Arsip Tag: smesco Indonesia

Smesco Indonesia gelar event “Telkomsel Pasar Nusa Dua”,Pemantik Ekonomi UKM Komoditi Unggulan Indonesia

Bali:(Globalnews id)- Sebagai pendukung pelaksanaan Presidensi G20 yang siap digelar di Bali, Indonesia, Smesco Indonesia bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menyelenggarakan aktivasi inisiatif pertama dari Presidensi G20 yaitu event “Telkomsel Pasar Nusa Dua” bertempat di Bali Collection, Kawasan ITDC Nusa Dua Bali.

Event yang akan berlangsung selama tiga hari di akhir pekan yaitu 6-8 Mei 2022 ini, mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para stakeholders utama yaitu PT Telkomsel (Persero), PT. HM Sampoerna Tbk, dan Bizhare, serta komunitas dan pegiat UKM di Indonesia Wilayah Timur. Smesco Indonesia juga menggaet The Brightspot Market, Bali-Based Enterpreneur Network, Bali Initiative Hub, dan BEDO dalam penyelenggaraannya.

Event Telkomsel Pasar Nusa Dua dihadiri dan mendapatkan apresiasi tinggi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Menteri Koperasi dan UKM. Diharapkan event ini dapat menjadi benchmark kreatif event pemerintah dalam mendukung para UKM.

“Event ini merupakan sebuah gambaran atau mini showcase atas citra positif kebangkitan dan kemajuan dari teknologi, ekonomi, serta budaya Indonesia yang akan ditampilkan pada saat puncak Presidensi G20 nantinya,” ucap Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata dalam keterangan resminya, Kamis (05/05/2022).

Hidupkan geliat Ekonomi Membumi, Telkomsel Pasar Nusa Dua akan menampilkan para UKM lokal yang memiliki narasi usaha ataupun produk yang Sustainable Development Goals (SDGs), dan Environment, Social, and Government (ESG) yang telah melalui proses kurasi dari kategori food village, retail market, music and art, serta sejalan dengan misi Indonesia pada Presidensi G20 yaitu untuk mendorong upaya kolektif dunia dengan mewujudkan kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. “Area Event akan terbagi menjadi empat bagian yang terdiri dari: (1) Pop Up Restaurant Area yang dibangun dengan menggabungkan teknologi 3D printing oleh UKM Indonesia dan bamboo sebagai bahan konstruksinya, akan menyajikan berbagai makanan dengan konsep future food sebagai representasi dari project “Spice Up The World”; (2) Pop Up Bar, menampilkan produk craft beer dan arak unggulan Bali (3) Exhibition Area, menampilkan berbagai produk representasi dari UKM unggulan dengan konsep future SME dan Ekonomi Membumi yaitu Tani, Saji, dan Seni; (4) Stage Area, menampilkan live music performance dari musisi Bal,” ungkap Leo.

Lebih lanjut Direktur Utama SMESCO Indonesia, Leonard Theosabrata menambahkan, event Telkomsel Pasar Nusa Dua yang dilakukan di Bali ini juga merupakan salah satu rangkaian upaya pemerintah dalam mendukung sektor ekonomi melalui ekspor komoditi unggulan di Indonesia wilayah timur. “Didukung dengan didirikannya Smesco Hub Timur yang juga berada di kawasan ITDC Nusa Dua Bali dan ekosistemnya yang berfungsi sebagai hub percepatan penyerapan komoditas wilayah timur agar go global melalui ekspor,” tegasnya.

Kolaborasi apik dan saling mendukung antara Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Private Sector, Asosiasi, Komunitas, dan masyarakat, diyakini menjadi kunci keberhasilan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi di Indonesia.(Jef)

Dukung Peningkatan Omzet Pelaku UMKM, KemenKopUKM Gelar Pasar Kaget Di SMESCO

Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM melalui SMESCO Indonesia menggelar Pasar Kaget SMESCO 2022 yang memberikan beragam penawaran menarik seperti diskon bahan pangan seperti minyak, daging, dan lainnya hingga ada vaksin booster, demo masak, dan pelatihan digital marketing.

Dalam acara ini juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim dan pemberian KUR untuk nasabah mitra BRI sebesar Rp500 juta serta nasabah Mitra BNI sebesar Rp350 juta.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan acara seperti ini perlu terus dikembangkan berpotensi dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif SMESCO beserta seluruh mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar kaget hari ini. Saya kira SMESCO perlu mengembangkan kegiatan yang bisa meningkatkan omzet pelaku UMKM. Mereka harus dibantu untuk bisa mengakses pasar lebih baik. Selain mendampingi mereka, kembangkan produk, model bisnis, akses pembiayaan, akses alat produksi, supaya mutu produk meningkat, tapi yang paling penting tingkatkan omzet baik secara offline dan online,” kata Teten dalam acara Pasar Kaget SMESCO 2022 di Area Depan Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (26/4).

Lebih lanjut, Menteri Teten menilai bahwa SMESCO saat ini bukan hanya untuk pasar domestik saja, tapi juga pasar global. Dia menekankan bahwa SMESCO harus menjadi rumah dagang bagi para pelaku UMKM.

