Arsip Tag: Cerita wastra

Sinergi Dekranas dan KemenkopUKM Kembangkan Pengrajin Wastra Lombok NTB

Mandalika:(Global news.id) –  Rangkaian sinergi program antara Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan Kementerian Koperasi dan UKM di lima destinasi wisata super prioritas, berlanjut di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Ini adalah rangkaian sinergi terakhir tahun 2021 setelah dilaksanakan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Borobudur Magelang, Danau Toba Sumatera  Utara, dan Likupang Sulawesi Utara. 

Sinergi antara Dekranas dan Kemenkop UKM ditujukan untuk melaksanakan berbagai program peningkatan sumber daya pengrajin wastra agar lebih berdaya saing dan mampu bertahan dalam kondisi era baru.

“Saya mengapresiasi sepenuhnya kegiatan Sinergi Program/Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM Bersama Dekranas  yang berkomitmen untuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah agar lebih berdaya saing dan mampu bertahan dalam kondisi era baru. Kegiatan ini merupakan wujud peran aktif Dekranas untuk berpartisipasi dalam mendorong perekonomian Indonesia,” kata Ketua Dekranas Bidang Manajemen Usaha Suzana Teten Masduki, dalam sambutan acara Sinergi Program/Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM Bersama Dekranas yang membawa tema “Wastra Lombok Sumbawa”, Selasa (26/10/2021) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Turut hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Slovakia  Adityawidi Adiwoso Asmady,  Duta Besar Chile untuk Indonesia Gustavo Ayeres,  Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Argentina untuk Indonesia Gustavo Arturo Torres,  Konsul Kehormatan Monaco untuk Indonesia Karlina Damiri, Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Lalu Gita Ariadi, Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Niken Zulkiflimansyah, Deputi Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba, Deputi Usaha Mikro Eddy Satriya, serta Deputi Kewirausahaan Siti Azizah.

Suzana menyampaikan bahwa Dekranas turut berperan dalam pengembangan wastra dengan mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan koperasi. Karena melalui koperasi, pengrajin wastra akan memiliki daya tawar, akses permodalan yang mudah ke lembaga pembiayaan, serta pengembangan pasar.

“Jika pengrajin wastra berjalan sendiri-sendiri akan lambat untuk berkembang. Oleh karena itu Kelembagaan koperasi berfungsi menjadi agregator, mengakses modal,   serta menjangkau pasar yang lebih luas. Sehingga produsen wastra tidak lagi berpikir bagaimana menjual produknya karena fungsi itu dilaksanakan koperasi. Pengrajin hanya berpikir tentang kualitas produk dan model yang harus dikembangkan,”  ujar Suzana.

Suzana juga menuturkan terkait perlunya promosi wastra terus menerus pada berbagai platform digital untuk menyasar pasar anak muda. Dikatakan, anak muda ternyata menyukai wastra dengan caranya sendiri. Hal tersebut terbukti dengan kompetisi foto wastra melalui media sosial yang menghimpun lebih dari 3.000 foto wastra dengan peserta mayoritas anak muda.

“Peran anak muda untuk mengembangkan wastra sangat perlu, agar wastra sebagai warisan bangsa terus berlanjut dan menjadi kebanggan anak bangsa,” tutur Suzana.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Hanung Harimba mengatakan melalui sinergi bertemakan Wastra Lombok Sumbawa ini diharapkan mampu meningkatkan citra produk kerajinan hasil karya pengrajin di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sehingga Wastra Lombok Sumbawa dapat bersaing di pasar lokal maupun global.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia UMKM Pengrajin di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk kerajinan unggulan daerah yang berbasis kearifan lokal dan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkap Hanung. 

Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat melalui sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Lalu Gita Ariadi mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh Dekranas dengan Kemenkop UKM. Khususnya terkait dengan pengembangan UMKM Pengrajin Wastra yang kali ini dilaksanakan di Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas sekaligus termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Dukungan dari berbagai Kementerian/Lembaga kepada Mandalika sebagai KEK juga diberikan oleh Kemenkop UKM, salah satunya melalui Bazaar UMKM Mandalika. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Dekranasda melalui pengembangan sentra-sentra di Kawasan Mandalika yang menjadi bentuk kepedulian terhadap kekayaan Wastra,” sambut Lalu.

