Arsip Tag: Penyaluran dana bergulir

Dana Bergulir, Koperasi Makin Tertib Tata Kelola dan Administrasi

Jakarta:(Globalnews.id)- Akses permodalan menjadi hal paling penting dan krusial dalam membangun dan menjalankan usaha. Perkuatan pinjaman dan pembiayaan dalam membangun ekonomi umat, khususnya dalam wadah usaha koperasi, diharapkan berdampak bukan hanya terbatas pada meningkatnya ekonomi anggota, melainkan lebih luas lagi terhadap masyarakat sekitar.

Seperti mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) dari Provinsi Jawa Timur, yakni Koperasi Konsumen Pusat Syariah Sarekat Bisnis Pesantren Jawa Timur atau KSBP Jatim. Koperasi yang berdiri tahun 2017 ini merupakan koperasi sekunder yang memiliki anggota 17 koperasi pesantren besar di Jawa Timur sebagai koperasi primernya.

KSBP saat ini menjalankan kegiatan usaha distribusi barang consumer goods yang utamanya merupakan produk antar pesantren. Jumlah potensi target market yaitu santri pada 17 (tujuh belas) pondok pesantren adalah sebanyak 200.000 orang. KSBP juga merupakan binaan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Jawa Timur, sehingga mendapatkan beberapa hibah berupa bangunan yang digunakan untuk Distribution Center (DC), namun tidak memberikan support untuk modal kerja.

Menurut Ketua KSBP Biyati Ahwarumi, untuk kebutuhan modal kerja, KSBP mendapat arahan untuk mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM dengan jaminan bunga rendah dan pelayanan maksimal. Pertimbangan memilih LPDB-KUMKM dibanding lembaga lain adalah pembiayaan LPDB-KUMKM mudah diproses dan menawarkan tarif layanan yang rendah.

“Sedangkan pembiayaan dari lembaga perbankan atau sumber keuangan lain, bunga yang ditawarkan jauh lebih tinggi. Di samping itu, LPDB-KUMKM bukan hanya melayani dari sisi pembiayaan saja, namun sisi pendampingan koperasi sehingga kami dapat lebih tertib secara administrasi dan laporan keuangan. Hal ini langsung atau pun tidak langsung menjadikan KSBP lebih baik setelah mengakses pembiayaan LPDB-KUMKM,” ujar Biyati.

*Bisnis Koperasi Berkembang Pesat*

Berbicara mengenai perkembangan Koperasi Konsumen Pusat Syariah Sarekat Bisnis Pesantren (KSBP) sebelum dan sesudah mendapatkan pembiayaan LPDB-KUMKM, lanjut Biyati, terdapat perkembangan signifikan. Sebelum mengakses LPDB-KUMKM, omzet koperasi antara Rp2 miliar hingga Rp5 Miliar. Setelah mengakses LPDB-KUMKM, menjadikan omzet koperasi mencapai Rp50 Miliar di tahun 2022 dan di akhir tahun 2023 kini omzet telah mencapai Rp90 Miliar.

“Hal ini dikarenakan semakin banyaknya modal untuk mitra KSBP (Toserba Sunan Drajat), maka akan semakin memperbanyak persediaan barang, sehingga memudahkan mitra KSBP untuk memperbanyak cabang Toserba. Kami juga terus berupaya meningkatkan produktivitas usaha, seperti mengevaluasi terkait barang-barang yang dibutuhkan konsumen dalam skala besar untuk diperbanyak kuantitinya, serta melengkapi jenis barang sesuai kebutuhan customer melalui riset lapangan,” jelas Biyati.

Biyati melanjutkan, KSBP akan membuka cabang toserba untuk memudahkan konsumen dalam jangkauan luas. Saat ini sudah ada satu cabang toserba yang existing, dan diakhir tahun akan dilakukan grand opening sebanyak 6 (enam) cabang tambahan. Selain itu, tahun depan KSBP akan menyatukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kebutuhan anggota agar lebih mudah mengakses LPDB-KUMKM lewat satu pintu.

Di kesempatan berbeda, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat roda perekonomian Indonesia melalui berbagai cara, salah satunya melalui suntikan modal LPDB-KUMKM.

Menurut Supomo, penyaluran dana bergulir bertujuan untuk memberikan dukungan akses pembiayaan atau pinjaman kepada koperasi yang bergerak diberbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, dan jasa. Dukungan keuangan ini diharapkan dapat membantu koperasi meningkatkan produktivitas dan daya saingnya.

“LPDB-KUMKM berkomitmen mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui wadah usaha koperasi. Kami percaya koperasi memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan oleh sebab itu, dukungan keuangan maksimal kami gelontorkan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia,” ujar Supomo.

Program pendampingan kepada koperasi, lanjut Supomo, juga dilakukan LPDB-KUMKM dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan usaha koperasi, manajemen, hingga laporan keuangan. Melalui pendampingan, diharapkan koperasi dapat mengelola keuangan dengan lebih baik dan mengoptimalkan potensi usahanya.

“Adapun pendampingan yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM bukan hanya kepada calon mitra maupun tenant program inkubator, tetapi juga termasuk koperasi yang telah menjadi mitra LPDB-KUMKM. Tujuannya adalah membantu koperasi meningkatkan kualitas pengelolaannya, sehingga nantinya dapat mengelola dana bergulir dengan baik dan efektif. Program ini harapannya dapat berdampak banyak bagi peningkatan ekonomi masyarakat, terlebih perekonomian nasional,” tutup Supomo.(Jef)

Akses Dana Bergulir, KKUSB Gresik Akui Bisnis Koperasi Kian Berkembang

Jakarta:(globalnews.id)-Menjadi soko guru perekonomian nasional dengan tujuan menyejahterakan anggota dan masyarakat merupakan cita-cita luhur koperasi di Indonesia. Kendati banyak rintangan dan tantangan, koperasi sebagai bagian dari pelaku usaha di tanah air terus mengupayakan pengembangan dan menjalankan prinsip-prinsip perekonomian sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Seperti halnya yang dilakukan Koperasi Karyawan Usaha Sejahtera Bersama (KKUSB) di Kabupaten Gresik Jawa Timur. KKUSB merupakan koperasi primer tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Gresik yang berdiri pada tahun 1997.

Hingga kini, koperasi memiliki 44 karyawan dan total anggota sebanyak 1.352 orang, serta mencatatkan total asset sebesar Rp79,417 miliar dan omzet sebesar Rp76,706 miliar.

