Arsip Tag: Kominfo

Menkominfo Pastikan Jaringan Komunikasi Lancar di MotoGP Mandalika 2022

Mandalika:((Globalnews.id)-– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan konektivitas akses jaringan telekomunikasi sangat cepat dan memadai kebutuhan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Secara lebih rinci, kecepatan akses internet jaringan 4G untuk aktivitas unggah atau upload berada di kisaran 100 Mbps. Aktivitas unduh atau download di kisaran 25 Mbps.
Sedangkan akses internet jaringan 5G untuk aktivitas unggah berada di kisaran 788 Mbps dan aktivitas unduh berada di kisaran 127 Mbps.

“Berdasarkan pengukuran kecepatan, jaringan telekomunikasi yang diberikan sangat cepat dan sangat memadai kebutuhan selama MotoGP Mandalika 2022,” kata Menteri Kominfo, Johnny G Plate, ketika memberikan sambutan di Network Operation Center (NOC) Telkom Group di Lombok Tengah, NTB pada Minggu (20/3/2022).

Demi menyediakan layanan yang sangat cepat itu, lanjut Menkominfo, pihaknya menyediakan empat jaringan tulang punggung telekomunikasi, yakni satu jaringan utama dan tiga jaringan yang menjadi cadangan atau back up.
Dengan sinergitas antarjaringan tulang punggung itu, tentunya membuat akses konektivitas telekomunikasi menjadi lebih cepat.
“Ini luar biasa, yang menggambarkan bahwa konektivitas yang dibangun Kominfo saling terhubung dengan baik,” kata Menkominfo.

Lalu, Kementerian Kominfo juga memberikan spektrum-spektrum frekuensi khusus tambahan, yaitu dengan memberikan izin sementara di spektrum frekuensi 3,5 Gigabyte (GB) untuk 4G.
Sedangkan, jaringan 5G, Kominfo memberikan izin sementara di frekuensi 2.3 GB yang khusus diberikan untuk ajang Mandalika. “Memberikan layanan izin sementara spektrum frekuensi,” tutur Menkominfo.

Semua langkah tersebut, akan terus dilakukan secara optimal dalam beberapa waktu ke depan dengan menggandeng sejumlah pemangku kepentingan. Sehingga, jaringan telekomunikasi yang bersinergi tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.
Hasilnya, jaringan telekomunikasi yang berada di seluruh Indonesia, termasuk di Mandalika dapat dilakukan secara optimal serta dipergunakan untuk kegiatan produktif oleh seluruh elemen masyarakat di manapun.

“Konektivitas jaringan telekomunikasi berikutnya di masa mendatang kita optimis akan lebih baik,” tuturnya.
Namun, Menkominfo meminta masyarakat nanti dapat memahami jika ada hambatan kelancaran komunikasi karena penggunaan akses jaringan dalam waktu bersamaan oleh banyak orang.

“Walaupun kapasitasnya sudah besar tapi jika digunakan oleh banyak orang secara bersamaan, mungkin akan ada sedikit hambatan, harap dimaklumi,” katanya.
Usai dari NOC, Menkominfo meninjau Media Center Indonesia (MCI) MotoGP Mandalika 2022 di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). MCI merupakan fasilitas bagi kalangan jurnalis pemberitaan MotoGP Mandalika.(Jef)

Media Center Kominfo Fasilitasi Peliputan MotoGP secara Cuma-Cuma

Mandalika:(Globalnews.id)- Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong, memastikan Media Center Indonesia (MCI) MotoGP 2022 dapat digunakan oleh jurnalis peliput Pertamina Grand Prix of Indonesia secara cuma-cuma.

Hal itu untuk menjawab kabar yang beredar di media sosial yang menyatakan jurnalis dipungut biaya untuk dapat memanfaatkan fasilitas di media center MotoGP Mandalika.
Untuk diketahui, ada dua media center pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia, yang pertama adalah yang dikelola Dorna Sports selaku promotor MotoGP. Kedua adalah Media Center Indonesia (MCI) yang dikelola Kominfo yang terletak berdekatan dengan paddock Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika.

“Silakan rekan-rekan jurnalis gunakan Media Center Kominfo untuk peliputan MotoGP Mandalika dengan leluasa dan cuma-cuma,” ujar Usman saat secara resmi membuka MCI, Kamis (17/3/2022).
Media Center Indonesia (MCI) MotoGP Mandalika 2022 berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi dan menjadi fasilitas pendukung bagi para jurnalis dalam mencari dan menyebarkan berita terkait MotoGP Mandalika.

“MCI ini dilengkapi jaringan internet berkecepatan tinggi dan menjadi ruang bagi rekan jurnalis dalam menuliskan pemberitaan MotoGP. Tentu narasi-narasi yang dibangun pun adalah narasi positif karena gelaran ini adalah wajah Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

MCI yang beroperasi mulai pukul 08.00-17.00 WITA, juga menyediakan 20 unit laptop, mesin pencetak (printer), televisi layar lebar, dan kursi refleksi bagi wartawan yang lelah dan ingin rileks sebelum kembali bertugas.
“Mari kita berkolaborasi dengan memberikan berita yang positif. Tentu ini untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Sementara di saat yang sama, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Najamuddin Amy meyakini jika Pertamina Grand Prix of Indonesia yang digelar 18-20 Maret 2022 menjadi peluang besar membangkitkan nama NTB dan Indonesia secara umum khususnya sektor pariwisata setelah terpuruk dampak dari wabah global COVID-19.