Ketua Dekranada Provinsi Nusa Tenggara Barat Niken Zulkiflimansyah juga mengungkapkan dukungan serta apresiasinya pada sinergi ini. kegiatan yang memiliki tujuan untuk membantu pengrajin dalam mengelola usaha Wastra ini diharapkan dapat terus terjalin kedepannya.

“Budaya Wastra bukan hanya di Pulau Lombok tetapi juga di Sumbawa. Sehingga saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus terjalin dan berkelanjutan agar seluruh daerah mendapat kesempatan yang sama terkait pengmbangan usaha mulai dari sisi produk hingga teknik pemasarannya,” pungkas Niken. (Jef)

Sinergi KemenkopUKM-Dekranas Kembangkan Ekosistem UMKM Berbasis Koperasi Modern di Likupang

Likupang:(Globalnews.id)– Upaya mendorong perekonomian Indonesia melalui pengembangan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berbasis Koperasi modern terus dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui sinerginya dengan Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Menurut Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki, Sinergi ini menjadi salah satu peran Dekranas dalam memberdayakan UMKM melalui pelatihan-pelatihan secara online dan offline, baik secara langsung ke UMKM maupun melalui wadah Koperasi.

“Pelaku UMKM kita masih banyak yang jalan sendiri-sendiri sehingga tidak memiliki posisi tawar dalam penguasaan pasar, akses permodalan, dan pemanfaatan teknologi. Seharusnya UMKM juga sudah menjadi anggota Koperasi untuk membangun kekuatan bisnis dan sejahtera bersama-sama,” ujar Suzana saat membuka acara Sinergi Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Bidang Manajemen Usaha Dekranas di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (18/10/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Jabatan Fungsional, Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM Nasrun Siagian, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Utara Ronald Sorongan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Minahasa Utara Marthen Sumampouw, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara Rita Dondokambey, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Minahasa Utara Rizya Ganda Davega.

Lebih lanjut Suzana juga mengatakan bahwa Dekranasda berperan dalam mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan berbasis koperasi yang berfungsi sebagai aggregator agar para pelaku UMKM tidak lagi khawatir bila barang hasil produksi belum terjual sepenuhnya.

“Koperasi dan UMKM harus saling bergandengan tangan, bergotong royong, dan itulah ciri dan tradisi bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini Dekranas juga ingin mendorong para pelaku UMKM untuk masuk pada ekosistem digital, mulai dari manajemen keuangan hingga teknik pemasaran yang memanfaatkan marketplace dan berbagai macam media sosial, sehingga UMKM mampu menjangkau akses pasar lebih luas di segala penjuru.

Di tempat yang sama, Asisten Deputi pengembangan Sumber Daya Manusia dan Jabatan Fungsional, Deputi Bidang Perkoperasian Nasrun Siagian menyampaikan sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM khususnya wastra untuk masuk pasar global dan go digital.

“Melalui pelatihan-pelatihan seperti Koperasi Modern terkait dengan modernisasi bidang usaha dan keuangan berbasis digital, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk UMKM,” tutur Nasrun.

Sementara itu Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyambut baik Sinergi yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM  dengan Dekranas. Terlebih Likupang sebagai salah satu daerah destinasi wisata super prioritas nasional perlu diimbangi dengan kualitas UMKM yang baik di sekitarnya.

“Kegiatan ini menjadi satu keuntungan dan nilai tambah bagi pelaku usaha dan koperasi, terutama terkait dengan penguatan dan pemberdayaan digitalisasi KUKM, literasi keuangan serta akses pembiayaan pelaku usaha di Minahasa Utara khususnya Likupang,” ungkap Joune.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara Rita Dondokambey juga mengungkapkan Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara terus mendukung kinerja pemerintah dalam mengembangkan ekonomi sektor kerakyatan, khususnya dalam pengembangan bidang agrokompleks seperti pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan yang menjadi produk unggulan.

