Arsip Tag: bni

Tingkatkan Pembiayaan Hijau, BNI Akan Menerbitkan Green Bond

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (kode saham: BBNI) kembali memperkuat komitmen di segmen green banking dengan menawarkan obligasi korporasi berwawasan lingkungan (green bond) sebanyak-banyaknya Rp5 triliun. Sebagai pioneer green banking, BNI menjadi bank nasional pertama yang menerbitkan green bond dalam denominasi rupiah. Dana terhimpun akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

Adapun, surat utang ini ditawarkan dalam 3 seri, yakni seri A dengan jangka 3 tahun, seri B jangka 5 tahun, dan seri C jangka 7 tahun. Kategori KUBL antara lain proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, gedung berwawasan lingkungan, serta pertanian berkelanjutan.

Dalam kaitannya dengan pembiayaan KUBL, BNI telah menyusun Kerangka Kerja Green Bond (Green Bond Framework) yang didalamnya terdapat pengaturan mengenai mekanisme pemilihan proyek (project selection) dan penggunaan dana serta mekanisme pelaporan yang diperoleh dari Penawaran Umum Green Bond.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyampaikan green banking merupakan salah satu sektor yang masuk dalam kategori sangat strategis bagi BNI. Selain karena manfaatnya yang sangat tinggi terhadap kestabilan dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, perseroan memiliki banyak nasabah, debitur, serta mitra yang dapat diajak untuk bersama-sama mendorong terwujudnya green ekonomi di Indonesia.

“Green Ekonomi merupakan salah satu komitmen jangka panjang BNI. Tentunya seluruh Penawaran Umum Green Bond ini akan kami gunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori KUBL seperti arahan dari pemerintah dan otoritas,” sebut Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi dalam Public Expose dan Penawaran Awal Green Bond BNI, Rabu (11/5/2022).

Lebih lanjut, Susi menyampaikan bahwa telah terjadi perkembangan signifikan di sektor teknologi, informasi, dan ekonomi dalam 20 tahun terakhir. Seyogyanya, perkembangan yang pesat tersebut harus memiliki pertumbuhan berkelanjutan untuk melestarikan lingkungan hidup agar dapat senantiasa memenuhi kebutuhan manusia. Sehubungan dengan hal tersebut maka BNI sebagai lembaga keuangan yang bertindak sebagai perantara siap menyalurkan investasi dalam aset berwawasan lingkungan.

Susi menyampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I (2015- 2019) dan Tahap II (2021-2025), dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas sektor jasa keuangan untuk beroperasi secara ramah lingkungan. Inisiatif keuangan berkelanjutan yang dikembangkan melalui Roadmap Tahap II OJK akan mengintegrasikan tujuh komponen utama dalam satu ekosistem, yang terdiri dari kebijakan, produk, infrastruktur pasar, koordinasi antar kementerian/lembaga, dukungan nonpemerintah, sumber daya manusia, dan kesadaran.

Menurut Susi, BNI akan berkontribusi pada bidang pengembangan produk dan infrastruktur pasar, serta pendanaan proyek-proyek yang akan membantu mewujudkan Indonesia yang lebih berwawasan lingkungan di masa depan, seperti dalam sektor energi dan transportasi. “Sebagai tanggapan terhadap permohonan pemerintah Indonesia dan OJK, Perseroan sebagai perantara bagi pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia, berkomitmen untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan,” imbuhnya.

Filosopi Perusahaan

Dia mengutarakan, pendekatan Perseroan dilandasi filosofi triple bottom line atau 3P yakni people, planet, dan profit, yang menyatakan bahwa proyek-proyek yang disponsori BNI akan memberikan keuntungan pada masyarakat yang terdampak dan pada lingkungan di samping keuntungan finansial.

“Kami juga menggunakan panduan dan kerangka kerja Perlindungan Lingkungan Hidup dan Sosial untuk mencapai komitmen tersebut, yang konsisten dengan hukum negara dan tunduk pada evaluasi berkala. Kerangka kerja dan panduan tersebut disebut sebagai Kerangka Kerja Manajemen Lingkungan Hidup dan Sosial dan Sistem Manajemen Lingkungan Hidup dan Sosial,” tambahnya.

BNI membukukan catatan kinerja positif baik dari ekspansi portofolio hijau sekaligus implementasi ESG di semua lini bisnis. Portofolio hijau BNI mencapai Rp 170,5 triliun pada Q1 2022. Nilai ini mengambil porsi 28,9% dari total portofolio kredit BNI.

Pembiayaan hijau ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan UMKM dengan total portofolio mencapai Rp 115,2 triliun. Selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau, energi baru terbarukan sebesar Rp 10,3 triliun, serta pengelolaan polusi sebesar Rp 6,8 triliun, serta pengelolaan air dan limbah sebesar Rp 23,3 triliun.