“Menyatakan kepada Indonesia dan dunia, NTB itu kondusif siap untuk bangkit,” ujarnya. Menurut Najamuddin, melalui ajang balap motor internasional tersebut akan menjadi promosi yang sangat besar kepada seluruh elemen masyarakat baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.

Dengan begitu, wisatawan domestik dan mancanegara dapat mengetahui pariwisata di NTB telah siap menerima kunjungan wisata. “Akan memberikan cahaya di ujung terowongan agar pariwisata di NTB menjadi lebih baik ke depan,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB saat ini telah membuat serangkaian acara-acara penunjang seperti di wilayah Senggigi, Sembalun, dan Kota Mataram. Di sana, para penonton MotoGP dapat mengetahui secara luas pariwisata-pariwisata yang dimiliki oleh NTB yang telah siap menerima kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Selama tiga hari, terhitung dari Jumat (18/3/2022) hingga Minggu (20/3/2022) pemerintah akan memberikan pelayanan tersebut kepada para penonton ajang balap internasional tersebut. Sehingga, para pengunjung ajang MotoGP mengetahui secara mendetail berkaitan dengan destinasi-destinasi pariwisata yang dimiliki oleh berbagai wilayah di NTB.
“Tiga hari berturut-turut, kami akan mengadakan pertunjukkan itu untuk para pengunjung MotoGP,” tutur Najamuddin.

Kadis Kominfotik NTB optimistis, dengan bantuan dari berbagai pemangku kepentingan dapat mewujudkan pemulihan pariwisata NTB dalam waktu yang cepat. Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mendirikan MCI di ajang balap internasional MotoGP. Sehingga, awak media mampu memublikasikan setiap kegiatan sesuai dengan fakta yang ada.
Bentuk kolaborasi yang ditunjukkan antar pemangku kepentingan itu sangat penting dalam membuat pariwisata NTB menjadi bergelora kembali. Sebab, melalui informasi itu akan semakin menumbuhkan minat masyarakat untuk datang ke setiap destinasi yang berada di NTB.
“Memanfaatkan momen ini untuk kebangkitan pariwisata,” pungkas Najamuddin.

Senada dengan Usman Kansong dan Najamuddin, Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) NTB, Kombes Pol. Artanto, mengakui MotoGP 2022 adalah wajah Indonesia di mata dunia. Untuk itu pihaknya mengerahkan seluruh upaya dalam mengamankan penyelenggaran.
“Pengamanan akan kami maksimalkan. Ajang WSBK dan tes pramusim lalu menjadi patokannya. Beberapa hal telah kita lakukan perbaikan. Misalnya titik-titik kemacetan, pengamanan drone, dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Ditjen IKP Kominfo, Septriana Tangkary, mengungkapkan keberadaan MCI sebagai jembatan jurnalis maupun masyarakat yang tidak berada di lokasi namun ingin mendengar kemeriahan dan gelora perhelatan MotoGP Mandalika 2022.
“MCI diharapkan dapat membantu kerja jurnalis dalam menyebarluaskan informasi mengenai rangkaian event MotoGP 2022,” katanya.

Pembukaan MCI MotoGP Mandalika 2022 turut dihadiri Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer dan Direktur Event Nasional dan Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dessy Ruhati. (Jef)

Sukseskan MotoGP Mandalika 2022, Kominfo Kawal Jaringan Telekomunikasi

Mandalika:(Globalnews.id)-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung kelancaran pelaksanaan gelaran pramusim MotoGP 2020 atau MotoGP Official Test yang berlangsung 11-13 Februari 2022 di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika.

Untuk hal itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, menyatakan telah mengeluarkan Izin Stasiun Radio (ISR) dan rekomendasi penggunaan perangkat telekomunikasi.

“Untuk mendukung event tersebut, Kominfo telah mengeluarkan Izin Stasiun Radio (ISR) sementara dan surat rekomendasi penggunaan perangkat frekuensi radio yang akan digunakan untuk komunikasi radio penyelenggara selama event berlangsung,” kata Ismail di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (11/2/2022).
Kominfo dikatakan Ismail telah mengeluarkan persetujuan dan izin penggunaan pita frekuensi 26 GHz yang akan digunakan untuk Showcase 5G yang rencananya akan dihadirkan oleh operator seluler.

“Salah satunya untuk Telkomsel. Tujuannya agar masyarakat merasakan langsung beragam use case 5G yang nantinya disediakan oleh operator seluler, antara lain berupa use case VR Driving dan Robot 5G di area Sirkuit Mandalika,” jelasnya.Selain Showcase 5G pada pita frekuensi 26 GHz, operator seluler juga berencana menampilkan 5G Experience di Sirkuit Mandalika.

