsumsi energi sehingga diharapkan mampu berkontribusi positif pada pengurangan emisi karbon. Terlebih, GRP berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan net zero emission (NZE) pada 2060 melalui Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Net Zero Hub.

“Kami mengapresiasi dukungan BNI ini. Tentunya, langkah strategis bersama ini tidak hanya mendorong metode produksi yang berkelanjutan bagi GRP, tetapi juga memungkinkan Indonesia untuk mempercepat upaya dekarbonisasi,” kata Roymond.

Adapun, proyeksi baru-baru ini oleh PwC dan Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) mengungkapkan bahwa penggunaan baja di Indonesia telah mencapai 18,1 juta ton, meningkat 7,6% dibandingkan tahun 2021.

Studi yang sama juga memproyeksikan bahwa perkiraan konsumsi baja oleh 2050 adalah 125 juta ton, yang sebagian besar didorong oleh sektor konstruksi yang dengan sendirinya menyumbang hingga 75% dari permintaan baja.

Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, GRP adalah pelaku industri yang cukup terdepan dalam menerapkan metode produksi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Iqbal memaparkan BNI sebagai pionir green banking di Indonesia berharap dapat terus mendorong perubahan menuju masa depan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta kerjasama bisnis yang menyeluruh dengan GRP.

“Kami sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan ikut bersama berkontribusi dalam mewujudkan green ekonomi. Tentunya BNI dan GRP ke depannya juga akan mengoptimalkan potensi pembiayaan value chain perusahaan, cash management, payment channel, supply chain financing, pembiayaan KUR ke para mitra serta produk konsumer karyawan, baik dana maupun pinjaman, tentunya dengan menyediakan solusi digital yang solid bagi GRP,” imbuhnya.(jef)

BSDE Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

Processed with VSCO with preset

Jakarta;(Globanews.id)-PT Bumi Serpong Damai Tbk. atau BSDE dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI sepakat bersinergi untuk pengembangan bisnis dalam merealisasikan potensi ekspansi ekonomi nasional.

Hal tersebut ditandai dengan pemberian fasilitas pinjaman dari BNI kepada BSDE senilai Rp 1 triliun berupa kredit term loan dan fasilitas treasury line sebesar US$ 2 juta.

Fasilitas ini dapat digunakan untuk ekspansi usaha ataupun corporate action lainnya sekaligus instrument hedging yang dapat melindungi dari risiko fluktuasi kurs ditengah ketidakpastian kondisi global saat ini.

Seremonial penandatanganan pemberian fasilitas kredit ini dilakukan Pemimpin Divisi Corporate Banking 1 I Made Sukajaya dengan Direktur Bumi Serpong Damai Lie Jani Harjanto, Hermawan Wijaya dan Syukur Lawigena yang disaksikan langsung oleh Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies di Grha BNI Sudirman, Kamis (15/12/2022).

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kerjasama antara BNI dan BSDE sehubungan pemberian fasilitas kredit ini yang rencananya akan kami gunakan untuk ekspansi usaha ataupun corporate action lainnya.

Perolehan fasilitas kredit tersebut akan menunjang secara langsung pengembangan usaha perusahaan seiring dengan mulai pulihnya sektor ekonomi dan aktivitas masyarakat yang berangsur normal yang berdampak positif pada pertumbuhan sektor properti,” tutur Lie Jani.

Menurutnya, meskipun berbagai isu bermunculan mulai dari adanya resesi, inflasi, hingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, sektor properti tetap menunjukkan tren yang positif.

Industri ini pun mampu terus menumbuhkan bisnisnya dalam mendukung akselerasi pemulihan perekonomian nasional.

PT Bumi Serpong Damai Tbk. hingga Triwulan III-2022 mampu menorehkan prapenjualan sebesar Rp 6,7 triliun, perolehan tersebut setara 87% dari target tahunan yang ditetapkan Rp 7,7 triliun oleh anggota pengembang terkemuka Sinar Mas Land tersebut.