Kinerja pembiayaan hijau yang positif serta didukung kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi, serta praktik Tata Kelola Perusahaan yang unggul, mendorong peningkatan rating ESG BNI dari MSCI menjadi A sejak November 2021. Rating A saat ini menjadi yang tertinggi di antara perbankan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi kami sebagai pioneer dalam implementasi keuangan berkelanjutan. (Jef)

BNI Lebih Dari Sekadar Pemberi Modal Kerja Bagi UMKM di Amerika Serikat

Jakarta:(Globalnews.id) – Sudah lebih dari 10 tahun Jemmy Pranyoto menjadi nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) Jemmy yang merupakan perwakilan Golden Nest Corporation Amerika Serikat, memanfaatkan fasilitas kredit dari BNI untuk modal kerja. Kesan Jemmy selama belasan tahun menjadi nasabah BNI adalah fleksibilitas BNI dalam mendukung UMKM di luar negeri untuk tumbuh, tak tertandingi.

“BNI secara keseluruhan memberikan perhatian, pendidikan, pengarahan. Secara keseluruhan mereka kompak membantu kami para UMKM untuk bisa berkembang ke arah yang lebih tinggi,” kata Jemmy.

Jemmy bercerita pertama kali bekerja sama dengan BNI, saat itu perusahaannya masih 100 persen importir dan distributor. Baru 10 tahun belakangan ini, Golden Nest Corporation mulai ekspansi bergerak ke pabrik makanan.

Selama belasan tahun bekerja sama dengan BNI, keluwesan BNI dalam membantu nasabah UMKM sulit dia lupakan. Walaupun di atas kertas kerja sama Jemmy dengan BNI hanya sebatas pembiayaan untuk modal kerja, BNI justru memberikan lebih dari sekadar pinjaman.

Dia mengatakan BNI memberikan ‘paket full’ untuk mendukung UMKM di luar negeri untuk naik kelas. BNI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, juga memberikan masukan, saran hingga bimbingan sehingga UMKM di luar negeri, dalam hal ini Amerika Serikat, dapat terus berkembang.

Meski hanya berfokus dalam menyalurkan modal kerja, Jemmy bercerita, sangat serius dalam melayani dan mendorong nasabahnya, khususnya UMKM, untuk menjadi lebih baik.

“Saya melihat BNI benar-benar sangat memperhatikan mereka. Selama 10 tahun saya dengan BNI hampir setiap pergantian general manager saya mendapat kunjungan kerja ke pabrik saya, dan kemudian kita melakukan diskusi. Hal seperti itu yang walaupun secara tertulis hanya modal kerja, tetapi sebenarnya BNI memberikan perhatian, pendidikan dan pengarahan,” kata Jemmy.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani mengatakan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat saat ini sudah sangat signifikan yakni naik 36% mencapai US$37 miliar dengan surplus mencapai US$14,1 miliar pada tahun lalu.

Dia melanjutkan ada 200.000 lebih diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh negara bagian di Amerika. Kebutuhan produk perbankan diaspora ini sangat beragam sehingga diperlukan produk dan program inovatif.

Rosan tak menampik pertumbuhan kinerja perdagangan tersebut merupakan hasil dari dukungan komprehensif dari BNI. Terlebih BNI cabang “New York” mampu memiliki kemampuan untuk merangkul 200.000 orang diaspora Indonesia di Amerika dengan membentuk ekosistem ekonomi.

“Bahkan BNI mampu memberikan sebuah perhatian dan bimbingan yang holistik kepada para diaspora “Indonesia di Amerika” sehingga membantu pengembangan bisnis diaspora lebih berkelanjutan,” kata Rosan.

General Manager BNI New York Aidil Azhar mengatakan perseroan selalu siap untuk membantu diaspora Indonesia di Amerika Serikat untuk tumbuh.

Aidil mengatakan selain pembiayaan, BNI New York juga memiliki produk perdagangan keuangan (trade finance) yang mampu membantu kelancaran ekspor impor produk Indonesia dan Amerika Serikat.

“Di luar itu, kami juga membantu membuka rekening rupiah di Indonesia tanpa perlu harus datang ke Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha di Amerika yang memiliki hubungan bisnis secara erat di Indonesia,” imbuhnya.(Jef)

Jamin Kenyamanan Mudik, Jaringan BNI Siaga

Jakarta:(Globalnews id)–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) memastikan kenyamanan mudik lebaran 2022 tahun ini dengan memastikan operasional terbatas serta layanan digital non-stop. Kebutuhan pemudik untuk bertransaksi di kampung halaman akan tetap terpenuhi.

Adapun, pada 29 April 2022 BNI akan membuka 21 outlet mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat. Saat itu, outlet yang beroperasi hanya  melayani transaksi setoran BBM Pertamina. Pada 29 – 30 April 2022, Kantor Cabang melayani kebutuhan debitur secara terbatas.

Begitu juga pada Selasa, 3 Mei 2022, BNI membuka 21 outlet pada jam operasi yang sama dan hanya melayani transaksi setoran BBM Pertamina.

Kemudian pada 4-6 Mei 2022, BNI membuka lebih banyak lagi kantor cabang, yaitu 58 Kantor Cabang yang melayani pada pukul 09.00 hingga 14.00. Transaksi yang dapat dilakukan antara lain, setoran BBM Pertamina, layanan kas terbatas, bank notes, pembuatan/penggantian kartu debit, penggantian buku tabungan. Transaksi Setoran/Penarikan tunai (tabungan dan/atau menggunakan Cek BNI) maksimal Rp 25 juta/rekening/hari.

