JAKARTA:(Globalnews.id)-Pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan yang dimiliki individu selama hidup mereka merupakan faktor kunci di balik pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tingkat pengurangan kemiskinan di banyak negara. Demikian pula dengan pertumbuhan kinerja sebuah perusahaan seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Investasi BNI pada peningkatan kualitas kesehatan, keterampilan, dan pengetahuan menjadi sumber perbaikan kinerja perusahaan pada setiap tahunnya.
Untuk itu, BNI mengubah nomenklatur penyebutan “Insan BNI” bagi para pegawainya menjadi para “Hi Movers”, atau karyawan yang siap melakukan pencapaian prestasi tinggi (High Achievement), bergerak cepat (High Speed), termotivasi maksimal untuk maju (High Motivation), dan menguasai teknologi (High Tech).
Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan para _Hi-Movers_ tersebut, BNI menggelar serangkaian acara _Sharing Session_ yang mengundang pembicara dari berbagai lembaga non bank, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Imam Besar Mesjid Istiqlal, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sharing Session terbaru adalah Pemaparan oleh Direktur Peran Serta Masyarakat Deputi Bidang Dayamas BNN Brigadir Jenderal Polisi Mohamad Jupri kepada jajaran Komisaris, Direksi, dan para Hi-Movers BNI di Jakarta, Selasa (9 April 2019), dengan tema “Waspada Narkoba, Jaga Bangsa”. Sharing Session dengan KPK, BNPT, dan Imam Besar Mesjid Istiqlal telah dilaksanakan sebelumnya.
Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah mengungkapkan, sharing session kali ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya insan BNI dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja. “Sharing session yang dilakukan pada hari ini merupakan bagian dari program _Know Your Employee_ (KYE), yaitu upaya Manajemen untuk dapat mengenali dan menilai sikap, integritas, kejujuran serta loyalitas pegawai kepada perusahaan, dalam hal ini BNI,” ujarnya.
Rangkaian Sharing session ini melengkapi langkah penguatan kualitas Sumber Daya Manusia BNI yang juga telah dilakukan melalui lembaga pembelajaran internal perusahaan, yaitu BNI Corporate University.
BNI Corporate University berhasil meraih akreditasi Corporate Learning Improvement Process (CLIP) dari European Foundation for Management Development (EFMD) karena berhasil menunjukkan visi, misi, strategi, inovasi, dan konsistensi dalam praktek operasionalisasi pengembangan kompetensi pegawai BNI. EFMD adalah lembaga akreditasi ternama dari Eropa yang menguji lembaga-lembaga pengembangan pegawai perusahaan.
Sejauh ini EFMD telah memberikan akreditasi kepada 766 lembaga pembelajaran di seluruh dunia. BNI Corporate University sebagai lembaga pendidikan berkelas dunia membutuhkan upaya sungguh-sungguh, karena terdapat 35 standar yang perlu dipenuhi secara komprehensif dan detail agar meraih akreditasi CLIP dari EFMD. BNI dalam hal ini dianggap telah melampaui 11 standar dari 35 standar yang dipersyaratkan.
Beberapa hal yang menjadi keunggulan BNI Corporate University adalah keberhasilan menggeser pola pikir belajar dari _Learning at the Learning Center_ menjadi _Learner as the Center of Learning_. Itu artinya setiap pegawai BNI dapat belajar kapan saja, di mana saja, didukung teknologi digitalisasi yang memudahkan akses belajar tanpa harus datang ke pusat pembelajaran. BNI Corporate University juga diakui oleh EFMD banyak menghasilkan terobosan-terobosan seperti program DEEP (Daily Employee Exercise Program), dimana pegawai BNI melalui gawainya masing-masing hanya perlu menjawab satu pertanyaan setiap hari dengan jenis pertanyaan sesuai bidang pekerjaannya sehari-hari.
Selain itu BNI melakukan terobosan melalui demokratisasi pembelajaran, dimana BNI menyediakan anggaran pembelajaran individu yang populer disebut BLW (BNI Learning Wallet) yang dapat dimanfaatkan setiap pegawai untuk mendapatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.(jef)