“Rencananya sementara ini akan menggunakan pita frekuensi 2,1 GHz dan 3,5 GHz. Khusus penggunaan pita frekuensi 3,5 GHz telah dilakukan pembahasan antara operator seluler dengan para operator satelit guna memitigasi potensi gangguan yang mungkin timbul,” tuturnya.

Dirjen Ismail menyatakan penyediaan layanan telekomunikasi di sirkuit Mandalika dapat menjadi contoh penerapan Open Access atau pembukaan akses pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi.

“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Nomor 11 Tahun 2020) dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (PP Postelsiar),” jelasnya.

Pembukaan akses pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi, kata Ismail, berdasarkan kesepakatan melalui kerja sama para pihak memberikan nilai efisiensi dan optimalisasi dalam penyediaan layanan telekomunikasi.
“Terlebih secara jangka panjang, sirkuit Mandalika akan menjadi lokasi pelaksanaan sport event skala internasional yang mendapatkan perhatian cukup tinggi dari dunia internasional,” katanya. (Jef)

Sukseskan MotoGP Mandalika 2022, Kominfo Kawal Jaringan Telekomunikasi

Mandalika:(Globalnews.id)- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung kelancaran pelaksanaan gelaran pramusim MotoGP 2020 atau MotoGP Official Test yang berlangsung 11-13 Februari 2022 di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika.
Untuk hal itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, menyatakan telah mengeluarkan Izin Stasiun Radio (ISR) dan rekomendasi penggunaan perangkat telekomunikasi.

“Untuk mendukung event tersebut, Kominfo telah mengeluarkan Izin Stasiun Radio (ISR) sementara dan surat rekomendasi penggunaan perangkat frekuensi radio yang akan digunakan untuk komunikasi radio penyelenggara selama event berlangsung,” kata Ismail di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (11/2/2022).
Kominfo dikatakan Ismail telah mengeluarkan persetujuan dan izin penggunaan pita frekuensi 26 GHz yang akan digunakan untuk Showcase 5G yang rencananya akan dihadirkan oleh operator seluler.

“Salah satunya untuk Telkomsel. Tujuannya agar masyarakat merasakan langsung beragam use case 5G yang nantinya disediakan oleh operator seluler, antara lain berupa use case VR Driving dan Robot 5G di area Sirkuit Mandalika,” jelasnya.
Selain Showcase 5G pada pita frekuensi 26 GHz, operator seluler juga berencana menampilkan 5G Experience di Sirkuit Mandalika.

“Rencananya sementara ini akan menggunakan pita frekuensi 2,1 GHz dan 3,5 GHz. Khusus penggunaan pita frekuensi 3,5 GHz telah dilakukan pembahasan antara operator seluler dengan para operator satelit guna memitigasi potensi gangguan yang mungkin timbul,” tuturnya.

Dirjen Ismail menyatakan penyediaan layanan telekomunikasi di sirkuit Mandalika dapat menjadi contoh penerapan Open Access atau pembukaan akses pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi.
“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Nomor 11 Tahun 2020) dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (PP Postelsiar),” jelasnya.

Pembukaan akses pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi, kata Ismail, berdasarkan kesepakatan melalui kerja sama para pihak memberikan nilai efisiensi dan optimalisasi dalam penyediaan layanan telekomunikasi.
“Terlebih secara jangka panjang, sirkuit Mandalika akan menjadi lokasi pelaksanaan sport event skala internasional yang mendapatkan perhatian cukup tinggi dari dunia internasional,” katanya. (Jef)

Pelaku UMKM Adaptif Manfaatkan Ajang MotoGP 2022

Mandalika:(Globalnews.id)- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM kreatif dan adaptif dengan kemajuan teknologi (transformasi digital) di masa pandemi.
Demikian dikatakan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo, Septriana Tangkary saat jumpa pers di Media Center Indonesia (MCI) Mandalika MotoGP 2022, di Mandalika, NTB.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya sangat besar. Maka mereka harus diberi tempat seperti di event besar seperti MotoGP 2022 sekarang,” katanya.
Kominfo dikatakan Septri saat ini juga terus melakukan edukasi bangga buatan Indonesia. Masyarakat nasional maupun internasional diajak untuk memanfaat produk Indonesia yang kualitasnya tidak kalah dari negara lain.

Senada dengan Septri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa memperoleh manfaat ekomoi dari gelaran Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022.
Ahmad menyatakan hal itu karena pihaknya menyediakan lokasi bagi para pelaku UMKM mempromosikan produknya tidak hanya di sekitar sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, namun juga di beberapa titik di Kota Mataram.

“Kita mempersiapkan pelaku UMKM bisa berpartisipasi. Kami fasilitasi. Saat ini kami terus menggalang dan mengajak banyak pihak berkolaborasi bersama,” katanya saat jumpa pers di Media Center Indonesia (MCI) Mandalika MotoGP 2022, di Mandalika, NTB.