Menurut Ketua KKUSB Slamet Harianto, guna meningkatkan produktivitas usaha, Koperasi Karyawan Usaha Sejahtera Bersama meraih peluang atau potensi bisnis yang ada di Semen Indonesia (SIG Group).

“KKUSB merupakan koperasi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gresik yang memiliki beberapa unit usaha, di antaranya retail, pengadaan barang dan jasa, serta usaha simpan pinjam yang berada di PT Semen Indonesia Logistik (Silog) di Kabupaten Gresik Jawa Timur,” kata Slamet Harianto.

Selain itu, lanjut Slamet, KKUSB memperkuat sisi permodalan usaha melalui suntikan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). LPDB-KUMKM menawarkan pembiayaan bersuku bunga rendah, dengan syarat dan proses pengajuan yang mudah.

KKUSB telah mendapat dua kali pinjaman dari LPDB-KUMKM, pinjaman pertama pada tahun 2022 sebesar Rp2 miliar, dan pinjaman kedua pada tahun 2023 sebesar Rp6,5 miliar. Kedua pinjaman tersebut hingga kini berstatus kolekbilitas pembayaran lancar.

“Selama ini LPDB-KUMKM telah memberikan pelayanan terbaik, mulai dari proses pengajuan sampai dengan pencairan, terlebih terkait monitoring evaluasi. Di samping itu, pelayanan KKUSB kepada anggota kian optimal karena didukung oleh layanan digital berupa aplikasi KKUSB mobile yang telah beroperasi sejak 1 Januari 2020,” tutur Slamet.

Slamet menuturkan, selain kontribusi pinjaman LPDB-KUMKM, Dinas Koperasi dan UKM setempat juga berperan dalam membina KKUSB, terutama dalam hal regulasi, tata cara dan aturan sehingga koperasi mampu berkembang lebih baik.

“Sinergi dan kerja sama KKUSB dengan LPDB-KUMKM dan pihak-pihak terkait diharapkan dapat menciptakan koperasi yang lebih berkembang, tertib aturan, dan sesuai ketentuan yang ditetapkan,” harap Slamet.

Terhadap LPDB-KUMKM, lanjut Slamet, KKUSB berharap layanan lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Koperasi dan UKM ini dapat lebih ditingkatkan, terutama dalam hal informasi maupun modal kerja.

Maksimalkan Kualitas Layanan

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo di kesempatan berbeda menyampaikan, LPDB-KUMKM terus berpegang teguh pada aturan atau regulasi yang ditetapkan pemerintah dalam proses penyaluran pinjaman dana bergulir.

Kriteria dan persyaratan mitra koperasi penerima dana bergulir juga telah ditetapkan secara jelas, baik dari sisi tata kelola organisasi, manajemen, hingga bisnis.

“LPDB-KUMKM juga terus meningkatkan sisi kualitas layanan terutama dalam hal mendampingi dan mendorong koperasi lebih maju dan berkembang. Penyediaan layanan pinjaman dan pembiayaan LPDB-KUMKM merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong koperasi untuk berkontribusi aktif dan positif bagi perekonomian nasional. Calon mitra dapat mengakses secara online pembiayaan dana bergulir secara cepat dan mudah, serta dapat memantau progress pengajuan secara transparan melalui https://e-proposal.lpdb.id//,” terang Supomo.

Harapannya, ujar Supomo, LPDB-KUMKM hadir memberi solusi berupa dukungan permodalan dan peningkatan produktivitas usaha melalui program pendampingan Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM. Koperasi berperan dalam meningkatkan ekonomi bangsa, oleh sebab itu LPDB-KUMKM menjadi bukti nyata kepanjangan tangan pemerintah dalam mengakselerasi permodalan bagi masyarakat, khususnya para pelaku koperasi di Indonesia.(Jef)

Kopkar Gobel Ciptakan Peluang Bisnis Melalui Suntikan Dana Bergulir LPDB-KUMKM

Jakarta:(Globalnews.id)-Koperasi merupakan wadah usaha yang cukup penting dan berkembang di Indonesia.
Perkuatan permodalan merupakan kunci bagi pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi di Indonesia. Dengan modal yang cukup, koperasi dapat memperluas operasional, meningkatkan pelayanan kepada anggota, meningkatkan kapasitas produksi, serta membuka peluang baru dalam memasarkan usaha.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu koperasi di Jakarta Timur yakni Koperasi Karyawan (Kopkar) Kelompok Gobel.

Kopkar Kelompok Gobel didirikan oleh Thayeb Mohammad Gobel, pendiri perusahaan Panasonic Gobel Group pada tanggal 16 November 1974. Selain untuk tujuan meningkatkan derajat kesejahteraan karyawan, kehadiran koperasi diharapkan mendukung gerakan ekonomi rakyat. Koperasi pada awalnya bernama Kopkar Pabrik Diesel dan Traktor dan PT. National Gobel (Kopkar PADINABEL) dan beralamatkan di Komplek PT. National Gobel Jalan Dewi Sartika Cawang II Jakarta Timur.

Kemudian pada tahun 1975, koperasi memiliki badan hukum dan kemudian dikenal dengan nama Kopkar Kelompok Gobel. Hingga saat ini koperasi beralamatkan di Komplek PT Panasonic Manufacturing Indonesia Pasar Rebo Jakarta Timur.

Guna menunjang usaha dan aktivitas koperasi, Ketua Kopkar Kelompok Gobel Mustar Kai mengatakan, koperasi mencari sumber dana permodalan guna mendukung perkuatan usaha. Awal mulanya, koperasi mendapat peluang bisnis dari PT Gobel Dharma Sarana Karya (PT GDSK) yang membutuhkan supply bahan makanan yang cukup banyak dan dalam jangka waktu lama.

“Pada tahun 2022, koperasi memperoleh informasi mengenai Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) dari Pembina Koperasi sekaligus Wakil Ketua DPR RI yaitu Rachmad Gobel. Melalui beliau, kami mendapat pencerahan mengenai keberadaan LPDB-KUMKM sebagai lembaga penyalur pinjaman bertarif rendah dan cocok untuk perkoperasian,” kata Mustar Kai.

Permohonan pinjaman pertama diajukan pada tahun 2022 dan disetujui LPDB-KUMKM dengan plafond sebesar Rp22 miliar melalui empat kali pencairan bertahap. Setahun kemudian, Kopkar Kelompok Gobel mendapatkan pinjaman kedua dari LPDB-KUMKM sebesar Rp6,25 miliar, tutur Mustar Kai.

