Menu
KemenkopUKM Gelar FGD Pengembangan Usaha Mikro di Kawasan Wisata Mandalika - Indahnya Keberagaman pada Festival Teluk Jailolo - Pelaku Kreatif Kuliner Bandung Inisiasi Wadah Koperasi untuk Permudah Pembiayaan - MenkopUKM: Berwirausaha Menjadi Pilihan Strategis bagi Kaum Milenial - MenkopUKM Dorong Kopkar RSCM Masuk ke Sektor Usaha Alat Kesehatan - Pemerintah Targetkan 30 Juta Pelaku UMKM Tergabung dalam Ekosistem Digital pada 2030 - Kanwil BRI Jakarta II Salurkan Sembako ke Anak Yatim dan Lansia di Desa Cidokom, Bogor - SeskemenkopUKM: Target Pembangunan Koperasi dan UMKM Tercapai Bila Program Pusat dan Daerah Selaras - MenkopUKM: UMKM Harus Bangun Produk Unggulan yang Khas dan Unik - SeskemenkopUKM Dorong Pelaku UKM Tingkatkan Kapasitas Guna Menembus Pasar Ekspor

Tahun Depan Koperasi Masuki Era Layanan Keuangan Digital

Desember 5, 2016 | koperasi dan ukm
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

JAKARTA:  (Globalnews.id) – Salah satu prioritas dalam Reformasi Koperasi adalah mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mewujudkan koperasi yang efisien, dan modern.

Untuk itu, Kemenkop akan membangun sebuah jaringan interkonektifitas Koperasi terhadap lembaga keuangan yang ada, khususnya perbankan. Jaringan Interkonektifitas Koperasi tersebut akan diberi nama CoIC (Cooperatives InterConnectivity).

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan jaringan CoIC akan diluncurkan Januari 2017. Ini merupakan amanat Perpres 85/2016 tentang Strategi nasional keuangan inklusif (SNKI).

“Koperasi akan menggunakan jaringan interkonektifitas secara gratis, tidak ada biaya. Tujuannya agar koperasi di Indonesia ke depan menggunakan layanan keuangan digital dalam melayani anggotanya,” jelas Braman, Senin (5/12).

Dengan adanya jaringan CoIC ini Koperasi dapat terhubung sistem keuangannya dengan Koperasi diseluruh Indonesia dan jaringan keuangan perbankan, serta jaringan pembayaran payment point online banking (PPOB) seluruh Indonesia.

Koperasi yang sudah bergabung juga dapat memanfaatkan mobile banking dengan platform berbasis android, apple dan blackberry dalam memanajemen saldo simpanan yang ada di Koperasi secara online dan realtime, serta anggota juga dapat memanfaatkan fasilitas e-money lengkap dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC).

“Diharapkan dengan diluncurkannya jaringan ini Koperasi dapat meningkatkan layanan terhadap anggota layaknya layanan perbankan terhadap nasabahnya, dan anggota lebih percaya menyimpan dana tabungannya di Koperasi yang mereka miliki sendiri,” lanjut Braman.

Dia menjelaskan selama ini Koperasi di Indonesia dihadapkan pada tantangan globalisasi, persaingan antar lembaga keuangan yang memanfaatkan teknologi informasi menjadi semakin ketat.

Perbankan yang mendominasi jaringan konektifitas antar bank dengan seluruh sistem pembayaran di tanah air sehingga sangat mudah menggaet masyarakat untuk menabung.  masyarakat lebih leluasa menyimpan uangnya di bank karena faktor kemudahan dalam bertransaksi, misalnya : transaksi cash manajemen, transaksi pembayaran dan transaksi transfer ke seluruh Indonesia dapat dilakukan dengan mudah melalui platform gadget, online internet dan sms.(jef)

Related For Tahun Depan Koperasi Masuki Era Layanan Keuangan Digital