“Sinergitas dan Kolaborasi seperti ini diperlukan untuk peningkatan daya saing dan kreatifitas produk-produk unggulan di daerah. Sehingga momen ini dapat kita manfaatkan untuk menciptakan upaya yang terintegrasi dan sinkron antara Kemenkop UKM dengan Dekranas mulai dari pusat hingga daerah,” Pungkas Rita.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Cerita Wastra yang merupakan kerjasama antara Dekranas dengan Kemenkop UKM, Kemendikbud, swasta, dan komunitas yang bertujuan untuk memperkenalkan Wastra sebagai kain tradisional dan memberikan dampak positif bagi para pengrajin Wastra.(Jef)

Sinergi KemenKopUKM dan Dekranas Tingkatkan Kreativitas Wirausaha Produktif dan Ekosistem Wastra Nusantara Melalui Cerita Wastra

Magelang:(Globalnews.id)– Kementerian Koperasi dan UKM kembali bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dalam meningkatkan kreativitas bagi para wirausaha produktif.

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki menyampaikan, sinergi ini merupakan wujud peran aktif Dekranas untuk mendorong tingkat entrepreneur di dalam negeri.

“Dekranas turut berperan dalam pengembangan Wastra yakni dengan mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan koperasi yang berfungsi sebagai agregator, sehingga pelaku UMKM tidak lagi khawatir bila barang hasil produksi belum terjual sepenuhnya,” kata Suzana saat membuka secara resmi Sinergi Program Kementerian Koperasi dan UKM dengan Bidang Manajemen Usaha Dekranas di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12/10/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, dan Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh.

Suzana menuturkan, selama satu tahun lebih, pandemi mendorong pelaku koperasi & UMKM untuk beradaptasi dan bertransformasi.

“Dekranas mendorong para pelaku UMKM nasional untuk memanfaatkan dunia digital dalam mempromosikan produknya karena digitalisasi sangat penting pada masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Suzana.

Melalui kegiatan ini, Dekranas ingin mendorong akses pasar dengan membuka peluang untuk bekerja sama, menjadi influencer yang handal, serta membantu menjembatani para pelaku UMKM dan stakeholder lainnya dalam mempromosikan kerajinan nasional melalui platform digital.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah mengatakan sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian pelaku UMKM khususnya di sektor wastra, dalam memanfaatkan teknologi digital terkait pemasaran produk UMKM.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan dan pendampingan pada acara ini, para peserta mempunyai keahlian tentang wastra dengan kualitas dan desain motif yang bervariasi tetapi tetap mempertahankan identitas kearifan lokal serta menguasai manajemen pemasaran baik offline maupun online,” ujar Siti Azizah.

Selain itu sinergi ini juga diharapkan mampu mengembangkan produk-produk kreatif lokal unggulan, serta memberikan kontribusi pada pariwisata yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Magelang.

Sementara itu Bupati Magelang yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Iwan Sutiarso, menyampaikan bahwa perlu kearifan lokal untuk mengelola sumber daya baik alam atau manusia tanpa meninggalkan budaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara luas.

“Pembinaan potensi di daerah wisata khususnya para pengrajin sebagai pelaku utamanya mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar yang semakin ketat,” imbuh Iwan.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah Siti Atikoh juga berharap dengan adanya Borobudur sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas, yang didukung dengan pelatihan-pelatihan semacam ini, bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di Jawa Tengah untuk berkolaborasi dan bersinergi agar naik kelas.

“Harapannya para pelaku usaha di sini tidak hanya jadi penonton, tetapi melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan ini bisa naik kelas dan siap dipasarkan secara global,” harap Siti Atikoh.

Adapun acara sinergi tersebut meliputi rangkaian kegiatan seperti seperti Sosialisasi KUR, Pelatihan Vocational untuk Usaha Mikro Sektor Pariwisata, Pelatihan E-commerce, Pelatihan Marketing, Coaching Clinic, Bimtek Kewirausahaan, Pelatihan Manajemen Ekspor, dan program strategis lainnya.(Jef)

KemenKopUKM dan Bank Indonesia Hadirkan Pusat Wastra Nusantara

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID- Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Bank Indonesia (BI) bersinergi meluncurkan Pusat Wastra Nusantara (PWN) pada Jumat (30/7/2021) secara virtual. PWN merupakan etalase (showcase) wastra (kain nusantara) berkualitas yang berasal dari UMKM binaan 46 Kantor Perwakilan BI.