Mendukung Perkembangan Bisnis Sektor Properti di Indonesia, Corina mengatakan sinergi antara BNI dan BSDE merupakan momen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis, peningkatan performa, dan juga penjualan BSDE yang merupakan pemain terbesar industri properti di Indonesia.

Selain itu, pemberian fasilitas kredit ini merupakan salah satu bentuk komitmen BNI sebagai perbankan nasional untuk turut mendukung perkembangan bisnis sektor properti di Indonesia.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pun masih menunjukkan kinerja impresif sampai dengan Triwulan III-2022.

“Kami menyambut baik peluang kerja sama ini. Kami sebagai pelaku industri perbankan pun terus mencari peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan kinerja sehingga terus dapat mendorong pemulihan ekonomi,” sebutnya.

Direktur Corporate & International Banking BNI Silvano Rumantir pada kesempatan lain menyampaikan bahwa sebagai bank BUMN yang fokus pada penyaluran kredit di segmen korporasi, BNI saat ini aktif bertransformasi dan fokus melakukan penyaluran kredit ke top tier company di Indonesia.

Selain itu, BNI juga terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas untuk mendukung para pelaku industri melalui kapabilitas digital yang dimiliki, jaringan global yang luas di pusat keuangan dunia serta solusi keuangan yang lengkap mulai dari solusi pasar modal melalui BNI Sekuritas, solusi investasi melalui BNI Asset Management hingga solusi keuangan global melalui BNI Securities Pte Ltd yang berkedudukan di Singapura.

“Untuk kedepannya kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan BSDE melalui pemberian solusi keuangan yang komprehensif berbasis digital yang mampu memberikan nilai tambah untuk BSDE,” pungkasnya.(Jef)

Mantap! BNI Contact Center Boyong 6 Medali di Ajang Contact Center Dunia

Jakarta:(Globalnews.id)-BNI Contact Center berhasil memboyong sejumlah medali pada kompetisi “Contact Center World Conference Tingkat Global 2022″.

Tak tanggung-tanggung, di kompetisi tingkat dunia tersebut BNI Contact Center berhasil menyabet 5 medali emas dan 1 medali perak untuk kategori Best Contact Center Design, Best Crisis Management, Best Employee Wellness, Best Help Desk, Besk Operational Manager dan Best Recruitment Campaign.

Perolehan medali pada ajang bergengsi yang diikuti oleh 12 negara dari berbagai benua ini menjadi “center of attention” dari segenap pelaku industri seluruh dunia.

Ronny Venir, Direktur Network & Services BNI, menyampaikan bahwa kemenangan BNI Contact Center ini adalah bukti keberhasilan langkah perseroan dalam meningkatkan customer experience melalui percepatan bisnis proses, peningkatan kompetensi, dan kapabilitas pegawai. 

Keberhasilan ini pun merupakan bukti terhadap negara, bahwa BNI mampu menunjukkan kapabilitas sebagai bank global asal Indonesia.

“Bagi BNI kemenangan ini tentu sangat membanggakan. Pencapaian ini menunjukkan komitmen BNI Contact Center untuk selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabah dan masyarakat,” katanya.

Ronny melanjutkan, pengembangan terhadap BNI Contact Center terus dilakukan perseroan dengan menggabungkan digital capabilities, industry best practice, dan juga experienced resources. Ke depannya, BNI Contact Center diharapkan terus berkembang menjadi lebih baik serta adaptif dalam mengantisipasi kebutuhan nasabah. 

“Strategi ini tentunya diiringi dengan pengembangan teknologi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas SDM dan percepatan bisnis proses serta tentunya sejalan dengan transformasi digital yang sedang dilakukan oleh BNI” ujarnya.

Sebagai informasi, kompetisi contact center berskala global ini merupakan sarana benchmarking dan sharing antarpraktisi contact center untuk mendapatkan insight baru mengenai kegiatan contact center terkini dari berbagai industri. Ajang ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan layanan yang semakin dinamis di era transformasi digital guna memberikan experience terbaik bagi customer. 