Menurutnya, saat ini UMKM harus mulai unjuk gigi dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Pasalnya, lapangan kerja itu 97% berasal dari UMKM. Tapi akses kredit UMKM hanya 20%. Usaha besar yang justru mengakses kredit sebesar 80% hanya menyediakan lapangan kerja 3%.

“Sudut pandang UMKM sebagai bantalan ekonomi harus berubah karena UMKM belum dilihat sebagai tulang punggung ekonomi. Kita harus berubah. Karena dengan mengubah sudut pandang ini, akses pembiayaan, infrastruktur, akses lahan, permodalan, dan lainnya juga akan berubah,” kata Menteri Teten.

Sementara itu, Director of Business dan Marketing SMESCO Wientor Rah Mada menjelaskan bahwa pasar kaget ini sebenarnya bukan program baru dari SMESCO. Namun, karena pandemi, pasar kaget ini baru dapat dilakukan kembali di tahun ini.

“Pasar Kaget SMESCO ini hanya satu hari, dimulai dari pukul 10.00 WIB. Beragam diskon mulai dari 10% sampai 50%. Momentum ini kami pakai untuk meningkatkan penjualan produk UMKM yang ada di Gedung SMESCO. Kami tampilkan 52 booth dengan 56 peserta UKM yang beragam. Sebanyak 200 orang juga ditargetkan mendapatkan vaksinasi di sini,” kata Wientor.(Jef)

SMESCO Indonesia Dapat Perhatian dari Presiden Jokowi, MenKopUKM: Pengelolaan Harus Profesional

Jakarta:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM yakni SMESCO Indonesia harus dilakukan secara profesional.

Pasalnya, SMESCO Indonesia sebelumnya hanya dikenal sebagai tempat yang mengandalkan binsis dengan properti yang dimiliki, dalam artian sering disewakan untuk acara pernikahan dan beragam acara lainnya.

“Pengembangan SMESCO ini jadi perhatian langsung dari Pak Presiden, di mana mengelola SMESCO ini harus dilakukan secara profesional. SMESCO ini sebetulnya hampir sama dengan BUMN, dalam artian harus bisa hidup dari bisnis sendiri dan tidak hanya sekadar disuntik APBN saja,” ungkapnya dalam acara Townhall Meeting LLP-KUKM atau SMESCO Indonesia di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (27/12).

Maka dari itu, menurut Teten, SMESCO Indonesia saat ini telah melakukan perombakan dan mengubah bisnis model sebagai trading house dan center of excelence untuk UMKM dengan beberapa program, di antaranya Smesco Labo untuk meningkatkan kualitas produksi dan product knowledge, Siren.ID yang merupakan akses perluasan pemasaran produk UMKM, Smesco Fulfillment Center, yang merupakan solusi jaringan logistic terintegrasi dengan tarif flat, BNI XPORA trading house UMKM yang merupakan pusat layanan ekspor serta program pemasaran lainnya.

“Saya optimis dengan perubahan bisnis model ini, SMESCO Indonesia akan maju dan ini yang kita semua harapkan,” ujar Teten.

Teten menambahkan, saat ini SMESCO Indonesia harus terintegrasi dengan agenda besar KemenKopUKM yakni mengubah struktur ekonomi Indonesia, di mana 99,6% usaha di Indonesia masih didominasi oleh usaha mikro. Karena itu, lanjutnya, program utama KemenKopUKM saat ini ialah melakukan redesain kebijakan agar UMKM Indonesia naik kelas.

“Pendekatannya ekosistem, bagaimana pembiayaan untuk UMKM bisa makin mudah, bisa mengakses modal ventura, pembiayaan koperasi juga. Akses pasar juga kita tingkatkan. Termasuk pengembangan kewirausahaan dan SDM.  Makanya nanti di SMESCO Indonesia akan ada proses inkubasi dan kurasi produk. Saya optimis ke depan kita akan punya produk UMKM yang terkurasi dengan baik dan mampu go global,” tegasnya.

*Proyeksi SMESCO Tahun 2022*

Di tempat yang sama, Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata menuturkan bahwa pada tahun depan, pihaknya telah memiliki beberapa target yang akan dilakukan.

Target tersebut ialah defisit SMESCO Indonesia berada pada titik nol, kenaikan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mencapai 20% sampai dengan 35% atau Rp18 miliar sampai Rp22 miliar, dan pengembangan SMESCO Hub Timur.

“Untuk menuju defisit nol di tahun depan, strategi kita tetap sama seperti tahun ini, yaitu PNBP hanya untuk gaji karyawan, tidak ada yang lain. Semua program bisa kita lakukan bukan dari PNBP tapi dari pihak lain. Ini berjalan dan yang kita lakukan semua sponsorship. Maka dari itu, PNBP di tahun depan diperbolehkan jadi investasi tapi programnya harus make sense,” ucap Leo.

Untuk menuju target PNBP 20% sampai 35%, Leo yakin hal ini dapat tercapai di tahun 2022 dengan strategi di antaranya melakulan pembenahan Paviliun Provinsi dan investasi di cloud kitchen, di mana cloud kitchen merupakan ketersediaan mesin canggih untuk memproduksi produk UMKM bekerja sama dengan BPOM dan pihak lainnya.