Peluncuran PWN adalah bentuk sinergi dan komitmen antara KemenKopUKM bersama BI dalam mendukung serta mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif di Indonesia. PWN hadir dalam platform daring melalui situs www.pusatwastranusantara.co.id, sementara showcase PWN secara fisik berlokasi di lantai dasar Gedung Smesco Indonesia, Jakarta.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, PWN diharapkan mampu membantu mempersiapkan UKM masa depan, future SME yang berbasis kreativitas dan teknologi, termasuk Future Fashion yang salah satu pilar wastra nusantara. PWN hadir sebagai bentuk terobosan kolaborasi antar-Kementerian/Lembaga untuk mendorong implementasi kebijakan yang dapat dirasakan secara nyata terutama di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga Pusat Wastra Nusantara ini dapat melahirkan banyak ide brilian, inovasi model bisnis terkait wastra nusantara, dan karya keren, yang tentunya relevan dengan generasi muda kita untuk juga mencintai kekayaan budaya asli nusantara. Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mendukung penuh dan mensponsori pembangunan Pusat Wastra Nusantara di Gedung Smesco ini,” tegas Teten.

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam kesempatan acara menyampaikan pengembangan PWN sebagai kanal pemasaran dan media promosi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi UMKM, serta menjadi rujukan bagi pecinta wastra, sarana edukasi bagi masyarakat umum, dan sebagai media untuk memperluas kanal pemasaran produk UMKM. Dari sisi pembiayaan, berdasarkan data terakhir Juni 2021 untuk kredit UMKM telah menunjukan sinyal positif dengan pertumbuhan sebesar 2,35%, lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. BI juga senantiasa berupaya untuk mendukung sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal bagi UMKM juga masyarakat melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar sistem pembayaran QR Code di Indonesia. Hingga minggu ke-3 Juli 2021 terdapat 8,1 juta merchant yang terdaftar menggunakan QRIS dan 86% nya merupakan UMKM.

Direktur Utama Smesco Leonard Theosabrata menambahkan, hadirnya Pusat Wastra Nusantara di Smesco sudah sangat sejalan dengan agenda Smesco sebagai pusat layanan UKM. PWN memperkaya khasanah Smesco sebagai center of excellences, di mana Smesco saat ini memiliki program Sparc Campus untuk mepersiapkan generasi UKM masa depan menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 and beyond – dengan menerapkan standar baru dalam proses penciptaan produk dan karya inovatif khas Indonesia.

“Diharapkan Pusat Wastra Nusantara akan menjadi episentrum kebangkitan ekonomi bagi pelaku UMKM kain tradisonal dan pelibatan designer milenial yang akrab dengan dunia digital akan menghasilkan sasaran cakupan konsumen yang kita sasar akan lebih global,” ujar Leonard Theosabrata.

Melalui pembinaan yang dilakukan dari hulu hingga hilir, terintegrasi, dan bersinergi dengan stakeholders serta otoritas terkait, KemenKopUKM dan Bank Indonesia senantiasa berupaya untuk mendorong pengembangan UMKM wastra yang kini telah mencapai 179 UMKM dari seluruh Indonesia untuk dapat menghasilkan produk bernilai tinggi dan mendorong akses pasar melalui berbagai pameran dan kegiatan seperti Karya Kreatif Indonesia dan juga PWN.(Jef)

Perluas Pasar Wastra Khas Labuan Bajo, Sinergi Dekranas-KemenkopUKM Gelar Pelatihan UMKM Wastra Go Digital

Labuan Bajo:(Globalnews.id)-Wastra dalam bahasa Sansekerta berarti kain merupakan salah satu kerajinan dan kebudayaan dari Labuan Bajo. Wastra Labuan Bajo lebih sering dikenal dengan nama Songke merupakan tenun yang indah berasal dari kapas asli, yang kemudian ditenun dengan menggunakan alat tradisional.

“Benang pada kain tenun ikat umumnya memiliki beragam warna dalam satu helai benang, tergantung dari proses pencelupan atau pewarnaannya,” kata Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki, saat memberikan sambutan pada pelatihan ‘UMKM Wastra Go Digital’, hasil kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, Selasa (09/06/2021).

Pelatihan ini, imbuhnya, bertujuan mengembangkan para pelaku usaha khususnya pengembangan produk unggulan wastra khas Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Beragam motif pada kain tenun yang sarat akan makna ini lanjutnya, menjadikan kain tradisional tersebut semakin indah dan bernilai jual tinggi.