Perjalanan BNI Contact Center di mulai dari ajang Contact Center World Conference tingkat Asia Pasifik yang berhasil memperoleh 6 medali emas, 7 medali perak dan 8 medali perunggu. Berangkat dari capaian itu, BNI Contact Center melaju ke tingkat kompetisi global yang diselenggarakan di Malta pada 28 November–2 Desember 2022.(Jef)

Ditunjuk Erick Thohir, BNI Kembangkan Bakauheni Harbour City

Lampung:(Globalnews.id)-Sebagai bank milik negara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus berkomitmen menjalankan tugas pengembangan sekaligus proaktif mencari potensi ekonomi baru. 

Teranyar, BNI mendapat kepercayaan langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk ikut mengembangkan Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai kawasan pariwisata terpadu. 

Adapun, BHC berada dalam tahapan pembangunan. Menteri BUMN RI Erick Thohir didampingi oleh Direktur Network & Services Ronny Venir melaksanakan kegiatan Penanaman Pohon dan Penandatanganan Prasasti Selasar Siger untuk meresmikan BHC di Lampung, Kamis (1/12/2022). 

Rencananya, di kawasan ini akan dibangun Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa, hingga taman bermain. 

Erick mengatakan, dalam kawasan ini BNI akan membangun BNI Xpora Creative Hub. Para milenial dapat berkumpul di sini untuk memamerkan karya produk dan jasanya. 

Dengan kemampuannya sebagai Global Bank, BNI dapat membantu milenial untuk menemukan partner global guna ekspansi pasar ke luar negeri. 

“Kawasan ini akan menjadi tempat sangat strategis. Akan menjadi tujuan wisata karena potensinya sangat besar. Kami berharap anak-anak muda dapat berkumpul di, aktif berdagang dan bahkan mampu mencari potensi ekspor melalui BNI Xpora Creative Hub,” sebutnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ronny menjelaskan, BNI turut membangun Kawasan BHS melalui pembangunan BNI Xpora Creative Hub, One Stop Shopping Solution dari BNI, untuk pelaku usaha UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya menjadi UMKM yang Go Productive, Go Digital, dan Go Global. 

BNI Xpora Creative Hub nantinya dapat digunakan oleh pelaku ekonomi kreatif berdiskusi, pelatihan, bahkan pertunjukan ataupun pameran produk-produk unggulan. 

“Dengan adanya Creative Hub, kami berharap anak-anak muda dapat meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dan menghasilkan hasil karya bernilai ekonomi yang baik baik untuk pasar domestik maupun internasional, sehingga nantinya dapat menunjang pembangunan dan pendapatan daerah di Provinsi Lampung,” pungkasnya.(Jef)

Support Ekonomi Digital di Jawa Timur, BNI dan Bank Jatim Bersinergi

Jakarta:(Globalnews.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. atau Bank Jatim sepakat untuk bersinergi dan berkolaborasi guna mendukung penguatan ekonomi digital di Jawa Timur.

Seremonial Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan antara Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dan Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman dan disaksikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Jatim Suprajarto di Ballroom Grha BNI Sudirman, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Ruang lingkup kerjasama antara BNI dan Bank Jatim ini meliputi kerjasama penggunaan channel maupun layanan seperti Sharing Biller, Co-branding Tapcash dan ATM serta layanan lain yang dapat dioptimalkan untuk peningkatan kualitas layanan pada nasabah.

Sinergi dan Kolaborasi ini merupakan sebuah konsep ekonomi menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Diharapkan Jawa Timur mampu mengoptimalkan sektor Pariwisata, Pertanian, Kelautan dan perikanan, Industri, Usaha Mikro kecil dan koperasi, Ekonomi Kreatif Digital.

Dengan semangat ini, perekonomian Jawa Timur akan ditata ulang guna menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian. Jawa Timur diharapkan dapat kembali pada keorisinilan dan keunggulan sumber daya lokal meliputi Alam, Manusia, dan Kebudayaan.

Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengungkapkan, Jawa Timur merupakan daerah yang sangat strategis, terutama dalam upaya untuk meningkatkan tren pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan basis digital.

BNI sebagai bank milik negara tentunya sangat mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bank Jatim, dan mengapresiasi kesempatan untuk berkolaborasi untuk percepatan dan perluasan digitalisasi serta elektronifikasi layanan daerah di seluruh Indonesia termasuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

“Kolaborasi antara BNI dan Bank Jatim, merupakan bagian dari Solusi Terintegrasi Smart City yang dimiliki BNI. Ke depannya, kolaborasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan Pemprov Jawa Timur untuk memberikan Solusi Smart City dengan cakupan yang lebih luas,” sebutnya. 

Busrul Iman menyampaikan pertumbuhan ekonomi di daerah Jawa Timur tergolong cukup progresif sehingga banyak potensi yang perlu dioptimalkan.

Oleh karena itu, Bank Jatim berupaya untuk terus meningkatkan kemampuan operasional dan jangkauan Bisnis.

“Memang tidak mungkin tidak semua potensi ekonomi ini dipenuhi sendiri. Kami pun juga berkomitmen untuk selalu mengedepankan kobaorasi dan sinergi sehingga dapat tumbuh bersama dalam membangun ekonomi Jawa Timur,” katanya.(Jef)

Erick Thohir Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20

Jakarta:(Globalnews id)- Menteri BUMN Erick Thohir menggelar Malam Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20 di Sasono Utomo & Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (29/11).

Kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat Kementerian BUMN serta Direksi dan pegawai BUMN ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas kontribusi seluruh perusahaan dan Insan BUMN yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan rangkaian Presidensi G20 Indonesia. Momen ini juga menjadi sarana untuk mempererat dan meningkatkan komunikasi serta kolaborasi yang keberlanjutan kedepannya.

Sejak persiapan pergelaran G20 dimulai pada awal tahun ini hingga pelaksanaan KTT pertengahan November lalu, Kementerian BUMN bersama BUMN berhasil menunjukkan kolaborasi yang baik dengan sesama BUMN, kementerian dan lembaga maupun mitra strategis demi mewujudkan kesuksesan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, termasuk penyiapan infrastruktur pendukung yang dapat diselesaikan tepat waktu.

Keterlibatan BUMN dalam persiapan dan pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia ini dikoordinasikan oleh Project Management Office (PMO) di Kementerian BUMN. Presidensi G20 Indonesia ini membuktikan Indonesia dapat sejajar dengan bangsa lain.

“Selain mengajarkan diversity (keberagaman), yang paling penting G20 mensejajarkan kita dengan bangsa lain, ini yang harus kita pertahankan.” ujar Erick dalam sambutannya. Erick mengapresiasi berbagai pihak yang telah berdedikasi demi suksesnya Presidensi G20 Indonesia.

“Saya harus apresiasi, dibalik suksesnya pelaksanaan salah satu perhelatan dunia ini, banyak pihak yang bekerja keras luar biasa.” tambahnya.

Kesempatan tersebut juga turut dimanfaatkan Erick untuk mengajak seluruh Insan Kementerian BUMN dan BUMN mengheningkan cipta atas wafatnya pegawai PT Angkasa Pura I, Bapak I Gede Dewa Arimbawa Vayogayana dalam mengemban tugas negara.

Erick menyampaikan piagam penghargaan, santunan serta beasiswa pendidikan kepada keluarga mendiang, selain hak-hak normatif lainnya. Erick menekankan amanah Presidensi G20 ini memiliki makna keberlanjutan, tidak hanya sekedar acara seremonial sesaat.