Lokasi-lokasi itu dikatakannya tersebar di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan luar Mandalika, seperti di areal parkir timur, parkir barat, kawasan sirkuit, areal Bazar Mandalika, Beach Park Kuta Mandalika, Bandara BIZAM, eks Bandara Selaparang, Taman Sangkareang RS Mandalika, dan Islamic Center di Kota Mataram.

Bekerja sama dengan beberapa dinas terkait, Ahmad mengungkap pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan evaluasi dan analisa pasar usai perhelatan World Superbike (WSBK) 2021 lalu, di sirkuit yang sama. Hasil evaluasi bukan hanya menentukan lokasi, namun juga jenis produk yang menjadi favorit, dan banyak diburu konsumen. “Ternyata kuliner menjadi favorit. Ini sudah kita petakan,” katanya.

Selain kuliner, UMKM produk-produk kreatif seperti souvenir juga menjadi yang banyak dicari. Maka itu selain kesiapan pelaku, pembenahan lokasi-lokasi tersebut dikatakan Ahmad menjadi fokus untuk dipersiapkan.
Misalnya dua titik di bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Ahmad mengatakan pihaknya telah memetakan lokasi salah satunya di pintu keluar bandara. Kemudian di pelabuhan lau baik di Lombok Barat maupun Lombok Utara.

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola sirkuit Mandalika pun telah menyatakan komitmennya menyediakan tempat dan dukungan penuh terhadap UMKM untuk bisa berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari penyelenggaraaan MotoGP Mandalika 2022.

“Selaku penyelenggara dan pengelola sirkuit dan kawasan yang ditugaskan oleh pemerintah, kami berkomitmen kerja sama dengan pihak Pemprov NTB yang tentunya sebesar mungkin maksimalkan pelibatan UMKM lokal. Tujuannya event ini menjadi ada manfaatnya dan bisa dirasakan oleh segenap masyarakat,” ujar Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis, Arie Prastetyo saat yang sama.

Selain itu, pihak ITDC dikatakan Arie melakukan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada masyarakat sehingga bisa berkreasi memanfaat gelaran-gelaran nasional maupun internasional yang dilakukan di Lombok Tengah. Misalnya yang telah dilakukan adalah melatih masyarakat dalam pembuatan parcel.
“Kita maksimalkan produk lokal UMKM. Kita pamerkan dan persembahkan kepada para tamu yang terbaik,” ujar Arie.(Jef)

DIGELAR 18-20 MARET, PEMERINTAH DORONG KETERLIBATAN UMKM LOKAL SAAT MOTOGP MANDALIKA 2022

Mandalika:(Globalnews.id)- MotoGP Mandalika, Indonesia yang tak lama lagi akan digelar, tepatnya tanggal 18 hingga 20 Maret 2022 di Sirkuit Pertamina Mandalika, tidak hanya akan membawa nama Indonesia di pentas dunia yang sukses sebagai tuan rumah, namun lebih dari itu dampaknya akan mendorong geliat berbagai sektor perekonomian dalam negeri untuk bangkit pascapandemi COVID-19.

Hal ini ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo RM Manuhutu saat berbincang dengan InfoPublik, Rabu (12/1/2022) di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tentu sebagai tuan rumah balap motor paling bergengsi di dunia akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Terutama sektor pariwisata yang banyak terdampak pandemi COVID-19,” katanya.

Hal ini dikatakan Odo sesuai arahan Presiden yang meminta agar keterlibatan masyarakat khususnya melalui Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) harus didorong saat MotoGP Mandalika digelar.
“Ini bentuk nyata dari keberpihakan kita terhadap UMKM khususnya lokal, terutama bagaimana mendorong penggunaan produk-produk dalam negeri. Konteksnya dalam bentuk gerakan bangga buatan Indonesia,” ujar Odo menambahkan.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Mandalika 2022, Hadi Tjahyanto dikatakan Odo telah meminta pihak Bank Indonesia (BI) melakukan kurasi UMKM yang akan diajak terlibat saat ajang ini berlangsung Maret 2022 mendatang.
“Seluruh UMKM akan dikurasi. Indikatornya adalah dari sisi kualitas, kesesuaian dengan tema besar, serta potensi pelaku. Prioritas adalah UMKM daerah,” kata Odo.

Ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2022 memang membawa dampak dan optimisme khususnya pelaku UMKM. Bahkan, kata Odo, saat ini yang masih kurang lebih dua bulan sebelum penyelenggaraan, beberapa pelaku mengaku mengalami peningkatan penghasilan.
“Tentu ini yang diharapkan. Jauh sebelum penyelenggaran bahkan setelah penyelenggaran, kondisi ini bisa bertahan. Goalsnya, perekonomian masyarakat bahkan nasional terus bergerak naik,” kata Odo.

Jumlah penonton yang akan hadir langsung pun diperkirakan akan lebih besar dibanding gelaran dunia lainnya di tempat yang sama, World Superbike 19–21 November 2021 lalu. Persiapan dan perbaikan terus dilakukan pemerintah dan penyelenggara.

