Menu
Mudahnya Akses Layanan Pinjaman Online, Harus Diimbangi Sikap Waspada dari Masyarakat - Hadapi Nataru, Satpol PP dan Satlinmas Dibekali Pelatihan dan Penguatan Komunikasi Kesiapsiagaan dan Sosialisasi Kompetisi Video Melawan COVID - KemenKopUKM Rilis Kriteria Lembaga Inkubator Untuk Tingkatkan Kewirausahaan - KemenKopUKM: Festival Diskon Nasional, Pacu Pemulihan Ekonomi - Ini Dia 5 Sektor Pengaduan Konsumen Jasa Keuangan Terbanyak 2021 - Sampai Kuartal III 2021, Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir Tersalur Rp 1,25 Triliun pada 131 Ribu Debitur - KemenKopUKM Gandeng Du Anyam Digitalisasi Wirausaha Kriya NTT - KemenKopUKM  Lakukan Pendampingan KUMKM untuk Perluasan Akses Pembiayaan - Menteri Teten Masduki: Pemerintah Serius Dorong UMKM Naik Kelas - Bank DKI Salurkan Beasiswa Pendidikan Dari Yayasan Beasiswa Jakarta

Tahun Depan Koperasi Masuki Era Layanan Keuangan Digital

Desember 5, 2016 | koperasi dan ukm
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

JAKARTA:  (Globalnews.id) – Salah satu prioritas dalam Reformasi Koperasi adalah mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mewujudkan koperasi yang efisien, dan modern.

Untuk itu, Kemenkop akan membangun sebuah jaringan interkonektifitas Koperasi terhadap lembaga keuangan yang ada, khususnya perbankan. Jaringan Interkonektifitas Koperasi tersebut akan diberi nama CoIC (Cooperatives InterConnectivity).

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan jaringan CoIC akan diluncurkan Januari 2017. Ini merupakan amanat Perpres 85/2016 tentang Strategi nasional keuangan inklusif (SNKI).

“Koperasi akan menggunakan jaringan interkonektifitas secara gratis, tidak ada biaya. Tujuannya agar koperasi di Indonesia ke depan menggunakan layanan keuangan digital dalam melayani anggotanya,” jelas Braman, Senin (5/12).

Dengan adanya jaringan CoIC ini Koperasi dapat terhubung sistem keuangannya dengan Koperasi diseluruh Indonesia dan jaringan keuangan perbankan, serta jaringan pembayaran payment point online banking (PPOB) seluruh Indonesia.

Koperasi yang sudah bergabung juga dapat memanfaatkan mobile banking dengan platform berbasis android, apple dan blackberry dalam memanajemen saldo simpanan yang ada di Koperasi secara online dan realtime, serta anggota juga dapat memanfaatkan fasilitas e-money lengkap dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC).

“Diharapkan dengan diluncurkannya jaringan ini Koperasi dapat meningkatkan layanan terhadap anggota layaknya layanan perbankan terhadap nasabahnya, dan anggota lebih percaya menyimpan dana tabungannya di Koperasi yang mereka miliki sendiri,” lanjut Braman.

Dia menjelaskan selama ini Koperasi di Indonesia dihadapkan pada tantangan globalisasi, persaingan antar lembaga keuangan yang memanfaatkan teknologi informasi menjadi semakin ketat.

Perbankan yang mendominasi jaringan konektifitas antar bank dengan seluruh sistem pembayaran di tanah air sehingga sangat mudah menggaet masyarakat untuk menabung.  masyarakat lebih leluasa menyimpan uangnya di bank karena faktor kemudahan dalam bertransaksi, misalnya : transaksi cash manajemen, transaksi pembayaran dan transaksi transfer ke seluruh Indonesia dapat dilakukan dengan mudah melalui platform gadget, online internet dan sms.(jef)

Related For Tahun Depan Koperasi Masuki Era Layanan Keuangan Digital