Menu
Dorong UMKM Naik Kelas dan Ciptakan Enterpreneur Produktif, Menteri Teten Luncurkan New PLUT - Menteri Teten Dorong Kopi Robusta Lombok Go Internasional Melalui Ajang MotoGP - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Bagi Penyandang Disabilitas Di NTB - Laba BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat - LPDB-KUMKM Siap Lakukan Pendampingan Koperasi Potensial - Lepas Lair Band Tur ke Enam Negara, MenKopUKM: Akar Budaya Indonesia Adalah Sumber Ekonomi Kreatif - MenKopUKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia - MenKopUKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian - Tim Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Audiensi dengan Kejagung RI - Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten : Jangan Ragu Memulai Usaha, KUR Siap Mendukung

Desember 3, 2021 | koperasi dan ukm


Jakarta:(Globalnews.id)- Merintis usaha baru di tengah pandemic Covid-19 adalah suatu keniscayaan, baik usaha skala mikro dan kecil. Ketika ada niat serius dan keberanian memulai usaha, pemerintah turut memberikan dukungan melalui akses pembiayaan bersuku bunga yang sangat murah dan cepat lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Teten Masduki mengatakan KUR sebagai layanan pembiayaan dihadirkan pemerintah kepada pelaku UMKM yang sebenarnya punya prospek berkembang namun belum bankable.

“Pemerintah senantiasa ada di samping usaha-usaha kerakyatan untuk mendukung pelaku usaha baik dari sisi permodalan maupun manajemen usaha dan kemudahan mendapatkan legalitas. Jangan ragu untuk mulai berwirausaha, terlebih generasi muda yang kesempatannya sangat luas,” kata Menteri Teten, Kamis (02/12/2021).

MenKopUKM mengatakan pembiayaan KUR merupakan program prioritas pemerintah untuk UMKM yang alokasinya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Realisasi KUR hingga 30 November 2021 mencapai Rp263,22 triliun. Dari jumlah tersebut, mayoritas KUR disalurkan untuk usaha mikro dan kecil. Data menunjukkan penyaluran KUR Super Mikro sebesar Rp9,71 triliun untuk 1.104.917 debitur dan KUR Mikro mencapai Rp166,11 triliun disalurkan kepada 5.418.549 debitur, adapun KUR Kecil tercatat Rp87,37 triliun yang diterima 446.730 debitur.

MenKopUKM mengatakan penempatan KUR tidak hanya melalui perbankan, namun juga lewat koperasi. Sehingga usaha mikro dan kecil di manapun dapat mengakses KUR tanpa kesulitan, termasuk lewat koperasi.

Hal itu telah dialami oleh Yohanes Yufrik Uni, dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Yufrik, demikian panggilannya, semula adalah sales produk makanan namun karena keberaniannya kemudian banting stir membuka usaha warung kopi di Desa Lusitada, Kecamatan Nita, Sikka. Penghasilannya sebagai sales tidak mencukupi apalagi pandemi membuat penghasilannya menurun drastis. Untuk menutupi kebutuhan keluarganya dengan 3 orang anak yang masih bersekolah di SD dan SMP jauh dari cukup.

“Dengan ijin isteri saya mengundurkan diri sebagai sales dan memberanikan diri merintis usaha warung kopi kecil-kecilan di pinggir Jalan Trans Flores yang menghubungkan Maumere dan Ende,” kata Yufrik.

Ia membuka kios kecil berukuran 3×4 meter pada Februari 2021 khusus menjual kopi dengan target pelanggan para supir yang lalu lalang di Jalan Trans Flores. Usahanya mengalami perkembangan karena para sopir banyak yang mampir di warung kopinya. Tidak itu saja, para pegawai kantoran banyak yang menjadi pelanggannya.

Seiring permintaan yang semakin banyak, terutama menyediakan makanan, Yohanes ingin mengembangkan usahanya. Butuh modal untuk melakukannya.

“Saya mendapat banyak informasi tentang KUR. Karena itu saya memberanikan diri meminjam KUR melalui ke KSP Obor Mas. Saya tidak ragu lagi untuk masuk sebagai anggota koperasi Obor Mas,” kata Yufrik.

KUR dari KSP Obor Mas begitu berarti baginya. Ia lantas mengembangkan tempat usahanya, membangun lopo-lopo atau semacam saung atau rumah kecil, membeli peralatan dan menambah menu yang dijual. Lopo-lopo, berkat ketrampilannya dibangunnya sendiri, dengan menggunakan bambu. Pelanggannya makin bertambah, tempat usahanya makin luas dan ia sekarang sudah menambah tenaga kerja.
Lopo-lopo yang tadinya hanya untuk tempat duduk bagi pelanggan, ternyata juga mulai dilirik banyak orang. Pesan membuat lopo-lopo datang dari berbagai tempat untuk rumah atau untuk usaha. “Jadi saya tidak hanya membuka usaha makanan, juga perlahan mengembangkan ke pembuatan lopo-lopo,” kata Yufrik.

Yufrik mengatakan untuk memulai usaha modalnya adalah keberanian, sebab dukungan permodalan sesungguhnya tidak menjadi kendala karena pemerintah memberikan jalan untuk mendapatkan kredit dengan bunga murah.(Jef)

Related For Menteri Teten : Jangan Ragu Memulai Usaha, KUR Siap Mendukung