Saat ini pembenahan di sekitar sirkuit dibagi menjadi tier 1, tier 2, hingga tier 3. Tier 1 adalah daerah paddock area dan sekitarnya, kemudian tier 2 adalah area lintasan sirkuit, dan tier 3 adalah area penonton. Pembenahan infrastruktur pendukung juga dikebut. Misalnya jalan dari bandara di Bypass sampai dengan ke sirkuit Mandalika, akses di depan sirkuit.(Jef)

PERSIAPAN MOTOGP MANDALIKA 2022 TERUS DISEMPURNAKAN

Mandalika:(Globalnews.id)- Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Mandalika 2022, Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya agar penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 berjalan dengan baik. Berbagai persiapan terus dilakukan termasuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan World Super Bike (WSBK) yang telah dilakukan tahun lalu.

Evaluasi yang dilakukan itu tentu dimaksudkan agar penyelenggaraan MotoGP 2022 sesuai dengan yang diharapkan.
“Kita mempersiapkan MotoGP belajar dari event di WSBK. Pada event WSBK itu, berdasarkan evaluasi di lapangan kita menemukan 9 permasalahan pokok yang harus dikerjakan. Sehingga nantinya event MotoGP ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita semua,” kata Hadi Tjahjanto ketika ditemui di Mandalika, Lombok pada Rabu (12/01/2022).

Oleh sebab itu, lanjut Hadi, saat ini persiapan yang terus dikejar adalah melakukan pembenahan. Pembenahan di Sirkuit menjadi tier 1, tier 2, hingga tier 3. Tier 1 adalah di paddock area, kemudian tier 2 adalah di sirkuitnya itu sendiri, kemudian tier 3 adalah area penonton.

Hadi menambahkan, untuk sarana pendukung di luar sirkuit, pihaknya segera membenahi infrastruktur pendukung. Misalnya, jalan mulai dari bandara di Bypass sampai ke Mandalika, lalu akses depan sirkuit terus di benahi.
Kemudian, untuk mengantisipasi kemacetan, Hadi juga melakukan pembenahan dengan cara membuka 5 pintu masuk. Diantaranya adalah pintu Pelabuhan di Gili Mas, kemudian pintu Pelabuhan di Lembar, pintu Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Kayangan ini khususnya pendatang dari Sumbawa, dan pintu di Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.

“Jadi pintu masuknya itu ada 4 pelabuhan dan 1 bandara,” tegas Hadi. Nantinya, para penonton yang datang melalui lima pintu masuk itu akan diurai dengan cara menggunakan shutle bus. Karena para penonton MotoGP yang datang nanti bisa juga dari pelabuhan, karena mereka menginap itu di hotel terapung seperti di kapal milik Pelni.

“Kemudian pertanyaannya bagaimana dengan penonton yang sudah menginap di hotel-hotel yang ada di Mataram atau di Lombok? Tentunya kita akan informasikan melalui media, bahwa untuk mereka yang menginap di Mataram, di hotel-hotel, agar menggunakan shutle bus yang kita siapkan di Islamic Center dan di bandara lama Selaparang. Nantinya, mobil-mobil mereka parkir di situ kemudian naik shutle bus menuju ke Sirkuit Mandalika,” jelas Hadi.

Demikian juga kepada mereka yang datang melalui bandara dan pelabuhan. Hadi mengatakan, harus menggunakan shutle bus menuju ke sirkuit Mandalika. Antara lain di depan bandara. Di depan bandara ada bundaran, di situ akan diatur mana yang harus parkir di Parkir Timur, berarti melalui Bypass. Di sana nantinya akan ada penunjuk arahnya. Sedangkan yang harus parkir di parkir Barat itu diarahkan melalui Sengkol.

“Jadi dua pintu, Parkir Timur melalui Bypass, parkir barat melalui Sengkol. Di titik Sengkol, baik parkir barat maupun Parkir Timur itu nanti akan melaksanakan proses ticketing, akan ada proses yang namanya Pedulilindungi,” ujar Hadi.
Hadi menuturkan, jika dalam proses Pedulilindungi ada penonton yang kedapatan belum mendapatkan vaksin dua kali, akan ketahuan dan tentunya syarat harus vaksin dua kali. “Kemudian bagi para penonton yang belum PCR ataupun antigen, nanti akan kami sediakan di tempat,” kata Hadi.

Sementara Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Septriana Tangkary saat yang sama menambahkan jika gelaran MotoGP Mandalika 2022, selain akan menunjukan kepada dunia tentang keberhasilan penyelenggaraan yang dilakukan, lebih dari itu masyarakat akan mendapatkan banyak manfaat, khususnya manfaat ekonomi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa jumlah cakupan vaksinasi Covid19 Provinsi Nusa Tenggara Barat menurut data Dinas Kesehatan NTB tanggal 8 Januari Dosis 1 sudah dilaskanakan 82,3% dan Dosis 2 sudah dilaksanakan 58,03%.
Dengan adanya gelaran ini “Kita bisa mengangkat banyak potensi wisata, kuliner, budaya dan banyak lagi tentang Indonesia, adanya gelaran ini dapat meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,”,pungkasnya.(Jef)

Penjelasan Kontra Narasi Penolakan Vaksinasi dan Penegasan Disiplin Protokol Kesehatan oleh Kominfo dan MUI