Adapun, support electronic channel BNI tersebar di 16.374 Mesin ATM/CRM dengan operasional 7×24 jam. Begitu juga layanan Internet banking, SMS & Mobile Banking, Kartu Kredit & Debit. Lebih dari itu, terdapat 157.464 BNI Agen46 yang juga siap melayani. Bagi nasabah yang membutuhkan, BNI Contact Center pun siap melayani di nomor 1500046.

Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir mengatakan, kebutuhan transaksi diperkirakan akan meningkat pada momentum Lebaran tahun ini.

Berbagai persiapan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) penduking, kantor jaringan, serta layanan digital terintegrasi khususnya melalui Super App BNI Mobile Banking akan dipersiapkan secara maksimal.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih nyaman melakukan mudik. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebutuhan layanan perbankannya, karena BNI telah menyiapkan segalanya,” sebutnya.

Lebih lanjut, Ronny menganjurkan masyarakat untuk lebih banyak menggunakan jaringan digital yang menjamin protokol kesehatan.

“Tentunya berbagai promo menarik telah tersedia dan berlangsung selama periode lebaran tahun ini dan akan menambah keceriaan nasabah,” sebutnya.

*Promo Lebaran BNI*

Menjelang Lebaran tahun ini, BNI telah menyiapkan promo – promo menarik untuk persiapan perjalanan mudik dengan promo Diskon 25% di LotteMart, Diskon Rp. 30rb di Super Indo Diskon hingga 50% di Shop&Drive, Cashback hingga 15% di SPBU Pertamina (jalur mudik terpilih) dan juga Cicilan 0% transaksi di bengkel.  Bagi yang ingin berlibur bersama keluarga, dapat memanfaatkan promo hingga 30% di Agoda, Pegipegi, Tiket.com, dan Traveloka.

Untuk menambah keceriaan Lebaran dengan berkumpul bersama keluarga, BNI juga memberikan promo menarik Diskon hingga 20% di Pizza Hut, Sushi Tei, Shaburi & Kintan Buffet, Monsieur Spoon serta Hemat hingga 50% dengan BNI Rewards Point di Burger King, Hanamasa, Fire Pot, Toast Box dan resto favorit lainnya.

Nikmati pula promo menarik Kartu Kredit BNI di merchant – merchant favorit selama mudik daerah asal seperti di Kartika Sari Bandung, Dusun Bambu Bandung, Saloka Theme Park Semarang, Bandeng Juwana Semarang, Hamzah Batik Yogyakarta, Batik Rumah Yogyakarta, Dagadu Yogyakarta, Sate Klathak Pak Pong Yogyakarta, Sambal Bu Rudy Surabaya, Bebek Sinjay Surabaya, Pia Mangkok Malang, Warung Mbok Sri Malang dan merchant favorit lainnya.(Jef)

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN dan BNI Berkolaborasi Memperluas Jangkauan SPKLU

Foto: Dokumen BNI
JAKARTA — (ki-ka)
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril, Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, dan Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Infrastruktur SPKLU di Area BNI, Selasa (26/4/2022).

Jakarta:(Globalnews.id)- PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (kode saham: BBNI) dalam penyediaan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik Umum (SPKLU) di Tanah Air. Langkah ini guna menyukseskan program pemerintah dalam mempercepat terbentuknya ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Infrastruktur SPKLU di Area BNI antara Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dengan Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir.

*Kerja sama strategis ini pun disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly pada tanggal 26 April, di Jakarta.*

Mewakili Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, menjelaskan kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari _Memorandum of Understanding (MoU)_ terkait dukungan pembangunan dan pengembangan SPKLU antara PLN dengan BNI di ajang ETWG Presidensi G20 Yogyakarta pada Maret 2022 lalu.

“Kolaborasi PLN dengan BNI menjadi wujud sinergi antar BUMN dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pemerintah dalam mengejar target _net zero emission_ pada 2060, dengan mendorong transisi energi melalui pengurangan emisi karbon pada sektor transportasi,” ujarnya.

Dalam kolaborasi kali ini, PLN dan BNI akan menyediakan infrastruktur SPKLU di area milik BNI. Penyediaan SPKLU di area BNI dimulai dengan tiga unit yang akan dibangun di area Graha BNI Sudirman, Jakarta, Menara BNI Pejompongan, Jakarta dan Kawasan ITDC Nusadua, Denpasar, Bali.

“Kami berterima kasih kepada BNI yang sudah bersedia bekerja sama dengan PLN sebagai Pihak Perbankan Pertama dalam Kerja sama SPKLU _Partnership Investor Own Investor Operate_ (IO2) di tiga lokasi dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah pada lokasi-lokasi unit BNI di seluruh Indonesia,” tutur Bob.

Bob pun berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal sinergi untuk melakukan perluasan dan pengembangan kerja sama lain dalam ekosistem kendaraan listrik. Pergerakan penggunaan kendaraan listrik ke depan yang akan sangat masif karena kendaraan listrik lebih ekonomis dan lebih ramah lingkungan, akan membawa Indonesia menjadi bangsa unggul dan bangsa maju dengan peradaban yang modern.

Hingga Maret 2022, tercatat telah ada 126 unit SPKLU di Indonesia yang terletak pada 97 lokasi di 48 kota di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan mendorong percepatan tersedianya infrastruktur pengisian baterai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, PLN pun membuka peluang badan usaha untuk dapat berkolaborasi bersama menjadi _partnership_ penyediaan SPKLU.