“Menurut kami, peluang bisnis dari PT GDSK merupakan usaha yang menjanjikan dan memerlukan modal yang banyak. Adanya suntikan modal LPDB-KUMKM sangat membantu koperasi dalam memenuhi kebutuhan modal kerja khususnya dalam hal pembelian bahan-bahan berupa ayam, ikan, sayur mayur, beras dan bumbu masak. Selain itu, koperasi juga terus mengembangkan unit-unit usaha yang menjanjikan, salah satunya di sektor perumahan. Oleh sebab itu, pengajuan pinjaman ke LPDB-KUMKM akan dipertimbangkan untuk mewujudkan rencana tersebut,” jelas Mustar Kai.

Koperasi yang tahun ini genap berusia 49 tahun, memiliki total karyawan sebanyak 27 orang, dengan jumlah anggota sebanyak 4.154 orang. Per Juli 2023, Kopkar Kelompok Gobel mencatatkan total omzet sebesar Rp68,47 miliar, dan memiliki satu kantor pusat di Kawasan PT Panasonic Manufacturing Indonesia, serta lima toko yang berlokasi di Cawang Jakarta Timur, Cibitung, Cileungsi, dan Pasuruan.

“Kami terkesan dengan pelayanan LPDB-KUMKM yang sangat membantu dan mendampingi sejak awal pengajuan proposal hingga pencairan pinjaman, khususnya saat melengkapi syarat-syarat pinjaman. Kami berharap, LPDB-KUMKM semakin berkembang ke depan agar dapat membantu koperasi-koperasi di Indonesia yang membutuhkan akses permodalan,” tutur Mustar.

Untuk harapannya ke koperasi, lanjut Mustar, kiranya dapat terus maju dan berkembang menjadi lebih inovatif dalam penjualan. Dari sisi digitalisasi, kami juga berharap dapat segera terwujud guna mendukung penjualan dan meningkatkan bisnis koperasi. Dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan pemberdayaan anggota, Kopkar Kelompok Gobel dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya.

Senada dengan Mustar Kai, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyampaikan, penguatan permodalan koperasi dapat dicapai melalui berbagai cara, salah satu di antaranya adalah perkuatan modal dari pemerintah. Melalui LPDB-KUMKM yang merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM, koperasi didorong memiliki permodalan yang cukup untuk tumbuh dan berkontribusi secara signifikan pada ekonomi negara.

“Modal yang mencukupi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi. Seiring perkembangan zaman, koperasi akan dihadapkan dengan tantangan-tantangan ekonomi, sehingga dengan adanya modal yang cukup, koperasi dapat memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anggota, termasuk pelatihan keterampilan, pengelolaan keuangan, dan pelatihan teknis. Anggota yang terlatih memiliki potensi lebih besar dalam mencapai kesuksesan usaha koperasi,” tutur Supomo.

“Implementasi sistem manajemen yang efisien, penggunaan digital teknologi, serta perkuatan permodalan sangat dibutuhkan oleh koperasi modern dalam upaya memperluas jangkauan pemasaran dan pasar. Kehadiran LPDB-KUMKM menjadi nilai positif bagi koperasi di Indonesia, karena selain memiliki layanan perkuatan permodalan, LPDB-KUMKM juga bertugas untuk mendampingi dan mendorong koperasi agar lebih berkembang,” lanjut Supomo.

Perkuatan permodalan yang digulirkan LPDB-KUMKM, sambung Supomo, selain bertujuan untuk meningkatkan usaha koperasi dan kesejahteraan anggota, akses pembiayaan yang menawarkan bunga layanan rendah ini diharapkan dapat mendorong koperasi-koperasi di Indonesia untuk tumbuh dan berkontribusi lebih terhadap perekonomian nasional.(Jef)

Catatkan Total Aset Hingga Rp1,85 Triliun, KSPPS NUS Tumbuh Bersama LPDB-KUMKM

Jakarta:(Globalnews.id)-Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) merupakan koperasi yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah atau nilai-nilai Islami. Jenis koperasi ini tidak mengenakan bunga pada pinjaman yang diberikan pada anggotanya, namun sebagai gantinya, terdapat tambahan yang disebut bagi hasil maupun margin sesuai dengan akadnya “mudharabah” atau “murabahah,” yang sebenarnya adalah bagian dari keuntungan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan dengan dana tersebut.

Salah satu KSPPS di Provinsi Jawa Tengah adalah KSPPS Nusa Ummat Sejahtera. KSPPS NUS merupakan koperasi primer nasional yang berlokasi di Jalan Raya Semarang Kendal KM. 15 Nomor 99 Kota Semarang Jawa Tengah. Sejak awal berdiri di bulan Mei 2003, KSPPS NUS telah memiliki satu kantor pusat dan 105 kantor cabang, dengan total karyawan sebanyak 857 orang dan anggota sebanyak 227.360 orang.

Hingga 2023, KSPPS NUS mencatatkan total aset sebesar Rp1,85 triliun, dengan jumlah Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp16,93 miliar. Ketua KSPPS NUS M. Amrullah Reza Putra Tara mengatakan, dalam upaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha, koperasi terus mencari informasi mengenai pembiayaan murah dari sumber-sumber penyedia dana atau lembaga-lembaga keuangan di Indonesia.

“Akhirnya melalui media sosial, kegiatan sosialisasi Dinas Koperasi dan UKM, dan informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, KSPPS NUS mengetahui mengenai Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). LPDB-KUMKM yang merupakan lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Koperasi dan UKM yang memberikan pembiayaan murah kepada insan koperasi, dengan menawarkan tarif bagi hasil yang paling rendah dibandingkan dengan lembaga keuangan atau perbankan lain,” jelas Amrullah.

Melalui LPDB-KUMKM, lanjut Amrullah, KSPPS NUS dapat menyalurkan pembiayaan dengan margin lebih rendah kepada anggota. Hingga kini, KSPPS NUS telah mendapatkan tujuh kali fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM, yang pertama tahun 2012 dengan plafond sebesar Rp10 miliar, dan yang kedua tahun 2020 dengan plafond sebesar Rp40 miliar. Kedua pembiayaan tersebut kini berstatus lunas.

Pada tahun 2021, KSPPS NUS mendapatkan pembiayaan ketiga sebesar Rp30 miliar, dan di tahun yang sama mendapat pembiayaan keempat sebesar Rp30 miliar, serta tahun 2022 mendapatkan pembiayaan yang kelima sebesar Rp50 miliar. Pada tahun yang sama, KSPPS NUS mendapatkan pembiayaan keenam sebesar Rp75 miliar, dan yang ketujuh pada tahun 2023 dengan plafond pembiayaan sebesar Rp50 miliar. Kelima pembiayaan tersebut hingga kini berstatus kolekbilitas pembayaran lancar.

“Fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM merupakan produk pembiayaan unggulan di KSPPS NUS dengan nama “Murabahah-LPDB”. Pembiayaan ini menawarkan margin paling rendah di antara semua fasilitas di KSPPS NUS, dengan proses pengajuan yang mudah, fasilitas ini disalurkan kepada anggota untuk modal kerja produktif sampai dengan plafond pembiayaan sebesar Rp250 juta,” ujar Amrullah.

Amrullah melanjutkan, melalui pembiayaan LPDB-KUMKM, sangat membantu koperasi dalam menyediakan modal usaha untuk anggota dengan bagi hasil yang paling rendah di antara lembaga keuangan atau perbankan yang lain. LPDB-KUMKM juga mendorong KSPPS NUS untuk terus berkembang dan bertumbuh, dengan solusi terbaik apabila menghadapi kesulitan atau hambatan.

Upaya meningkatkan usaha koperasi dan anggota, terang Amrullah, KSPPS NUS melakukan sejumlah strategi, di antaranya pemasaran melalui media sosial, meningkatkan target pencapaian penyaluran kepada anggota, dan bekerja sama dengan lembaga asuransi untuk beberapa fasilitas pembiayaan untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet atau gagal bayar dari anggota.

“Selain itu, KSPPS NUS memberlakukan satu kali hold angsuran sebagai cadangan pembayaran untuk mencegah terjadi keterlambatan pembayaran angsuran. Mengenai sistem pelayanan, KSPPS NUS telah memiliki mobile banking bernama BMT Mobile, dengan sejumlah layanan seperti transaksi pembayaran, transfer, pengecekan saldo, serta mutasi rekening yang dapat diakses melalui telepon genggam anggota,” kata Amrullah.

Petugas marketing juga dibekali aplikasi branchless untuk melayani anggota di lapangan. Hal ini selain mempermudah pelayanan, anggota juga mendapat pelayanan langsung secara real time, tanpa perlu datang ke kantor koperasi. Langkah ini sekaligus untuk meminimalisir penyalahgunaan dana atau fraud pada koperasi, pungkas Amrullah.

“Selain upaya koperasi untuk bertumbuh, pemerintah melalui regulasinya juga diharapkan mampu mengawasi dan membantu koperasi agar berkembang lebih besar dan maju lagi. Kehadiran LPDB-KUMKM secara nyata kiranya dapat membuka peluang bagi koperasi-koperasi lain agar mendapat akses modal kerja yang mudah, murah, dan ramah,” jelas Amrullah.

Senada dengan KSPPS NUS, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, LPDB-KUMKM yang merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya menggulirkan pinjaman/pembiayaan kepada koperasi di Indonesia. Melalui dana bergulir yang sumbernya dari APBN, diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perkuatan modal kerja LPDB-KUMKM.

“LPDB-KUMKM yang merupakan lembaga pelayanan publik yang berdiri sejak tahun 2006, hingga sekarang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyalurkan pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan UMKM yang merupakan anggotanya. Melalui dana bergulir bertarif rendah, harapannya dapat menyasar seluruh insan koperasi di tanah air dan terus bermanfaat bagi masyarakat,” harap Supomo.

Di usianya yang ke-17, papar Supomo, tantangan yang dihadapi LPDB-KUMKM pun semakin besar. LPDB-KUMKM memegang peranan penting bagi ekonomi nasional, dan kontribusinya sangat dibutuhkan oleh koperasi dan UMKM. Digitalisasi dan inovasi terus ditingkatkan guna memaksimalkan pelayanan bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi negeri.

“Prinsip Good Corporate Governance (GCG) dilaksanakan LPDB-KUMKM yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan integritas. LPDB-KUMKM juga mengedepankan asas prudent yang kaitannya dengan bisnis proses dan tanggung jawab penyaluran. Melalui prinsip tersebut, LPDB-KUMKM berharap dapat melayani koperasi secara maksimal sesuai dengan prinsip Tri Sukses LPDB-KUMKM yakni tepat penyaluran, tepat pemanfaatan, dan tepat pengembalian,” tutup Supomo.(Jef)

Upaya Wujudkan Tata Kelola Yang Prudent, KospinMu Surya Mentari Disuntik Modal LPDB-KUMKM

Karanganyar:(Globalnews.id)-Perkembangan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) telah mengalami pertumbuhan signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat yang peduli dengan prinsip-prinsip syariah cenderung mencari alternatif keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut. KSPPS selain mendukung inklusi keuangan di Indonesia, kehadirannya memberi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan tanpa bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Demikian cikal bakal terbentuknya koperasi di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Dikenal dengan KSPPS Muhammadiyah Surya Mentari, merupakan koperasi berbadan hukum nasional yang berdiri pada tahun 2002 dan memiliki nama awal KSPPS BTM Surya Mentari. Koperasi kemudian berganti nama lagi menjadi KJKS BTM Surya Mentari, dan terakhir dikenal dengan nama KSPPS Muhammadiyah Surya Mentari atau KospinMu Surya Mentari.

General Manager KospinMu Surya Mentari Mukti Widodo mengatakan, koperasi yang telah 21 tahun berdiri memiliki satu kantor pusat dan dua kantor cabang, dengan total karyawan sebanyak 31 orang. Tercatat hingga Desember 2022, KospinMu Surya Mentari telah memiliki 13.000 anggota, dengan jumlah aset sebesar Rp50 miliar.

“KSPPS merupakan bagian dari ekosistem ekonomi syariah yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya melayani pembiayaan syariah, bisnis-bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah juga diterapkan guna selaras dengan visi dan misi lembaga. Terkait hal itu, KospinMu Surya Mentari mencari informasi mengenai perkuatan kelembagaan dan permodalan melalui Dinas Koperasi dan UKM setempat, hingga kami mengetahui mengenai Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM),” kata Mukti Widodo.

LPDB-KUMKM, lanjut Mukti, tidak hanya memberikan layanan pembiayaan saja, namun secara tidak langsung memberikan pendidikan mengenai tata cara mengelola lembaga keuangan yang prudent. Selain itu, konsep bagi hasil yang ditawarkan LPDB-KUMKM sangat kompetitif, sehingga mudah diakses oleh anggota koperasi, papar Mukti.

“Dukungan permodalan dana bergulir diakui menjadi salah satu bentuk keberpihakan LPDB-KUMKM terhadap koperasi-koperasi di tanah air. Harapannya, melalui perkuatan pembiayaan LPDB-KUMKM menjadikan KospinMu Surya Mentari semakin bermanfaat bagi anggota-anggotanya,” jelas Mukti.

