Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Danau Toba - Menkop dan UKM Dorong Industri Jasa Boga Lestarikan Kuliner Tradisional - Hadapi Revolusi Industri 4.0 Menhub Dorong Revitalisasi Badan Litbang Perhubungan - Ajukan BNI Griya Kini Lewat Online, Ngak Pake Ribet - Kemenkop dan UKM Lakukan Sinergitas Kegiatan Pemulihan UMK Pasca Bencana di Provinsi NTB dan Sulteng - Lewat Reuni Akbar BNI Trisakti Festival Connect 2019, BNI Ajak Alumni Guyub & Melek Produk Bank - LPDB KUMKM Dorong Sentra Pengrajin Batik Pamekasan Membentuk Koperasi - Menkop dan UKM Puspayoga Dukung Desa Batik Podhek Jadi Destinasi Wisata Baru - Kemenkop dan UKM Gandeng Perbamida Jatim Sosialisasikan Aplikasi Lamikro - Wakuliner Bantu Anak dan Keluarga Dhuafa Lewat Waku-Peduli

Motivator Bisnis Max Wienardi Luncurkan Buku ” Apakah Anda Businessman atau Busyman

Maret 22, 2018 | news


JAKARTA: (Globalnews.id) – Selama ini yang dilakukan pengusaha adalah membangun bisnis atau usahanya dari kecil hingga menjadi besar. Setelahnya, mengelola agar perusahaan itu tetap berdiri, hingga kelak di diwariskan atau kelola oleh anak cucu.

Niat itu baik. Namun menurut motivator bisnis Maxmillian Wienardi cara itu tepat tidak lagi jika diterapkan sekarang. ‘’Kita bangun perusahaan menjadi besar, setelah itu kita jual atau di go publickan,’’ kata Max Wienardi disela-sela peluncuran bukunya yang pertama, “Apakah Anda Businessman atau Busyman” di Jakarta, Rabu (21/3)

Bagaimana agar orang tertarik untuk membeli perusahaan yang sudah kita bangun ? Menurut Direktur Utama BeliBisnis.com, perusahaan yang kita bangun terlebih dahulu harus sudah memenuhi standar sebagai perusahaan yang berjalan dengan sistem. Artinya biarkan sistem yang bekerja, bukan pemiliknya yang bekerja.

Saat ini, BeliBisnis.com yang merupakan holding company yang dimiliki oleh MaxmiliianWienardi mempersembahkan Program Dana Murah Tanpa Riba, yang menyediakan akses dana murah tak terbatas dengan cara mengikuti program TradingInvoice.

Dengan mengikuti program tersebut, selain mendapatkan dana murah tanpa jaminan, UKM akan mendapatkan pendampingan manajemen untuk menuju world class enterprise hingga suatu saat siap melakukan privatisasi atau go public.

Perusahaan UKM akan mendapatkan pendampingan modal kerja melalui pengalihan hak tagih bila mereka mensupply produknya ke buyer, sehingga cash flow tetap terjaga bahkan bisa meningkatkan kapasitas pengiriman barang ke pembeli tanpa kuatir kekurangan modal.

Nantinya perusahaan UKM yang ikut Program TradingInvoice akan di benahai oleh Tim Konsultan Go Private dalam hal manajemen, keuangan, legalitas, operasional/produksi dan sumber daya manusia yang akan di benahi secara professional sehingga nilai Valuasinya dapat meningkat sampai pada titik siap untuk diprivatisasi.

Bila tahap ke dua selesai, lanjut Max, maka jika disepakati oleh pemegang saham baru, perusahaan/UKM tersebut akan didaftarkan pada Bursa Efek Indonesia, sehingga status perusahaan menjadi terbuka (Tbk).

Selain ditujukan pada pengusaha, program TradingInvoice — go private dan go public– ini akan merevolusi perekonomian Indonesia dengan menghilangkan konsep riba dan menggantinya dengan konsep Sharing Economy yang menghasilkan keuntungan berlipat.

Pada buku dengan editor Linda Irawati, Max Wienardi memberikan sejumlah tips dan trik bagaimana membangun sebuah usaha tanpa membutuhkan modal besar. ‘’Yang pertama dibutuhkan adalah ide besar bukan modal besar,’’ pungkasnya. (jef)

Related For Motivator Bisnis Max Wienardi Luncurkan Buku ” Apakah Anda Businessman atau Busyman