“Saat ini PLN mempunyai dua skema Layanan Partnership SPKLU, yaitu _Partneship Sharing Economy Model_ yang sudah diluncurkan pada Oktober 2021, dan skema terbaru _Partnership Investor Own Investor Operate_ (IO2),” imbuh dia.

Sebagai dukungan kemajuan SPKLU, PLN juga telah menyediakan aplikasi Charge.IN yang dapat diakses di PLN Mobile sebagai platform penggunaan _EV Charger_ dalam pengisian listrik pada KBLBB. Hadirnya beragam produk layanan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak ragu lagi menggunakan KBLBB dengan manfaat-manfaat yang didapat.

*Bank Pertama Kemitraan SPKLU*

Melalui penandatanganan PKS ini, maka BNI menjadi perbankan pertama yang akan menggunakan skema kemitraan penyediaan SPKLU terbaru dari PLN, yaitu _partnership_ SPKLU _Investor Owned Investor Operate Model_. Melalui skema ini PLN bertindak selaku pemilik bisnis SPKLU, dan partner selaku mitra bisnis.

Skema _partnership_ SPKLU IO2 model terdiri dari tiga paket yaitu Paket _Medium Charger_, Paket _Fast Charger_, dan Paket _Ultra Fast Charger._ Dengan adanya program tersebut, PLN memberikan kemudahan pelayanan kepemilikan sekaligus kepengurusan perizinan kepada para mitra untuk bisa menjalankan bisnis dan meningkatkan ekosistem SPKLU.

“Dalam hal ini BNI akan menunjuk mitra BNI yang juga perusahan terafiliasi dengan BNI. Perusahaan tersebut memiliki kompetensi untuk mengelola SPKLU,” ujar Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi.

Menurutnya, BNI terus meningkatkan peran dalam mendukung program pemerintah yaitu transisi energi bersih, hal tersebut juga sejalan dengan tema yang akan dibawa pemerintah dalam acara G20 tahun ini di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

“Langkah ini sebagai wujud nyata BNI bersama dengan PLN untuk mendukung transisi energi nasional, dari energi berbasis bahan bakar fosil menjadi sumber energi yang rendah karbon dan ramah lingkungan yaitu energi listrik,” imbuh Susi.

*Tentang PLN*

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, hdan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

*Tentang BNI*

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI didirikan pada tanggal 5 Juli 1946 dan menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955.

Hingga Desember 2021, BNI memiliki 2.255 outlet dalam negeri yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota serta 7 outlet luar negeri yang tersebar di berbagai negara. BNI memiliki 23 Commercial Business Center (SBK), 27 SME Business Center (SBE), serta 12 Consumer Loan Center (SKK). BNI juga memiliki jaringan Agen46 (Branchless Banking) di 157.632 lokasi.

BNI kini memiliki 16.392 ATM yang tersebar di 34 provinsi dan 521 kabupaten / kota termasuk 6 (enam) ATM di luar negeri, yaitu 4 ATM di Hong Kong dan 2 ATM di Singapura. Jaringan ATM tersebut juga dapat melayani transaksi kartu debit berlogo GPN, Link, ATM Bersama, dan Prima.

BNI sebagai holding perusahaan telah memiliki 4 anak perusahaan, yaitu BNI Multifinance (pembiayaan), BNI Life (perasuransian), BNI Remittance (remitansi), dan BNI Sekuritas (pasar modal). BNI Asset Management (Manajer Investasi) merupakan anak perusahaan dari BNI Sekuritas.(Jef)

Dukung Peningkatan Omzet Pelaku UMKM, KemenKopUKM Gelar Pasar Kaget Di SMESCO

Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM melalui SMESCO Indonesia menggelar Pasar Kaget SMESCO 2022 yang memberikan beragam penawaran menarik seperti diskon bahan pangan seperti minyak, daging, dan lainnya hingga ada vaksin booster, demo masak, dan pelatihan digital marketing.

Dalam acara ini juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim dan pemberian KUR untuk nasabah mitra BRI sebesar Rp500 juta serta nasabah Mitra BNI sebesar Rp350 juta.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan acara seperti ini perlu terus dikembangkan berpotensi dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif SMESCO beserta seluruh mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar kaget hari ini. Saya kira SMESCO perlu mengembangkan kegiatan yang bisa meningkatkan omzet pelaku UMKM. Mereka harus dibantu untuk bisa mengakses pasar lebih baik. Selain mendampingi mereka, kembangkan produk, model bisnis, akses pembiayaan, akses alat produksi, supaya mutu produk meningkat, tapi yang paling penting tingkatkan omzet baik secara offline dan online,” kata Teten dalam acara Pasar Kaget SMESCO 2022 di Area Depan Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (26/4).

Lebih lanjut, Menteri Teten menilai bahwa SMESCO saat ini bukan hanya untuk pasar domestik saja, tapi juga pasar global. Dia menekankan bahwa SMESCO harus menjadi rumah dagang bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, saat ini UMKM harus mulai unjuk gigi dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Pasalnya, lapangan kerja itu 97% berasal dari UMKM. Tapi akses kredit UMKM hanya 20%. Usaha besar yang justru mengakses kredit sebesar 80% hanya menyediakan lapangan kerja 3%.