KospinMu Surya Mentari menjadi mitra LPDB-KUMKM selama 12 tahun, yakni sejak tahun 2011 hingga sekarang. Pembiayaan pertama diperoleh tahun 2011 sebesar Rp1,5 miliar, pembiayaan kedua tahun 2013 sebesar Rp3 miliar, pembiayaan ketiga yang diperoleh melalui tiga tahap pencairan pada tahun 2016 hingga 2017 dengan total plafond sebesar Rp4,5 miliar, dan pembiayaan keempat pada tahun 2020 yang diperoleh melalui dua tahap pencairan dengan total sebesar Rp5 miliar. Keempat pembiayaan tersebut kini telah berstatus lunas.

Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 07 Juni 2021, KospinMu Surya Mentari mendapatkan kembali pembiayaan LPDB-KUMKM yang kelima sebesar Rp10 miliar, dan pembiayaan keenam pada tahun 2023 sebesar Rp4 miliar. Pembiayaan kelima dan keenam tersebut hingga kini berstatus kolekbilitas pembayaran lancar.

Selain dukungan permodalan, strategi bisnis juga diterapkan KospinMu Surya Mentari dalam Upaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha. Mukti menjelaskan, selain menurunkan biaya operasional dibidang perkoperasian yang cukup besar secara bertahap, memperbaiki ekonomi anggota pembiayaan yang terdampak covid dan belum pulih, koperasi juga melakukan upaya revitalisasi pembiayaan.

“Langkah-langkah tersebut didukung pula dengan layanan digital yang dimiliki koperasi sejak 2021 bernama KospinMu Mobile. Kehadiran aplikasi ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan dan mendekatkan KospinMu Surya Mentari dengan anggota dan masyarakat. Melalui aplikasi ini juga, anggota bisa mendapat banyak manfaat, di antaranya seputar produk dan layanan, event, promo, hingga informasi transaksi di KospinMu Surya Mentari,” tutur Mukti.

Senada dengan Mukti Widodo, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo turut mendukung peningkatan dan produktivitas koperasi melalui berbagai cara. Di antaranya, kolaborasi dan kemitraan, peningkatan akses teknologi dan inovasi, pelatihan dan pengembangan keterampilan, serta perluasan dan pemberian akses pembiayaan.

“Salah satu langkah utama dalam mendorong usaha koperasi adalah perkuatan permodalan melalui pembiayaan bertarif murah. Dengan mengakses ke LPDB-KUMKM, koperasi mendapat berbagai keuntungan mulai dari sisi modal usaha, maupun pendampingan. Melalui Program Inkubator Wirausaha, LPDB-KUMKM membantu UMKM dalam mengembangkan bisnis, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta meningkatkan daya saing,” kata Supomo.

Dalam program tersebut, lanjut Supomo, terdapat kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada para wirausaha UMKM, dimana mencakup berbagai aspek bisnis, seperti manajemen, pemasaran, keuangan, dan teknologi. Pendampingan dilakukan oleh para ahli yang berpengalaman, khususnya dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.

“Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan jumlah dan kualitas UMKM di Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat mengakses pembiayaan ke LPDB-KUMKM melalui koperasi. Melalui bentuk pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan, LPDB-KUMKM berharap dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas dan daya saing UMKM dalam wadah koperasi yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” pungkas Supomo.(Jef)

Tingkatkan Layanan ke Anggota, KSPPS BMT Bina Umat Wedi Catatkan Total Aset Rp16,69 Miliar

Jakarta:(Globslnews.id)- Kehadiran koperasi di Indonesia memiliki fungsi membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

Manfaat bergabung dengan koperasi diharapkan dapat dirasakan positif oleh anggota, di antaranya mendapatkan sejumlah kemudahan dari sisi pelayanan dan dapat menikmati fasilitas yang ditawarkan koperasi. Anggota pun diarahkan untuk berperan aktif dalam upaya mengembangkan potensi dan kemampuan demi kesejahteraan dan kemajuan bersama.

Seperti salah satu koperasi di Kabupaten Klaten Jawa Tengah yaitu Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Bina Umat Wedi. Koperasi yang berdiri pada tahun 2003 dan berkantor pusat di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 87 Wedi Klaten Jawa Tengah, hingga kini telah memiliki satu kantor cabang dan hingga 30 Mei 2023 mencatatkan total aset sebesar Rp16,69 miliar.

Mitra koperasi LPDB-KUMKM yang memiliki karyawan sebanyak 14 orang, dengan total anggota sebanyak 3.434 orang, terus mempertahankan dan meningkatkan eksistensinya.

Ketua KSPPS BMT Bina Umat Wedi Mujiyono mengungkapkan, koperasi melakukan sejumlah strategi di tahun 2023, antara lain meningkatkan penyaluran (lending), efisiensi biaya, penanganan pembiayaan secara maksimal, serta penekanan pembiayaan macet.

“Dalam upaya meningkatkan penyaluran kepada anggota, koperasi membutuhkan modal dengan tarif layanan yang rendah. Melalui sosialisasi Satuan Tugas Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Satgas LPDB-KUMKM) di Kabupaten Klaten Jawa Tengah, KSPPS BMT Bina Umat Wedi mendapatkan informasi mengenai pembiayaan murah untuk koperasi,” jelas Mujiyono.

Dana Bergulir Solusi Koperasi

Dana bergulir LPDB-KUMKM, tambah Mujiyono, menjadi solusi terbaik bagi koperasi dalam mendukung perkuatan permodalan, serta sebagai upaya meningkatkan layanan kepada anggota. Selama 10 tahun bermitra, KSPPS BMT Bina Umat Wedi telah lima kali mendapatkan fasilitas permodalan LPDB-KUMKM dengan total plafond sebesar Rp7,1 miliar.

“Pembiayaan pertama didapatkan pada tahun 2013 sebesar Rp2 miliar, pembiayaan kedua pada tahun 2017 sebesar Rp900 juta, pembiayaan ketiga pada tahun 2020 sebesar Rp1,1 miliar, tahun berikutnya digulirkan pembiayaan keempat sebesar Rp1,1 miliar, dan pembiayaan kelima diperoleh pada tahun 2023 sebesar Rp2 miliar,” rinci Mujiyono.

Pembiayaan LPDB-KUMKM, lanjut Mujiyono, memiliki margin atau bagi hasil yang ringan dibanding lembaga keuangan lainnya. Kendati prosesnya sedikit rumit, namun melalui dukungan tim LPDB-KUMKM yang ramah dan professional, koperasi mampu melalui tahapan demi tahapan hingga akhirnya mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat. Hal ini menjadi tolak ukur KSPPS BMT Bina Umat Wedi untuk terus menjadi koperasi yang sehat dan berkredibilitas baik.