“Keindahan wastra khas Labuan Bajo, Songke dan wastra lainnya harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Berbagai inovasi produk berbahan dasar kain tenun sudah banyak dikembangkan sehingga menambah nilai jual produk tersebut. Kain tenun tidak hanya dibuat sebatas untuk produk pakaian saja, namun bisa diolah menjadi produk lain seperti tas, sepatu, dan aksesoris lainnya,” harap Suzana.

Meski demikian, menurutnya, kendala masih sering dihadapi oleh pengrajin kain tenun, salah satunya akses pasar wastra yang tidak mudah, ditambah dengan situasi pandemi yang masih melanda.

“Oleh karena itu, digitalisasi pemasaran bisa menjadi strategi jitu untuk memperluas akses pasar kain tenun yang salah satunya dengan terhubung ke marketplace atau e-commerce,” tutur Suzana.

Sementara itu Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Manggarai Barat ingin menjadi pelaku di semua sektor, sehingga tidak hanya sektor pariwisata yang premium, tapi pola pikir dan pola usaha serta yang lain juga premium.

“Dengan kegiatan KemenkopUKM ini, kami berharap para pelaku UKM di sini bisa berdaya saing dengan para pelaku usaha dari manapun di kabupaten ini,” ujar Edi.

Kegiatan seperti ini diharapkan, tidak berhenti sampai di sini. Ia berharap semua pihak untuk terus mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini terus diadakan.

Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Trince Yuni Endi meminta, para pengrajin lokal untuk terus berinovasi meningkatkan hasil tenun dan berkreasi untuk memberi sentuhan baru yang mengikuti perkembangan jaman. “Sebagai Ketua Dekranasda Manggarai Barat mengucapkan terima kasih karena Labuhan Bajo dipilih sebagai tempat pelatihan ‘UMKM Wastra Go Digital’, semoga memberikan dampak baik bagi penenun kami dalam memasarkan produksi,”  harap Trince.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Mikro Eddy Satriya mengatakan Sinergi ini merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan merupakan wujud upaya Kedeputian dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan UMKM, masyarakat dan generasi milenial menggali potensi.

Pelatihan-pelatihan yang diberikan pada kesempatan ini antara lain pelatihan usaha mikro, pelatihan literasi keuangan dan pembiayaan, sosialisasi pembentukan koperasi dan lain-lain.(Jef)

Cerita Wastra Gelar Kompetisi Foto Daring Kebaya dan Kain Tradisional

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar program Cerita Wastra Tingkat Provinsi. Program ini telah diluncurkan secara daring dengan dihadiri oleh Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki, dan Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata.

Cerita Wastra merupakan kegiatan dalam rangka memperkenalkan wastra (kain tradisional) yang sarat akan makna budaya nusantara, dalam bentuk kompetisi foto daring kebaya dan kain tradisional. Program ini juga melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, swasta, komunitas seni-budaya lainnya.

“Cerita Wastra tidak berhenti di kompetisi foto di sosial media saja, Cerita Wastra bekerja sama dengan Kemendikbud menghasilkan video dokumenter mengenai pengrajin Wastra Indonesia hingga busana nasional, pembuatan film dokumenter pengrajin Wastra khusus di destinasi pariwisata super prioritas,” kata Suzana Teten Masduki dalam jumpa pers daring, Jumat (19/3/2021).

Suzana mengajak elemen pemerintah daerah dan Dekranasda dari seluruh provinsi untuk bergerak bersama dalam program Cerita Wastra 2021 dengan harapan dapat memberi dampak positif bagi pengrajin Wastra tradisional dan berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya nusantara.

“Cerita Wastra 2021 kami hadirkan dengan semangat yang sama mempopulerkan Wastra Indonesia menjadi bagian dari busana keseharian untuk semua umur dan kalangan. Harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat cerita tentang Wastra budaya lokal yang dimiliki masing-masing daerah,” katanya.

Suzana mengatakan Cerita Wastra bermula dari kompetisi foto di sosial media yang mengedepankan pendekatan kontemporer untuk kalangan anak muda mengenai Wastra Indonesia dengan tema Aku dan Kain. Cerita Wastra mengajak masyarakat Indonesia untuk berfoto dengan menceritakan kisah di balik Wastra Indonesia serta pengrajin yang menghasilkan Wastra tersebut.