Jakarta:(Globalnews.id)- Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyelenggarakan Webinar bertajuk “Kontra Narasi Penolakan Vaksinasi dan Disiplin Protokol Kesehatan” dengan sub tema “Problematika Krisis Pandemi di Provinsi Sumatera Selatan dan Sekitarnya”.
Acara ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo, Official TVMUI, dan Facebook Majelis Ulama Indonesia, pada Sabtu, 13 November 2021, mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan 12.00 WIB.
Narasumber Webinar hadir secara virtual untuk memberikan paparan, antara lain Wakil Sekretaris Jenderal Komunikasi dan Informasi MUI, H. Asrori S. Karni, S.Ag., M.H., Ketua Lembaga Kesehatan MUI, dr. Muhammad Adib Khumaidi, SP. OT, Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI, Dr. Muhammad Makki Zamzami, dan Anggota Komisi Informasi dan Komunikasi, Mahladi, S.PI, serta diawali dengan sambutan dari Sekretaris Umum MUI, K.H. Soleh Sakni, Lc, MA.

Para ulama sudah mengingatkan, jika kita tidak memahami akan sesuatu, maka kita tidak bisa memberikan pemahaman tersebut. Analoginya, jika kita tidak memiliki pemahaman akan kesehatan, vaksinasi, dan pandemi, maka akan mustahil dapat menyampaikannya ke masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh KH. Soleh Sakni dalam sambutannya. Oleh karena itu, dalam kaitannya sebagai seorang Da’i, kita diingatkan oleh Allah untuk melakukan pendekatan, mengajak manusia, dan mencerahkan manusia harus melalui tiga hal. Ketiganya adalah khidmat, menghadirkan nasihat-nasihat yang menyejukan, dan strategi untuk mendebat dengan cara yang baik. Strateginya yaitu menggunakan ilmu dan menyerahkan kepada Allah SWT.

Sesi selanjutnya diskusi yang dimoderatori oleh Siti Khodijah Parinduri, SKM, M.KM. Asrori S. Karni menyatakan bahwa media sosial adalah produk dari individu, maka tidak ada kontrol bagi konten-konten tidak sehat, seperti hoaks atau ujaran kebencian. Oleh karena itu, MUI telah aktif mengeluarkan fatwa berupa pedoman bermuamalah di media sosial. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengkonsumsi arus informasi di masa pandemi, serta membantu terhindar dari informasi yang tidak bertanggung jawab.

“Walaupun data terkini memperlihatkan situasi yang semakin menggembirakan (penurunan kasus COVID-19), kita perlu tetap waspada, disiplin terhadap protokol kesehatan, dan terus mendorong angka yang hendak dicapai. Sehingga, kita bisa semakin tangguh dalam menghadapi pandemi ini.”, tegasnya, seraya menutup paparannya.

Selanjutnya, Muhammad Adib Khumaidi mengatakan bahwa ada tiga pilar yang paling penting dalam menghadapi COVID-19, yaitu lingkungan, host, dan agent. Virus atau agent tidak bisa diintervensi. Upaya yang bisa dilakukan adalah merubah diri kita (host) dengan personal awareness, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Selain itu, lingkungan juga menjadi hal yang penting. Upaya-upaya seperti menjaga jarak ataupun menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di tempat publik merupakan contoh mengintervensi lingkungan

“Hidup bersih plus dan Thaharah, mengontrol faktor risiko, menyikapi wabah pandemi dengan benar, dan hidup dengan konsep ITTAQULLAH (waspada dan berhati-hati),” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa masih ada potensi gelombang ketiga COVID-19, sehingga kita tetap harus waspada.

Sesi diskusi selanjutnya dimoderatori oleh Abdul Muis Sobri, M.Kom. Diskusi tersebut diawali oleh paparan Muhammad Makki Zamzami yang menjelaskan bahwa dalam menghadapi pandemi COVID-19 perlu mengedepankan prinsip-prinsip syariat, yaitu agama Islam bertujuan memelihara agama, jiwa, akal, kesehatan, dan harta benda umat manusia. Kedua, badan dan jiwa manusia merupakan milik Allah. Ketiga, penghormatan hak asasi yang dianugerahkan mencakup seluruh manusia, tanpa membedakan ras atau agama. Keempat, terlarang untuk merendahkan derajat manusia, baik yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal dunia. Terakhir, mendahulukan kepentingan orang yang masih hidup daripada yang telah tiada.

“Peran fasilitas kesehatan dalam lingkup syariat juga harus dikedepankan. Hal ini karena fasilitas kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam merawat harus mempunyai prinsip ini. Jika diterapkan, akan memberikan keberkahan”, tambahnya.

Sesi diskusi ditutup oleh Mahladi, yang memaparkan mengenai kontra narasi penolakan vaksinasi dan disiplin kesehatan. Kontra narasi harus segera dilakukan untuk mencegah munculnya pemahaman keliru dengan cara membuat narasi tandingan. Karena pada dasarnya, kebohongan yang diulang terus-menerus, tidak hanya sekadar dianggap benar, tetapi akan menjadi kebenaran. Bila hal ini terjadi, maka susah untuk diperbaiki.