“Harapannya, LPDB-KUMKM terus beroperasi, memprioritaskan, dan semakin meningkatkan volume penyalurannya kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia. Di samping itu, kami pun berharap LPDB-KUMKM dapat memperlonggar persyaratan pembiayaan sehingga proses pengajuan pinjaman dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Mujiyono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM berkomitmen untuk terus mengedapkan prinsip pelayanan publik yang prudent dan profesional.

“Kami berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang transparan dan akuntabel. Salah satunya melalui transformasi digital yang menjadi langkah inovasi dan instrumen LPDB-KUMKM dalam meningkatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat,” kata Supomo.

Sejak awal beroperasi ditahun 2006 hingga kini, papar Supomo, LPDB-KUMKM diharapkan untuk terus menjadi integrator bagi percepatan dan pengembangan industri keuangan mikro di daerah melalui badan usaha koperasi.

“Dana bergulir yang sumbernya dari APBN ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan bisnis koperasi dan usaha anggota, sehingga kami mengajak insan koperasi untuk mengakses layanan pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM dengan tarif layanan rendah. Untuk memperoleh informasi terkait program dana bergulir, koperasi dapat menghubungi call center di nomor 1500-856 atau operator 021-7990756. Sedangkan untuk mengetahui kriteria dan persyaratan dana bergulir, silahkan mengakses situs resmi LPDB-KUMKM di www.lpdb.go.id,“ tutup Supomo.(Jef)

Dukung Ketahanan Pangan, Sinergi Ekosistem Koperasi Sektor Produktif Diperkuat

Magelang:(Globalnews.id)-Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus memperkuat ekosistem bisnis koperasi sektor produktif.

Selain dukungan program pemerintah, perkuatan ekosistem bisnis koperasi juga dilakukan LPDB-KUMKM sebagai pendampingan koperasi dari hulu hingga hilir agar memiliki perencanaan bisnis yang matang, berkelanjutan, dan menguntungkan.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, salah satu perkuatan ekosistem bisnis koperasi sektor produktif yang tengah digarap LPDB-KUMKM adalah sinergi antara mitra yakni Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq dari Ciwidey Jawa Barat, dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Mitra Abadi Jaya (AMAJ) dari Magelang, Jawa Tengah.

“Jadi kami sedang memperkuat sinergi bisnis antar mitra LPDB-KUMKM dalam rangka ketahanan pangan, karena beberapa mitra koperasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan bila dilakukan sinergi maka akan saling menguatkan,” kata Supomo dalam keterangannya, Senin (22/5/2023).

Supomo menambahkan, seperti di Kopontren Al-Ittifaq Ciwidey, Jawa Barat, LPDB-KUMKM telah berhasil melakukan pembinaan hingga mendapatkan kepercayaan daripada modern market seperti Superindo.

Kemudian, salah satu mitra LPDB-KUMKM dari Jawa Tengah yakni KSP AMAJ yang bergerak pada pembiayaan petani juga memiliki produk-produk pertanian yang membutuhkan akses pasar.

“Jadi ini kami sinergikan, Al-Ittifaq membutuhkan pasokan produk pertanian untuk mendukung ekosistem bisnisnya, sedangkan KSP AMAJ membutuhkan kepastian harga dan akses pasar, karena memiliki produksi yang melimpah,” terang Supomo.

Menurut Supomo, saat ini produk-produk pertanian dari KSP AMAJ hanya membutuhkan sentuhan sedikit agar mampu mencapai standar yang ditetapkan oleh modern market. “Selama ini mereka sudah mampu berproduksi cuma kestabilan harga belum ada, kepastian market belum, sehingga mulai sekarang ada manajemen yang lebih baik jadi ada pola tanam, sehingga Al-Ittifaq continue sepanjang tahun memasok ke modern market,” jelas Supomo.

Meningkatkan Penyaluran Dana Bergulir

Selain memperkuat sinergi ekosistem koperasi, dan program ketahanan pangan, piloting project ini juga dalan rangka meningkatkan penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM.

“Ini otomatis meningkatkan penyaluran dana bergulir, karena working capital daripada Al-Ittifaq menggunakan dana bergulir dalam membeli produk petani secara tunai, dan KSP AMAJ melalui anggotanya fokus berproduksi dengan permodalan dari dana bergulir, karena masalah petani ini adalah akses pasar dan permodalan,” ungkapnya.(Jef)

KSPPS BMT BIMA Berharap LPDB-KUMKM Menjadi Lembaga Prioritas Bagi Koperasi

Magelang:(Globalnews.id)-Koperasi menjadi salah satu sektor keuangan yang berperan penting dalam mendorong peningkatan perekonomian nasional dan ekonomi dalam masyarakat.

Koperasi yang menjadi pilar utama perekonomian bangsa memilliki fungsi menguatkan ekonomi rakyat melalui skema yang mudah dan demokratis, sehingga menjadi sentra kegiatan ekonomi bagi setiap lapisan masyarakat, mulai dari tingkatan paling bawah, menengah, hingga atas.

Kehadiran Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) melalui satuan kerjanya yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjadi perwakilan pemerintah di tengah masyarakat dalam upaya mendukung eksistensi koperasi di tanah air.

Suntikan permodalan yang asalnya dari APBN ini menjadi sumber dana untuk digulirkan kepada pelaku usaha koperasi, dengan UMKM sebagai penerima akhir (enduser) dari dana bergulir tersebut.

Salah satu mitra koperasi penerima pembiayaan LPDB-KUMKM di Kabupaten Magelang Jawa Tengah adalah Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Insan Mulia (KSPPS BMT BIMA).

KSPPS BMT BIMA menyakini keberadaannya di tengah masyarakat menjadi salah satu penyangga ekonomi daerah. Melalui fasilitas permodalan yang telah diterima sejak tahun 2011 hingga 2022, KSPPS BMT BIMA telah memperoleh dana bergulir sebanyak enam kali pembiayaan.

Pada tahun 2011, KSPPS BMT BIMA memperoleh pembiayaan pertama dari LPDB-KUMKM sebesar Rp13 miliar, dan satu tahun kemudian mendapat suntikan modal kembali sebesar Rp2,5 miliar. Kedua pembiayaan tersebut tercatat dengan status kolektibilitas lunas. Delapan tahun berselang, tepatnya di bulan Desember 2020, pembiayaan yang ketiga diperoleh KSPPS BMT BIMA sebesar Rp12 miliar, dan di tahun 2021 mendapatkan pembiayaan keempat sebesar Rp20 miliar.