“Kami laporkan kegiatan ini sudah diikuti kurang lebih dari 1600 peserta di dari seluruh Indonesia. Kami hadirkan untuk mempopulerkan, menghadirkan kebanggaan kita bersama untuk menggunakan dan mengeksplorasi Wastra tradisional Indonesia. Siapa pun bisa bergabung, justru ini menjadi daya tarik tersendiri ketika melihat banyak ibu-ibu rumah tangga, anak-anak muda hadiri menuturkan kisah tentang Wastra oleh mereka,” ucap Suzana.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan bahwa Cerita Wastra adalah program 360 yang inklusif kolaboratif antara KemenkopUKM dan satkernya, Kemendikbud, swasta dan komunitas, dengan narasi kebudayaan dan kearifan lokal.

Tujuan digelarnya Cerita Wastra antara lain; Mempopulerkan kembali Wastra menjadi bagian dari busana keseharian khususnya untuk generasi muda, Meningkatkan kesadaran dan kecintaan mengenai Wastra masing-masing daerah, Mempromosikan UMKM pengrajin Wastra, serta produk lokal kepada publik, maupun Merayakan keberagaman Indonesia melalui Wastra.

“Kita ingin mengangkat salah satu kekayaan Indonesia yang lebih spesifik dalam hal ini adalah Wastra dan budayanya, serta menghadirkan platform Wastra yang sudah dimulai beberapa bulan yang lalu,” kata Leo.(Jef)

Melestarikan Kain Ulos Sebagai Dukungan Bagi Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Jakarta:(Globalnews.id)- Kain Ulos merupakan salah satu kekayaan terbaik Wastra Indonesia dari Sumatera Utara yang secara turun-temurun telah dirawat orang Batak. Pelestarian Kain Ulos selaras dengan program lima Destinasi Wisata Super Prioritas yang mendukung sektor ekonomi kreatif, terutama pengrajin Ulos.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Suzana Teten Masduki, pada acara “Ngobrol tentang Kain Ulos” di Galeri Provinsi Sumatera Utara, Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (20/2).

“Ulos memiliki makna budaya yang besar bagi orang Batak yang telah merawat adat istiadat penggunaan Ulos. Dan bagi masyarakat Indonesia, Ulos adalah hasil karya seni yang perlu kita dukung pelestariannya,” imbuh Suzana.

Menurut Suzana, Kain Ulos memiliki makna kekeluargaan yang tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga melindungi orang lain terutama orang terdekat. Makna kekeluargaan Kain Ulos dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat apalagi dalam masa pandemi ini untuk saling jaga kesehatan, jaga jarak, menggunakan masker, dan rajin cuci tangan.

Suzana menambahkan, Dekranas sudah mendesain program untuk membantu para pelaku UMKM bertahan dan beradaptasi di tengah pandemi. Program pertama adalah yang berkenaan dengan pelatihan. Meliputi pelatihan kewirausahaan, peningkatan peran UMKM dalam pengadaan barang/Jasa pemerintah, General Business Plan, Marketplace, produk dan jasa Bank, hingga success story dan ekonomi kreatif.

“Pelatihan-pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan dan menyelaraskan dengan strategi penguatan lima Destinasi Wisata Super Prioritas yang digagas pemerintah. Tentunya, dilaksanakan dengan sepenuhnya patuh pada protokol kesehatan,” ujar Suzana.

Kelima Destinasi Wisata Super Prioritas tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Likupang (Sulawesi Utara), dan Borobudur (Jawa Tengah).

Pelatihan sudah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), dan Kabupaten Minahasa Utara (Likupang).

Program kedua yang telah diselenggarakan Dekranas adalah Cerita Wastra, yaitu lomba foto dan narasi Wastra Indonesia melalui media sosial (Instagram).

“Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.600 peserta dari seluruh Indonesia, serta memperebutkan total hadiah uang tunai senilai Rp20,5 juta,” tukas Suzana.

Program 2021

Dalam kesempatan itu, Suzana juga mengungkapkan bahwa tahun ini Dekranas akan lebih fokus pada perumusan program dan aktivasi kegiatan pada penguatan program-program yang telah dilaksanakan pada 2020. Program pelatihan dan vokasi sebagai rangkaian pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha UMKM akan diperkuat.

“Kegiatan ini digelar dengan tujuan meningkatnya kualitas SDM UMKM yang akan menopang kawasan Destinasi Wisata Super Prioritas,” imbuh Suzana.