“Kita juga memiliki agenda G20 dan akan kita tingkatkan SMESCO Hub Timur agar mampu mendatangkan investasi ke Indonesia. Capex pendirian Smesco Hub Timur full dari sponsor sebanyak Rp2,5 miliar total investasinya. Tujuannya 100 UMKM naik kelas dari 80% kecil ke menengah 20% menengah ke besar dengan total ekspor US$ 15 juta. Prioritas kita di SMESCO Hub Timur ini untuk agro based produk, herbal dan lokal ingredience,” tegasnya.

“Nanti kita juga akan menghadirkan kurasi nasional, agar SMESCO Indonesia dapat menghadirkan sertifikasi untuk UMKM. Untuk mencapai itu kita harus tingkatkan integrasi. Nanti akan ada konvoi produk nasional yang ujungnya kepada go global,” pungkas Leo.(Jef)

KemenKopUKM Melalui Smesco Indonesia Dorong Peningkatan Kapabilitas Koperasi dan UMKM Kabupaten Solok

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM melalui SMESCO Indonesia mendorong pemberdayaan dan peningkatan kapabilitas koperasi dan UKM Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Hal ini dilakukan melalui program peningkatan kapasitas dan kapabilitas jejaring pemasaran dalam ekosistem SMESCO Indonesia kepada 200 UMKM Kabupaten Solok.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Solok dapat terus tumbuh, berkembang dan menjadi pemacu pemulihan ekonomi pasca pandemi melalui program ini.

“Saya berharap pelaku UMKM Kabupaten Solok, dapat semakin berdaya saing, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman SMESCO Indonesia dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Pemberdayaan dan Peningkatan Kapabilitas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah guna mendukung pemulihan ekonomi, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (27/12)

Menurut Teten, untuk dapat tumbuh, berkembang dan berkontribusi dalan pemulihan ekonomi, pelaku UMKM harus bertransformasi dari informal ke formal.

Dia menambahkan, saat ini postur pekaku UMKM masih di dominasi usaha mikro dengan presentase sebesar 99,6%, dan menyerap tenaga kerja hingga 97%. Namun demikian, 97% tenaga kerja yang terserap masih berada di sektor informal, sektor rumah tangga, bukan ekonomi produktif.

Kementerian Koperasi dan UKM, terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi dari informal ke formal, untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.

“Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk mempercepat pengurusan jiin usaha atau NIB. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM dapat dengan mudah mendapatkan izin edar dari BPOM, sertifikasi halal, termasuk semakin mudah dalam mengakses pembiayaan,” ujar Teten.

Di tempat yang sama, Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata berharap bahwa kerja sama dengan Kabupaten Solok tidak berhenti hanya pada penandatanganan MoU saja, tapi ada pencapaian yang dapat direalisasikan.

“Kita yakin dengan kolaborasi dapat menghasilkan banyak hasil positif untuk UMKM. Kita sudah banyak lalukan MoU sampai 90 lebih dengan berbagai pihak dan harus ada inisiatif. Jadi harus menghasilkan produk dan investasi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutur Leo.

Lebih lanjut Leonard menjelaskan MoU ini adalah kali pertama SMESCO berkerjasama intensif dengan pemerintah setingkat kabupaten dalam kurun waktu panjang, selama satu tahun SMESCO dan Pemerintah Kabupaten Solok akan melakukan pelatihan kepada UMKM berbagai sektor khususnya agrobased dan herbal spa, indigenous local produk atau yang kita kenal sebagai produk kearifan local dan produk kuliner khas lokal.

Bupati Solok, Epyardi Asda menambahkan bahwa pihaknya memiliki beberapa komoditas unggulan yang dapat dikembangkan, di antaranya ialah nilam atau bahan untuk minyak atsiri, beras, rendang, kopi dan lainnya.

Dia pun meminta arahan kepada KemenKopUKM dan SMESCO Indonesia agar berbagai komoditas unggulan daerahnya dapat berkembang lebih lanjut.

“Kami sangat bangga dan punya potensi yang perlu dikembangkan. Kami mohon bimbingan dari bapak semua. Saya janjikan, ini nggak hanya sebagai MoU saja, saya tekankan bahwa saya jamin 100% agar MoU ini berjalan sebaik-baiknya,” tegas Asda.

Lebih lanjut, pokok yang menjadi ruang lingkup dari MoU ini di antaranya ialah pengembangan, peningkatakan promosi dan pemberdayaan serta sosialisasi kepada pelaku UMKM, termasuk pertukaran data dan informasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di digital guna mempersiapkan program UMKM Kabupaten Solok bangkit.

Selain itu, MoU ini juga ingin menghadirkan sinergi dalam pemasaran online dan offline serta pendampingan dan inkubasi untuk pengembangan dan peningkatan kapabilitas bagi pelaku UMKM di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya ialah pemberian layanan informasi pasar, sarana pemasaran promosi produk, serta distribusi produk UMKM dan Teknik pemasaran serta inkubasi pemasaran yang tepat sasaran.