Tahun pun berganti, pada Maret 2022, koperasi mengajukan permohonan pembiayaan kelima, dan disetujui oleh LPDB-KUMKM dengan total plafond sebesar Rp20 miliar. Di tahun yang sama di bulan November 2022, koperasi mendapat pembiayaan LPDB-KUMKM yang keenam sebesar Rp15 miliar. Keempat pembiayaan tersebut tercatat dengan status kolektibilitas pembiayaan lancar.

Ketua KSPPS BMT BIMA Abdul Hadi Nashir mengatakan, pembiayaan yang diterima koperasi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas salah satunya dengan menambah modal kerja, sehingga koperasi dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada anggota.

“Sebagai lembaga penyalur pembiayaan bagi koperasi, LPDB-KUMKM ibarat oase di gurun pasir. Bagaimana tidak, sejak mengetahui keberadaan LPDB-KUMKM melalui kegiatan sosialisasi yang diwadahi Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI), KSPPS BMT BIMA tertarik untuk mengakses pembiayaan LPDB-KUMKM karena menawarkan bagi hasil yang rendah sehingga dapat dimanfaatkan untuk perkuatan permodalan dan peningkatan kesejahteraan anggota,” jelas Abdul Hadi.

Koperasi yang berdiri pada tahun 1995, dimotori oleh tujuh alumni Lembaga Manajemen Insan Mulia (LMIM) Muntilan, dengan modal awal sebesar Rp530,800. KSPPS BMT BIMA merupakan BMT pertama di Kabupaten Magelang, tepatnya di Kota Muntilan Jawa Tengah, yang berkantor pusat di Jalan Pemuda Barat Nomor 2 Muntilan, Kabupaten Magelang.

Abdul Hadi memaparkan, hingga Desember 2022, KSPPS BMT BIMA memiliki total anggota sebanyak 37.092 orang, dengan jumlah karyawan sebanyak 117 orang. Koperasi juga mencatatkan total aset sebesar Rp229,67 miliar, dengan jumlah omzet sebesar Rp168,92 miliar.

“KSPPS BMT BIMA memiliki segmentasi anggota di kelas ekonomi mikro, sehingga dalam upaya meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan memiliki strategi yang harus terlaksana di setiap tahunnya,” tutur Abdul Hadi.

KSPPS BMT BIMA berharap agar LPDB-KUMKM menjadi lembaga prioritas bagi koperasi dalam meningkatkan modal usaha dan dapat mendampingi mitra koperasi di segala aspek. Hal ini dilakukan agar misi LPDB-KUMKM dalam memajukan koperasi Indonesia dapat tercapai.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo meyakini bahwa sektor UMKM menjadi penopang utama dari pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui wadah usaha koperasi yang memainkan peran pentingnya. Kehadiran LPDB-KUMKM di tengah masyarakat memiliki tugas utama dalam melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk permodalan koperasi berupa pinjaman atau pembiayaan dengan tarif layanan yang rendah.

“LPDB-KUMKM mempunyai target penyaluran dana bergulir di tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun. Target tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan akses pembiayaan atau pinjaman kepada koperasi yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, dan jasa. Dukungan keuangan ini diharapkan dapat membantu koperasi dalam meningkatkan produktivitas dan daya saingnya,” ujar Supomo

Pihaknya mengaku optimis dengan target yang diberikan, kendati saat ini masih banyak pelaku usaha yang terdampak akibat terjangan resesi global. LPDB-KUMKM berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui koperasi, oleh karenanya upaya “jemput bola” dalam memaksimalkan penyaluran dana bergulir terus dilakukan ke seluruh wilayah di Indonesia, tambah Supomo.

“Kami tidak hanya memberi dukungan permodalan bagi mitra koperasi, namun juga dalam hal pengembangan kapasitas pengelolaan usaha koperasi. Ini merupakan upaya kami dalam memastikan pinjaman atau pembiayaan digulirkan secara tepat penyaluran, tepat pemanfaatan, dan tepat pengembalian. Harapannya, dana bergulir dapat dimanfaatkan optimal oleh pelaku usaha koperasi dan UMKM sebagai penerima akhir, guna peningkatan perekonomian daerah, dan terutama untuk pemulihan ekonomi nasional,” tutup Supomo.(Jef)

Komitmen KSP Dharma Siaga Bali Untuk Maju Bersama LPDB-KUMKM

Bali:(Globalnews.id)-Upaya menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui badan usaha koperasi terus digiatkan pemerintah, di antaranya oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Suntikan modal LPDB-KUMKM menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku UMKM yang merupakan anggota koperasi sekaligus penerima akhir dana bergulir.

Seperti salah satu penerima dana bergulir di Provinsi Bali yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dharma Siaga, koperasi yang berdiri pada tahun 2003 ini telah empat kali memperoleh fasilitas pinjaman dari LPDB-KUMKM. Pinjaman pertama digulirkan pada tahun 2012 melalui pencairan bertahap dengan total plafond sebesar Rp2 miliar. Pinjaman kedua digulirkan pada tahun 2014 dan 2015 melalui pencairan bertahap dengan total plafond sebesar Rp5 miliar. Kedua pinjaman tersebut kini telah lunas.

Lalu, pinjaman ketiga digulirkan pada tahun 2021 sebesar Rp5 miliar, dan pinjaman keempat digulirkan pada Maret 2023 sebesar Rp8 miliar. Hingga kini, kedua pinjaman tersebut berstatus kolektibilitas lancar.

Ketua KSP Dharma Siaga I Gede Suriadnyana mengatakan, biaya bunga yang lebih rendah dari lembaga pembiayaan lain menjadi alasan utama koperasi bermitra dengan LPDB-KUMKM. Di samping itu, berbagai kemudahan dirasakan koperasi sehingga mempermudah pula proses penyaluran pinjaman kepada anggota.

Seiring berjalannya usaha, hingga Maret 2023 KSP Dharma Siaga memiliki total anggota sebanyak 2.987 orang, dengan jumlah karyawan sebanyak 30 orang. Koperasi yang beralamatkan di Jalan Pura Demak I Nomor 9 Denpasar Bali, berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp95,27 miliar.

Suriadnyana menjelaskan, informasi awal mengenai LPDB-KUMKM didapatkan dari sosialisasi Dinas Koperasi dan UKM. Informasi awal ini kemudian ditindaklanjuti oleh koperasi dengan mencari informasi lebih banyak lagi mengenai LPDB-KUMKM. Setelah mengetahui beberapa persyaratan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses pengajuan pinjaman dana bergulir, koperasi memutuskan untuk mengajukan permohonan pinjaman dengan arahan dan bimbingan dari LPDB-KUMKM.

