Menu
KemenKopUKM Dorong Paguyuban Sendal Mulyaharja Berkoperasi - Menteri Sandiaga Uno: Pergerakan Winus Jadi Andalan Pemulihan Sektor Pariwisata Nasional - Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Pastikan Anggota Koperasi Terlindungi Haknya - Momentum Akselerasi Ekonomi di Tahun Macan Air, BNI Siapkan Rencana Bisnis - LPDB-KUMKM Tingkatkan Tata Kelola Keuangan dengan Digitalisasi Bisnis Proses - Satgas Koperasi Bermasalah KemenKopUKM dan Polri Sepakat Tingkatkan Komunikasi - MenKopUKM: G20 Berpotensi Hasilkan Nilai Konsumsi Rp1,7 Triliun - Menteri Teten: Indonesia Sumber Lahirnya Wirausaha Muda Syariah - KemenKopUKM Gandeng 5 Perguruan Tinggi Cetak Entrepreneur Baru - Plafon KUR 2022 Rp 373,17 Triliun dan Suku Bunga Turun Menjadi 3 persen Sampai Juni Tahun ini

Menkop dan UKM Yakin UKM Bukalapak Tembus 4 Juta di 2019

November 26, 2017 | koperasi dan ukm

JAKARTA;(Globalnews.id)-Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap jumlah UKM di e-Market Bukalapak bisa tembus 4 juta UKM pada 2019 mendatang.

“Saya yakin akan hal itu karena memang perkembangan Bukalapak sangat pesat. Awal 2016 lalu saya pernah bertanya jumlahnya UKM di Bukalapak, katanya baru sekitar 400an UKM. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 2 juta lebih. Jadi, kalau pada 2019 nanti bisa menembus jumlah 4 juta UKM, bukan sesuatu yang sulit”, kata Puspayoga pada acara Kopdar Akbar 2017 Komunitas Bukalapak, di Jakarta, Sabtu (25/11).

Menurut Puspayoga, pelaku UKM memang harus terus diberdayakan karena sangat penting bagi perekonomian nasional. “Saya mengapresiasi pertumbuhan Bukalapak. Dan memang pola pemasaran online atau e-Market seperti ini yang paling pas dan cocok dengan kondisi masyarakat sekarang”, tandas Menkop dan UKM.

 

Dalam kesempatan itu pula, Menkop dan UKM Puspayoga menyaksikan penandatanganan MoU antara Dirut Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM ) Emilia Suhaimi dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Menkop dan UKM berharap, produk-produk best seller yang ada di Bukalapak bisa masuk ke Galeri Smesco UKM agar bisa juga dipasarkan secara offline.

“Saya terinspirasi Amazon Bookstore. Ketika mereka buka penjualan secara online, banyak toko buku di AS yang tutup. Tapi kini, Amazon kembali berjualan buku secara offline melalui toko. Tapi, khusus untuk buku-buku yang best seller”, ungkap Puspayoga.

Puspayoga berharap hal seperti itu bisa juga dilakukan Bukalapak dengan emmasarkan produk best seller Smesco Indonesia Jakarta. “Gedung Smesco terbuka bagi seluruh komunitas UKM Bukalapak bila ingin mengadakan acara diini termasuk berjualan secara offline,” kata Menkop

Sedangkan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengungkapkan bahwa Bukalapak bukan sekedar e-commerce Company. Lebih dari itu Bukalapak memiliki misii agar pelaku UKM di Indonesia bisa tumbuh menjadi usaha lebih besar.

“UKM harus didukung menjadi besar, di komunitas Bukalapak ini kita belajar bersama dan maju bersama,” katanya.

Zaki pun yakin dalam lima tahun ke depan,bisnis UKM khususnya yang ada di Bukalapak akan tumbuh semakin besar, karena peluang dan pasar e commerce terus bertambah dari kwaktu ke kewakut,  dan peluang ini harus dimanfaatkan oleh UKM. (jef)

Related For Menkop dan UKM Yakin UKM Bukalapak Tembus 4 Juta di 2019