Dengan misi meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, UMKM, perdagangan dan pariwisata, Pemerintah Daerah telah mengajukan proporsal manajemen usaha untuk meningkatkan UMKM kepada Pihak Smesco melalui fasilitas Center of Excelence yang dimiliki oleh Smesco diantaranya Smesco Labo untuk meningkatkan kualitas produksi dan product knowledge, Siren.ID yang merupakan akses perluasan pemasaran produk UMKM, Smesco Fulfillment Center, yang merupakan solusi jaringan logistic terintegrasi dengan tarif flat, BNI XPORA trading house UMKM yang merupakan pusat layanan ekspor serta program pemasaran lainnya yang akan dikolaborasikan antara Smesco dan Pemerintah Kabupaten Solok.

Kesepakatan yang akan dilaksanakan tersebut adalah sebagai upaya bersama untuk mendorong peningkatan sektor perekonomian, sekaligus menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, berdasarkan azas saling membantu dan saling mendukung sesuai dengan kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dengan SMESCO Indonesia. (Jef)

KemenKopUKM Bersama SMESCO Indonesia Kimia Farma Apotek Dorong Penjualan Produk UKM

Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM bersama SMESCO Indonesia dan Kimia Farma Apotek, berkolaborasi memperluas akses pemasaran dalam negeri bagi UKM herbal dan spa sebagai langkah pemerintah dalam pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19, dimana UKM sebagai pihak yang terdampak sangat keras.

Direktur Utama (Dirut) SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata dalam Konferensi Pers secara daring, Jumat, 10 Desember 2021, mengatakan upaya
tersebut sudah dimulai tepatnya sejak tanggal 3 Maret 2021 lalu.

“Dan sejak dilakukannya penandatanganan tersebut SMESCO Indonesia sebagai lembaga resmi pemerintah yang bertugas memasarkan produk UKM di Indonesia melakukan quick out of the box business model shifting,” kata Leonard.

Dari situ kata dia, menjadi bukti bahwa SMESCO Indonesia sudah mampu menjadikan momentum pandemi sebagai pemicu peningkatan penjualan produk tertentu yang diproduksi oleh UKM yang memiliki produk khusus di bidang kesehatan, khususnya herbal dan spa, dimana bahan bakunya telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu di Nusantara ini.

Sebagai informasi, selama sembilan bulan efektif melaksanakan kolaborasi perluasan akses pemasaran antara SMESCO Indonesia dan Kimia Farma, dari total transaksi yang sukses dicapai, terdapat 40 UKM yang telah difasilitasi dalam Program Smesco X Kimia Farma, 7 Purchase Order, 120 SKU (Stock Keeping Unit), dan sebanyak 30.000 produk UKM telah diorder oleh Apotek Kimia Farma.

“Lebih lanjut kerjasama ini di tahun 2022 akan menyasar kepada kelompok UKM yang lebih besar di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, SMESCO Indonesia akan menitikberatkan pada rencana bisnis berkelanjutan mempertimbangkan minat UKM onboarding ke Kimia Farma besar sekali, produk banyak yang bagus namun tidak punya sertifikasi BPOM. Di tahun depan, masalah perizinan BPOM akan menjadi langkah selanjutnya untuk ditindaklanjuti. Sehingga jumlah UKM yang lolos kurasi dapat meningkat.

Tercatat ada 10 produk UKM kategori herbal dan spa yg siap onboarding pengurusan ijin edar di tahun depan.

“Setiap produk herbal yang masuk ke Kimia Farma, akan dibantu pemasaran digitalnya oleh SMESCO Indonesia sehingga produk bisa cepat terjual. Pemasaran target di masing-masing kota akan bekerjasama dengan Facebook, Instagram Meta, per area,” katanya.

Lompatan SMESCO Indonesia di tahun 2022, kata Leo, akan mulai menggarap pemasaran digital lebih serius dikarenakan tuntutan perkembangan zaman. Sebagai mock up SMESCO Indonesia membangun platform SIREN.ID sebagai katalisator pemasaran digital.

Lebih lanjut SMESCO Indonesia akan mengklasifikasi produk fast moving yang terjual di jaringan Kimia Farma Apotek sebagai produk unggulan, seperti essentials oil akan di perluas varian jenisnya.

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Apotek juga berorientasi menuju pasar ekspor, sebagaimana Kimia Farma Apotek akan ekspansi memperluas jaringan pemasaran negara Arab Saudi, dimana pasar produk UKM awalnya akan menyasar pemenuhan kebutuhan jemaah haji Indonesia.

SMESCO Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kimia Farma Apotek akan berkolaborasi mengadakan pelatihan komprehensif bagi UKM secara berkelanjutan sehingga capaian produk UKM masuk ke dalam rantai pasok nasional jumlahnya semakin meningkat secara kuantitas dan kualitas.

Kolaborasi SMESCO Indonesia dan Kimia Farma Apotek ini merupakan bagian dari initiative SMESCO yaitu Konvoi Produk Nasional.

KPN adalah kumpulan produk-produk unggulan dari UKM seluruh Indonesia – baik dalam bentuk barang maupun jasa – yang telah melalui serangkaian kurasi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu oleh tim kurator yang kompeten di bidangnya masing-masing. Kriteria-kriteria ini diperlukan untuk menjamin KPN sebagai satu platform pertukaran produk yang berkualitas.