Selain itu, menurutnya, membuat kontra narasi di era digital tidaklah mudah. Internet telah menghapus sekat-sekat wilayah atau negara, sehingga sulit melakukan kontrol terhadap informasi dari luar negeri. Perlu dimengerti bahwa penyebaran informasi negatif dilatari berbagai hal, seperti kepentingan politik, bisnis, hingga hal-hal personal lainnya. Hal ini didukung oleh karakter masyarakat Indonesia yang mudah percaya dan ikut-ikutan.

“Kebenaran harus tetap disuarakan, walaupun terlambat dan tergilas sekali pun. Pada akhirnya, kebenaran itu akan menang dan kebatilan itu akan lenyap”, tuturnya, seraya menutup paparannya.(Jef)

Mudahnya Akses Layanan Pinjaman Online, Harus Diimbangi Sikap Waspada dari Masyarakat

YOGYAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Platform keuangan berbasis digital yang menawarkan jasa pinjaman online atau fintech lending semakin populer di masyarakat. Mudahnya akses layanan pinjaman online, harus diimbangi sikap waspada dari masyarakat jangan sampai terjerumus jerat pinjaman online ilegal Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak orang yang mendapatkan literasi dan terhindar dari jeratan pinjol ilegal.

Melalui Creativetalks Pojok Literasi, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika bermitra dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Pemprov DIY melakukan edukasi dengan tema “Waspada Jeratan Pinjol Ilegal” yang diselenggarakan hari Sabtu (4/12) secara hybrid, secara luring di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta dan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara live streaming melalui kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo.

Pelaksanaan Creativetalks Pojok Literasi kali ini tidak hanya menyasar para milenial, akan tetapi juga turut mengundang para lurah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para lurah dapat memperoleh wawasan tentang teknologi dan sistem keuangan digital, khususnya wawasan mengenai pinjol yang legal dan ilegal.

Dengan adanya wawasan mengenai pinjol tersebut, diharapkan agar para lurah dapat memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat yang berada dalam lingkup wilayahnya. “Sampai dengan 2 November 2021, total jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending atau fintech lending yg terdaftar dan berizin di OJK adalah sebanyak 104 perusahaan. Sebanyak 4.906 entitas pinjol ilegal telah di hentikan atau diblokir sejak 2018-2021,” jelas Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary.

Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Raden Kadermanta Baskara Aji, dalam sambutan yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Industri Informasi dan Komunikasi Publik DIY, Rakhmat Sutopo menyambut baik acara Creativetalks ini. Menurutnya, bukan hanya tentang literasi finansial namun acara ini juga memberikan wawasan tentang kehidupan sosial di masa yang penuh turbulensi seperti saat ini. “Saya berharap acara ini dapat menumbuhkan budaya jeli dan hati-hati sebelum berafiliasi dengan pinjol maupun dengan lembaga peminjaman keuangan yang lain agar tidak terjadi kerugian secara material, moral, dan mental”, demikian tuturnya.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito mengatakan tujuan adanya pinjaman online diperuntukan kepada masyarakat yang tidak bisa mengakses perbankan, kemudian difasilitasi menggunakan aplikasi untuk memudahkan akses, tetapi apabila kemudian menimbulkan resiko yang sangat berat maka jangan diikuti. “Intinya jangan dekati, jangan pernah mencoba, jangan konsumsi pinjol ilegal. Kenali dulu, cek dulu di OJK apakah terdaftar, kalau tidak terdaftar sudah pasti ilegal,” tambahnya.

Menurut Direktur Regional ICSB Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendara selain melihat legal atau tidaknya suatu pinjol, kita juga harus melihat apakah warga sudah memiliki edukasi finansial untuk akhirnya sadar atau tidak bahwa meminjam itu ada resikonya.

Agar terhindar dari meminjam online, Gusti mengingatkan warga untuk menabung berapapun pendapatan yang diterima dan juga mencari cara bagaimana untuk meningkatkan pendapatan. Untuk itu, Dinas UMKM Yogyakarta memiliki “SiBakul Jogja” yang memberikan pelatihan gratis secara online di PLUT DIY dan di Kabupaten/Kota dan juga diakomodasikan di Kelurahan secara online bagi warga yang jauh dari Kabupaten/Kota. “Ini salah satu cara yang cepat menyemangati warga untuk meningkatkan kualitas dari UMKM-nya, penjualannya dan sebagainya. Harapannya dengan begitu peningkatan pendapatannya juga ada”, ungkap Gusti.(Jef)

MUI dan Kominfo Bahas Keamanan dan Kehalalan Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Jakarta:(Globalnews.id)-Bersama dengan penerapan protokol kesehatan yang benar, sampai saat ini vaksinasi menjadi alat pertahanan yang paling baik dalam mencegah dan mengurangi dampak dari penyebaran virus COVID-19. Namun persoalan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui hingga kini masih menjadi pertanyaan dan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat. Hal ini terutama dari tinjauan kehalalan dan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui, juga bagi bayi yang masih dalam kandungan maupun yang sudah lahir.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bermitra dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat khususnya Komisi Infokom MUI Pusat dan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Pusat mengadakan Webinar Bangkit dari COVID-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan Tema “Vaksin COVID untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Amankah?”.