“Sudut pandang UMKM sebagai bantalan ekonomi harus berubah karena UMKM belum dilihat sebagai tulang punggung ekonomi. Kita harus berubah. Karena dengan mengubah sudut pandang ini, akses pembiayaan, infrastruktur, akses lahan, permodalan, dan lainnya juga akan berubah,” kata Menteri Teten.

Sementara itu, Director of Business dan Marketing SMESCO Wientor Rah Mada menjelaskan bahwa pasar kaget ini sebenarnya bukan program baru dari SMESCO. Namun, karena pandemi, pasar kaget ini baru dapat dilakukan kembali di tahun ini.

“Pasar Kaget SMESCO ini hanya satu hari, dimulai dari pukul 10.00 WIB. Beragam diskon mulai dari 10% sampai 50%. Momentum ini kami pakai untuk meningkatkan penjualan produk UMKM yang ada di Gedung SMESCO. Kami tampilkan 52 booth dengan 56 peserta UKM yang beragam. Sebanyak 200 orang juga ditargetkan mendapatkan vaksinasi di sini,” kata Wientor.(Jef)

Bagi 25% Laba, Dividen BNI Tahun Buku 2021 Naik 3,3 kali

Jakarta:(Globalnews id)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BNI Tahun Buku 2021 menyetujui pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun buku 2021 atau setara Rp 2,72 triliun, untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham.

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik pemerintah yang sebesar 60%, maka BNI akan menyetorkan dividen senilai Rp 1,63 triliun ke rekening Kas Umum Negara. Sementara itu, atas kepemilikan 40% saham publik senilai Rp 1,09 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing.

Nilai dividen tahun buku 2021 ini naik 3,3 kali lipat dari dividen tahun buku 2020 yang sebesar Rp 820,1 miliar. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan Rp 146, naik 3 kali lipat lebih dibanding dengan tahun lalu sebesar Rp 44. Adapun, tahun lalu pemerintah mendapat porsi dividen senilai Rp 492,58 miliar ke rekening kas umum negara. Dividen bagian publik atas kepemilikan 40% saham tercatat senilai Rp 327,52 miliar.

RUPST ini juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi, untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen Tahun Buku 2021 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun, sebesar 75% dari Laba Bersih Perseroan atau senilai Rp 8,17 triliun akan digunakan sebagai Saldo Laba Ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI ke depan. RUPS Tahunan BNI Tahun 2021 ini diselenggarakan di Jakarta, Selasa (15 Maret 2022).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menuturkan perseroan telah mengambil sejumlah langkah, strategi dan kebijakan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di tengah kondisi yang cukup menantang ini. Dewan Komisaris secara konsisten turut pula mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank tahun 2021, antara lain melalui evaluasi terhadap Rencana Bisnis Bank serta kinerja keuangan tahun 2021.

Para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021 dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat. Kebijakan-kebijakan strategis yang kami ambil antara lain adalah; Pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah.

Ketiga, meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan. Keempat, meningkatkan CASA dan FBI melalui peningkatan transaksi. Kelima, optimalisasi jaringan dan bisnis Internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. Keenam, optimalisasi Kontribusi Perusahaan Anak. Dan, Ketujuh, optimalisasi Human Capital dalam mendukung bisnis Bank.

“Dengan adanya keputusan para pemegang saham ini, diharapkan BNI terus mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, memberikan pelayanan publik yang maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia,” katanya.

*Akuisisi Bank Mayora dan Treasury Stock*

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menuturkan bahwa RUPST juga menyetujui aksi korporasi perseroan untuk melakukan pengambilalihan saham PT Bank Mayora yang ringkasan rancangan pengambilalihannya telah kami sampaikan melalui keterbukaan publik pada tanggal 22 Januari 2022.

Harapannya semua berjalan lancar, sehingga seluruh persetujuan dan persyaratan terkait dengan rencana pengambilalihan dapat selesai pada akhir April atau awal Mei 2022.,”sebutnya.

Di samping itu, RUPS juga menyetujui untuk mengalihkan secara keseluruhan saham hasil pembelian kembali (buyback) tahun 2021, yang disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) sebanyak 24.682.600 (dua puluh empat juta enam ratus delapan puluh dua ribu enam ratus) saham, dalam rangka program kepemilikan saham bagi Karyawan dan Manajemen.

Dia mengatakan buyback ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham BBNI oleh karyawan dan manajemen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan serta mendorong pencapaian target kinerja. Buyback tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program kepemilikan saham karyawan dan manajemen (MESOP, Management Employee Stock Option Plan) saat ini.