Kriteria-kriteria yang ditetapkan untuk menyeleksi produk dari UKM yang akan masuk ke dalam KPN akan disusun sesuai dengan tantangan-tantangan dunia usaha di masa kini dan masa depan. Dengan demikian, program-program dalam Sparc Campus memiliki relasi erat dengan upaya mempersiapkan UKM untuk masuk ke dalam KPN.(Jef)

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Nilai Transaksi Produk UMKM Rp3 Miliar


Jakarta:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM melalui Smesco Indonesia terus mendorong UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok, salah satunya melalui jaringan bisnis Apotek Kimia Farma.

Program Smesco X Kimia Farma yang sudah berjalan sejak awal tahun 2021, telah membukukan nilai transaksi mencapai Rp 3 Miliar, melalui 1300 jaringan Apotik Kimia Farma di Indonesia. Adapun, produk yang dipasarkan merupakan produk unggulan Herbal dan Spa.

Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata, menyampaikan Produk UMKM yang dikurasi melalui SMESCO telah diterima dan dipasarkan Kimia Farma, ini berarti secara kualitas dan manfaat produk Herbal dan Spa yang diproduksi UMKM telah memilik standar produk nasional.

“Kita optimis dengan strategi pemasaran SMESCO dan Kimia Farma dalam waktu singkat berhasil membukukan valuasi sales produk UMKM sebesar Rp. 3 Milyar melalui jaringan Apotek Kimia Farma. Program ini tentunya akan berkelanjutan, meningkatkan pencapaian yang lebih besar di tahun-tahun mendatang,” ucap Leonard Theosabrata, Selasa (30/11).

Leo menambahkan Program Smesco X Kimia Farma merupakan solusi pemasaran produk UMKM yang terdampak langsung di masa pandemi.

Sebagai informasi, dari total transaksi yang dicapai, terdapat 40 UKM yang telah difasilitasi dalam Program Smesco X Kimia Farma, 7 Purchase Order, 120 SKU (Stock Keeping Unit), dan sebanyak 30.000 produk UMKM telah diorder oleh Apotik Kimia Farma.

Bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung dalam program keren Smesco lainnya, pastikan terdaftar di tautan  dataukm.smesco.go.id/(Jef)

KemenKopUKM, Smesco dan Lakon Sukses Angkat Kain Tradisional Jadi Produk Modern Di Program KRTA


Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui Smesco Indonesia menggandeng Lakon Indonesia, serta didukung penuh oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Indonesia (BI) sukses menggelar pagelaran fesyen Aradhana dalam peluncuran program KRTA.

Pagelaran Aradhana dalam program KRTA digelar secara langsung di Gedung Smesco dan disiarkan live dari media sosial KemenKopUKM, Smesco Indonesia dan Lakon Indonesia, pada Kamis malam (11/11). Gelaran ini menghadirkan puluhan koleksi siluet Aradhana yang dikreasikan dari bahan-bahan kain tradisional atau wastra.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, produk-produk fesyen Aradhana dari kain tradisional yang ditampilkan, menjadi bukti bagaimana kain tradisional yang dikreasikan mampu menghasilkan hasil fesyen yang sangat menarik bahkan bernilai jual tinggi.

“Ini keren sekali. Banyak inspirasi dari sisi suplai kain atau hulu yang disediakan. Di mana kain tradisional ini datang dari berbagai daerah di Indonesia. Saya pastikan ini sangat berbeda dan menarik. Kita juga ingin menampilkan yang seperti ini di G20,” imbuh Menteri Teten dalam pagelaran Siluet Aradhana program KRTA di Gedung Smesco, Kamis malam (11/11).

MenKopUKM pun mengaku optimistis saat ini kain-kain tradisional bahkan yang berbasis etnik sekalipun bisa berkembang secara modern dan menghasilkan produk modern.

“Jadi bisa digunakan bukan hanya untuk acara tapi menjadi pakaian sehari-hari. Ini membuat nilai ekonominya menjadi tinggi. Dan UMKM yang terlibat didalamnya pun ikut terdampak kesejahteraannya. Kita ingin menghasilkan pakaian Indonesia yang baru,” terang Teten.

Ia menegaskan, produk fesyen yang dihadirkan dalam KRTA merepresentasikan keragaman Indonesia. Melalui Smesco LABO, pihaknya terus dapat mengambil peran strategis dalam ekosistem transformasi UKM masa depan atau the future SME.

“Hadirnya Proyek KeRTA merupakan satu bentuk eksplorasi future fashion, elaborasi desain dengan kearifan lokal dan sentuhan kontemporer,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, hasil produk fesyen KRTA diharapkan bisa menjadi tren. Di mana ide awalnya, Smesco ingin menciptakan pakaian yang bisa digunakan seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita punya pakaian tradisional yang akan tetap selalu ada, tetapi melalui KRTA kami ingin  menawarkan pakaian Indonesia yang baru, menjadi identitas yang baru,” ujar Leo.

Bahkan Leo punya mimpi, dalam 5 tahun ke depan, KRTA bisa menjadi kosakata baru layaknya Batik. “Saya sudah bicara dengan Kemendikbud apakah ini bisa menjadi warisan budaya benda.  Namun untuk menjadikan ini nyata, produknya harus diadopsi masyarakatnya dulu. Dalam arti kata masyarakat harus  mencintai produknya dulu. Itu harapan kita ke depan,” harapnya.