“Setelah mendapatkan dana bergulir, KSP Dharma Siaga terus berinovasi dalam meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan di tahun 2023. Melalui Rencana Kerja (RK) yang dibuat setiap tahunnya, koperasi berharap strategi tersebut dapat mencapai target dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya anggota koperasi yang berada di wilayah Denpasar Bali dan sekitarnya. Selain itu, KSP Dharma Siaga juga konsisten melakukan promosi baik door to door mapun melalui kanal media sosial. Penerapan sistem operasional Giosoft, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan koperasi dalam proses pencatatan keuangan dan seluruh transaksi,” ujar Suriadnyana.

Melalui sejumlah strategi dan sinergi, Suriadnyana berharap, LPDB-KUMKM tetap mempertahankan penyaluran dana bergulir dengan bunga layanan yang rendah. Selain dukungan permodalan dari LPDB-KUMKM, sinergi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar dan Provinsi Bali diharapkan dapat meningkatkan kualitas usaha koperasi dan anggota, sehingga dapat maju dan berkembang bersama KSP Dharma Siaga,” harap Suriadnyana.

Senada dengan KSP Dharma Siaga, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyatakan konsistensinya atas visi dan misi LPDB-KUMKM dalam memulihkan ekonomi nasional melalui koperasi. Kontribusi LPDB-KUMKM terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sangat dibutuhkan, khususnya peran penting koperasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Koperasi memiliki peran sebagai lembaga ekonomi, lembaga sosial, dan lembaga pendidikan. Koperasi yang dikelola dengan asas demokratis dan kekeluargaan menjadi wadah usaha profesional yang memberi manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat. Peranan pendampingan dari LPDB-KUMKM juga tidak kalah penting dalam upaya mendampingi calon mitra dan mitra LPDB-KUMKM, bersama-sama dengan deputi teknis di Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Supomo.

LPDB-KUMKM yang memiliki target penyaluran di tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun, jelas Supomo, mencatatkan akumulasi penyaluran sejak tahun 2008 hingga April 2023 sebesar Rp16,16 triliun. Per tahun 2023, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp330,61 miliar, yang disalurkan melalui pola konvensional sebesar Rp224,75 miliar dan pola syariah sebesar Rp105,86 miliar.

“Koperasi dan UMKM yang sejak dulu menjadi sokoguru perekonomian nasional, saat ini juga didorong menjadi bagian dari “Tri Sukses” LPDB-KUMKM yakni sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian. Sinergi dengan mitra koperasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya dalam menstabilkan situasi ekonomi dan upaya pemulihan ekonomi nasional,” tutup Supomo.(Jef)

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Ini Strategi LPDB-KUMKM Perkuat Sektor Koperasi dan UMKM Nasional

Jakarta:(Globalnews.id)-Sepanjang tahun 2023, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) ditargetkan menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,8 triliun.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengungkapkan, pihaknya mengaku optimis dengan target yang diberikan, meskipun saat ini tengah ada tekanan akibat dampak dari gejolak perekonomian global.

“Memang dengan siatuasi kondisi ekonomi seperti saat ini, tentunya kami lebih prudent, kami lebih hati hati dan konsentrasi kepada koperasi sektor riil,” kata Supomo di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Menurut Supomo, penyaluran dana bergulir ini bertujuan untuk memberikan dukungan akses pembiayaan atau pinjaman kepada koperasi yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, dan jasa. Dukungan keuangan ini diharapkan dapat membantu koperasi meningkatkan produktivitas dan daya saingnya.

“LPDB-KUMKM berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Kami percaya bahwa koperasi memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan oleh karena itu, kami ingin memberikan dukungan keuangan yang maksimal kepada koperasi di seluruh Indonesia,” ujar Supomo.

*Libatkan Komunitas*

Selain menyasar kepada koperasi sektor riil, lanjut Supomo, pihaknya juga akan intens melibatkan komunitas baik itu koperasi syariah maupun koperasi konvensional, sebab dengan melalui komunitas akan memberikan kemudahan dalam mensosialisasikan program-program pinjaman atau pembiayaan dana berguli.

“Strateginya kami akan mendekati komunitas-komunitas, kemudian tim daripada frontliner (pelayanan pinjaman atau pembiayaan) untuk lebih aktif melihat kembali mitra mitra yang sudah ada untuk dikembangkan lebih lanjut. Dan juga kami lebih meningkatkan koordinasi dengan daerah-daerah. Insyaallah sangat optimis mencapai target yang diberikan pemerintah,” tegas Supomo.

*Lanjutkan Pendampingan*

Strategi selanjutnya adalah, dengan memperkuat program pendampingan kepada koperasi dalam pengelolaan usaha dan manajemen keuangan, hingga laporan keuangan, sehingga berdampak pada peningkatan kepercayaan daripada masyarakat.

Dalam rangka memaksimalkan program ini, LPDB-KUMKM juga telah menggandeng Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk memberikan pendampingan dan bimbingan teknis dalam penyusunan laporan keuangan koperasi yang berstandar

Tak hanya itu, dalam melaksanakan program pendampingan LPDB-KUMKM juga terus melaksanakan Program Inkubator Wirausaha yang melibatkan 10 lembaga inkubator dalam menjalankan inkubasi kepada koperasi dan juga pelaku startup.

“Program pendampingan ini merupakan salah satu upaya LPDB-KUMKM untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha koperasi, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Melalui pendampingan ini, diharapkan koperasi dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik dan mengoptimalkan potensi usahanya,” kata Supomo.

Adapun pendampingan yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM bukan hanya kepada calon mitra maupun tenant program inkubator tetapi juga termasuk koperasi yang telah menjadi mitra LPDB-KUMKM. Tujuannya adalah untuk membantu koperasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaannya, sehingga dapat mengelola dana tersebut dengan baik dan efektif.

“Kami tidak hanya memberikan dukungan keuangan kepada koperasi, tapi juga memberikan dukungan dalam hal pengembangan kapasitas pengelolaan usaha. Hal ini merupakan upaya kami untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak yang positif bagi koperasi dan perekonomian nasional,” jelas Supomo.

Sejak tahun 2008 hingga 2023, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp16,1 triliun, yang disalurkan kepada 3.240 mitra di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk tahun 2023 ini, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp299 miliar, dengan rincian pola konvensional sebesar Rp203 miliar, dan pola syariah sebesar Rp96 miliar.(Jef)