Selain itu, Novita menyampaikan bahwa Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2022 telah disusun dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian yang cukup menantang baik domestik maupun global. “Dengan kondisi tersebut, maka kami memproyeksikan indikator kinerja Perseroan Tahun 2022 antara lain pertumbuhan kredit di kisaran 7% hingga 10%, Net Interest Margin 4,6% hingga 4,8%, serta cost of credit 2,0% sampai 2,3%,” ujarnya.(Jef)

Tembus Pasar Ekspor Jepang dan Malaysia, Nelayan Sikka Sukses lewat BNI Xpora

Wakil Pemimpin BNI Wilayah 06 – Denpasar Mustakim (ketiga kanan) menyerahkan secara simbolis KUR Nelayan serta fasilitas Agen46 pada nelayan di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30 Oktober 2021)

Maumere:(Globalnews id)- Potensi ekspor akhir tahun Indonesia semakin meningkat jelang tutup akhir tahun 2021. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pun terus mendorong program UKM ekspor baru melalui BNI Xpora. Teranyar, BNI resmi menggandeng startup fishOn dalam meningkatkan ekspor produk perikanan di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 30 Oktober 2021. 

Diharapkan, ekspor ini bisa membantu para nelayan  untuk mewujudkan ekspor Tuna Saku Sashimi dan Katsuobushi Skipjack, dengan total setiap bulannya diekspor ke Jepang dan Malaysia sebanyak 60 ton. Adapun pelepasan ekspor perdana di Maumere merupakan lanjutan dari rangkaian pelepasan ekspor yang juga didukung BNI Xpora di Medan pada Kamis (21/10). 

Turut hadir pada acara pelepasan ekspor di Maumere yaitu Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman, CEO fishOn, Kemenkomarves, Wakil Kementerian Perdagangan, dan Bupati Sikka, serta nelayan penangkap ikan tuna asal Maumere dan sekitarnya. Turut hadir secara virtual Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki dan Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal.

“Kalau ada kaitannya dengan UMKM, tinggal hubungi BNI Xpora pasti disupport. Pemerintah mendorong sekali terjadi peningkatan ekspor karena bukan pekerjaan mudah. Kita harapkan, ekspor di sektor perikanan ini memberikan sumbangan yang terbanyak. fishOn ini bisa menjadi model karena menghubungkan dari hulu hingga hilir, ini pengembangan yang positif dan perlu kita dukung bersama. Mudah-mudahan ini jadi titik awal supaya kita bisa kembangkan lagi berikutnya di titik – titik lain,” ujar Hanung.

Sementara itu, BNI akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung UKM bertahan dari pandemi, mampu naik kelas, hingga berkesempatan menembus pasar ekspor. “Kerja sama BNI dengan FishOn diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan dan berkelanjutan seiring dengan misi kami untuk mendorong pelaku UKM nasional menembus pasar ekspor,” urai Iqbal. 

Adapun dalam kolaborasi ini, BNI memberikan solusi pembiayaan produktif untuk permodalan nelayan, termasuk dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan yang sama juga bisa diberikan bagi nelayan sebagai modal perdagangan ikan dengan menjadi Sahabat Gemarikan. fishOn, sudah  terimplementasi di daerah pesisir Ciwaru – Sukabumi, Prigi – trenggalek dan terbaru ini di Sikka – Maumere. 

Untuk mengoptimalkan, BNI dan fishOn turut berkolaborasi dengan BUMN Perindo, Perinus dan perusahaan lokal lainnya sebagai offtaker yang membeli hasil tangkapan nelayan melalui TPI Online, dan menyalurkannya ke hulu melalui program BNI Xpora untuk diekspor ke beberapa negara tujuan. 

“BNI dan fishOn menyediakan sistem digitalisasi dalam proses penangkapan ikan di laut dengan fitur fish tracker, transaksi cashless bagi nelayan dengan penyediaan gerai nelayan yang terintegrasi dengan layanan Agen46 dan sistem penjualan hasil tangkapan laut yang terdigitalisasi dengan sistem TPI online,” ujar Iqbal. 

Menegaskan, CEO fishOn Fajar Widi Sasono menuturkan, nelayan di Maumere memiliki potensi ekspor Tuna Saku Sashimi 40 ton setiap bulan ke Jepang dan Katsuobushi Skipjack 20 ton per bulan ke Malaysia. Kolaborasi BNI bersama fishOn diharapkan akan meningkatkan daya tembus ekspor perikanan. “Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang ditawarkan oleh BNI untuk bekerja sama. Kami berharap lebih banyak lagi nelayan dapat memiliki kesempatan pengembangan pasar lebih luas lagi,” sebutnya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan terima kasih kepada BNI dan fishOn atas dukungannya. “Jalur perdagangan disini bisa sampai 7 lapis, dengan fishOn pasti harga bisa lebih baik. Harapan kami, maumere bisa menjadi pusat industri pengolahan termasuk perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. BNI pasti tetap setia mendukung. Kalau sudah banyak ikan, maka banyak uang. Kita akan lebih giat turun ke laut untuk bekerja bersama-sama,” paparnya. 

Sebagai informasi, fishOn merupakan aplikasi terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk ekosistem nelayan. fishOn sendiri sudah bekerjasama dengan Kemenkomarves untuk menciptakan sejuta nelayan berdaulat di berbagai daerah. fishOn telah menjadi member Xpora, sehingga memudahkan untuk mendapatkan solusi pendanaan nelayan, ekspansi bisnis untuk cari pasar, solusi pendanaan off taker, dan memudahkan mencari pemasok. (Jef)

Sudirman Cup, BNI Wujudkan Pengiriman Tim ke Vantaa-Finlandia

Jakarta:(Globalnews.id)-Setelah mendukung para peraih Medali Emas bulutangkis pada Olimpiade Tokyo 2020, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali mewujudkan harapan bangsa Indonesia agar para atlet berjuang pada kompetisi Sudirman Cup kota Vantaa-Finlandia, 26 September – 3 Oktober 2021. BNI memberikan dukungan lengkap dalam mengembangkan prestasi pebulutangkis nasional agar terus berprestasi secara konsisten dikancah internasional.