Jika semua teradopsi dengan baik, menurut Leo hal itu tak hanya berdampak bagi pelestarian budaya warisan kain tradisional, tetapi juga banyak UMKM diuntungkan. “Itu nilai ekonomi yang penting. Visinya memang meningkatkan ekonomi UMKM. Bayangkan jika pakaian BUMN, Kementerian bisa menggunakan produk KRTA. Ini sungguh luar bisa dampaknya. Sementara untuk IP nya ke depan akan kita urus,” tutur Leo.

Founder Lakon Indonesia Thresia Mareta mengaku bersyukur akhirnya pagelaran siluet Aradhana program KRTA bisa berjalan dengan baik. Ini katanya, merupakan ikhtiar hasil kolaborasi dengan Smesco Indonesia bagaimana transformasi UMKM khususnya kain tradisional.

“Ke depannya kami jalankan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Sehingga mereka bisa naik kelas dan memiliki mata pencaharian yang panjang di masa depan,” ujarnya.

Dalam menghadirkan proyek KRTA, Lakon melakukan riset pengembangan pola, sampai dengan membuat contoh produk.  “Hari ini yang kami tampilkan bukan langsung jadi, tetapi melalui proses yang cukup panjang,” jelas Thresia. (Jef)

Proyek KRTA Hadirkan Produk Fesyen Modern Dari Kain Tradisional Indonesia


Jakarta:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM melalui Smesco Indonesia bekerjasama dengan LAKON Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Indonesia (BI), meluncurkan proyek KRTA untuk menghadirkan produk fesyen modern yang berasal dari bahan baku wastra atau kain tradisional.

Produk ini diharapkan dapat menjadi pakaian Indonesia yang baru dan akan digunakan oleh masyarakat. Semua ini akan dihadirkan dalam “Pagelaran Bertajuk Aradhana” yang akan berlangsung pada 11 November 2021 pukul 19.30 WIB.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa proyek KRTA merupakan sebuah ikhtiar dalam menemukan interpretasi baru atas pakaian yang merepresentasikan keragaman Indonesia.

“Saya menyambut baik inisiatif bersama ini hasil kolaborasi apik dari SMESCO Indonesia dengan LAKON Indonesia, serta didukung penuh oleh Bank Rakyat Indonesia, dan peran Bank Indonesia, dalam menghadirkan Pergelaran Aradhana,” ungkapnya dalam Peluncuran Proyek KRTA di Smesco Indonesia, Pancoran, Jakarta, Senin (8/11).

Teten menambahkan bahwa hadirnya proyek KRTA merupakan salah satu bentuk eksplorasi future fashion, elaborasi desain dengan kearifan lokal dan sentuhan kontemporer.

Menurutnya, penggunaan bahan baku lokal berkualiatas yang ramah lingkungan, sampai dengan model bisnis pengembangannya yang sudah disiapkan, diharapkan dapat memberikan kesejahteraan yang optimal, bagi para pelaku UMKM lokal.

“Proyek KRTA dirancang agar outputnya, dapat menjadi alternatif referensi desain pakaian nasional modern dan inklusif yang dapat diadopsi semua UMKM fashion di seluruh Indonesia, serta hasil akhirnya menjadi kebanggaan kita, untuk dikenakan di berbagai momentum resmi, agenda nasional,” kata Teten.

“Semoga inisiatif baik ini, dapat melahirkan, beragam potensi kolaborasi, yang pada akhirnya menghadirkan dampak besar, bagi masyarakat luas, khususnya UMKM fashion tanah air. UMKM Bangkit Indonesia Maju,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, proyek KRTA merupakan bagian dari Smesco LABO yang merupakan inisiatif Smesco untuk menghadirkan UMKM masa depan.

Smesco LABO memiliki 4 pilar yang akan dikembangkan untuk menjadi UMKM masa depan yakni sektor makanan, kriya, fesyen dan otomotif.

“Jadi kita akan perkuat Research and Development (R&D) UMKM ini agar mereka dapat mengadopsi dan mempermudah usaha mereka ke depannya,” tegas Leo.

Dia berharap, Smesco LABO dapat menghadirkan gerbong baru bagi UMKM untuk mengembangkan diri dalam hal modernisasi dan penggunaan digital.

“Dari siluet yang akan dihadirkan di Pagelaran Aradhana semoga bisa diterima masyarakat untuk jadi pakaian Indonesia yang baru dan dipakai sebagai indentitas bersama. Akan timbul peluang ekonomi untuk UMKM dan penunjangnya,” tuturnya.

Founder LAKON Indonesia Thresia Mareta menambahkan bahwa pihaknya ingin membagikan ilmu kepada UMKM agar mereka dapat naik kelas dan memiliki mata pencaharian yang panjang di masa depan.

LAKON Indonesia, lanjutnya, melakukan riset pengambangan pola sampai dengan membuat contoh produk yang akan menjadi baham pelatihan dan pembinaan untuk UMKM nantinya.

