Menu
Dorong UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Enterpreneur Produktif, Menteri Teten Luncurkan New PLUT - Menteri Teten Dorong Kopi Robusta Lombok Go Internasional Melalui Ajang MotoGP - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Bagi Penyandang Disabilitas Di NTB - Laba BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat - LPDB-KUMKM Siap Lakukan Pendampingan Koperasi Potensial - Lepas Lair Band Tur ke Enam Negara, MenKopUKM: Akar Budaya Indonesia Adalah Sumber Ekonomi Kreatif - MenKopUKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia - MenKopUKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian - Tim Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Audiensi dengan Kejagung RI - Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Ini Dia 5 Sektor Pengaduan Konsumen Jasa Keuangan Terbanyak 2021

Desember 5, 2021 | ekbis

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data pengaduan konsumen sektor jasa keuangan hingga akhir November 2021. Jumlah pengaduan tersebut meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Total pengaduan yang diterima OJK per 25 November 2021 mencapai 595.521 laporan yang meningkat dari 245.083 laporan di 2020.

Meski termasuk industri baru, pengaduan sektor jasa keuangan fintech terbanyak dibandingkan perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan dan pasar modal.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menyampaikan sektor terbesar pengaduan yaitu industri fintech atau pinjaman online. Meski terhitung baru, pengaduan industri fintech tercatat jadi yang tertinggi dibandingkan lainnya. Sektor keuangan dengan pengaduan tertinggi kedua yaitu perbankan disusul asuransi, perusahaan pembiayaan dan investasi.

“Dulu 2017 (pengaduan) kurang dari 26 ribu laporan, jadi satu bulan paling 2.200 sampai di bawah 2.500. Tapi sekarang jumlahnya naik pada 2021 jadi 595.521 pengaduan. Ada kenaikan dari 2017 sebesar 22 kali lipat sampai saat ini. Pertanyaan dari masyarakat banyak sekali,” jelas Tirta dalam pers gathering, bertema Arah Strategis Edukasi dan Perlindungan Konsumen di Bandung, Sabtu (4/12).

Dari total pengaduan tersebut, Tirta menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan sebagian besar pengaduan tersebut hingga 90 persen. Dalam proses penyelesaiannya, OJK mendorong terlebih dahulu penyelesaian melalui mekanisme internal dispute resolution. Apabila tidak terdapat kesepakatan antara perusahaan jasa keuangan dengan nasabah maka dapat menindaklanjuti penyelesaian melalui Lembaga Arbitrase Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

Pada 2021, tercatat jumlah permohonan sengketa LAPS SJK mencapai 1.161 kasus. Sebanyak 603 sengketa telah diputus, 441 dalam proses dan 116 sengketa belum diproses. Tirta mengimbau agar sengketa jasa keuangan diselesaikan melalui mekanisme LAPS dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi. “Pengadilan bagus tapi prosesnya panjang. Pengadilan ini nanti minta saksi ahli dari OJK dan industri. Nah, makanya ada LAPS,” tambah Tirta.
Salah satu faktor terjadinya sengketa terjadi karena terdapat ketidakpahaman nasabah terhadap perjanjian yang ditandatangani. Tirta menjelaskan salah satu fokus OJK yaitu terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang masih rendah. Masyarakat masih belum memahami secara utuh klausul-klausul yang diperjanjikan.
Selain itu, Tirta juga menyampaikan terdapat kelemahan dalam perjanjian yang disepakati antara nasabah dengan perusahaan jasa keuangan. Dia menjelaskan sengketa terjadi karena nasabah merasa dibohongi perusahaan jasa keuangan dalam layanannya.

“Misalnya pada asuransi seperti unitlink banyak kasus ketika mengadu ke OJK lalu kami fasilitasi layanan pengaduan. Saat datang mereka mengadukan ketidaksesuaian dengan janji dari pihak asuransi. Lalu, saat kami panggil perusahaan asuransinya bilang tidak menjanjikan apa-apa,” pungkas Tirta. (Jef)

Related For Ini Dia 5 Sektor Pengaduan Konsumen Jasa Keuangan Terbanyak 2021