“Ini yang saya bilang, G20 sudah lewat, tetapi apa yang terjadi di G20 harus kita pertahankan. Jangan selesai G20 semuanya selesai. Karena memposisikan kita dengan negara-negara besar kita butuh waktu yang lama,” imbuhnya.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 telah diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022 lalu. Ini menandakan berakhirnya Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022, yang selanjutnya diserahkan kepada India. KTT yang dihadiri oleh para pemimpin negara-negara anggota forum kerja sama multilateral ini menghasilkan Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali (G20 Bali Leaders Declaration) serta concrete deliverables yang berisi daftar proyek kerja sama negara anggota G20 dan undangan.

G20 juga mengajarkan kita sebagai insan BUMN pentingnya kerja sama internasional yang inklusif. Selain itu perlunya dukungan bagi peningkatan nilai tambah melalui investasi yang inklusif dan berkelanjutan di sektor-sektor produktif, seperti sektor manufaktur hilir, perdagangan digital, serta jasa. Kemudian menjembatani investor asing dengan perusahaan lokal, terutama yang berskala kecil dan menengah. Hal ini sejalan dengan penerapan AKHLAK BUMN.

Dukungan ini diberikan mulai dari penyiapan infrastruktur pendukung berupa revitalisasi bandara serta pembangunan Gedung VVIP Bandara Ngurah Rai-Bali oleh Angkasa Pura I; beautifikasi jalan tol Mandara oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Bali Tol; keamanan dan kelancaran di kawasan Nusa Dua oleh ITDC; ketersediaan jaringan dengan bandwith yang sangat baik di seluruh lokasi penyelenggaraan acara oleh Telkom dan Telkomsel; keamanan dan ketersediaan pasokan listrik serta infrastruktur Stasiun Pengisian
Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama KTT G20 oleh PLN; perapihan jalan akses utama dan kabel udara, penyiapan Area Mangrove Tahura oleh BUMN Karya; memastikan kelancaran penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak untuk seluruh delegasi dan perwakilan tiap-tiap Negara Anggota G20 oleh Pertamina; dalam transisi energi, BUMN juga mendukung terciptanya Electric Vehicle Ecosystem dengan memproduksi 24 Bus Listrik oleh INKA dan 66 Motor Listrik oleh WIMA Gesits.

Dari sisi komunikasi dan media, Kementerian BUMN bersama dengan para BUMN telah mendukung publikasi G20, baik melalui LKBN Antara, aset-aset media komunikasi yang dimiliki BUMN maupun pemberitaan di tingkat nasional dan internasional. Dukungan lainnya juga diberikan BUMN dalam penyelenggaraan side event Presidensi G20 seperti B20, T20, W20, Y20, M20, R20 serta Ocean20 dan TIIWG melalui SOE International Conference.

SOE International Conference merupakan bagian dari Trade, Investment & Industry Working Group (TIIWG) Road to G20 Indonesia yang digelar Kementerian BUMN pada 17-18 Oktober lalu.

Selain menghadirkan sesi konferensi dengan para pembicara Internasional, SOE International Conference juga menghadirkan pameran yang menampilkan kinerja, inisiatif dan program BUMN dengan fokus pada keberhasilan transformasi dan tiga prioritas Presidensi G20 Indonesia, yakni arsitektur layanan kesehatan, transisi energi, dan inklusi ekonomi melalui digitalisasi.

Dampak Presidensi G20 terhadap perekonomian Indonesia bisa dibilang fantastis. Tak mainmain, RI meraih komitmen pendanaan hingga US$ 929,4 miliar untuk sejumlah proyek infrastruktur hingga transisi energi. Presiden RI Joko Widodo pun merinci jumlah komitmen pendanaan tersebut, antara lain setidaknya terdapat 226 proyek yang bersifat multilateral dengan nilai mencapai US$ 238 miliar dan 140 proyek yang bersifat bilateral dengan nilai US$71,4 miliar yang perlu segera ditindaklanjuti.

Apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan, semangat, komitmen, kerja sama dan dedikasi seluruh jajaran Kementerian BUMN dan BUMN yang terlibat dalam mempersiapkan dan menyukseskan KTT G20.(Jef)