Menu
Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU - MenkopUKM: Menjadi Wirausaha di Masa Pandemi Adalah Pilihan Tepat - BNI Syariah Gandeng Universitas Islam Bandung (UNISBA) terkait Layanan Perbankan - Pemerintan Libatkan 9 Agregator UMKM untuk Memproduksi 27 Juta Ptg Masker Kain - Penerima Banpres Produktif Usaha Mikro Untuk Menambah Modal dan Inovasi Produk - MenkopUKM Apresiasi UMK Difabel Produksi Masker Pesanan Kemenkes - Wapres Dorong UMK Jadi Bagian Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah

Progress Proyek Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Capai 55,17%

September 29, 2020 | ekbis

Jakarta:(Globalnews.id)- Hingga akhir September 2020 kemajuan _(progress)_ proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 55,17%. Secara keseluruhan, proyek pengembangan bandara senilai Rp2,6 triliun ini ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2021.

Adapun cakupan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dilakukan bekerja sama dengan mitra kontraktor Wijaya Karya (WIKA) yaitu perluasan terminal penumpang domestik eksisting ke sisi selatan, gedung parkir, dan akses jalan utama terminal di mana beberapa pekerjaan ini masuk ke dalam pengembangan Tahap I Paket I, sesuai masterplan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Proyek pengembangan yang dilakukan mitra kontraktor WIKA ini dimulai sejak diberikannnya surat perintah kerja pada 15 Februari 2019. Pada proyek pengembangan ini, terminal eksisting akan diperluas dari yang saat ini hanya 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun menjadi 144.480 meter persegi dengan kapasitas 15,5 juta penumpang per tahun.

“Pada masa pandemi ini, proyek pengembangan bandara tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat. Hal ini merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I mengatasi masalah _lack of capacity_. Kapasitas ideal terminal Bandara Sultan Hasanuddin hanya dapat menampung 7 juta penumpang per tahun. Sementara pada 2019, trafik penumpang bandara ini sudah mencapai 10,7 juta penumpang. Oleh karena itu pengembangan bandara merupakan solusi mutlak yang harus dilakukan seiring dengan upaya perwujudan visi baru perusahaan ‘Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih dari sekedar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia’,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Proyek pengembangan Tahap I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ini terdiri dari 2 paket pekerjaan, yaitu Paket 1 yang terdiri dari pekerjaan revitalisasi terminal eksisting, perluasan terminal eksisting sisi selatan, gedung parkir, akses jalan utama terminal; dan Paket 2 yang terdiri dari pekerjaan pembangunan apron selatan dan apron timur beserta infrastruktur penunjang. Pengembangan Paket 1 dikerjakan oleh WIKA dengan nilai Rp 2,6 triliun. Sedangkan pengembangan Paket 2 dengan nilai proyek sebesar Rp 464,2 miliar ini nantinya akan menambah kapasitas apron menjadi 37 _parking stand_ dari jumlah saat ini yang hanya 34 _parking stand_.

Pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura I merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan konektivitas udara dan pengembangan wilayah, khususnya di wilayah tengah dan timur Indonesia yang masih belum dikembangkan secara optimal. Selain itu, pengembangan juga dimaksudnya untuk senantiasa meningkatkan layanan dengan mengutamakan standard keselamatan dan kemanan penerbangan.(Jef)

Related For Progress Proyek Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Capai 55,17%