Bentuk kegiatan antara lain meliputi rangkaian pelatihan SDM UMKM penunjang daerah pariwisata untuk mengembangkan kreativitas produk dan tata kelola usaha.

Selain itu, pelaksanaan program Cerita Wastra 2021 akan diperluas dengan kompetisi Cerita Wastra tingkat provinsi (Dekranasda) dan pembuatan film dokumenter pengrajin Wastra khususnya di daerah destinasi super prioritas.

“Program ini telah kami sinergikan dengan Dekranasda di 34 provinsi di Indonesia untuk dapat melakukan kompetisi Cerita Wastra pada tingkat provinsi,” ucap Suzana.

Dekranas bekerja sama dengan instansi lainnya antara lain dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjenbud) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terutama untuk aspek sejarah dan budaya dari Wastra masing-masing daerah.

“Sehingga, kita bukan hanya membantu para pengrajin, melainkan juga melestarikan budaya Nusantara. Website sebagai platform agar masyarakat luas dapat mengakses informasi mengenai Wastra Nusantara, juga sedang dalam proses dan akan segera diluncurkan,” pungkas Suzana.(Jef)

Kemenkop UKM dan Kemendikbud Kolaborasi Kembangkan Wastra sebagai Produk UKM Unggulan Berbasis Budaya

Jakarta:(Globalnews.id)– Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepakat untuk mengembangkan wastra (kain tradisional) sebagai kekayaan budaya nasional yang bernilai ekonomi tinggi dan memberikan kesejahteraan kepada pengrajinnya.

“Indonesia memiliki kekayaan yang sangat tinggi mengenai wastra di dunia. Kami di Kementerian Koperasi dan UKM sudah melihat dan memutuskan akan mengembangkan produk UKM yang punya unggulan, salah satunya wastra. Wastra kita unggul karena selain berbasis kekayaan budaya dan juga berbahan baku lokal,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam rapat Pemberdayaan UKM berbasis Seni Budaya Sinergi dengan Dekranas, Selasa (16/2/2021). Turut hadir Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dan Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki

Teten menegaskan wastra sebagai produk budaya memiliki keunggulan ekonomi yang sangat potensial untuk dikembangkan.

“Nah yang kita pikirkan bagaimana dari wastra yang high-end product tapi bisa juga kita kembangkan, misalnya bisa menjadi multifungsi, sehingga nilai ekonominya memberi kesejahteraan para pelaku wastra itu sendiri, yakni para para pengrajinnya,” kata MenkopUKM.

Hilmar Farid mengatakan telah melakukan diskusi perlunya pembagian fokus tugas antara kedua pihak, Kemendikbud melalui Dirjen Kebudayaan fokus pada hulu terkait dengan kreasi, riset, sejarah dan lainnya. Adapun Kemenkop UKM fokus pada pengembangan usaha.

“Tadi diskusi mengenai program-program apa yang konkrit, dan ada rencana pembuatan film dokumenter untuk 5 destinasi super prioritas itu juga akan masuk, dan juga beberapa gagasan lain terkait pengembangan produk nanti risetnya terutama mengenai sejarah dan aspek kebudayaannya ada di kami.”

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengatakan pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari program Cerita Wastra yang diselenggarakan Kemenkop UKM bersama Dekranas beberapa waktu lalu. Harapannya, Cerita Wastra bisa menjadi gerakan nasional yang memberikan semangat baru bagi generasi penerus bangsa untuk terus melestarikan kebudayaan Indonesia. (Jef)

Inilah Pemenang Kompetisi Foto Daring Kebaya dan Kain Tradisional Cerita Wastra

Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengumumkan pemenang Kompetisi Foto Daring Kebaya dan Kain Tradisional Indonesia “Cerita Wastra”.

Kompetisi yang digelar sejak 8 hingga 20 Desember 2020 diikuti lebih dari 1.600 peserta dari seluruh Indonesia.

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Suzana Teten Masduki mengatakan, Program Cerita Wastra diselenggarakan untuk mempromosikan dan melestarikan kekayaan budaya bangsa, serta membangkitkan usaha pengrajin kebaya dan Wastra Nusantara di masa pandemi Covid-19.

“Program ini menjadi awal mula untuk ke depan menjadi program kolaboratif untuk jangka panjang. Ini dapat menjadi dukungan terhadap pelaku wastra dan pelestari produk budaya,” kata Suzana, dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu (6/1).

