Global News Indonesia
Menu
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo Ajak Mahasiswa Indonesia Di Australia Membangun Desa - KEK Mandalika Akan Jadi Trigger Perekonomian NTB - BI : Melemahnya Rupiah Masih dalam Batas Wajar - BRI Kerja Sama Srategis dengan UGM dan UNAIR, Sediakan Layanan Perbankan, Corporate Card dan Student Loan Briguna Pendidikan - Meski Sudah ada 2 Capres, Konvensi Capres SOLUSI UI Berlanjut Hingga Agustus 2018 - Kagum Proyek Padat Karya Tunai, Ini Pesan Jokowi ke Mendes - Kemenkop dan UKM Apresiasi Perusahaan yang Dirikan Koperasi - Kualitas SDM Satgas Pengawas Jadi Tolak Ukur Peningkatan Kinerja Koperasi - Triwulan I 2018, DPK BTN Melesat 23,54% - Koperasi diminta Terapkan Prinsip Keuangan Bertanggung Jawab

Motivator Bisnis Max Wienardi Luncurkan Buku ” Apakah Anda Businessman atau Busyman

Maret 22, 2018 | news


JAKARTA: (Globalnews.id) – Selama ini yang dilakukan pengusaha adalah membangun bisnis atau usahanya dari kecil hingga menjadi besar. Setelahnya, mengelola agar perusahaan itu tetap berdiri, hingga kelak di diwariskan atau kelola oleh anak cucu.

Niat itu baik. Namun menurut motivator bisnis Maxmillian Wienardi cara itu tepat tidak lagi jika diterapkan sekarang. ‘’Kita bangun perusahaan menjadi besar, setelah itu kita jual atau di go publickan,’’ kata Max Wienardi disela-sela peluncuran bukunya yang pertama, “Apakah Anda Businessman atau Busyman” di Jakarta, Rabu (21/3)

Bagaimana agar orang tertarik untuk membeli perusahaan yang sudah kita bangun ? Menurut Direktur Utama BeliBisnis.com, perusahaan yang kita bangun terlebih dahulu harus sudah memenuhi standar sebagai perusahaan yang berjalan dengan sistem. Artinya biarkan sistem yang bekerja, bukan pemiliknya yang bekerja.

Saat ini, BeliBisnis.com yang merupakan holding company yang dimiliki oleh MaxmiliianWienardi mempersembahkan Program Dana Murah Tanpa Riba, yang menyediakan akses dana murah tak terbatas dengan cara mengikuti program TradingInvoice.

Dengan mengikuti program tersebut, selain mendapatkan dana murah tanpa jaminan, UKM akan mendapatkan pendampingan manajemen untuk menuju world class enterprise hingga suatu saat siap melakukan privatisasi atau go public.

Perusahaan UKM akan mendapatkan pendampingan modal kerja melalui pengalihan hak tagih bila mereka mensupply produknya ke buyer, sehingga cash flow tetap terjaga bahkan bisa meningkatkan kapasitas pengiriman barang ke pembeli tanpa kuatir kekurangan modal.

Nantinya perusahaan UKM yang ikut Program TradingInvoice akan di benahai oleh Tim Konsultan Go Private dalam hal manajemen, keuangan, legalitas, operasional/produksi dan sumber daya manusia yang akan di benahi secara professional sehingga nilai Valuasinya dapat meningkat sampai pada titik siap untuk diprivatisasi.

Bila tahap ke dua selesai, lanjut Max, maka jika disepakati oleh pemegang saham baru, perusahaan/UKM tersebut akan didaftarkan pada Bursa Efek Indonesia, sehingga status perusahaan menjadi terbuka (Tbk).

Selain ditujukan pada pengusaha, program TradingInvoice — go private dan go public– ini akan merevolusi perekonomian Indonesia dengan menghilangkan konsep riba dan menggantinya dengan konsep Sharing Economy yang menghasilkan keuntungan berlipat.

Pada buku dengan editor Linda Irawati, Max Wienardi memberikan sejumlah tips dan trik bagaimana membangun sebuah usaha tanpa membutuhkan modal besar. ‘’Yang pertama dibutuhkan adalah ide besar bukan modal besar,’’ pungkasnya. (jef)

Related For Motivator Bisnis Max Wienardi Luncurkan Buku ” Apakah Anda Businessman atau Busyman