“Kami pelajari pakaian tradisional Indonesia dari ujung barat ke timur. Kita buat siluet baru dan kita buat pola sederhana untuk UMKM di berbagai daerah. Dengan pola yang sangat sederhana ini akan membantu mereka di masa depan. Kami buat siluet juga sebagai panduan supaya kami memberikan ruang kreatifitas masing-masih daerah untuk ekplorasi kain mereka. Dari situ kami buat contoh siluet pakaian jadi yang diterapkan di berbagai kain tradisional jadinya seperti apa,” ucap Thresia.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari menambahkan bahwa pihaknya melibatkan 181 UMKM wastra binaan BI untuk bergabung dalam proyek KRTA.

Dia berharap warisan budaya nasional dalam bentuk wastra dan dari tiap daerah dapat diolah serta memberikan nilai ekonomis yang bermanfaat untuk pengembangan UMKM dan ekonomi.

“Pengembangan UMKM wastra ini menjadi penggerak ekonomi daerah. Semoga program ini semakin meningkatkan nilai ekonomi wastra di seluruh Indonesia,” ujar Yunita.

Executive Vice President Small & Medium Business Development BRI Sepyan Uhyandi menegaskan bahwa pihaknya ingin terlibat dalam proyek KRTA ini untuk menghadirkan UMKM masa depan Indonesia.

“Program ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan UMKM masa depan. Dalam membentuk fesyen tersebut dibuat blue print yang tidak hanya berbentuk baju saja, tapi pelatihan, pemasaran, pemilihan bahan dan lainnya dan menyangkut UMKM. Kita ingin ikut serta memajukan UMKM,” pungkas Sepyan. (Jef)

KemenKopUKM Resmikan Smesco Hub Timur untuk Optimalkan Potensi Produk UMKM di Wilayah Timur Indonesia

Bali:(Globalnews.id)- Kementerian Koperasi dan UKM meresmikan Smesco Hub Timur di Nusa Dua, Provinsi Bali yang diharapkan dapat mengotimalkan potensi produk UMKM di wilayah timur Indonesia. Tak tanggung-tanggung, ditargetkan nilai ekspor dari Smesco Hub Timur ini mencapai US$ 15 juta di tahun 2024.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Smesco Hub Timur ini menjadi sangat krusial. Pasalnya, Indonesia Wilayah Timur dikatakan memiliki banyak keunggulan domestik yang sangat layak untuk bersaing di level nasional maupun global.

“Indonesia Wilayah Timur ini memiliki keragaman sumber daya budaya, dari narasi hingga tradisi. Kekayaan sumber daya alam, bahan baku yang tidak hanya melimpah, namun padat nutrisi. Selaras dengan narasi healthness and well being dan juga keunggulan SDM yang memiliki potensi untuk terus berkembang,” ungkapnya dalam Penutupan Cerita Wastra, Sinergi KemenKopUKM dengan Dekranas di 5 Destinasi Super Prioritas, Nusa Dua, Bali, Jumat (29/10/2021).

Smesco Hub Timur ini memiliki luas sebesar 800 meter persegi dan akan menjadi pusat trading dan investasi untuk Wilayah Timur Indonesia.

Teten berharap, Smesco Hub Timur dapat mengambil peran sebagai katalisator, mengakselerasi dan mengamplifikasi potensi UMKM Wilayah Timur Indonesia untuk mendunia.

Selain itu, melalui Bali-based Entrepreneur Network (BEN) yang merupakan komunitas kewirausahaan sekaligus pengelola Smesco Hub Timur, Teten percaya dapat tercipta sumber-sumber ekonomi baru yang potensial untuk Bali dan Indonesia Timur di masa depan.

“Semoga sinergi ini dapat terus bergulir, membesar, dan tentu saja memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteran masyarakat luas,” kata Teten.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menambahkan, pendirian dari Smesco Hub Timur bertujuan untuk bangkit secara bisnis, pariwisata dan kebudayaan.

“Dengan adanya Smesco Hub Timur, akan didirikan investment hub dan showcase UMKM dan kita ingin Bali bangkit secara bisnis, tourism, dan budaya,” ujar Leo.

“Saya ingin ajak teman-teman Bali agar bangkit dan mengundang investment dari luar maupun lokal untuk UMKM naik kelas sehingga nanti Bali punya fundamental berbasis bisnis,” lanjutnya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menuturkan bahwa Smesco Hub Timur ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan pada perekonomian di Bali.

“Akibat Covid-19, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Bali mengalami kontraksi yang signifikan. Namun dengan adanya UMKM kita bisa bangkit lagi saat ini. Saya harap Bali mampu bangkit dan menyusul provinsi lainnya khususnya dengan dukungan dari UMKM,” tegas Tjokorda.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga menyambut baik pendirian Smesco Hub Timur di Bali sebagai sentra hub ekspor untuk kawasan indonesia Timur. “Terlebih dengan keberadaan Smesco sebagai lembaga resmi yang bertugas membantu akses pemasaran bagi UMKM. Saya optimis dengan adanya ini, UMKM Bali akan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” ucap Nyoman. (Jef)

Gandeng Pemprov Papua, Smesco Sediakan Solusi Ekosistem Dukung UMKM Papua Naik Kelas

Jakarta:(Globalnews.id)- Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, menginisiasi Smesco Papua Event, dengan memperkenalkan berbagai potensi produk-produk dari UMKM Papua, seiring dengan penyelenggaraan PON XX Papua 2021 yang berlangsung 2-15 Oktober 2021.