Hadir dalam konferensi pers tersebut Staf Khusus MenKopUKM Fiki C Satari, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata, dan para pemenang kompetisi foto daring Cerita Wastra.

Suzana berharap kompetisi foto daring Cerita Wastra dapat terus mendukung sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya kain tradisional.

“Selain melestarikan kain tradisional, dukungan terhadap UMKM juga menguatkan ekonomi apalagi di era pandemi,” katanya.

Ketua Manajemen Usaha Dekranas tersebut mengajak masyarakat untuk bangga dan menggunakan kain tradisional, karena merupakan jati diri bangsa. Ia juga mendorong untuk meramaikannya di media sosial, melalui cerita menarik dan membanggakan.

“Mari terus pakai kain tradisional, jangan sampai merasa kuno atau malu. Ini adalah jati diri kita,” ujar Suzana.

Sementara itu, Staf Khusus
MenKopUKM Fiki C Satari menyampaikan antusiasme dari peserta Cerita Wastra sangat luar biasa. Terbukti, kurang dari 14 hari mulai pengumuman sampai dengan penutupan, terdapat lebih dari 1.600 karya foto dan cerita yang terposting dari seluruh pelosok Indonesia.

“Hal ini memperlihatkan bahwa antusiasme, perhatian, kepedulian dan semangat masyarakat luas terhadap pengembangan budaya, khususnya wastra/kain Indonesia, masih sangat kuat,” kata Fiki.

Fiki menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan dan pengumuman pemenang kompetisi foto daring kebaya dan kain tradisional Cerita Wastra digelar secara daring

Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata, yang juga salah satu juri mengatakan, ajang foto daring kebaya dan kain tradisional Cerita Wastra merupakan suatu mimpi besar dalam pengembangan wastra yang sudah ada di Indonesia.

“Kita akan mengembangkan Cerita Wastra ini. Nantinya akan ada web platform Cerita Wastra, di mana bagi yang sudah ikut berpartisipasi melalui web platform tersebut, dapat lebih masif lagi memasukkan artikel dari berbagai sudut pandang, mengenai cerita wastra, baik dari segi kecintaan maupun isu-isu yang berkembang, yang memiliki tujuan untuk perkembangan wastra di Indonesia,” jelas Leonard.

Pada akhirnya, lanjut Leonard, Smesco akan menghadirkan sebuah marketplace yang bertujuan untuk mendukung dan mendorong wastra Indonesia.

Di tempat yang sama, pemenang pertama Cerita Wastra, Diah Kusuma Wanti mengungkapkan bahwa ia adalah seorang pengkoleksi dan pecinta kain batik khas Indonesia.

“Saya ingin wastra otomatis dari hulu hingga hilirnya bergerak, bagaimana para pengrajin di berbagai daerah dapat tetap membuat kain yang baik karena penggunanya juga banyak,” kata Diah.

Daftar Para Pemenang

Pemenang kompetisi foto daring Cerita Wastra berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan menggunakan kain dan batik khas Indonesia.

Pemenang 1 : Diah Kusuma Wanti (Batik Lasem khas Jawa Tengah)

Pemenang 2 : Sherly Angelina Rachel (kain khas dari Madura, jawa Timur)

Pemenang 3 : Elisabet (Sarung khas Flores, NTT)

Pemenang 4 : Tetti ( Batik Ciprat khas kota Blitar, Jawa Timur)

Pemenang 5 : Vidia Adinda (kain tenun Lapis Lampung)

Pemenang 6 : Stephani (kain tenun)

Pemenang 7 : Oca (kain lilit tenun lurik).

Pemenang 8 : Tiwi Setyawati (kain tenun khas suku Abui, desa Takpala NTT)

Pemenang 9: Sasti (kain tenun songket Palembang, Sumsel)

Pemenang 10 : Annisa (batik tulis Lasem).

Pemenang Favorit: Maya dari Bhayangkari Kota Sumatera Barat dengan menggunakan kain tenun Kubang, dengan jumlah likes sebanyak 22,816 dan 427 comments.

Para pemenang berhak mendapatkan hadiah, pemenang pertama Rp10 juta, pemenang kedua Rp5 juta dan pemenang ketiga Rp3 juta dan pemenang favorit netizen (dihitung dari like dan komentar) dengan hadiah Rp2,5 juta.(Jef)