Dukungan BNI terhadap bulutangkis ini didorong oleh catatan prestasi cabang olahraga ini yang kerap mengarumkan nama Indonesia di dunia, sehingga perlu dipastikan regenerasi atlet setiap saat. Dukungan ini dikolaborasikan antara BNI dengan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selama 4 tahun ke depan, mulai dari tahun 2021 hingga 2024.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Selasa (28 September 2021) menuturkan, BNI senantiasa mendukung keberhasilan para atlet bulutangkis Indonesia pada ajang bergengsi untuk kejuaraan bulutangkis internasional. “Kami dukung untuk memberi semangat kepada tim Bulutangkis Indonesia agar dapat membawa pulang Trophy Sudirman Cup yang kita nantikan bersama,” ucapnya.

Seperti yang ditegaskan sebelumnya oleh Menteri BUMN Erick Thohir, keseriusan BNI menjadi sponsor utama terhadap perbulutangkisan nasional tersebut sejalan dengan visi misi cabang olahraga Bulutangkis untuk selalu berusaha mengharumkan nama Bangsa Indonesia di setiap kompetisi tingkat dunia. Misi internasional Bulutangkis tersebut sejalan dengan mandate yang ditetapkan kepada BNI untuk menjadi Bank Nasional yang bertarap Global atau Lembaga Keuangan yang unggul di masa mendatang.

Hingga akhir tahun 2021, BNI berkomitmen mendukung tim bulutangkis Indonesia pada rangkaian turnamen internasional, yaitu Pertama, Sudirman Cup. Kedua, Thomas & Uber Cup di Aahrust Denmark pada 9 – 17 Oktober 2021. Ketiga, Indonesia Open di Nusa Dua Bali.(Jef)

Ciptakan UKM Mendunia, BNI dan Pemda Padukan Dukungan

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (ketiga kanan) bersama Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kedua kanan), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kedua kiri), dan Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Mustohar (kedua kanan) meninjau salah satu stan batik binaan Pemkot Semarang sekaligus nasabah BNI yang telah menembus pasar internasional pada acara UKM Semarang Go Global Bersama BNI dan peluncuran Program E-Commerce Toko MbakITA di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, (19/3/2021). BNI siap mendukung pelaku UKM Kota Semarang yang telah bergabung dalam e-commerce Toko MbakITA agar “Go Digital” dan “Go International” guna dapat berkembang serta bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Semarang:(Globalnews.id)-Menguatkan usaha kecil dan menengah (UKM) tidak akan maksimal tanpa dukungan banyak pihak. Untuk itulah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah mengadakan sharing session bagi pelaku UKM Semarang untuk peningkatan kapabilitas dari sisi akses modal, akses pasar, dan akses digitalisasi. Upaya bersama memperkuat UKM tersebut dibungkus dalam program UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI.
      
   Acara tersebut dibuka di Gedung Weeskamer, Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19 Maret 2021). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.
       
   Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang meluncurkan fasilitas promosi gratis bagi pelaku UMKM di Kota Semarang melalui ToMbakIta, dengan tagline “Dodolan Munggah Kelas”. Platform ini disusun sebagai upaya untuk membawa pelaku UKM agar go digital dan diharapkan dapat pula go internasional dalam mempromosikan produknya secara gratis dengan mengakses melalui website ToMbakIta.id dan instagram @tombakita.
     
   Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengatakan bahwa setidaknya UKM kerap kali mengalami kesulitan akan akses permodalan, transaksi, informasi dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi, serta akses terhadap pasar global. Sehingga program UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI beserta Toko mbakITA dapat menjadi salah satu solusi menyeluruh bagi para pelaku UKM.
   
   “Melalui UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI, perseroan menyiapkan seperangkat fasilitas yang dapat dimanfaatkan UKM untuk naik kelas. Dari sisi pembiayaan, BNI menawarkan banyak pilihan kredit, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan maksimum kredit Rp 50 juta, dan KUR Kecil dengan maksimum kredit Rp 500 juta dengan bunga hanya 6%. Selain itu ada juga Kredit BNI Wirausaha dengan plafon hingga Rp 1 miliar, dan Kredit Komersial dengan batas maksimum kredit Rp 15 miliar. Bahkan BNI memiliki Program Kemitraan untuk pelaku UKM yang belum bankable dan feasible,” ujar Susi.
    
  Tahap pengajuan kredit sangat mudah, tinggal mendatangi BNI terdekat atau mengisi BNI e-form, kemudian ada proses analisa dari petugas BNI, dan akhirnya akan diterbitkan surat keputusan kredit (SKK).
    
   “Adapun dari sisi layanan digital, UKM dapat memonitor transaksi melalui e-channel BNI yakni BNI Mobile Banking dan BNI Direct, mendapatkan kemudahan transaksi dengan QRIS, serta memanfaatkan layanan BNI EDC. Dengan cara ini, UKM memperoleh BNI Banking Solution yang menyeluruh. UKM juga dapat memanfaatkan tabungan BNI Taplus Bisnis yang memang dikhususkan untuk para wirausaha, dimana fasilitas yang bisa didapatkan diantaranya adalah memperoleh Mesin EDC untuk menunjang transaksi Non Cash apabila UKM memiliki outlet,” ujarnya.
   