Dalam hal ini, Smesco menyediakan akses pemasaran produk UKM lewat berbagai kanal yang terlibat secara khusus, dalam pameran di Gedung Smesco dan melalui program live shoping produk UMKM Lokal Brand Papua unggulan yang dapat warga net ikuti pada website smesco.go.id dan kanal media sosial Smesco Indonesia.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, kolaborasi kedua pihak ini menjadi titik awal. Khususnya dalam mendukung kebijakan-kebijakan dalam hal peningkatan kapabilitas wirausaha menjadi Future UMKM seperti pengembangan produk kreatif Papua.

“Kami ingin menampilkan sesuatu yang unik dari produk UMKM Papua dan belum dikenal luas di masyarakat. Mengingat sumber daya alam dan kebudayaan yang ada di Papua sangat besar. Sehingga ke depan, Papua bisa menjadi rantai pasok, terutama di Smesco Hub Timur yang tengah kami bangun,” jelas Leo dalam konferensi pers Smesco Papua Event yang mengusung tema PON XX Papua 2021 Sukses, Torang Bisa! UMKM/IKM Naik Kelas secara daring, Senin (13/9).

Tak hanya itu kata Leo, Smesco melakukan pengembangan boarderless event promotion, yang merupakan peningkatan sisi branding dan pemasaran. Yang semuanya ditujukan meningkatkan daya saing produk UMKM, dalam memenuhi pasar dalam negeri dan pasar bebas ASEAN yang dimulai dengan akan dioperasionalkannya Smesco Hub Timur, di ITDC BALI.

Ia merinci, beberapa layanan yang akan difasilitasi Smesco yaitu, solusi logistik. Di mana saat ini, Smesco mewujudkan inisiatif terbaru yang akan menjadi solusi logistik bagi para pelaku UMKM dari Papua dan daerah lain di Indonesia dalam hal pendistribusian produknya, yaitu Smesco Fulfillment Center (SFC) dan Smesco Indonesia Retail Network (SIREN).

“Smesco Fulfillment Center adalah sebuah fasilitas packing warehouse. Di sini kami kolaborasi dengan JNE dan YukBisnis, nantinya UMKM Papua bisa mengirim barang dengan harga ongkos kirim (ongkir) murah dan flat ke wilayah Barat dan Pusat Indonesia di luar Papua,” kata Leo.
 
Selain itu, Smesco juga menyediakan layanan usaha lain bagi pelaku UMKM yakni Pusat KUR BRI, Xpora, Pusat Wastra Nusantara, Apindo UMKM Akademi, Smesco Labo, Sky Eat Cloud Kitchen & Retort Machine.

“Dengan kelengkapan ekosistem yang ada, diharapkan memberi manfaat yang baik bagi keberlangsungan Smesco Indonesia serta UMKM yang tergabung dalam binaan Pemda Papua khususnya untuk naik kelas,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindagkop UKM dan Naker Provinsi Papua Omah Laduani Ladamay menjelaskan, beberapa produk yang menjadi unggulan Papua untuk diperkenal di event ini mulai dari kopi, sagu, buah merah, hasil perikanan, Noken hingga batik tulis khas Papua, yang memang belum banyak dikenal luas.

“Ini sejarah baru bagi Papua sebagai tuan rumah PON XX. Kami juga sangat mengapresiasi ide Smesco yang telah meluncurkan terobosan baru yang inovatif dan sangat berarti bagi UMKM. Serta solusi logistik bagi UMKM yang selama ini menjadi kendala,” ucap Laduani.

Penyelenggaraan PON XX ini juga bagi Papua sambung Laduani, menjadi momen kebangitan UMKM Papua. Bagaimana UMKM Papua mengambil peran secara lokal, nasional maupun global. Hingga diharapkan UMKM Papua bisa naik kelas.

Apalagi PON XX ini juga mendorong semangat 6 ribu UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Papua. Namun sayangnya, pelaksanaan PON di 3 Kabupaten ini hanya mampu menampung sekitar 600 UMKM saja yang bisa diakomodir dalam bentuk pameran.

“Tadi siang kami diskusi dengan KemenkopUKM dan kementerian lain, bagaimana agar ada penambahan booth setidaknya 1/3 dari semangat UMKM kita ini. Mudah-mudahan bisa tercapai,” kata Laduani.

Ia juga optimistis, PON XX bisa meraih target transaksi yang cukup besar, termasuk lewat Smesco Papua Event. Laduani mengkalkulasi, sedikitnya dari 10.476 atlet yang hadir mengeluarkan Rp 1 juta, maka potensi transaksinya cukup besar, ditambah dengan konfirmasi adanya kehadiran penonton selama 2 minggu PON XX berlangsung.

Sementara, Ketua Bidang II PB PON Roy Letlora menuturkan, Papua sebagai tuan rumah PON XX turut menggerakkan dan melibatkan UMKM untuk menjual berbagai kerajinan dan makanan. Bahkan produk UMKM Papua dijadikan suvenir dalam PON XX. “Banyak pelaku UMKM yang dilibatkan. Salah satunya untuk tujuan mendorong ekonomi Papua lewat event PON XX,” pungkasnya. (Jef)