“Insya Allah melalui webinar kali ini bisa memberikan pencerahan, sekaligus juga memberikan manfaat agar para Ibu hamil dan menyusui bisa mempersiapkan diri dan tidak takut dan ragu lagi untuk divaksin”, ungkap Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Pusat, Dr. Hj. Siti Ma’rifah, M.M., M.H, ketika membuka kegiatan webinar.

Acara ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo, Official TVMUI, dan Facebook Majelis Ulama Indonesia, pada hari Jumat, tanggal 26 November 2021 yang dimulai pukul 13.00 WIB.

Narasumber yang hadir secara daring antara lain Ketua MUI Pusat Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, Dr. KH. Sholahuddin Al Ayyub, M.Si.; Pengurus Komisi Infokom MUI Pusat / Wapimred mui.or.id, Syukri Rahmatullah, S.HI.; Guru Besar Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Prof. Dr. dr. Sardjana, Sp.Og(K)., SH., NSL.; Dr.dr. Andi Alfian Zainuddin, M.K.M.; dan moderator oleh Muhammad Fakhruddin, S.IP., M.Si. dan Dr. Sri Sunarti Purwaningsih, M.A.; serta pemandu acara oleh Hj. Elvi Hudriyah M.Ag.

Pada kegiatan ini, KH. Sholahuddin Al Ayyub menjelaskan perspektif vaksin dalam pandangan Islam. Kyiai Ayyub menyebutkan bahwa MUI melihat vaksin adalah bagian dari berobat dan berobat itu hukumnya wajib di dalam syariat Islam. Namun obat juga harus mencakup unsur halal dan thayyib.

Selain halal dan thayyib, masalah kedaruratan juga menjadi pertimbangan yang penting. Dalam kondisi darurat tertentu, dibolehkan menggunakan obat yang tidak halal, jika yang halal tidak ada atau ketersediaannya tidak mencukupi.

“Karena sesungguhnya kemaslahatan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan lebih sempurna dibandingkan kemaslahatan untuk menghindari sesuatu yang najis”, tutur Kyai Ayyub.

“Ini ada pertimbangan-pertimbangannya diantaranya adalah pendapat-pendapat para ulama terdahulu yang merupakan ulama muktabar yaitu ulama yang dapat dipercaya”, tambahnya.

Kemudian Syukri Rahmatullah mengingatkan penting di saat pandemi seperti ini untuk meningkatkan keimanan dan membangun sense of crisis, juga menciptakan keteladanan, serta percaya kepada ahlinya.

“Kalau berbicara masalah keimanan dan tauhid tentunya para ahlinya adalah pemuka agama atau para kyai dan ustadz. Tapi kalau berbicara masalah Kesehatan, tentu kita kembali kepada ahlinya, yaitu para dokter dan ahli kesehatan”, ujar Syukri.
Sementara dr. Sardjana mengatakan, ibu hamil yang terpapar dengan COVID-19 memiliki resiko yang banyak, antara lain resiko keguguran, kondisi gawat janin, kelahiran prematur, juga ketuban dini dan gangguan pertumbuhan janin.

Untuk itu, vaksinasi COVID-19 menjadi hal yang juga penting untuk ibu hamil. Ada beberapa syarat vaksin bagi ibu hamil, yaitu usia kandungan sudah di atas 13 minggu, tekanan darah normal, tidak sedang menjalani pengobatan, dan komorbid dalam kondisi terkontrol, serta tidak punya gejala/keluhan pre eclampsia.

Terkait rekomendasi vaksin untuk ibu hamil, dr. Sardjana dalam paparannya memperlihatkan Coronavac/ Sinovac tidak berhubungan dengan keguguran/ kelainan kongenital dan belum ada efek teratogenik. Soleh karena itu, vaksin ini direkomendasikan untuk ibu hamil berusia 35 tahun ke atas dan yang memiliki komorbid.

“Memang ada beberapa pabrik vaksin yang sudah mengadakan penelitian, tetapi banyak juga yang belum, karena tidak gampang mengadakan penelitian atau uji klinis pada ibu hamil. Terdapat kode etik juga dan menyangkut nyawa ibu dan bayi”, kata dr. Sardjana.

Senada dengan dr. Sardjana, dr. Andi Alfian Zainuddin mengatakan belum ada hasil penelitian secara langsung pada ibu hamil. Tetapi, vaksin jenis ini (sinovac) dipakai pada kehamilan (hepatitis, tetanus, influenza) dan terbukti aman pada janin.
Selain vaksin tidak aktif seperti sinovac, vaksin basis mRNA seperti Pfizer, dan Moderna juga termasuk jenis vaksin yang direkomendasikan untuk ibu hamil.

“Kesimpulannya, seluruh ibu hamil direkomendasikan untuk vaksinasi COVID-19 untuk menurunkan resiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi”, demikian dr. Andi menutup paparannya.(Jef)