   Dari sisi dukungan perluasan pasar ke kancah internasional, BNI menyiagakan kantor – kantor cabang luar negerinya untuk  membantu UKM dalam menemukan calon – calon pembeli. BNI juga melengkapinya dengan seperangkat alat transaksi yang nantinya akan memudahkan UKM dalam menerima pembayaran hasil ekspornya.
    
   “Dukungan BNI dalam mendorong UKM masuk ke pasar ekspor, didukung dengan 6 jaringan cabang luar negeri yang tentunya akan memperluas jangkauan market para pelaku UKM Indonesia dengan memberikan insight kebutuhan spesifikasi dari produk yang dibutuhkan customer luar negeri (Business Matching) bekerjasama dengan kedutaan besar Indonesia. Selain itu, BNI juga memiliki layanan BNI Trade Online untuk kemudahan transaksi LC tanpa ke kantor cabang,” kata Susi.
    
  Kolaborasi BNI dan Pemkot Semarang ini pada akhirnya akan memperkuat perekonomian daerah, termasuk salah satunya penguatan di bidang wisatanya. Ini sesuai dengan program Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan UKM, mulai dari UKM kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.

Dukungan BNI kali ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dari pemerintah yang diharapkan memberikan multiplier effect tidak hanya di Semarang, melainkan di seluruh Indonesia.(Jef)

Tangkap Potensi Bisnis 2021, BNI Lakukan Konsolidasi dan Transformasi

Jakarta:(Globalnews.id)-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyongsong tahun 2021 dengan penuh optimisme agar menjadi entitas bisnis yang semakin baik. Komitmen ini ditetapkan untuk mengakselerasi peningkatan kinerja dengan melakukan konsolidasi dan Transformasi.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, BNI penuh optimisme dalam menyambut pemulihan ekonomi serta bisnis pada 2021 yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Sejumlah target bisnis pun telah ditetapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan untuk bekerja lebih cepat.

“BNI saat ini melakukan proses konsolidasi dan transformasi yang cukup besar dan masif. Sehingga, akan ada banyak perubahan terkait arah bisnis kedepan,” tuturnya dalam acara Economic Outlook CNBC, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Pihaknya menambahkan, BNI melihat sejumlah sektor andalan yang dapat menopang kinerja di tahun ini. Itu antara lain seperti sektor infrastruktur, korporasi, industri pengolahan hingga industri manufaktur.

Dia melanjutkan, manajemen optimistis bahwa Pemerintah berkomitmen penuh dalam mendorong pertumbuhan perekonomian ke depan, terutama dalam pemulihan ekonomi di tahun ini.

“Kami yakin Pemerintah mengoptimalkan perekonomian pada tahun ini dan kedepan. Apalagi, salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan pembentukan SWF yang akan dirilis di tahun ini,” tambah dia.

*Gandeng BKPM*

Sejalan dengan program transformasi, BNI ikut menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperluas cakupan pelayanan perbankan internasional terutama pada nasabah perseroan.

“Kerjasama dengan BPKM sudah ada sebelumnya, saat ini kami perluas sejalan dengan ekspektasi pemegang saham dengan BNI. Kita mengajak nasabah-nasabah asal Indonesia untuk masuk ke pasar global atau membawa pemain baru dari luar untuk masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Dia menambahkan, tujuan kelanjutan kerjasama BNI dengan BKPM ini adalah untuk memfasilitasi investor yang masuk ke dalam negeri. Karena, BNI telah memiliki banyak kantor cabang yang ada di luar negeri.

BNI berperan dalam hal memberikan informasi mengenai peran, fasilitas, dan edukasi terkait dengan peluang penanaman modal. Kemudian, BNI dapat memfasilitasi transaksi para penanam modal melalui layanan jasa perbankan yang dibutuhkan oleh para investor.

“Kita saling melengkapi dengan juga pembukaan cabang di beberapa tempat yang memiliki potensi hubungan dagang besar dengan Indonesia,” tutup Royke.

*Strategi Pacu Kredit*

BNI berkomitmen untuk menyalurkan kredit namun dengan menjalankan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari upaya perusahaan untuk menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan-NPL) dalam tingkat yang aman.

“Jadi yang dikhawatirkan memang terkait nasabah yang direstrukturisasi ini. Oleh karena itu, kita pantau terus secara rutin, kita adakan _questionnaire_ melihat kemampuan mereka, sehingga perlahan-lahan kita bagi, yang mana yang high risk, moderat,. dan low risk. Kami kelompokan supaya BNI punya pencadangan yang cukup apabila terjadi NPL,” uja Royke.

Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah dapat memberikan jaminan keberlangsungan atas proyek-proyek yang dijalankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Yang harus dijaga bagaimana masyarakat tetap _confidence_ untuk belanja dan melakukan mobilisasi. Pemerintah juga perlu adakan banyak penjaminan proyek-proyek infrastruktur dan korporasi,” tegasnya. (Jef)