Menu
Dorong UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Enterpreneur Produktif, Menteri Teten Luncurkan New PLUT - Menteri Teten Dorong Kopi Robusta Lombok Go Internasional Melalui Ajang MotoGP - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Bagi Penyandang Disabilitas Di NTB - Laba BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat - LPDB-KUMKM Siap Lakukan Pendampingan Koperasi Potensial - Lepas Lair Band Tur ke Enam Negara, MenKopUKM: Akar Budaya Indonesia Adalah Sumber Ekonomi Kreatif - MenKopUKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia - MenKopUKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian - Tim Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Audiensi dengan Kejagung RI - Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Nasho Brand Lokal Siap Gandeng Investor Internasional pada Ajang IFF 2021

Desember 3, 2021 | koperasi dan ukm

Jakarta:(Globalnews.id)-Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Orbit Future Academy, dan Inkubator Siger Innovation Hub tengah berkolaborasi dalam penyelenggaraan event berskala internasional Indonesia Fund Festival (IFF) 2021.

IFF 2021 merupakan ajang pertemuan atau business pitching antara tenant inkubator wirausaha LPDB-KUMKM dengan calon investor baik lokal maupun internasional.

Salah satu tenant inkubator yang terpilih untuk mengikuti IFF 2021 ini adalah Nasho yang merupakan startup dengan produk nano-coating anti-embun untuk kaca mata.

Adapun startup Nasho ini merupakan tenant dari Cubic Startup Incubator, Bandung, Jawa Barat yang tergabung dalam program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM tahun 2021.

Chief Executive Officer (CEO) Nasho Felicia Christabella menjelaskan, bisnis dengan produk anti embun untuk kaca mata ini sudah dimulai sejak masa kuliah di SBM ITB untuk membuat bisnis berbasis teknologi.

“Saat itu, industri yang dipilih adalah nanoteknologi secara khusus coating. Berangkat dari pengalaman dan kekhawatiran, para pengguna motor terganggu penglihatannya oleh embun dan air saat hujan. Hal tersebut membuat kami bekerja sama dengan mahasiswa kimia ITB untuk membuat nano-coating anti-embun,” ujar Felicia.

Kehadiran pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang menggunakan masker juga memberikan angin segar bagi bisnis ini, sebab banyak pengguna kacamata yang mengeluhkan kacamata berembun saat beraktivitas.

Semakin berkembangnya bisnis ini, Felicia pun tak lupa untuk memiliki legalitas hukum jelas yakni berupa PT. Runesha Artha Sejahtera dengan brand yang terdaftar resmi yaitu “Nasho”.

“Untuk produk self-sleaning for eyeglass, Nasho sudah bekerja sama dengan lebih dari 80 optik dan sedang mengurus perizinan Kementerian Kesehatan untuk memperluas jangkauan ekspansi produk. Nasho juga terus mengembangkan produk self-cleaning lain seperti hygiene perfume, visor coating, dan gadget coating,” tambahnya.

*Hadapi Tantangan Bisnis*

Ditengah pesatnya perkembangan bisnisnya, berbagai tantangan juga dihadapi oleh Felicia, mulai dari kurang diterimanya produk usahanya oleh pengusaha optik, hingga perlakukan yang kurang pantas.

“Nasho merupakan brand baru dengan membawa fitur inovatif anti-embun, anti-debu, anti-jamur dan antibakter. Kami sering sekali ditolak, dibohongi, diremehkan, dipermalukan bahkan diusir saat menawarkan produk kami,” ungkapnya.

Namun, berbagai tantangan tersebut tak menyurutkan niat Felicia untuk terus mengembangkan bisnisnya, hingga akhirnya ada satu brand optik besar yang percaya pada produk usahanya.

“Hal ini bahkan masih berlangsung sampai sekarang, namun yang menjadi penyemangat kami adalah ketika ada satu optik besar yang percaya pada produk kami, memesan dalam jumlah yang besar dan tunai dimuka. Hal tersebut memberikan api semangat untuk terus berjuang dan menyempurnakan produk kami,” ujar Felicia.

Dari sisi permodalan, Felicia mengungkapkan, bisnisnya dimulai dengan modal sebesar Rp50 juta yang didapatkan dari hadiah lomba dan hibah dari inkubator.

Dengan jerih payah dan tekad yang kuat, saat ini Nasho telah berkembang pesat dan telah mampu memproduksi 1.200 pcs per bulan.

Kemudian, dari sisi kerja sama, dari yang awal berdiri Nasho hanya mampu berpartner dengan 4 optik kecil lokal, dan sekarang sudah berpartner dengan lebih dari 80 optik di Jawa serta tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp200 juta dalam 10 bulan pertama.

“Dengan pendanaan bootstrap, di 10 bulan pertama kami berhasil mendapatkan revenue Rp200 juta,” terangnya.

Sedangkan saat ini, rata-rata omzet per bulan mencapai Rp25 juta dan bulan-bulan permintaan paling tinggi adalah ketika akhir tahun karena musim hujan datang.

*Ikuti Indonesia Fund Festival 2021*

Felicia mengaku optimis dengan mengikuti IFF 2021 ini, Nasho bisa menambah pengalaman, networking, hingga mendapatkan pendanaan.

“Kami yakin Nasho akan menjadi brand besar dengan membawa value inovatif untuk produk pembersih yaitu cleaning dan menjadi perusahaan consumer goods self-cleaning nomor satu di Indonesia. Untuk mencapai itu, kami membutuhkan networking, mentor, pendanaan yang kami percaya IFF adalah tempat yang tepat,” jelasnya.

Dalam ajang IFF 2021 ini, Nasho sebagai starup dengan brand lokal sangat yakin dapat menggandeng investor internasional dengan target pendanaan yang akan didapatkan dari investor sebesar Rp429 juta, yang akan dialokasikan untuk produksi, sales dan marketing, hingga riset dan pengembangan produk.

“Harapannya Nasho dapat dikenal lebih luas dan bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk bersama mengembangakan industri nano-coating di Indonesia,” pungkas Felicia.(Jef)

Related For Nasho Brand Lokal Siap Gandeng Investor Internasional pada Ajang IFF 2021